Pentingnya menggunakan uang dingin dalam berinvestasi

Pentingnya menggunakan uang dingin dalam berinvestasi





Ditulis oleh <a href="https://asuransimurni.com/author/nencor/" target="_self">Chernenko</a>

Ditulis oleh Chernenko

Position

Halo, selamat datang di website saya. Saya Chernenko dan saat ini bekerja sebagai agen asuransi dari AXA Financial Indonesia. Jangan sungkan untuk menghubungi saya bila pembaca membutuhkan sesuatu atau sekadar konsultasi terkait Polis yang dimiliki.

Dirilis tanggal: 14 Jan, 2019

Kategori: investasi

Bunga investasi memang menggiurkan. Bila dibandingkan dengan menaruh sejumlah uang di Bank, tentu bunga yang ditawarkan oleh investasi jauh lebih tinggi. Bila Reksadana Pasar Uang menawarkan bunga mulai dari 6% per tahun, Saham berpotensi memberikan keuntungan 3x hingga 5x lipatnya!

Salah satu perbedaan paling signifikan dalam menabung dan berinvestasi ialah tingkat likuiditasnya. Kita dapat dengan mudah menarik atau mencairkan uang yang ada di Bank, namun kita tidak akan selalu bisa menarik uang atau mencairkan uang yang sedang kita investasikan. Bila mencairkan dalam waktu yang tidak tepat, bisa jadi malah buntung yang didapat. Untuk itu perlu pertimbangan matang sebelum memutuskan untuk berinvestasi.

Apa itu uang dingin?

Uang dingin bukanlah uang yang disimpan di kulkas atau dibekukan dalam jangka waktu yang lama. Uang dingin merupakan istilah dari uang yang tidak akan dipakai dalam jangka waktu tertentu. Banyak orang dengan semangat berapi – api dan menggebu – gebu untuk memulai investasi. Ketika kinerja investasi sedang turun, mereka panik dan memutuskan untuk cut loss sebelum mengalami kerugian semakin besar.

Cut loss merupakan proses penjualan unit dengan tujuan untuk menyelamatkan portofolio dari kerugian. Padahal semakin rendah harga suatu unit reksadana atau saham, kesempatan investor untuk membeli unit dalam jumlah besar terbuka lebar.



Uang Dingin menyelamatkan investor dari kerugian yang tidak terduga. Dikala kinerja investasi sedang turun, investor yang menggunakan Uang Dingin dan menyiapkan Dana Darurat cenderung tetap stabil dan tenang, karena ia telah mengalokasikan sejumlah uang dimana ia tidak bergantung pada Uang Dingin tersebut.

Kisah nyata dari seorang teman dekat saya yang pada waktu itu datang kepada saya hendak meminjam uang. Saya pun menolak karena ia memutuskan untuk menggunakan uang tersebut untuk uang MLM. Dibuai dengan janji surga dan angin pantai membuatnya gelap mata dan berhutang kepada sanak saudara demi keuntungan yang maksimal.

Waktu demi waktu berlalu, akhirnya MMM hengkang dari Indonesia dan ia harus mengembalikan seluruh uang yang telah ia pinjam hingga puluhan juta Rupiah.

Contoh website MMM yang pernah ramai beberapa tahun lalu

Sangat disayangkan sekali, bukan?

Demikian beberapa alasan mengapa investor wajib hanya menggunakan Uang Dingin untuk berinvestasi, demi meminimalisir resiko yang mungkin terjadi di masa mendatang.

Artikel yang berkaitan











2 Komentar

  1. Eddy

    Minta tolong butuh jawaban
    – Cindy Memiliki uang dingin, uang dingin tersebut ia ingin menginvestasikan di salah satu lembaga _Peer to Peer Lending_, dengan keuntungan maksimal 30% setiap tahunnya. Cindy dengan lembaga di atas menggunakan akad apa ya? Skemanya seperti apa?

    Balas
    • nencor

      Hi mas Eddy,

      Terima kasih sudah mampir. Mohon maaf saya belum jelas terkait Akad dan Skema yang dimaksud seperti apa.
      Boleh dijelaskan lebih rinci mas?

      Trims

      Balas

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.











Pin It on Pinterest

Shares
Share This