Bagaimana DANA membantu saya menyimpan uang kas warga

Bagaimana DANA membantu saya menghimpun uang kas warga





Ditulis oleh <a href="https://asuransimurni.com/author/nencor/" target="_self">Chernenko</a>

Ditulis oleh Chernenko

Position

Halo, selamat datang di website saya. Saya Chernenko dan saat ini bekerja sebagai agen asuransi dari AXA Financial Indonesia. Jangan sungkan untuk menghubungi saya bila pembaca membutuhkan sesuatu atau sekadar konsultasi terkait Polis yang dimiliki.

Dirilis tanggal: 31 Jul, 2020

Kategori: fintech

Sedikit kepala maka akan ada sedikit keinginan. Banyak kepala maka akan ada banyak keinginan. Kira-kira demikian istilah yang pas untuk menggambarkan pergumulan saya saat ini. Sebagai orang yang relatif muda di lingkungan perumahan, saya diminta untuk membantu menjadi bendahara lingkungan yang terdiri dari kurang lebih 600 rumah.Uang yang dihimpun nantinya akan digunakan untuk mendukung operasional dalam lingkungan, termasuk bila ada lomba atau kegiatan antar warga.

Meski tidak memiliki pengalaman sebagai bendahara sebelumnya, saya saat ini sedang melakukan riset kecil-kecilan, dan inilah hasilnya.



Saya menganggap diri saya pemalas dan ingin segala sesuatunya berjalan serba otomatis. Oleh karena itu, saya membuat sistem sederhana yang mampu mengakomodir beberapa kebutuhan warga di bawah ini:

  • Saya ingin melakukan pembayaran iuran via bank transfer
  • Saya ingin melakukan pembayaran iuran via uang tunai
  • Bagaimana audit dan rekonsiliasi pencatatan dan penerimaan uang masuk?
  • Apakah saya akan menerima kwitansi setelah melakukan pembayaran iuran?
  • dan banyak lagi permintaan lain yang dilontarkan oleh warga.

Demi menjawab beberapa kebutuhan di atas, berikut beberapa tahapan yang saya lakukan dalam menciptakan sistem sederhana ini:

Membuat rekening yang akan digunakan untuk menyimpan uang kas warga

Saya pikir saya akan membutuhkan rekening yang digunakan untuk menyimpan uang kas warga. Saat ini saya hanya memiliki rekening bank BCA dan BNI seperti yang saya pernah ceritakan dalam artikel sebelumnya. Jika saya menggunakan salah satu rekening tersebut, khawatir uang kas warga dan uang pribadi saya akan bercampur sehingga akan sulit untuk dikendalikan. Dari sisi pencatatan dan mutasi rekening pun akan bercampur dan sulit untuk memeriksa mana uang masuk/keluar untuk uang kas warga.

Selain 2 masalah di atas, beberapa warga yang tidak memiliki salah satu dari rekening di atas mungkin akan keberatan mengingat biaya transfer yang dikenakan lebih dari 50% dari iuran yang ditetapkan.

Lalu, bagaimana solusinya?

Saya berpikir daripada membuka 1 rekening bank, lebih baik saya memanfaatkan layanan fintech seperti Gopay, OVO, dan DANA yang telah didukung oleh banyak bank dalam melakukan topup sekaligus menjadi rekening untuk menghimpun uang kas warga. Biaya transfer antar bank pun dapat diminimalisir hingga Rp. 1000 per 1x transfer. Artinya kita dapat menghemat hingga 85% dari biaya transfer pada umumnya.

Layanan fintech tersebut pun memiliki fitur untuk melakukan pencairan uang ke rekening bank lokal seperti bank BCA, Mandiri, dan BNI. Fitur ini sangat bermanfaat dikala saya ingin mencairkan uang tersebut dalam tempo singkat secara mudah dan praktis. Selain itu, layanan fintech akan merekam segala aktifitas seperti uang masuk dan uang kelar yang dapat menjadi justifikasi bila warga membutuhkan keperluan audit dan rekonsiliasi uang kas.

Akhirnya saya memilih DANA untuk menyimpan uang kas warga

Sebelum memilih DANA, saya ingin menggunakan GoPay sebagai layanan fintech untuk menghimpun uang kas warga. Namun saya pribadi menggunakan GoPay dan dalam aplikasi Gojek tidak diperkenankan mengelola 2 akun GoPay atau lebih. Khawatir saldo GoPay saya akan bercampur dengan uang kas warga, saya memutuskan untuk tidak menggunakan GoPay.

Opsi lain yang sempat terpikirkan oleh saya ialah menggunakan OVO. Namun belakangan ini saya sudah tidak pernah mendengar iklan dan promo yang dilontarkan oleh OVO sehingga saya mengurungkan niat saya untuk menggunakan layanan fintech besutan Lippo Group tersebut. Hal ini diperparah dengan membaca kolom komentar pada aplikasi OVO yang memberikan sentimen negatif terhadap hasil penilaian saya.

Pilihan saya pun jatuh kepada DANA dengan beberapa pertimbangan di bawah ini:

  • Telah didukung oleh banyak bank untuk melakukan Topup
  • Memiliki banyak agen seperti Alfamart, pegadaian, kantor pos, blue mart, dan banyak lagi agen lainnya
  • Biaya transfer antar bank yang relatif rendah
  • Pencatatan uang keluar/masuk dalam 1 aplikasi
  • dan yang terpenting ialah saya tidak menggunakan aplikasi DANA selain untuk keperluan menghimpun uang kas warga.

Kini saya telah memiliki rekening yang akan digunakan untuk menyimpan uang kas warga. Selanjutnya kita akan menyederhanakan proses pencatatan dan pelaporan yang akan dibahas lebih rinci setelah pesan komersial berikut ini.



Menyiapkan sistem yang siap digunakan selama 24/7 untuk melaporkan pembayaran iuran warga

Di serba digital dan teknologi seperti sekarang, orang bisa melakukan banyak hal melalui Whatsapp. Kita bisa berkomunikasi, mengirim media seperti gambar, pesan suara, hingga lokasi dapat dilakukan melalui Whatsapp. Mengacu pada Golden Rules saya yang bisa dibaca pada kalimat pertama dari paragraf ketiga di atas, saya memutuskan untuk menyiapkan sistem yang dapat digunakan untuk melaporkan pembayaran iuran warga, sekalipun warga melakukan pembayaran jam 3 pagi.

Jika sistem ini tidak diciptakan, saya bisa bayangkan setiap warga akan mengirimi saya pesan whatsapp beserta bukti transfer mereka masing-masing berupa gambar. Bayangkan ada 600 orang mengirimi pesan whatsapp kepada saya hanya untuk melakukan konfirmasi bahwa mereka telah melakukan pembayaran iuran. Efek buruknya adalah hape saya mungkin gampang panas, batre cepat habis, sehingga membutuhkan resource lebih banyak dari biasanya untuk mengelola uang kas warga yang jumlahnya tidak seberapa.

Thanks to Google yang mengijinkan si pemalas ini untuk menciptakan formulir melalui Google Form sederhana dalam waktu singkat dan less coding sehingga warga bisa menginput laporan bukti transfer mereka secara self service kapanpun dan dimanapun mereka berada. Setiap laporan dan bukti transfer yang disimpan dalam Google Form akan tersimpan secara otomatis di Google Drive dan Google Spreadsheet yang akan dibahas selengkapnya setelah pesan komersial berikut ini.



Backend, logic, calculation, and all the brainy things in the Cloud

Pada paragraf sebelumnya saya telah menjelaskan bahwa setiap informasi dan gambar yang disimpan dalam Google Form akan masuk kedalam Google Spreadsheet dan Google Drive. Informasi yang tersimpan dalam Google Sheet dapat saya olah menggunakan matematika sederhana dan menghitung secara otomatis bila data baru telah diterima. Perhitungan matematika sederhana ini mengijinkan warga untuk melihat laporan secara realtime kapanpun dan dimanapun mereka berada.

Dengan menggunakan teknologi yang sama, kita dapat menciptakan printable payment receipt

Kesimpulan:

Dengan mengandalkan 3 layanan seperti DANA, Google Form dan Google Spreadsheet, saya hampir dapat memastikan proses pencatatan, pelaporan, hingga perhitungan berjalan 100%. Tentu saja pencatatan di atas membutuhkan proses verifikasi untuk memastikan bahwa nominal yang disetor sama dengan nominal yang dilaporkan dalam Google Form. Sistem sederhana ini perlu direview terlebih dahulu oleh pengurus warga sebelum diterapkan pada warga dan berjalan sebagaimana mestinya.

Artikel yang berkaitan











0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.











Pin It on Pinterest

Shares
Share This