Untung rugi membeli rumah Cluster Padma Citra Maja Raya

"Cluster Padma Citra Maja Raya merupakan Cluster yang dibuka khusus untuk rumah Kavling. Pelajari tips membeli rumah kavling berikut ini."
gerbang cluster padma citra maja raya





Siapa diantara kita yang tidak ingin memiliki rumah?

Obviously, sudah pasti jawabannya semua orang pasti ingin memiliki rumah. Lalu kita berimajinasi bahwa rumah tersebut memiliki layanan dan fungsi sesuai dengan kebutuhan kita. Kita bermimpi bahwa rumah yang dibangun akan menghadap kemana, berapa jumlah kamar tidur, berapa jumlah kamar mandi, dan ruangan-ruangan lainnya. Kemudian kita membayangkan membesarkan keluarga di rumah yang melindungi kita dari panas matahari dan dinginnya malam. Selanjutnya kita akan membuat taman yang asri dan penuh dengan tumbuh-tumbuhan dan pekarangan. Ah indahnya impian. . .

Sadly, impian tersebut bak mimpi di siang bolong. Impian tersebut cukup sulit untuk diwujudkan oleh pemilik rumah di Cluster. Hal ini disebabkan oleh beberapa peraturan Cluster dan lingkungan yang telah diterapkan. Sebagai contoh, dalam sebuah peraturan Cluster yang saya miliki, pemilik rumah atau Unit dilarang untuk mengubah tampak depan rumah. Selain itu, ada batas maksimal tinggi pagar atau bangunan rumah yang telah ditetapkan. Artinya kita tidak memiliki fleksibilitas untuk mengubah posisi rumah.

Jika kita ingin memiliki rumah dengan segala fleksibilitas yang ada, sangat disarankan untuk membeli tanah kavlingan dan membangun rumah. Tentu saja proses ini akan sangat panjang karena kita wajib menyelesaikan beberapa proses di bawah ini:

  • Pemecahan sertifikat tanah
  • Pembebasan lahan
  • Ijin membangun bangunan
  • dan proses lainnya.

Beruntung pengembang yang cukup terkenal, Citra Maja Raya, memiliki 1 Cluster yang dipasarkan dalam wujud tanah kavling. Ini berarti ketika kita membeli unit tersebut, kita hanya akan mendapatkan sebuah tanah kosong berdasarkan luas tanah yang telah ditentukan sesuai keinginan kita. Selanjutnya kita hanya perlu membangun rumah sesuai ekspektasi kita masing-masing yang comply dengan syarat dan ketentuan yang telah ditetapkan oleh Pengembang.



Sekilas tentang Cluster Padma Citra Maja Raya

Cluster Padma merupakan cluster yang saya ceritakan pada paragraf sebelumnya. Ketika kita membeli unit pada Cluster Padma, maka kita memilii privileges untuk membangun dan mendirikan rumah sesuai keinginan kita. Selain itu, kita pun sebagai pemilik Unit berhak untuk menentukan kualitas dan spesifikasi dari bangunan yang akan kita bangun.

Kita berhak menentukan untuk memilih bahan bangunan yang seperti apa, menggunakan semen merk apa, corak ubin seperti apa, luas kamar mandi dan luas kamar atau ruangan lainnya. Rumah kita, otoritas kita.

gerbang Cluster Padma Citra Maja Raya

Sisi negatifnya ialah kita mungkin perlu merogoh kocek tambahan untuk membayar tukang dan material yang diperlukan untuk membangun rumah. Oleh karena itu, saya menyarankan pembaca agar bijak dalam menentukan apakah ingin membeli rumah beserta tanah atau hanya tanah. Hal ini mungkin bervariasi berdsarkan setiap kebutuhan dan perencanaan masing-masing.

Sekilas tentang utilitas dalam tanah kavling

Tak dapat dipungkiri bahwa kita tidak akan bisa tinggal dengan aman dan nyaman tanpa adanya utilitas. Bila kita membaca secara rinci setiap surat dan berkas yang diserahkan oleh Pengembang kepada kita, kita akan menemukan sebuah pasal yang mengatur bahwa Utilitas merupakan diluar dari tanggung jawab Pengembang. Ini berarti pengembang sangat mungkin lepas tanggung jawab terkait keberadaan utilitas yang sangat berpengaruh pada keamanan dan kenyamanan kita sebagai pemilik dan penghuni atas rumah yang telah dibangun.

Bagaimana kondisi dan ketersediaan utilitas dalam Cluster Padma Citra Maja Raya?

Ku orangnyah tak suka bertele-tele. Pada bagian ini kita akan jujur dan menyampaikan informasi terus terang dan sebenar-benarnya dengan dilengkapi bukti.

Terlepas dari fleksibilitas kita sebagai pemilik rumah dalam menentukan desain dan dimensi bangunan, kita pun harus tunduk pada pasal yang mengatur bahwa ketersediaan utilitas di luar dari tanggung jawab penanggung. Ini berarti keberadaan utilitas seperti listrik dan air merupakan di luar tanggung jawab pengembang.

Kondisi saat ini yang terjadi pada Cluster Padma Citra Maja Raya ialah cluster tersebut belum memiliki instalasi listrik termasuk Penerangan Jalan Umum atau yang biasa disingkat dengan PJU.

enak nih main layangan disini ga perlu khawatir layangan nyangkut kabel listrik. xixixixixixi”

“Jika kita sudah terbiasa dengan istilah “Listrik masuk desa”, maka kita harus membiasakan diri dengan istilah “Listrik belum masuk cluster”.

Mengantisipasi masalah tersebut, Citra Maja Raya selaku Pengembang telah menyiapkan solusi brilliant dengan cara menghubungkan kabel listrik dari cluster terdekat dan melewati tanah pemilik tanpa seijin pemilik unit.

“mumpung ni rumah lagi ga ada orangnya, tarik kabel listrik ah xixixixixi”
fUh 4khRNy 5L5 J6 Trk kb3l l5TRkny. mmpn6 Y6 pny4 Rmh lgi 6 aD jD pKrj4NnY cpT 5Ls

Cluster Padma Citra Maja Raya: Chicken vs Egg!

Saya bisa membayangkan bila saya menempatkan diri saya sebagai Pengembang. Saya membuka Cluster tanah Kavling dengan maksud untuk meminimalisir cost yang terjadi sehingga saya mampu menekan harga jual kepada konsumen. Di sisi lain, konsumen pun dapat membeli tanah Kavling dengan harga yang relatif rendah serta membangun dan mendesain rumah sesuai konsep dan dimensi yang telah kita hitung sebelumnya seperti yang saya ceritakan pada paragraf kedua dari tulisan ini.

Saya sebagai Pengembang seharusnya menciptakan lingkungan dengan kondisi yang aman dan nyaman bagi konsumen, karena saya berprinsip bahwa Happy customer will recommend your business to their colleague. Namun untuk mewujudkan prinsip di atas, saya tak mampu mewujudkannya sendirian. Saya harus berkolaborasi dengan penyedia jasa terkait seperti PLN, PDAM, dan penyedia jasa lainnya.

Business is business. Tidak ada hal lain yang ingin dicapai oleh sebuah bisnis selain mendapatkan keuntungan. Hal inilah yang dapat dijadikan justifikasi bagi penyedia jasa untuk berkolaborasi. Contoh sederhana digambarkan pada dialog berikut ini:

*ilustrasi*

  • Bro, gw ada Cluster Kavlingan nih, saat ini kami lagi butuh pasokan listrik buat konsumen kami yang tengah menghuni dan berencana untuk membangun rumah. Bisa bantu gx???”
  • “Wah menarik nih kerjasamanya. Jadi apa yang ente butuhin bro???”
  • Ga banyak kok om. Cuma pasangin tiang listrik dan tarik kabel listrik aja, toh nanti juga kan konsumen2 gue bakal beli token listrik yang banyak dan jadi pemasukan buat lu jugax”
  • “Oh bener juga ya bro. Tapi, berapa orang yang sudah huni ya om? Memangnya ada berapa rumah yang sedang dibangun? Berapa orang yang berencana untuk menghuni dalam waktu dekat?
  • Lho lho, kenapa kok jadi banyak pertanyaan gitu bro? Khan nanti duitnya muter juga”
  • Si bos tahun ini lagi kejar revenue nih. Coba bro kasih alasan kenapa kami mesti spend ratusan juta buat bangun kabel dan tarik kabel listrik cuma buat cluster kosong yang tak berpenghuni. Lagipula, kalo rumah kosong paling cuma perlu isi token 100rb udah bisa nyala selama bertahun-tahun. Lalu gimana kami bisa kejar revenue permintaan si bos?
  • “tapi kan ini investasi jangka panjang bozzzzz, kami juga gak tahu kapan pembeli mau huni rumahnya atau malah dibiarin kosong dan dijual kembali masih dalam wujud tanah kavling???? yang penting kan jualan kavlingan gw dah untung bozzz???? ayo dong bozzz kasian konsumen ane nanti kalo ga ada utilitas gimana harga rumah konsumen ane bisa naik bozzzzz???”
  • zzzzzzzzzzzzz

It’s totally Chicken and Egg.

Carut marut issue ini tentu saja sudah saya eskalasi ke tim dan pihak yang berwenang. Saya sudah mendiskusikan hal ini kepada Pak Petrus dan tim selaku Manajemen Kota dan beliau pun menyarankan saya untuk berkoordinasi dengan Pak Wahyu selaku tim teknik Pengembang. Namun hingga artikel ini diturunkan masih tak ada jawaban dari bagian Manajemen Kota dan tim teknik. Apalah daya saya hanya remahan rengginang dengan sepetak tanah yang dikuasai pihak lain tanpa izin.



Pelajaran yang dapat diambil dari case diatas

Tiada hari tanpa belajar! Oleh karena itu, berikut beberapa pelajaran yang dapat diambil dari case diatas sehingga kita sebagai konsumen dan pemilik rumah terhindar dari kesalahan/kelalaian seperti di atas.

Pastikan utilitas di rumah telah tersedia

Selain orang-orang yang tinggal di dalamnya, utilitas merupakan komponen yang tak kalah penting dan menjadikan rumah tampak “lebih hidup”. Saya percaya bahwa rumah yang tenang dan nyaman membantu penghuninya untuk mendapatkan inspirasi sekaligus beristirahat dan melepas penat setelah melalui serangkaian weekday yang penuh dengan rutinitas dengan kejenuhan.

Mungkin diantara pembaca ada yang membeli rumah for the sake of investment and portofolio. Artinya belum ada rencana apakah rumah tersebut akan dihuni atau dijual kembali. Namun, bila kita memutuskan untuk membeli rumah dan bermaksud untuk langsung dihuni, maka kita perlu memastikan ketersediaan utilitas di rumah.

Tanpa kehadiran utitlitas, saya ragu kalau kita dapat hidup dengan aman dan nyaman.

Terlebih lagi buat millenial yang hobi tiktokan main hape sambil rebahan pake AC biar adem dan nyaman~

Tentukan peruntukkan rumah sebelum memutuskan untuk membelinya

Sama seperti kita akan melompat berpindah dari 1 pijakan ke pijakan lainnya. Kita perlu menentukan apakah pijakan yang dituju sanggup menobang tubuh kita. Begitupun ketika kita memutuskan untuk membeli rumah.

Sebagai contoh, bila kita memutuskan untuk membeli rumah dan bermaksud untuk menghuni rumah tersebut sesegera mungkin, maka opsi yang menjadi pilihan kita adalah rumah yang ready stock. Rumah ready stock dan siap huni cenderung memiliki harga yang lebih mahal dibandingkan rumah yang belum jadi dan masih dalam tahap pembangunan. Semuanya plus minus, captain!



Tanyakan site plan kota secara lengkap dan terperinci

Pada saat kita hendak membeli rumah dan berkoordinasi dengan agen properti maupun sales inhouse, kita akan diberikan segudang kertas, informasi, dan dokumen yang jumlahnya naudzubillah. Namun pada waktu membeli rumah tersebut, saya lupa untuk meminta informasi yang paling penting, yakni Site Plan rumah.

Kelalaian saya pada waktu itu ialah saya tidak mendapatkan informasi yang cukup jelas terkait site plan rumah. Bahkan sebelum membeli pun saya tidak tahu apakah rumah saya berada di atas bukit atau di lahan yang lebih rendah dari rumah di sekitarnya. Yang terjadi pada proses serah terima ialah bangunan rumah sudah berdiri di dataran yang lebih rendah dari sebelumnya.

Dengan mempelajari site plan kota secara lengkap dan terperinci, kita dapat memahami letak posisi di sekitar rumah, seperti:

  • Taman
  • Saung/Pondok/Balai pertemuan
  • Posisi tiang listrik
  • Posisi taman
  • dan lain sebagainya.

Bila posisi rumah kita berada pada posisi dan letak yang kurang pas, simply kita dapat menunda pembelian dan mungkin mencari alternatif dengan menghubungi Pengembang lain yang berada di sekitar lokasi.

Psstt, you might want to check Podomoro Tenjo yang menawarkan rumah dengan harga 200jutaan!



Kesimpulan

Saya selalu berusaha agar blog ini menjadi berkat dan bermanfaat bagi semua orang yang telah meluangkan waktunya untuk berkunjung dan membaca tulisan ini. Semoga dengan adanya case ini membuat kita sebagai pembaca sekaligus konsumen lebih bijak dan berhati-hati dalam memilih Pengembang. Tentu saja kita sebagai konsumen dan investor ingin berinvestasi dan bertransaksi pada Pengembang yang memang benar-benar peduli dan mau mendengar konsumennya.

Semoga tulisannya bermanfaat dan kita belajar hal baru lagi hari ini. Bila ada pertanyaan, komentar, sanggahan, boleh banget dibagikan di kolom komentar bagian paling bawah dari halaman ini dan saya akan merespon sesegera mungkin. Pembaca juga bisa mendapatkan bantuan terkait produk asuransi dengan mengunjungi tautan berikut ini.

Gratis konsultasi terkait asuransi khusus untuk pengunjung situs asuransimurni.com!

Bila pembaca membutuhkan informasi lebih lanjut terkait perumahan Podomoro Tenjo, dapat menghubungi tautan yang saya temukan vi Mesin Pencarian Google berikut ini. Perlu dicatat bahwa situs tersebut tidak berafiliasi dengan asuransimurni.com dan asuransimurni.com tidak menerima komisi atau pembayaran apapun yang berasal dari situs tersebut.








Ditulis oleh <a href="https://asuransimurni.com/author/nencor/" target="_self">Chernenko</a>

Ditulis oleh Chernenko

Halo, selamat datang di website saya. Saya Chernenko dan saat ini bekerja sebagai agen asuransi dari AXA Financial Indonesia. Jangan sungkan untuk menghubungi saya bila pembaca membutuhkan sesuatu atau sekadar konsultasi terkait Polis yang dimiliki.

Artikel yang berkaitan











0 Comments

Submit a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.











Pin It on Pinterest

Shares
Share This