Tips agar terhindar dari investasi bodong yang jahat

Tips agar terhindar dari investasi bodong yang jahat





Ditulis oleh <a href="https://asuransimurni.com/author/nencor/" target="_self">Chernenko</a>

Ditulis oleh Chernenko

Position

Halo, selamat datang di website saya. Saya Chernenko dan saat ini bekerja sebagai agen asuransi dari AXA Financial Indonesia. Jangan sungkan untuk menghubungi saya bila pembaca membutuhkan sesuatu atau sekadar konsultasi terkait Polis yang dimiliki.

Dirilis tanggal: 6 Agu, 2020

Kategori: investasi

Label: investasi

Bukan Twitter namanya bila isinya penuh dengan kedamaian, kegembiraan, sukacita tanpa amarah, kesedihan, penyesalan, hingga luapan kekesalan lainnya. Pada kesempatan kali ini kita akan membahas salah satu kekesalan yang diluapkan oleh akun Twitter @Aprilidita berdasarkan skrinsut di bawah ini:

Selengkapnya bisa dibaca melalui tautan berikut ini. Singkat cerita, ia terperdaya oleh sang kakak kelas yang sedang membutuhkan uang untuk modal bisnis dengan iming-iming keuntungan yang sangat besar. Setelah sang kakak kelas berhasil meyakinkan korban, korban malah diminta untuk mempromosikan bisnis tipu-tipu tersebut dan berhasil pula menjebak sanak saudara dan kerabat terdekat korban.

In short, mau untung malah buntung berjamaah.

Saya akan membagikan beberapa tips agar kita terhindar dari investasi bodong seperti di atas setelah pesan komersial berikut ini. Tips tersebut penting untuk diketahui bersama karena kita takkan pernah tahu apakah kita yang akan menjadi korban selanjutnya.



Cara mendeteksi gejala investasi bodong yang dapat merugikan kita

Selagi kita membahas tentang investasi bodong, saya pun pernah menjadi korban pada tahun 2014 silam. Pada waktu itu saya membaca thread di forum Kaskus yang menceritakan bahwa Thread Starter (TS) yang memiliki tambang pasir dan membutuhkan suntikan modal untuk operasional. Tanpa pikir panjang dan tergiur keuntungan besar akhirnya saya menjadi korban pertama dari investasi bodong yang bisa dibaca secara lengkap melalui tautan berikut ini.

Orang pintar belajar dari kesalahan diri sendiri dan orang bijak belajar dari kesalahan orang lain.

Sebagai salah satu korban investasi bodong pada tahun 2014 silam, saya akan membagikan beberapa cara mendeteksi gejala investasi bodong sehingga uang yang telah dikumpulkan dengan susah payah tidak melayang begitu saja. Berikut beberapa di antaranya:

Return of investment (ROI) yang too good to be true

Sebagai orang awam yang tamak dan rakus dalam dunia keuangan dan investasi, kita akan mudah tergiur dengan investasi modal sedikit namun mendapatkan profit atau keuntungan yang menjanjikan. Berdasarkan cerita @Aprilidita di atas, ia mendapat tawaran dari seseorang dengan skema berikut ini:

  • Investasi Rp. 3,000,000 untuk mendapatkan pengembalian uang Rp. 6,000,000 yang diangsur dengan nominal Rp. 5 00,000 per bulan selama 1 tahun
  • Investasi Rp. 6,000,000 untuk mendapatkan pengembalian uang Rp. 10,000,000

Apakah ada mencium sesuatu yang tidak beres?

Bila skema di atas kita hitung, secara rinci, kita akan mendapatkan ROI hingga 2x lipat dari modal awal dalam kurun waktu 1 tahun. Definitely too good to be true.

Kita semua tahu bahwa ada risk dalam setiap gain dan begitu pun sebaliknya. Salah satu instrumen investasi dengan risiko yang cukup tinggi ialah investasi saham. Untuk mendapatkan ROI hingga 2x lipat sangatlah mungkin bila kita menempatkan dana tersebut dalam investasi saham. Tentu saja dibutuhkan waktu yang tidak sebentar untuk mendapatkan ROI dalam jumlah cukup besar tersebut.

Bagaimana cara mengakalinya?

Tentu saja sebelum menempatkan uang, sangat disarankan untuk melakukan beberapa perhitungan sederhana apakah ROI yang ditawarkan masuk akal atau tidak.

Cara selanjutnya akan berhubungan dengan legalitas yang dibahas setelah pariwara di bawah ini.



Mencoba meyakinkan investor dengan beberapa dokumen atau berkas yang tidak relevan

Masih seputar dengan cerita di atas, ada bagian dimana si pemilik usaha mengirimkan beberapa dokumen seperti SKCK, KK, Ijazah, KTP sebagai jaminan.

Lucu khan?

Saya ingat salah satu nasihat dari investor yang berkata bahwa:

“Never invest in something that you don’t know”

Berkaitan dengan cerita di atas, dokumen atau berkas yang dikirimkan kepada investor tidak dapat digunakan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas. Sehingga dapat disimpulkan bahwa berinvestasi kedalam usaha atau bisnis yang tidak jelas asal usulnya merupakan risiko yang seharusnya dapat dihindari.

bagaimana cara mengakalinya?

Sebelum berinvestasi, pastikan kita mengetahui dan memahami bisnis atau usaha yang akan diinvestasikan. Apa saja modal mereka, bagaimana model bisnis yang berjalan, apakah perusahaan sedang memiliki utang, dan banyak lagi pertanyaan lainnya yang dapat digunakan untuk mengukur apakah perusahaan layak mendapatkan suntikan dana atau tidak.

Namun apa daya, korban lebih percaya kepada sang kakak kelas ketimbang kapabilitas dan cashflow dari suatu bisnis itu sendiri.



Tips agar terhindar dari investasi bodong

Bila seseorang tiba-tiba datang dan menawarkan kerjasama atau bisnis dengan gejala seperti di atas, ada baiknya kita melakukan beberapa langkah di bawah ini:

Lakukan kroscek perusahaan dan bisnis

Beberapa perusahaan non TBK (Public Company) tidak menyediakan laporan keuangan yang dapat diunduh secara publik, sehingga kita mungkin akan kesulitan dalam melakukan kroscek perusahaan dan bisnis yang dijalankan. However, sebagai perusahaan atau bisnis yang membutuhkan kucuran dana, sudah selayaknya mereka menyiapkan berkas atau dokumen yang diperlukan oleh Investor untuk mempelajari dan mereview kondisi perusahaan dan bisnis.

Selain mempelajari dokumen, laporan keuangan, dan legalitas lainnya dari suatu perusahaan atau bisnis, cara alternatif yang bisa kita lakukan ialah menelusuri apa yang mesin pencarian berikan ketika kita mencari tahu perusahaan atau bisnis tersebut. Bila kita menemukan banyak halaman atau feedback negatif terhadap perusahaan atau bisnis, kita mungkin perlu mengurungkan niat untnuk berinvestasi pada perusahaan atau bisnis tersebut sebelum menjadi korban selanjutnya.

Menempatkan sedikit uang dalam risiko yang besar

Saya rasa kita semua aware bahwa ada risiko untuk setiap keuntungan yang akan diperoleh. Oleh sebab itu maka satu hal yang perlu diperhatikan ialah bagaimana kita mengelola risiko tersebut. Beberapa langkah yang mungkin dilakukan dalam mengelola risiko dapat dibaca melalui artikel berikut ini.

Namun saya memiliki cara tersendiri dalam mengelola risiko yang besar tersebut. Ada baiknya kita menggunakan uang dalam jumlah moderat atau tidak terlalu banyak untuk risiko yang besar agar loss yang kita terima tidak terlalu besar bila terjadi risiko.

Demikian beberapa langkah dan cara yang dapat ditempuh agar kita tidak terjebak dalam investasi bodong yang mungkin menghantui kita di masa mendatang. Stay aware dan jangan mudah tergiur pada keuntungan yang tidak masuk akal yah!

Semoga tulisannya bermanfaat dan kita belajar hal baru lagi hari ini. Bila ada pertanyaan, komentar, sanggahan, boleh banget dibagikan di kolom komentar bagian paling bawah dari halaman ini dan saya akan merespon sesegera mungkin. Pembaca juga bisa mendapatkan bantuan terkait produk asuransi dengan mengunjungi tautan berikut ini.

Gratis konsultasi terkait asuransi khusus untuk pengunjung situs asuransimurni.com!

Artikel yang berkaitan











0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.











Pin It on Pinterest

Shares
Share This