Alasan bijak menunda membeli rumah di Citra Maja Raya

Tips membeli rumah di saat pekerjaan tak menentu





Ditulis oleh <a href="https://asuransimurni.com/author/nencor/" target="_self">Chernenko</a>

Ditulis oleh Chernenko

Position

Halo, selamat datang di website saya. Saya Chernenko dan saat ini bekerja sebagai agen asuransi dari AXA Financial Indonesia. Jangan sungkan untuk menghubungi saya bila pembaca membutuhkan sesuatu atau sekadar konsultasi terkait Polis yang dimiliki.

Dirilis tanggal: 31 Mar, 2020

#MudaBeliRumah merupakan salah satu tagar yang rajin dan aktif dikumandangkan oleh Citra Maja sebagai daya tarik konsumen untuk memiliki rumah idaman di usia muda mereka. Proyek yang digarap langsung oleh Ciputra Group dan PT Hanson International ini telah berjalan sejak tahun 2014 dan masih terus membuka cluster baru hingga saat ini.

In short, peluang kita sebagai anak #MudaBeliRumah semakin besaaaaaarrrrrr!

Eh, tunggu tunggu! Sebelum kita memutuskan untuk mengikuti tagar #MudaBeliRumah ada baiknya untuk mempertimbangkan beberapa pertimbangan berikut ini sebelum akhirnya membeli rumah di Citra Maja Raya



Well well, membeli rumah itu tidak sama dengan membeli motor yang bisa dibeli kapanpun dan dimanapun layaknya membeli kacang goreng. Hal yang membedakan antara pembelian motor dengan pembelian rumah ialah tenor atau jangka bayar yang diterapkan. Sebuah sepeda motor mungkin sanggup dilunasi dalam waktu 2 sampai 3 tahun kedepan. Rumah pun bisa dilunasi dalam waktu singkat, hanya bila kita telah memiliki uang yang memadai dan mencukupi untuk membayar angsuran dan biaya-biaya yang dikenakan seperti:

  • Biaya provisi
  • Asuransi kebakaran
  • Asuransi jiwa
  • Biaya notaris
  • Biaya Akad
  • dan biaya-biaya lainnya

Bila kita memutuskan untuk membeli rumah via Kredit Pemilikan Rumah (KPR), kita dapat menentukan tenor atau jangka waktu pembayaran sesuai kesanggupan kita, mulai dari 5 tahun hingga 20 tahun. Jangka waktu pembayaran ini berpengaruh pada angsuran yang akan kita lunasi. Semakin pendek jangka waktu pembayaran, semakin besar pula nominal yang harus kita cicil. Hal ini pun berlaku sebaliknya. Untuk itu sangat disarankan bagi pembaca untuk mempertimbangkan beberapa hal di bawah ini sebelum berkomitmen dan memutuskan untuk mengangsur rumah.

Setelah membaca artikel di atas, mungkin kita telah mendapat gambaran apakah kita sudah mampu untuk membeli rumah atau tidak. Bagi yang belum sanggup untuk membeli rumah, kalian tidak perlu khawatir dan kalian tidak sendirian! Sebab saya percaya rumah bukan untuk semua orang. Saya akan menjelaskan maksud dari kalimat ini di bawah, so keep scrolling guys!

Bagi yang telah merasa siap untuk memiliki rumah, kita hanya perlu menentukan lokasi dari rumah yang akan kita beli serta berapa harganya. Semakin murah harga dari suatu rumah, biasanya akan jauh dari fasilitas umum. Sebagai contoh, saat ini harga perumahan Citra Maja Raya dibanderol dengan harga Rp. 180an juta hingga Rp. 230an juta. Dengan harga yang cukup ekonomis tersebut, kita harus menerima bahwa belum banyak fasilitas yang dibangun dalam area perumahan tersebut, sekalipun harganya sesuai dengan budget yang telah kita tentukan sebelumnya.

Bila kita ingin memiliki Rumah yang lengkap dengan fasilitas umum dan mudah diakses, pergilah ke BSD dan Alam Sutera. Namun jangan kaget bila harga rumah disana sudah di angka 1M atau Rp. 1,000,000,000 lebih.

WoW!

Why do you want to buy a house?

First thing first, pertanyaan dasar sebelum memutuskan untuk membeli rumah ialah:

Mengapa kita ingin membeli rumah?

Tidak salah bila di antara pembaca ada yang menjawab dengan tujuan investasi. Sebagai contoh, salah seorang teman saya membeli rumah di daerah Cipondoh dengan harga Rp. 400,000,000 pada waktu 5 tahun lalu. Harganya saat ini telah mencapai Rp. 800,000,000. Artinya dalam kurun waktu 5 tahun, harga rumah tersebut telah meroket 200% atau setara dengan 40% per tahun.

Growth besar inilah yang menjadi penyebab mengapa banyak konsumen maupun agen properti dengan mindset investasi berbondong-bondong untuk membeli rumah. Tentu saja untuk menjualnya kembali di masa mendatang!

Selain untuk berinvestasi, rumah juga berfungsi sebagai tempat tinggal dan berlindung dari panasnya matahari dan dinginnya air hujan serta beristirahat. Rumah juga merupakan tempat pertama dimana karakter anak dan generasi selanjutnya dibentuk. Seperti kata pepatah:

Buah jatuh tak jauh dari pohonnya.

Dengan adanya kebutuhan tersebut, sangatlah penting untuk mempertimbangkan segala sesuatunya sebelum kita memutuskan untuk membeli rumah dengan tujuan untuk dihuni.

Berikut beberapa pertimbangan sebelum kita memilih rumah yang akan dihuni, diantaranya:

  • Kita takkan bisa beristirahat dengan baik bila kita memiliki tetangga yang sangat annoying.
  • Kita takkan bisa beristirahat bila tiap malam harus terjaga mengantisipasi datangnya banjir karena rumah yang kita huni berada di wilayah yang rawan banjir
  • Bagaimana kita bisa hidup dengan layak bila rumah yang kita huni tidak memiliki supply air yang bersih dan aliran listrik yang tidak stabil?
  • Lalu, bagaimana kita bisa membiarkan anak kita bermain dengan aman di jalanan bila lokasi rumah dekat dengan jalan raya dengan lalu lintas yang cukup padat.
  • Bagaimana kita bisa merasa aman bila rumah yang kita huni tidak memiliki lampu penerangan jalan dan tanpa pengamanan security atau satpam?
  • Bagaimana kita bisa beristirahat dengan nyaman bila orang asing dapat keluar masuk komplek perumahan kita dengan bebas?

dan banyak lagi pertimbangan lainnya.

Sekarang sudah tahu kan? Membeli rumah tidak seperti membeli kacang goreng yang dapat diselesaikan dengan mudah. Kecuali kita memiliki cukup uang untuk membeli rumah dari suatu perumahan yang sudah dilengkapi dengan fasilitas umum, rumah ibadah, pusat perbelanjaan, hingga mudah diakses oleh kendaraan umum.



Kembali ke topik awal.

Adapun Citra Maja Raya dengan luas proyek hingga 2600 Hektar yang berlokasi di Maja, Lebak provinsi Banten. Saya salah satu konsumen Citra Maja dan telah melakukan serah terima unit 4 bulan silam. Saya memutuskan untuk pindah ke Citra Maja Raya pada tanggal 1 Februari 2020 dengan pertimbangan ekonomi. Pembaca dapat membaca pertimbangan saya dalam membeli rumah di citra maja raya melalui artikel berikut ini:

Betul, saya tidak ingin uang saya kabur dari dompet karena digunakan untuk membayar kost-kostan di Jakarta. Daripada bayar angsuran dan kost-kostan di saat yang bersamaan, lebih baik saya pindah ke Citra Maja Raya sehingga saya tidak perlu membayar kost-kostan lagi.

Alasan saya untuk membeli rumah di Citra Maja Raya telah dijawab oleh 2 paragraf di bagian atas, yakni untuk tempat tinggal sekaligus berinvestasi. Ternyata saya tak sendirian. Saya menemukan orang lain yang telah membeli rumah di Citra Maja Raya. Berbeda dengan saya, mereka enggan untuk menempati rumah tersebut. Setelah 1 bulan tinggal di Citra Maja Raya dan berkeliling ke Cluster yang ada di Citra Maja Raya, ada ancaman yang saya takutkan. Saya rasa ketakutan ini dirasakan pula oleh konsumen (yang menghuni) dan investor (yang tidak menghuni) rumah lainnya, yakni Bubble.

Mengenal istilah Bubble dalam Investasi

Bagi pembaca yang sudah familiar dengan investasi, pasti sudah mengenal arti dari kata Bubble. Berasal dari kata gelembung yang mampu terbang tinggi ke langit biru, Bubble merupakan suatu kondisi dimana harga suatu rumah telah membumbung tinggi melebihi harga yang seharusnya. Saya khawatir suatu saat gelembung yang terlanjur terbang tinggi ini akan meletus, dan kita takkan bisa lagi menjual rumah dengan harga yang fantastis.

Berikut beberapa alasan bijak untuk menunda membeli rumah di Citra Maja Raya:



Over Supply

Saya tidak memliki data faktual terkait hal ini. Saya hanya pesepeda yang gemar mengunjungi cluster demi cluster di perumahan Citra Maja Raya, bersenda gurau dan berbincang santai dengan security dan satpam dari tiap cluster agar saya diperkenankan untuk berkeliling sekaligus melihat-melihat Cluster. Ada 5 cluster yang cukup menarik perhatian saya saat saya melakukan kunjungan kerja di bulan februari 2020, yakni:

  • Springfield
  • Springview
  • Springwood
  • Springdale
  • Springvalley

5 Cluster tersebut merupakan project pertama dari Citra Maja Raya, atau biasa disebut dengan Citra Maja Raya 1. Saya tidak melihat banyak warga yang menghuni maupun berlalu-lalang di dalam Cluster tersebut sekalipun serah terima telah dilakukan 3 tahun silam.

Perjalanan pun dilanjutkan dengan mengunjungi Cluster lain dalam tahap kedua, atau biasa disebut Citra Maja Raya 2. Berbeda dari pembangunan tahap 1, pembangunan Citra Maja Raya 2 membangun lebih banyak Cluster dari Citra Maja 1, yakni:

  • Canggu
  • Uluwatu
  • Kintamani
  • Cendana
  • Ubud – Banyan
  • Ubud – Damar
  • Seminyak
  • Gaharu
  • Ayodya
  • Pecatu
  • Jimbaran
  • bedugul
  • dan lainnya

Sounds like nama lokasi di bali, bukan?

Feeling dan intuisi saya berkata bahwa jumlah rumah yang dibangun tidak sebanding dengan konsumen yang menghuni. Hal ini mungkin diakibatkan oleh konsumen yang membeli rumah di Citra Maja Raya dengan tujuan berinvestasi. Dalam hal ini, terjadi supply besar-besaran antara Citra Maja Raya sebagai developer, konsumen perorangan, hingga agen properti dari citra maja raya itu sendiri.

Sebagai konsumen perorangan dan agen properti, kita tentu tidak ingin menjual rumah di bawah harga pasaran. Kita ingin harga properti Citra Maja Raya membumbung tinggi selangit agar kita bisa meraup keuntungan lebih besar. Di lain sisi, Citra Maja selaku developer terus membuka lahan dan membangun rumah dengan harga yang terjangkau.

Seiring berjalannya waktu, fasilitas umum seperti CGV dan Waterpark yang akan rampug pada semester 2 tahun 2020 ini pun bermunculan. Kemunculan fasilitas akan menjadi pemicu harga rumah yang selangit sementara Citra Maja terus membuka cluster dan rumah dengan harga rendah.



r u sure it’s a good Investment?

Apakah anda yakin telah memilih rumah sebagai media investasi yang benar dan tepat?

Mungkin kita memiliki perspektif yang berbeda tentang investasi. Dalam berinvestasi rumah, ada 2 keuntungan yang mungkin kita terima, yakni:

  • Capital Gain
  • Rent

Keuntungan Capital Gain kita terima saat kita membeli rumah dengan harga rendah dan menjualnya dengan harga tinggi. Berbeda dengan keuntungan Capital Gain, keuntungan Rent justru kita terima saat kita menyewakan rumah kepada penyewa. Keuntungan Capital Gain biasanya memiliki nominal yang besar dalam 1x transaksi, sementara keuntungan Rent memiliki nominal yang kecil namun rutin diperoleh setiap bulan / tahun.

Saya berpikir bahwa investasi merupakan sesuatu yang mendatangkan uang masuk ke dalam kantong / dompet kita. Pertanyaannya adalah:

Apakah rumah merupakan bagian dari investasi?

Maybe yes, maybe no.

Di Citra Maja Raya ada banyak sekali rumah menganggur tanpa penghuni dengan label, stiker, tempelan, banner, bertuliskan dijual/disewa. Pertanyaan besarnya ialah: Siapa yang mau menyewa rumah yang jaraknya 60km dari Jakarta dan belum memiliki fasilitas umum seperti pusat perbelanjaan dan Rumah Sakit?

Alasan bijak menunda membeli rumah di Citra Maja Raya
Dijual rugi

Jika tidak ada yang menyewa rumah kita, maka tidak ada uang masuk ke kantong. Jika tidak ada uang yang masuk ke dalam kantong atau dompet, maka rumah tersebut bukanlah bagian dari investasi, merupakan liabilities atau beban. Kita mungkin (saat ini) merasa ditipu oleh pihak perbankan maupun agen properti yang bercerita dan membuai janji manis sambil menjelaskan bahwa rumah merupakan investasi. Faktanya adalah tidak! Paling tidak sampai rumah tersebut disewa oleh orang lain dan mendatangkan penghasilan pasif (passive income) bagi pemiliknya.

Lalu mengapa banyak orang sependapat kalau rumah adalah investasi?



Mungkin kita terlalu banyak bergaul dengan perbankan maupun agen properti.

Gini lho. Baik pihak perbankan maupun agen properti mendapatkan penghasilan dengan menjual Rumah. Pihak perbankan menerapkan bunga pada KPR yang diambil oleh konsumen, sementara agen properti mendapatkan komisi untuk setiap rumah yang berhasil di jual. Wajar kalau mereka bilang bahwa rumah adalah investasi.

Yup, rumah itu investasi bagi mereka (pihak bank dan agen properti) karena menjual rumah berarti mendatangkan uang ke kantong mereka. Kita sebagai konsumen, justru wajib membayar beberapa biaya ini sekalipun rumah di Citra Maja Raya tidak dihuni:

  • Pajak bumi dan bangunan
  • Iuran IPL (Iuran Pemeliharaan Lingkungan) seperti angkutan sampah, kebersihan lingkungan, security, penerangan jalan, dll.
  • dan biaya lain yang mungkin timbul
  • Kerusakan rumah dan lingkungan yang tak terurus

Tapi kan harga rumah cenderung naik?!

Benar.

Benar. Anda tidak salah. Harga rumah di Jakarta pun naik terus kok. Yang menjadi masalah ialah rumah tersebut akan terus “mencuri” uang dari kantong dan dompet kita bila ia tidak disewakan atau di jual. Hal ini diperparah dengan issue Covid19 yang melemahkan kondisi perekonomian di Indonesia, membuat sebagian orang terancam kehilangan penghasilan namun diwajibkan untuk membayar 4 tagihan di atas secara rutin.

Setelah membahas beberapa pertimbangan untuk menunda membeli rumah di Citra Maja Raya dari sisi investasi, saya akan membahas dari sisi rumah tinggal.

Brace yourself, it’s going to be a really long long long story!



Hanya orang terpilih yang berani tinggal di Citra Maja Raya

DATANGLAH ORANG-ORANG TERPILIH YANG TINGGAL DI CITRA MAJA RAYA!

Sebagai early civilian dari Citra Maja Raya, kita diharuskan memiliki mental yang super strong dan tubuh yang sehat. Mall tercanggih dan terdekat dengan Citra Maja Raya 2 saat ini ialah Alfamart maupun Indomart yang berada dalam radius 3-4Km. Jarak tersebut bukanlah masalah karena Citra Maja Raya telah menyediakan mobil Shuttle yang tidak beroperasi selama 24 jam dan mobil Shuttle tersebut hanya menjemput dari gerbang Cluster atau mengantar hingga gerbang Cluster.

In Short, mental yang super strong dan tubuh yang sehat akan terasa bermanfaat di kala kita mengalami kelaparan dan harus berjalan dari rumah menuju ke gerbang Cluster saat malam hari.

Social Distancing? Meh!

Saya heran mengapa orang-orang di Jakarta beramai-ramai melakukan social Distancing. Kami di Citra Maja Raya sudah memulainya terlebih dahulu.

Bagaimana tidak? Dalam 1 cluster mungkin hanya 1 dari 10 rumah yang berpenghuni. Sisanya dihuni dengan tempelan, label, banner, stiker, dijual/disewa. Tanpa melakukan social distancing, alam telah melakukannya untuk kami. Tanpa diperintah, semesta secara otomatis mengerjakannya untuk kami.

Terima kasih semesta!

We’re trained for Night Vision Eyes

Selain wajib memiliki mental yang super strong dan tubuh yang super fit, early civillian dari Citra Maja Raya wajib memiliki Night Vision Eyes atau mata yang mampu melihat dalam kegelapan. Pasalnya, lampu penerangan jalan di sepanjang jalan raya Cluster Ubud menuju Cluster Cendana di Citra Maja Raya 2 sering mati. Tak hanya itu, lampu penerangan jalan di sepanjang jalan dari kantor pemasaran menuju gerbang Citra Maja Raya 1 pun kerap kali mengalami pemadaman.

Kegalapan ini sering dimanfaatkan oleh pemuda di sekitar untuk kumpul dan nongkrong bersama teman-teman. Kita sebagai penghuni harus berhati-hati di kala kegelapan ini, sebab bila tidak, bisa – bisa kita harus bersenggolan dengan orang lain yang tengah mengadakan balap liar di sepanjang jalan raya Citra Maja Raya 2.

Oleh karena itu, sangat disarankan bagi early civillian dari CItra Maja Raya untuk belajar melihat dalam kegelapan, sebab komplain ke bagian terkait (Pemeliharaan Lingkungan) akan direspon dalam waktu selambat-lambatnya.

Aliran listrik yang “berdisko” tidak menyurutkan semangat kami

Di perumahan Citra Maja Raya, tidak hanya penghuninya yang mampu berdisko hingga tengah malam. Aliran listrik di sini pun cenderung mengalami mati-nyala seperti lampu disko. Aliran listrik berdisko seperti ini sangatlah membahayakan kelangsungan perangkat listrik yang ada di rumah seperti:

  • Kulkas
  • Mesin cuci
  • Penanak nasi
  • Air Conditioner (AC)
  • Televisi
  • dan perangkat elektronik lainnya.

Gangguan PDAM yang kerap kali terjadi

Air bersih sudah menjadi kebutuhan pokok manusia. Mulai dari kebutuhan dapur, konsumsi, hingga urusan kebersihan, semuanya membutuhkan air bersih. Namun sangat disayangkan pasokan air bersih di lingkungan Citra Maja Raya kerap kali mengalami gangguan.

Kita semua mengerti bahwa Citra Maja Raya merupakan developer yang bertanggung jawab untuk pembebasan lahan dan proses pembangunan unit milik nasabah. Namun bila masalah ini tidak dapat diselesaikan secara serius dan prioritas utama oleh pengembang besar seperti Ciputra, maka saya rasa pembaca mungkin ingin menunda melakukan pembelian rumah di Citra Maja Raya.

We’re trained to be more independent

Meski di Maja sudah tersedia layanan Ojol seperti Gojek dan Grab, saya yakin early civillian sudah terbiasa hidup mandiri. Tanpa dibekali oleh transportasi umum dan pangkalan ojek di lingkungan Citra Maja Raya, warga diwajibkan untuk survive melakukan mobilitas keluar masuk Cluster dengan memiliki kendaraan pribadi. Namun saya yakin teman saya selalu bersedia membantu siapapun yang kesulitan dalam hal mobilitas, sehingga ia bersedia melakukan antar jemput / maupun mengirim dan mengantar barang di sekitar perumahan Citra Maja Raya. Beliau dapat dihubungi via Whatsapp melalui tautan berikut ini.

Akhirnya kita sampai di penghujung artikel. Fiuh . . .

Tinggal di Citra Maja itu Berat. Biar kami saja. Kebetulan saya juga masih lajang, sehingga masih bisa bertahan hidup dengan kondisi seperti yang saya ceritakan di atas. Namun saya akan berpikir 2x bila seandainya saya sudah berkeluarga dan memutuskan untuk tinggal di Citra Maja Raya.

Bagi pembaca yang kebetulan warga citra maja raya dan memiliki akun instagram, dapat mengikuti akun saya di Instagram terkait Citra Maja Raya melalui tautan berikut ini.

Artikel yang berkaitan











2 Komentar

  1. Dwiyh

    Hallo mau nanya untuk pembayaran ipl itu setelah serah terima kunci kah?

    Balas
    • Chernenko

      Hi mba Dwi,

      Terima kasih sudah mampir. Benar IPL dibayarkan setelah serah terima kunci.

      Balas

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.











Pin It on Pinterest

Shares
Share This