Bagaimana cara menabung dengan efektif walaupun penghasilan hanya pas-pasan?

Bagaimana cara menabung dengan efektif walaupun penghasilan hanya pas-pasan





Ditulis oleh <a href="https://asuransimurni.com/author/nencor/" target="_self">Chernenko</a>

Ditulis oleh Chernenko

Position

Halo, selamat datang di website saya. Saya Chernenko dan saat ini bekerja sebagai agen asuransi dari AXA Financial Indonesia. Jangan sungkan untuk menghubungi saya bila pembaca membutuhkan sesuatu atau sekadar konsultasi terkait Polis yang dimiliki.

Dirilis tanggal: 7 Apr, 2020

Kategori: tabungan

Label: menabung

Halo halo!

Selamat datang di website sederhana saya dan semoga pembaca mendapatkan sesuatu yang baru dan bermanfaat dari artikel ini.

Selamat membaca!

Artikel ini saya dedikasikan untuk menjawab pertanyaan di Quora dengan jumlah pengikut yang cukup banyak. Saya memilih untuk menuliskan penjelasan lengkapnya disini sehingga pembaca bisa fokus membaca konten keuangan langsung di blog ini.

Basically ada 1 kalimat dalam pertanyaan tersebut yang cukup rancu bagi saya. Kalimat yang saya maksud adalah penghasilan hanya pas-pasan. Disadari atau tidak, kita mungkin mengeluh dan mengucapkan kalimat ini. Mungkin kita juga pernah mendengar seorang teman, rekan, saudara, kolega, atau malah orang tua kita mengucapkan kalimat haram tersebut. Mengapa saya bilang kalimat tersebut haram? Karena we are what we think. At least that’s what i believe, sehingga saya sebisa mungkin untuk tidak mengucapkan kalimat haram tersebut.

Berbicara tentang penghasilan pas-pasan, sangat mungkin akan menjadi perdebatan sepanjang masa. Bila seseorang responden mengeluh bahwa penghasilan Rp. 6,000,000 merupakan penghasilan yang pas-pasan, maka kita akan menemukan responden lainnya yang mengeluh bahwa penghasilan Rp. 5,000,000 merupakan penghasilan yang pas-pasan. Perdebatan panjang ini kemudian ditimpali dengan responden lain dengan penghasilan Rp. 4,000,000 merupakan penghasilan pas-pasan. Proses ini berulang terus hingga raja Firaun lulus STM (Sekolah Teknik Mesin). Hehehe. . .



Berdasarkan paragraf di atas, kita aware bahwa setiap orang memiliki penghasilan dan pengeluaran yang berbeda. Sangat mungkin bagi seorang kepala keluarga bertahan hidup dengan penghasilan lebih kecil dari seorang lajang yang memiliki penghasilan lebih besar. Lalu keduanya saling mengeluh tentang penghasilan pas-pasan. Saya yakin orang-orang tidak sadar bahwa permasalahan utama terletak bukan pada berapa jumlah uang yang kita hasilkan, tetapi lebih kepada berapa jumlah Net Worth dari masing-masing individu.

What is Net Worth?

Sebelum membahas lebih jauh, kita bakal bedah lebih lanjut terkait Net Worth. Tolong ambilkan gunting dan pisau bedah saya. . .

Net Worth merupakan selisih antara jumlah pendapatan yang diperoleh dikurangi dengan jumlah pengeluaran. Net Worth akan bernilai positif bila jumlah pendapatan kita lebih besar dari jumlah pengeluaran. Sebaliknya, Net Worth akan bernilai negatif bila jumlah pengeluaran kita lebih besar dari jumlah penghasilan. Hayoo, siapa yang seperti ini?

Therefore, terbuktilah Quotes yang pernah saya baca dalam buku Cashflow Quadrant yang dikarang oleh Robert Kiyosaki berikut ini:

Berapapun jumlah uang yang dihasilkan tidak akan menjadi solusi bila permasalahannya terletak pada bagaimana kita mengatur dan mengelola uang

Dalam bahasa Indonesia pun kita pernah mendengar pepatah lebih besar pasak daripada tiang yang berarti lebih besar pendapatan daripada pengeluaran.

Menabung merupakan perkara gampang. Saya yakin kita semua telah mengerti cara menabung yang benar. Cara menabung paling sederhana ialah dengan membuka rekening tabungan dan membawa uang tunai untuk dilakukan setoran tunai ke rekening tabungan tersebut. Faktanya, dibutuhkan kedisiplinan tinggi dalam mengatur dan mengelola uang untuk bisa menabung.

Berikut beberapa cara menabung dengan efektif walau memiliki penghasilan pas-pasan:



Who am i, really?

Siapa saya sebenarnya?

Pertanyaan paling dasar sebelum kita memulai cara menabung yang efektif ialah dengan mengenal kapabilitas dan kemampuan diri sendiri secara finansial. Lakukan asesmen sederhana di bawah ini untuk mengenal diri sendiri:

  • Berapa penghasilan saya?
  • Darimana sumber dana tersebut beroleh?
  • Berapa pengeluaran saya?
  • Kemana saja perginya uang yang sudah saya keluarkan?
  • Berapa Net Worth saya setiap bulannya?

Dengan menjawab pertanyaan tersebut, kita mengetahui berapa jumlah uang yang kita bawa pulang setiap hari atau setiap bulannya melalui hasil usaha maupun gaji. Bila kita telah mengetahui berapa jumlah uang yang kita terima, selanjutnya kita hanya perlu bertahan hidup dengan mengandalkan gaya hidup yang sesuai dengan penghasilan yang diterima.

Starts financial planning

Mulai merencanakan keuangan.

1 hal yang membuat saya tentang personal finance dan financial planning ialah ia akan menghubungkan kita dengan banyak faktor seperti keinginan dan kebutuhan kita. Inilah yang membuat personal finance dan financial planning lebih personal dan unik, karena setiap orang memiliki jumlah penghasilan yang berbeda dan jumlah pengeluaran yang berbeda. Setiap orang memiliki compensation and benefit dan privileges. Keunikan personal finance dan financial planning inilah yang membuat kita tidak bisa mengikuti perencanaan keuangan yang mudah kita temukan di Internet atau media sosial.

Salah satu perencanaan keuangan yang cukup common dan lazim ditemukan ialah prinsip 10%, 20%, 30%, 40% dengan komposisi di bawah ini:

  • 10% untuk kebaikan seperti zakat, perpuluhan, amal, dan lain sebagainya
  • 20% untuk masa depan seperti investasi, asuransi, dana pensiun
  • 30% untuk cicilan dan angsuran
  • 40% untuk kebutuhan dan biaya hidup sehari-hari

Secara konsep dan teori memang sangat mudah dimengerti. Konsep ini pun sangat mudah dilakukan bila kita memiliki penghasilan yang relatif tinggi. Lalu apakah konsep ini bisa diterapkan pada mereka dengan penghasilan menengah kebawah dan tak pasti seperti pedagang, tukang bakso, supir ojol yang penghasilan hariannya tidak pasti dan cenderung dinamis?

Saya sarankan pembaca untuk terus membaca karena kita akan membahas bagaimana perencanaan keuangan dan cara menabung dengan efektif versi saya.



bangbingbung yok kita nabung!

Saya bisa bayangkan bila di antara kita ada yang menjadi Sandwich Generation. Sandwich Generation merupakan istilah yang digunakan kepada mereka yang menjadi breadwinner atau tulang punggung dari 2 generasi, yakni:

  • Generasi di atas mereka (orang tua dan kakek nenek)
  • Generasi di bawah mereka (anak dan cucu)

Tentu saja menjadi menjadi seorang Sandwich Generation merupakan perkara mudah bila kita memiliki penghasilan dalam jumlah besar dan tak terbatas. Bila tidak, maka kita harus memutuskan mana yang lebih prioritas dan mendesak, mana yang tidak. Mana yang harus dibayarkan rutin setiap bulan, mana yang mungkin ditunda. Mana biaya yang mungkin ditekan, mana yang tidak. Bila kita telah melakukan asesmen seperti yang dibahas pada poin who am i, really diatas, kita dapat menentukan prioritas dari keuangan kita.

Setelah menekan beberapa pengeluaran yang tidak perlu, maka kita dapat menghitung berapa sebenarnya jumlah uang yang kita butuhkan untuk bertahan hidup sampai. Bila masih ada dana yang belum dialokasikan, maka kita bisa menggunakan sisa uang tersebut untuk ditabung atau diinvestasikan. Dana yang belum dialokasikan ini biasa disebut sebagai uang dingin. Artinya ada atau tidak ada uang tersebut, kita dapat bertahan hidup hingga penghasilan selanjutnya mendarat di dompet dan rekening tabungan. Uang dingin ini dapat “dititipkan” pada bervariasi “kendaraan” keuangan seperti:

  • Investasi reksadana
  • Investasi saham
  • Menabung di bank dengan mata Rupiah
  • Menabung di bank dengan mata uang asing seperti USD, GBP, AUG, EUR, dll
  • Investasi di layanan P2P lending seperti Koinworks

Selanjutnya kita dapat mengalokasikan uang tersebut untuk keperluan:

  • Dana darurat
  • Dana DP Rumah
  • Dana Pensiun
  • Dana pendidikan
  • dan dana untuk keperluan lainnya

Bila pembaca memiliki utang atau pinjaman. . .

Bila pembaca memiliki utang atau pinjaman, disarankan untuk melunasi utang atau pinjaman tersebut. Please consider it as top priority. Sebab bila tidak, bisa jadi utang tersebut akan dikenakan bunga dan terus berbunga hingga utang tersebut dilunasi. Bila kita terlambat melunasi utang tersebut, bisa jadi uang kita akan semakin berkurang dengan adanya penalti atau denda. Saya lebih memilih untuk tidak menabung atau berinvestasi dibandingkan tidak membayar atau mengangsur utang.

Utang merupakan sesuatu yang tidak terlihat namun membawa dampak nyata bagi kehidupan kita sehari-hari. Ia melumat seluruh penghasilan kita bila kita tidak mampu mengendalikannya. Sesuai anjuran di atas, batasi untuk setiap angsuran atau nominal memiliki nilai nominal maksimal 30% dari total penghasilan yang kita terima setiap bulannya.

Nah demikian beberapa tips dan cara menabung yang efektif versi saya yang mungkin tidak bisa diterapkan ke semua orang.

Artikel yang berkaitan











0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.











Pin It on Pinterest

Shares
Share This