Tips jitu menghindar dari debt collector kartu kredit

Tips jitu menghindar dari debt collector kartu kredit





Ditulis oleh <a href="https://asuransimurni.com/author/nencor/" target="_self">Chernenko</a>

Ditulis oleh Chernenko

Position

Halo, selamat datang di website saya. Saya Chernenko dan saat ini bekerja sebagai agen asuransi dari AXA Financial Indonesia. Jangan sungkan untuk menghubungi saya bila pembaca membutuhkan sesuatu atau sekadar konsultasi terkait Polis yang dimiliki.

Dirilis tanggal: 11 Des, 2019

Kategori: kartu kredit

Terlahir dalam keluarga yang belum melek literasi keuangan membuat saya sedikit terlambat dalam mengenal dan mekanisme kartu kredit. Saya ingat waktu itu papa dan mama saya selalu menolak berbagai jenis keuangan seperti asuransi dan kartu kredit. All they know is setiap punya uang harus langsung dibelikan rumah dan tanah. Ketika terjadi sesuatu, mereka hanya perlu melikuidasi aset tersebut.

Padahal, dibutuhkan waktu yang tidak sebentar untuk melikuidasi aset seperti rumah dan tanah menjadi uang tunai.

Orang tua saya selalu pesimis dan antipati terhadap kartu kredit. Padahal kartu kredit bekerja bak pisau bermata dua yang bisa digunakan untuk memotong maupun melukai penggunanya bila tidak digunakan secara bijak dan hati-hati.

Pada artikel di atas saya membagikan tips dalam menggunakan kartu kredit, agar kita memiliki hidup yang indah nan bahagia, jauh dari jangkauan debt collector kartu kredit.

Apakah kalian tahu kalau kita bisa mengajukan debt restructuring dan debt rescheduling atas utang kartu kredit?

Baru-baru ini saya mendapat teror melalui telepon oleh debt collector kartu kredit dari bank HSBC. Seseorang di ujung telepon yang mengaku bernama Okta dengan nomor telepon 02150500233 meneror saya hanya karena seseorang yang saya kenal memiliki tagihan kartu kredit yang belum dilunasi.

Ditelepon dari nomor telepon yang berawalan kode area (021, 022, 0254, dll) memberikan kesan tersendiri bagi penerima panggilan dikala mereka menantikan (harap-harap-cemas) panggilan interview dan wawancara dalam mencari pekerjaan.

Eh sekalinya ditelepon oleh nomor telepon yang berawalan kode area, ternyata debt collector kartu kredit.

Huh!

Bagaimana rasanya dikejar-kejar oleh debt collector kartu kredit?

Yang pasti kegiatan tersebut sangat amat mengganggu. Umumnya mereka hanya berfokus pada informasi pribadi debitur. Ya, hanya itu yang mereka butuhkan. Mereka menggunakan bervariasi trik untuk memperoleh informasi pribadi lebih lanjut terkait informasi pribadi debitur, seperti:

  • Nama lengkap
  • Alamat lengkap
  • Nama kantor
  • Lokasi kantor
  • Posisi atau jabatan di kantor
  • Nama rekan, saudara sekandung, atasan, bawahan, semua orang yang memiliki hubungan kekerabatan dengan debitur

dan lain sebagainya. Selanjutnya debt collector kartu kredit dapat menggunakan informasi ini untuk membuat debitur terpojok bahwa seluruh informasi milik debitur telah dipegang oleh sang debt collector.

Bila debt collector tidak mendapatkan informasi kartu kredit, atau anda berhasil membuat mereka kesal seperti yang saya lakukan karena saya tidak memberikan informasi pribadi debitur serta mengulur waktu panggilan, anda akan dihujat secara habis-habisan. Mulai dari personal attack hingga makian serta ucapan yang menurut saya tak layak keluar dari orang-orang berpendidikan.

Padahal mah, informasi dan nama pribadi tersebut juga hasil mulung dari orang-orang terdekat debitur. Tak ada yang bisa menjamin juga kalau debt collector kartu kredit tersebut tidak mendapat nama dan nomor handphone dari pihak yang menjual data debitur kartu kredit.

Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk meloloskan diri dari kejaran debt collector kartu kredit ialah dengan memasang aplikasi True Caller yang bisa diunduh langsung dari Google Playstore maupun App Store.

True Caller merupakan aplikasi smartphone yang mengijinkan penggunanya untuk melakukan marking nomor telepon atas panggilan atau sms yang tak diinginkan, seperti:

  • Telemarketing asuransi
  • Telemarketing / debt collector leasing
  • Telemarketing / debt collector kartu kredit

Setelah pengguna “menandai” nomor telepon yang dianggap SPAM, aplikasi True Caller akan menjaga smartphone dari serangan 3 pihak di atas.



Apakah True Caller akan berhasil?

Surely yes, and it definitely works like magic!

Pada umumnya, debt collector kartu kredit takkan menggunakan nomor handphone pribadi untuk melakukan pekerjaannya. Sekalipun kita memiliki rekan yang bekerja di perusahaan debt collecting, kita tetap dapat menerima panggilan maupun SMS dari nomor pribadi yang ia gunakan, karena tak ada seorang pun yang melaporkan nomor pribadi tersebut kedalam aplikasi True Caller.

Bila anda bekerja di perusahaan debt collector, saya tak menganjurkan anda untuk menggunakan nomor pribadi dalam bekerja dan melakukan SPAM telepon maupun sms ke debitur dengan pertimbangan di bawah ini:

  • Anda tidak perlu menggunakan pulsa dan perangkat pribadi untuk mewujudkan KPI Perusahaan. Karena perusahaan tentu tak akan bertanggung jawab atas kerusakan perangkat pribadi yang anda gunakan untuk melakukan pekerjaan tersebut, bukan?
  • Orang-orang terdekat akan paranoid dengan nomor pribadi anda dan mungkin mulai berhenti berhubungan dengan anda,
  • Nomor pribadi anda akan muncul di Twitter, di mesin pencari Google, di grup Facebook, dan di banyak platform media sosial lainnya. Hal ini akan menjadi buah simalakama bagi anda.

So, don’t do that!

Selamat mencoba aplikasi True Caller dan biarkan debt collector kartu kredit mengalami sulitnya berurusan dengan aplikasi True Caller.

Artikel yang berkaitan











0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.











Pin It on Pinterest

Shares
Share This