Mana yang lebih hemat: voucher grab bike atau voucher goride?

Mana yang lebih hemat: voucher grab bike atau voucher goride?

Siapa diantara kita yang sudah mengatur keuangan sedemikian rupa sehingga setiap penghasilan yang diterima dapat teralokasi dengan baik?

Saya harap pembaca sudah melakukannya ya. . .

Mengatur keuangan memang gampang-gampang susah. Terlebih lagi bila kita memiliki jiwa konsumtif dan tidak disiplin. Sekalipun punya penghasilan bulanan sebesar 10juta koma sekian, bisa-bisa malah di tanggal 10 setiap bulan sudah koma alias kehabisan uang.

Hihihi

Untuk itu, sangat disarankan agar kita mengatur dan mengelola baik pemasukan yang kita terima maupun uang yang kita keluarkan untuk membayar beberapa hal seperti:

  • tagihan
  • utang
  • cicilan
  • angsuran
  • bunga kartu kredit
  • asuransi
  • servis kendaraan
  • biaya pendidikan
  • biaya kebutuhan sehari-hari
  • biaya transportasi sehari-hari
  • dan banyak lagi biaya lainnya

Nah dalam artikel ini saya ingin berbagi tips saya dalam menghemat pengeluaran khususnya dalam hal biaya transportasi sehari-hari.

Yuk ambil kertas dan alat tulisnya dan silakan catat hal-hal yang perlu dicatat.



Pengaruh Gojek dan Grab dalam kehidupan (saya) sehari-hari. . .

Tak bia dipungkiri bahwa Gojek dan Grab sudah menjadi bagian dari keseharian saya dalam melakukan rutinitas serta aktifitas secara berkala. Mulai dari mengantar saya ke halte bus transjakarta, ke stasiun, hingga kembali ke rumah dengan selamat dan cepat. Dalam sehari, paling tidak saya harus membuka aplikasi Gojek maupun Grab sebanyak 2x seharinya. Hal ini bertujuan untuk membandingkan tarif ojek daring yang dikenakan oleh masing-masing platform dan memesan ojek daring.

Pertimbangan inilah yang membuat saya semakin mantap untuk beralih ke transportasi umum dikala lalu lintas di ibu kota semakin tersendat dan macet. Pertimbangan lainnya bisa dibaca melalui tautan berikut ini:

Yuk lanjut!

Beberapa waktu lalu Gojek dan Grab sepakat untuk memasang harga minimum buying sebesar Rp. 10,000 per 1x perjalanan. Minimum Buying berarti tarif minimal yang akan dikenakan ketika kita menggunakan jasa ojek daring seperti Grab dan Gojek.

“Gilaaa! Kalo harganya Rp. 10,000 per trip dan sehari paling tidak membutuhkan 2x trip, saya wajib menyiapkan uang sebesar Rp. 600,000 per bulan!”

Demikian kesan pertama saya mendengar informasi tersebut.

Namun, pihak Gojek dan Grab pun tak tinggal diam. Mereka merilis voucher yang dapat dibeli menggunakan mata uang Rupiah untuk memberikan diskon bagi pelanggan yang hendak menggunakan jasa mereka.

By the way, apakah pembaca sudah tahu kalau voucher ini bisa didapatkan secara mudah dan praktis?

Penjelasan voucher goride secara singkat:

Voucher goride merupakan voucher yang dirilis oleh Gojek untuk memberikan subsidi atau pengurangan harga bagi pelanggan yang hendak menggunakan jasa ojek daring atau goride. Voucher tersebut dikemas kedalam 2 kemasan, yakni:

  • Harga Rp. 32,000++ untuk mendapatkan 12 voucher @ Rp.8,000
  • Harga Rp. 20,000++ untuk mendapatkan 6 voucher @ Rp. 8,000

Berdasarkan angka diatas, kita bisa menghitung bahwa kemasan pertama lebih ekonomis dibandingkan kemasan kedua. Artinya dengan uang Rp. 32,000 kita bisa mendapatkan subsidi hingga Rp. 96,000 sementara dengan uang Rp. 20,000 hanya bisa memberikan kita subsidi sebesar Rp. 48,000.

Sayangnya voucher goride untuk saat ini tidak bisa dibeli melalui aplikasi dan penjualan hanya dilakukan oleh merchant yang telah bekerja sama dengan gojek, termasuk saya sendiri.

Hehehe.

Jika diantara pembaca ada yang membutuhkan voucher gojek, dapat menghubungi saya langsung. 😀



Penjelasan voucher grab bike secara singkat:

Berbeda dari kompetitor dalam negeri, grab justru menyediakan voucher grab bike yang dapat diakses dan dibeli melalui aplikasi Grab. Hanya dengan beberapa click saja, subscription dapat diaktifkan dan akan diperpanjang secara otomatis setiap 2 minggu dengan mendebet saldo OVO.

Namun Grab tidak memiliki opsi lain untuk voucher grab bike selain harga Rp. 30,000 yang akan aktif selama 2 minggu. Selanjutnya kita akan mendapatkan voucher grab bike dengan rincian berikut ini:

  • 15 voucher @ Rp. 5,000
  • 5 voucher @ Rp. 10,000

Dengan kata lain, hanya dengan uang Rp. 30,000, kita mendapat subsidi harga grab bike hingga Rp. 125,000

Bikin ngiler gak sih?

Manakah yang lebih hemat: voucher grab bike atau voucher goride?

Demi perhitungan yang fair dan apple to apple, kita akan menggunakan voucher dengan nominal yang setara, yakni voucher grab bike atau voucher goride dengan harga Rp. 30,000. Sebagai informasi, jarak yang terjauh yang sering saya tempuh menggunakan grab bike atau goride ialah 10 Kilometer. Saya lebih memilih untuk menggunakan transportasi umum seperti bus Transjakarta atau kereta Commuterline untuk jarak tempuh yang lebih jauh.

By default tarif yang dikenakan oleh Grab bike maupun Goride untuk jarak tempuh 10 Kilometer ialah RP. 10,000. Untuk itu, mari kita hitung rinciannya:



Bila saya menggunakan voucher goride:

Sebelum saya dapat menggunakan voucher goride, terlebih dahulu saya harus mengeluarkan uang sebesar Rp. 30,000 untuk mendapatkan 12 voucher @ Rp.8,000. Dengan hari kerja sebanyak 6 hari seminggu, 12 voucher tersebut akan habis untuk perjalanan pulang dan pergi selama seminggu. 12 voucher @ Rp. 8,000 tersebut akan meringankan biaya transportasi saya begitu hebat sehingga saya hanya perlu menyiapkan uang Rp. 2,000 dalam 1x perjalanan per hari.

Dalam waktu sehari, maka saya wajib menyiapkan uang sebesar Rp. 4,000 untuk 2x perjalanan. Nominal tersebut setara dengan Rp. 24,000 per minggu (6 hari). Dengan demikian, biaya transportasi yang harus saya siapkan setiap minggunya adalah Rp. 54,000. dengan rincian berikut ini:

  • Rp. 30,000 untuk membeli voucher goride selama 1 minggu
  • Rp. 24,000 untuk ongkos goride selama 1 minggu

Bila nominal tersebut kita bagi hingga ke level harian, paling tidak kita membutuhkan ongkos sekitar Rp. 9,000 per hari. Rp. 9,000 untuk jarak tempuh 20 Kilometer per hari merupakan nominal yang cukup reasonable buat saya.

Selanjutnya, yuk kita hitung menggunakan voucher Grab bike.



Bila saya menggunakan voucher grab bike

Serupa dengan ketika menggunakan voucher goride, saya harus mengeluarkan uang sebesar Rp. 30,000 untuk mendapatkan voucher grab bike dengan rincian sebagai berikut:

  • 15 voucher @ Rp. 5,000
  • 5 voucher @ Rp. 10,000

Dengan jarak tempuh yang sama, saya bisa menghemat 5x perjalanan saya hingga Rp. 0 alias gratis! Saya wajib mengeluarkan uang sebesar Rp. 35,000 untuk 7 perjalanan lainnya dalam waktu seminggu. Dalam waktu seminggu, kita sudah melakukan 12 perjalanan dan telah mengeluarkan uang sebagai berikut ini:

  • Rp. 30,000 untuk membeli voucher grab bike selama hampir 2 minggu (total 22 voucher grab bike)
  • Rp. 35,000 untuk ongkos grab bike selama 1 minggu

Siapa yang menjadi juaranya?

Berdasarkan perhitungan diatas, voucher gojek terbukti lebih hemat karena membuat saya hanya mengeluarkan uang sebesar Rp. 54,000 dalam waktu 1 minggu pertama sementara voucher grab bike mewajibkan saya menyiapkan uang sebesar Rp. 65,000.

Namun, in the long run voucher grab bike terbukti lebih ekonomis dibandingkan voucher goride. Hal ini dikarenakan jumlah voucher grab bike yang lebih banyak dari voucher goride, sehingga kita masih menyimpan 8 voucher grab bike @ Rp.5,000 yang belum terpakai di minggu pertama.

Dengan kata lain, sekalipun diskon atau subsidi yang diberikan oleh Grab tidak sebesar Gojek (hingga Rp. 8,000 per perjalanan), voucher grab bike tetap lebih hemat untuk jangka panjang dikarenakan jumlah voucher yang diberikan Grab hampir 2x jumlah voucher oleh Gojek.

Namun voucher goride tetap bisa menjadi penyelamat dikala kondisi keuangan mulai tersendat dan payday semakin mendekat.

Hayo, tertarik untuk beralih vendor ojek daring?

atau

menginstall aplikasi Gojek dan Grab dalam 1 gawai secara bersamaan?

Apapun itu, kiranya kita semua menjadi bijak dalam mengatur dan mengelola uang.

Tips mengalokasikan dana pada layanan fintech koinworks

Tips mengalokasikan dana pada layanan fintech koinworks

Sebenarnya ada banyak cara yang dapat dilakukan untuk menggandakan uang secara pasif. Menggandakan uang secara pasif berarti anda tidak perlu bekerja atau melakukan apapun dan uang akan berkembang dengan sendirinya. Salah satu cara jalan yang dapat ditempuh untuk menggandakan uang secara pasif ialah melalui aplikasi Fintech Koinworks.

Tips mengalokasikan dana pada layanan fintech koinworks
sumber: Koinworks.com

Koinworks merupakan sebuah layanan yang mempertemukan Debitur dan Kreditur untuk mendapatkan kredit atau utang. Debitur merupakan orang yang membutuhkan kredit, sementara Kreditur merupakan orang yang memberikan kredit. Keduanya mendaftarkan diri dan bertemu dalam platform Koinworks untuk melakukan Transaksi.

Bunga yang ditawarkan oleh Koinworks cukup bervariatif. Koinworks mengkategorikan suatu pinjaman kedalam kelas dengan resikonya masing – masing. Semakin tinggi kelas suatu pinjaman, semakin kecil pula resiko dan imbal baliknya. Sebaliknya, semakin rendah kelas suatu pinjaman, semakin besar pula resiko dan imbal baliknya. Untuk itu sangat disarankan bagi Kreditur untuk melakukan diversifikasi agar terhindar dari resiko seperti:

  • Keterlambatan pembayaran
  • Debitur gagal bayar

Resiko tersebut dapat kita lihat pada kolom status yang berwarna kuning dalam gambar di bawah ini:

Berikut beberapa tips mengalokasikan dana pada layanan fintech koinworks:



Siapkan dana darurat

Mengalokasikan dana pada layanan fintech Koinworks sangatlah mudah untuk dilakukan. Hanya dalam beberapa click, kita dapat menjadi kreditur dengan menitipkan uang kepada Koinworks untuk diserahkan kepada debitur. Permasalahan muncul ketika resiko terjadi dan kita tak memiliki dana darurat sepeserpun.

Dana darurat berfungsi sebagai dana cadangan ketika terjadi resiko yang tak bisa kita hindari, seperti:

  • Krisis
  • Kerusuhan
  • Kehilangan lapangan pekerjaan
  • dan banyak lagi resiko lainnya.

Dengan adanya dana darurat, kita dapat berdiri kokoh dan seimbang sekalipun resiko yang tak terelakkan menerjang. Nominal yang dibutuhkan untuk menyiapkan dana darurat paling tidak 6x hingga 12x pemasukan yang dihasilkan setiap bulannya.

Hanya gunakan “uang dingin”!

Jika kita telah memiliki dana darurat, langkah selanjutnya yang boleh dilakukan ialah menjadi Kreditur dari Koinworks! Dari semua tips yang dituliskan dalam artikel ini, poin ini merupakan tips yang paling ditunggu-tunggu karena kita akan segera mengembangkan uang kita menjadi berlipat-lipat. Eits, tunggu dulu, pastikan kita hanya menggunakan uang dingin dalam menjadi kreditur dari Koinworks.

Uang dingin yang saya maksud bukanlah uang yang disimpan dalam kulkas atau uang yang diletakkan di atas es batu. Uang dingin yang saya maksud merupakan uang yang dapat bukan diperuntukkan untuk apapun selain dari berinvestasi. Hal ini bertujuan untuk menempatkan kondisi finansial dan kebutuhan sehari-hari dalam titik aman jika sewaktu-waktu resiko diatas terjadi dan kita tidak bisa mencairkan dana.



Sangat disarankan untuk tidak menggunakan uang hasil meminjam

Meski Koinworks menawarkan bunga yang bervariatif dimulai dari 15% per tahun hingga 23% per tahun, sangat disarankan untuk tidak menggunakan uang hasil meminjam (utang) dikarenakan beberapa alasan di bawah ini:

Bunga bank yang relatif tinggi

Bank mungkin akan meminjamkan uang mereka pada anda dengan bunga yang sangat kecil, yakni 1%. Angka ini sangat jauh selisihnya bila dibandingkan dengan bunga yang ditawarkan oleh Koinworks hingga 23%. Namun jutaan orang tak menyadari bahwa bunga yang ditawarkan oleh Koinworks menggunakan satuan tahunan sementara bunga yang ditawarkan oleh bank menggunakan satuan bulanan.

Dalam hal ini, bila kita menggunakan uang Kredit Tanpa Agunan (KTA) dengan bunga 1%, artinya bank akan mengenakan bunga sebesar 12% per tahun. Untuk setiap Rp. 5,000,000 yang kita pinjam dari bank, kita wajib mengembalikannya sebesar Rp. 5,000,000 ditambah bunga Rp. 600,000. Agar balik modal, paling tidak kita harus memilih pinjaman dengan bunga minimal 12% an durasi 1 tahun untuk kelancaran kredit dan nama baik dalam BI checking.

Jika kita beruntung, kita mungkin mendapatkan pinjaman dengan bunga > 12% per tahun dalam kelas pinjaman yang tinggi.



Kendalikan portofolio dengan memainkan bunga yang bervariasi

Koinworks menawarkan bunga pinjaman mulai dari 12% hingga 23%. Bagaimana cara kita mendapatkan pemasukan yang optimal dengan mengandalkan bunga tersebut?

Yup, benar. Dengan melakukan Diversifikasi.

Diversifikasi merupakan mengalokasikan dana kedalam beberapa kategori yang tersedia dalam Koinworks, seperti:

  • Industri
  • Resiko
  • Tinggi rendahnya suatu bunga

Setelah mengumpulkan resiko tersebut, kita dapat mengalokasikan lebih banyak dana pada pinjaman dengan resiko yang kecil, dan mengalokasikan sisanya pada pinjaman dengan resiko dan imbal balik yang besar.

Dengan demikian, kita tetap mendapatkan pemasukan yang optimal sambil meminimalisir risiko yang mungkin terjadi pada kredit yang kita berikan.



Tertarik untuk mendulang rupiah melalui Koinworks?
Kunjungi tautan menuju Koinworks berikut ini dan ikuti prosedurnya dalam halaman tersebut.

Semoga artikel ini bermanfaat dan jangan lupa bagikan artikel ini kepada pembaca lain yang membutuhkan. Bila ada hal yang ingin ditanyakan, jangan sungkan untuk menuliskannya pada kolom komentar dibawah ini.

yuk beli Voucher GoRide demi tarif yang lebih ekonomis!

yuk beli Voucher GoRide demi tarif yang lebih ekonomis!

Memiliki blog dengan nama asuransimurni.com tidak membuat blog ini hanya berfokus pada asuransi saja, bukan?

Pada artikel ini saya akan membahas tentang Voucher GoRide yang mungkin bermanfaat bagi pembaca dalam kehidupan sehari-hari.

By the way,

Coming Soon
Sudah install aplikasi Gojek?
Sudah install aplikasi Gojek?
Sudah install aplikasi Gojek?

Bagi yang belum, sangat disarankan untuk menginstall aplikasi Gojek sebelum membaca lebih lanjut.

Yuk lanjut bacanya ~



Saya percaya kalau Gojek senantiasa berusaha menjaga agar konsumen mereka tidak berpindah ke lain hati. Perang harga yang dilancarkan oleh kompetitor asal Singapura bernama Grab, memaksa Gojek harus menyesuaikan harga minimum dalam menggunakan produk Gojek. Salah satu langkah yang diterapkan oleh gojek ialah dengan menjual Voucher GoRide yang akan kita bahas dalam artikel ini.

Apa itu GoRide?

GoRide merupakan jasa yang bergerak di bidang transportasi dan diciptakan oleh Gojek. Serupa dengan bisnis ojek pada umumnya dimana kita dapat memanggil tukang ojek dan diantarkan ke tujuan, GoRide memiliki beberapa fitur yang tidak dimiliki oleh tukang ojek konvensional, seperti:

  • Perhitungan harga sebelum menggunakan jasa
  • Pembayaran menggunakan uang elektronik
  • Identitas pengemudi yang terdaftar dan terverifikasi
  • Dilengkapi dengan asuransi perjalanan
  • Memiliki standar kendaraaan dan keamanan yang baik
  • Berkomunikasi langsung dengan pengemudi tanpa perlu bertatap muka

In short, layanan GoRide layak memiliki tagline:

“Ojek, reinvented”

karena ia memperbaharui proses bisnis yang sudah usang menjadi lebih modern.

Untuk melawan gempuran harga yang dilancarkan secara bertubi-tubi oleh Grab, Gojek mencoba menawarkan bervariasi voucher dengan tujuan memenangkan pasar, seperti:

  • Voucher Go-Food
  • Voucher GoRide
  • Voucher Go-Play
  • Voucher Go-Car
  • dan banyak lagi Voucher yang mungkin rilis di masa depan.


Dikarenakan pada artikel ini kita akan membahas voucher GoRide secara spesifik, maka saya tidak akan membahas voucher lain selain dari Voucher GoRide.

Maafkan. . .

Mengenal lebih dalam tentang Voucher GoRide. . .

Sebagai pengguna rutin dari produk GoRide, saya senantiasa mencari cara agar untuk menekan tarif yang dibebankan kepada saya. Tips yang sering saya gunakan ialah dengan mengandalkan bus Transjakarta atau kereta Commuterline untuk perjalanan jarak jauh. Selanjutnya beralih ke GoRide saat saya mendekati titik tujuan. Dengan demikian dana transportasi saya tetap terjaga namun saya tetap dapat berpindah tempat secara leluasa.

Tips lain yang ingin saya bagikan ialah dengan mengandalkan Voucher GoRide demi menghemat pengeluaran untuk menggunakan jasa GoRide.

Saat ini voucher GoRide tersedia dalam 2 kemasan, yakni:

  • Kemasan 12 voucher senilai Rp. 8,000 dengan harga Rp. 30,000 untuk masa aktif selama 14 hari
  • Kemasan 6 voucher senilai Rp. 8,000 dengan harga Rp. 20,000 untuk masa aktif selama 7 hari

Secara matematika. . .

Bila kita hitung keuntungan dari kemasan 12 voucher GoRide diatas, kita perlu mengeluarkan uang Rp.35,000 untuk mendapatkan Rp.96,000. Artinya, kita akan mendapatkan potongan sebesar Rp. 9,600 untuk setiap Rp. 3,500 yang kita keluarkan.

Dengan kata lain, Gojek sendiri telah mensubsidi Rp.6,600 atau lebih dari 50% dari biaya yang kita keluarkan seharusnya.

Menang banyak, bukan?



Voucher Goride tersebut dapat dibeli melalui mitra Gojek. Namun saya sendiri memilih untuk tidak membelinya melalui Mitra Gojek dikarenakan cara pembayaran yang terbatas. Saya lebih menyukai membeli voucher tersebut melalui agen voucher yang bisa dijangkau via Whatsapp melalui tautan berikut ini karena memiliki metode pembayaran melalui uang elektronik.

Demikian tips yang bisa saya bagikan untuk menghemat uang dalam menggunakan produk GoRide. Kiranya artikel ini dapat bermanfaaat bagi kita semua.

Manfaat naik transportasi umum dalam keseharian

Manfaat naik transportasi umum dalam keseharian

Tak bisa dipungkiri bahwa transportasi umum di Indonesia khususnya Jakarta masih jauh dari harapan, seperti:

  • Bus Transjakarta dengan halte yang tidak ramah difabel
  • Kereta Commuterline yang sering terlambat dan mengalami gangguan
  • Angkot yang sering ngetem sembarangan
  • Bus yang menurunkan penumpangnya di tengah jalan
  • Driver Gojek yang melawan arus lalu lintas dan membahayakan penumpang

dan banyak lagi kekurangan transportasi umum lainnya.

Sebelum beralih ke transportasi umum, saya mengandalkan sepeda motor dalam berpindah tempat. Selain lebih ekonomis karena hanya perlu merogoh kocek sebesar Rp. 30,000 per minggu atau Rp. 120,000 per bulan, saya memilih menggunakan kendaraan sepeda motor karena ia mampu menerjang macet dengan melalui jalan pintas maupun gang tikus yang banyak tersebar di Jakarta.

Sebagai orang yang mencari nafkah dan banyak menghabiskan waktu di ibukota negara Indonesia, akhirnya saya memutuskan untuk mengandalkan transportasi umum di Jakarta.

Tanpa saya sadari, berikut beberapa manfaat yang dialami oleh mereka pengguna transportasi umum seperti saya:



Tubuh lebih banyak bergerak dan sehat

Positif thinking aja! Naik transportasi umum justru membuat kita lebih sehat karena melakukan serangkaian aktifitas di bawah ini:

  • Naik Jembatan Penyebrangan Orang (JPO) di halte bus Transjakarta
  • Berjalan kaki saat melakukan transit dan berpindah moda transportasi
  • Bergelantungan saat berada di dalam bus transjakarta dan commuter line
  • Memberikan bangku atau tempat duduk kepada mereka yang lebih berhak seperti orang tua dan ibu hamil

Selain 4 manfaat diatas, kita juga terbebas dari resiko di bawah ini:

  • Polusi udara
  • Resiko cuaca seperti kehujanan dan kepanasan
  • Resiko kejahatan seperti begal dan jambret
  • Resiko kecelakaan karena cara mengemudi yang ugal-ugalan dan tak berhati-hati

Dengan beralih ke transportasi umum, dijamin kita akan lebih sehat karena lebih banyak bergerak.

Cobain!

Biaya yang lebih terukur (dan ekonomis)

Fun fact saat kita beralih ke transportasi umum ialah biaya yang dikeluarkan justru menjadi lebih tinggi dibandingkan dengan mengandalkan transportasi pribadi.

Berdasarkan paragraf di atas, saya mengeluarkan budget Rp. 120,000 per bulan untuk biaya bahan bakar. Ketika saya beralih ke transportaasi umum, saya menyiapkan budget hingga Rp. 210,000 setiap bulannya untuk biaya bus Transjakarta.



Dengan membandingkan kedua angka ini, kita bisa mengambil kesimpulan bahwa beralih ke transportasi umum merupakan keputusan ceroboh jika tujuan kita ialah menghemat biaya transportasi.

Salah satu manfaat yang saya rasakan ketika beralih ke transportasi umum ialah biaya yang saya keluarkan lebih terukur dan ekonomis. Biaya yang lebih terukur artinya saya tidak perlu menyiapkan biaya tak terduga untuk resiko di bawah ini:

  • Kerusakan kendaraan pribadi secara tiba-tiba
  • Servis kendaraan pribadi secara berkala

Sedangkan biaya yang lebih ekonomis berarti saya tidak perlu khawatir pada:

  • Resiko kecelakaan
  • Resiko kejahatan
  • Resiko cuaca seperti kehujanan dan kepanasan
  • Resiko kecelakaan

Biaya yang lebih ekonomis lainnya dapat ditentukan dengan menghitung biaya per jarak Kilometer (KM) yang kita tempuh. Bila kita menggunakan bus Transjakarta, maka kita bisa berkeliling kota Jakarta hingga bosan hanya dengan merogoh kocek Rp. 3,500. Kita dapat menempuh jarak 25 KM hanya dengan merogoh kocek Rp. 3,000 bila kita menggunakan kereta Commuterline.



Transportasi umum yang kian berkembang dan diperbaiki

Pada tahun 2019, secara resmi Jakarta memiliki Mass Rapid Transit (MRT) yang membuat penggunanya dapat berpindah tempat sejauh 12KM dalam waktu kurang dari 30 menit. Pengguna transportasi umum MRT hanya perlu menyiapkan uang sebesar Rp. 10,000 untuk menempuh perjalanan tersebut.

Di tahun sebelumnya, Jakarta juga secara resmi telah merilis transportasi umum dengan nama Jak Lingko yang siap mengantar penumpang dengan tarif yang ekonomis.

Singkatnya, Jakarta yang penuh dengan kemacetan ini terus berinovasi dalam memperbaiki transportasi umum yang aman, ramah, murah, dan nyaman bagi penumpang. Semoga kemacetan dapat berkurang dengan orang-orang yang beralih ke transportasi umum ketimbang harus menggunakan kendaraan pribadi.



Saya bisa melakukan banyak hal saat menggunakan transportasi umum

Beberapa hal menyenangkan di bawah ini tidak bisa dilakukan ketika kita mengendarai kendaraan pribadi:

  • Mendengarkan lagu di Netflix
  • Menonton film di Spotify
  • Texting
  • Menonton video edukasi dan literasi keuangan di Youtube
  • Membaca dan membalas email di Gmail
  • Memeriksa kinerja investasi di aplikasi BIONS
  • Tidur
  • Bermain game Orna (psst, let’s play together!)
  • Bermain game Pokemon GO
  • Membaca komik
  • Membuat Proposal asuransi kesehatan / asuransi jiwa
  • dan banyak lagi kegiatan menyenangkan lainnya.

Dengan beralih ke transportasi umum, saya bisa melakukan lebih banyak hal sementara saya berpindah dari 1 tempat ke tempat lain. Dengan melakukan kegiatan menyenangkan di atas, dijamin membuat perjalanan menjadi lebih seru dan menyenangkan!

Lalu lintas memang padat, tapi itu berarti kita memiliki lebih banyak waktu untuk melakukan banyak hal sambil berpindah tempat.

Dijamin mendapat tempat duduk*

Manfaat ini memiliki syarat dan ketentuan yang berlaku, seperti:

  • Orang tua dan senior
  • Difabel
  • Ibu hamil
  • Ibu membawa anak

Yup. Transportasi umum di Jakarta seperti Bus Transjakarta dan kereta Commuterline menyediakan tempat duduk prioritas bagi mereka yang tergolong kedalam 4 kriteria diatas.

Kita hanya perlu melapor pada kondektur/petugas yang bertugas untuk dicarikan tempat duduk, dan tempat duduk akan tersedia dengan sendirinya. Bahkan terkadang kita akan bertemu dengan malaikat titisan Tuhan yang baik hatinya dan memberikan tempat duduknya untuk kita.

Yuk beralih ke transportasi umum sekarang juga!

Cara Cerdas Mengelola Keuangan Bagi Freelancer, Hidup Tenang Investasi Aman

Cara Cerdas Mengelola Keuangan Bagi Freelancer, Hidup Tenang Investasi Aman

Menjadi pekerja lepas alias freelancer, artinya pendapatan pun mengalir dengan bebas.Tidak seperti pegawai yang memiliki gaji bulanan dengan jumlah tetap dan rutin, freelancer mendapatkan upah sesuai dengan berapa banyak proyek yang masuk dan cair di bulan itu.

Jumlahnya pemasukannya pun tidak bisa dipastikan, alias fluktuatif. Sementara pengeluaran akan selalu ada, dan jika kita tidak pandai mengaturnya, keuangan pun bisa berantakan. Hal ini bisa berakibat buruk bagi mereka yang menjadi tanggungan kita sebagai freelancer.

Agar kondisi keuangan setiap bulan tetap stabil seperti pegawai yang gajinya pasti, kita harus mengelola keuangan dengan baik. Dengan pengelolaan yang apik, hidup bisa tenang dan investasi pun aman.

Berikut beberapa tips dan cara cerdas mengelola keuangan bagi Freelancer atau tenaga kerja lepas.



Buat Anggaran Pengeluaran Rutin

Pemasukan yang tidak tentu, bukan berarti pengeluaran juga tak menentu. Setiap bulannya, pasti kita punya pengeluaran rutin yang tidak bisa dihindari. Misalnya, bayar listrik, air, iuran bulanan warga, iuran BPJS dan asuransi, ongkos BBM, pulsa dan pembayaran internet, serta biaya belanja bulanan.

Pengeluaran yang tak disadari pun tak kalah penting untuk dicatat, seperti:

  • Biaya coworking space
  • Biaya makan dan minum sehari-hari saat kita bekerja di coworking space

Kedua biaya tersebut seringkali menjadi biaya yang menguras kocek cukup dalam. Salah satu trik untuk meminimalisir biaya di atas ialah dengan memiliki coworking space yang menyediakan free flow drink seperti Cocowork. Dengan demikian, kita sebagai freelancer dapat fokus bekerja dan meminimalisir biaya makan dan minum sehari- hari .

Catat semua pengeluaran rutin, baik yang jumlahnya pasti maupun yang fluktuatif. Berikan sedikit tambahan sebagai jaga-jaga jika ada kenaikan dari biaya bulanan.

Dari sini, kita bisa melihat, berapa pengeluaran rutin setiap bulan dan sisihkan pemasukan sejumlah itu. Pastikan keperluan dasar terpenuhi terlebih dahulu setiap bulannya, baru kemudian dana dialihkan ke keperluan lain.

Wajib Punya Asuransi Kesehatan

Sebagai freelancer, memiliki asuransi kesehatan adalah hal yang sangat penting. Kerap kali, biaya perawatan di rumah sakit merusak semua perencanaan keuangan karena tidak dibantu dengan adanya asuransi.

Jika belum mampu membeli polis asuransi swasta, pastikan dulu untuk mendaftar BPJS. Dengan iuran yang lebih ringan, memiliki BPJS akan sangat membantu ketika kita mendadak sakit tanpa harus membobol tabungan untuk mendapat perawatan atau pengobatan.

Bila kita memiliki dana lebih untuk memiliki asuransi kesehatan swasta, mungkin Maestro Optima Care bisa jadi salah satu pertimbangan karena biayanya yang ekonomis serta manfaat Klaim sesuai tagihan Rumah Sakit.

Sisihkan Uang Untuk Dana Darurat

Dana darurat di sini adalah biaya hidup untuk setidaknya 3 bulan. Ketika proyek freelance ada yang mandek di tengah jalan atau invoice tertahan tanpa sebab, kita nggak pening karena ada dana darurat.

Sesuai namanya, Dana Darurat berarti dana yang boleh digunakan dalam kondisi darurat dan tak terduga, seperti:

  • Resiko PHK
  • Kerabat atau saudara yang meninggal dunia sehingga kita wajib hadir di acara pemakaman
  • Bencana alam
  • Kendaraan mogok secara tiba-tiba
  • dan banyak lagi resiko tak terduga lainnya

Setiap bulan, setidaknya sisihkan 30 persen pendapatan untuk dimasukkan ke dana darurat ini. Jumlahnya bisa ditambah atau dikurangi, disesuaikan saja dengan kondisi keuangan bulan itu.



Namun pastikan bahwa selalu menyisihkan dana darurat untuk jaga-jaga jika terjadi hal yang tak diinginkan. Terlebih lagi bila kita memiliki Tanggungan yang menggantungkan kondisi finansial mereka atas kita.

Udah mulai nyiapin dana darurat, belum?!

Pisahkan Tabungan Sesuai Peruntukan

Ketika melihat di tabungan masih ada saldo, biasanya orang akan santai karena merasa masih punya uang. Yang seringnya dilupakan, bisa jadi itu adalah uang untuk dana darurat dan tabungan yang seharusnya tidak dipakai untuk keperluan sehari-hari.

Untuk menghindari dana darurat terpakai tanpa sengaja, sebaiknya pisahkan dana di rekening yang berbeda. Jika perlu, simpan di bank yang berbeda agar tidak salah melakukan transaksi perbankan, baik via ATM maupun mobile banking.

Hindari Utang

Penting untuk menghindari utang, dalam bentuk apapun dan kepada siapapun. Dengan pemasukan yang tidak tentu setiap bulannya, memiliki tanggungan utang adalah beban yang sangat besar untuk keuangan freelancer.



Jika terpaksa berutang, pastikan jumlahnya dalam jangkauan yang bisa dibayar setiap bulan. Dan sisihkan cicilan utang sejak awal bulan di pengeluaran rutin, agar tidak sampai terlewat membayarnya.

Jangan lupa juga untuk menghitung debt to income ratio untuk memastikan bahwa nominal angsuran masih berada dalam batas yang bisa ditoleransi dengan besarnya penghasilan.

Perbanyak Investasi

Tabungan memang penting, namun bagi freelancer sebaiknya memperbanyak investasi dan melakukan diversifikasi. Karena investasi akan menambah pemasukan di masa mendatang.

Sementara itu tabungan hanya akan bertumbuh di situ-situ saja. Seringkali bunga menawarkan bunga yang tidak menarik dibandingkan dengan Investasi dan tidak akan memberikan banyak keuntungan di masa mendatang.

Jika ingin memperbesar keuntungan, maka investasi saham adalah pilihan sempurna dibanding tabungan biasa ataupun Deposito. Tentu saja investasi saham memiliki resiko dan keuntungan yang lebih besar dibandingkan tabungan biasa maupun Deposito.

Menjadi seorang freelancer bukanlah image atau sosok yang buruk. Selama kita cerdas dan pandai serta bijak dalam mengelola keuangan, hidup pun lebih tenang meski pemasukan tidak tentu setiap bulan.

Kuncinya adalah bagaimana kita mengunci diri kita sendiri dari pengeluaran yang tidak perlu.

Tips dan Trik Pakai Jenius di Singapura, Semudah dan Senyaman Transaksi di Dalam Negeri!

Tips dan Trik Pakai Jenius di Singapura, Semudah dan Senyaman Transaksi di Dalam Negeri!

Pasti sudah pada tahu kan, kalau kartu Jenius bisa dipakai di Singapura?

Dengan kartu ini, kita bisa bayar MRT tanpa harus beli kartu khusus di sana. Cukup tap di mesin yang ada di loket masuk, dan voila! Transaksi pun diterima dan kamu bisa naik MRT ke lokasi yang dituju.

Kita bisa bepergian dengan aman dan nyaman di Singapura karena penjadwalan transportasi publik dan rute bisa langsung diakses via Google Maps!

Tentu saja, keuntungan memakai Jenius di Singapura nggak cuma buat naik kendaraan umum saja. Ada banyak keuntungan lain yang juga menarik, membuat perjalanan kita di negara tetangga ini jadi lebih simple.

Contohnya nih, mau tarik uang tunai di Singapura. Dengan menggunakan kartu Jenius, kamu bisa melakukan transaksi tarik tunai di berbagai ATM bank yang berlogo VISA di sana.

Berikut beberapa tips dan trik sebelum bertransaksi memakai Jenius di Singapura:

Konversikan Dulu ke SGD

Tips pertama adalah sebaiknya kamu mengkonversikan dulu mata uang yang akan dipakai transaksi di Singapura dari Rupiah ke Dolar Singapore alias SGD. Lakukan transaksi ini sebelum melakukan transaksi apapun dengan kartu Jenius di sana.

Mengapa?

Karena dengan melakukan konversi dari Rupiah ke Singapura terlebih dahulu, kamu bisa menghemat banyak.

Ketika dibandingkan, kurs ketika ditukarkan dulu dari Rupiah ke SGD memiliki selisih yang cukup lumayan daripada langsung memakai Rupiah setiap melakukan transaksi.

Sayang kan kalau selisihnya bisa mencapai ratusan ribu. Bisa dimanfaatkan untuk yang lain. Buat jajan atau beli oleh-oleh misalnya.

Salah satu tempat yang sering dituju untuk membeli oleh-oleh dan jajan ialah Bugis Street. Sempatkanlah mampir kesana.



Setelah Ganti Kurs, Baru Dipakai Transaksi

Apapun jenis transaksi yang akan kamu lakukan, baik membayar belanjaan di minimarket, menarik tunai di ATM atau membayar ongkos MRT, lakukan semua setelah kurs diubah.

Dengan begini, ada dua keuntungan yang kita dapatkan, yakni:

1. Jumlah transaksi akan lebih terukur, karena yang kita gunakan adalah uang yang sudah ditukarkan ke Dollar Singapore (SGD). Kita bisa membatasi berapa jumlah yang yang ditukarkan, dan membelanjakan hanya sebesar itu.

2. Lebih hemat, karena nilai tukar ketika dikurskan ke SGD jauh lebih murah daripada langsung transaksi memakai Rupiah.

Butuh Tambahan Dana? Santai Saja!

Bagaimana kalau setelah melakukan semua transaksi, di tengah perjalanan memerlukan tambahan dana? Nggak jadi masalah kalau kamu memakai kartu yang satu ini.

Selama di tabungan ada saldo yang mengendap, kamu bisa menambah jumlah uang yang ditukarkan ke SGD di tengah jalan.

Kalaupun tidak sempat mengkonversi dari Rupiah ke SGD, kamu tetap bisa pakai kartu Jenius buat transaksi. Hanya saja, risikonya adalah nilai tukar yang lebih mahal.

Namun ketika kondisi darurat, rasanya hal itu nggak jadi masalah. Seberapa besar perbedaan antara kurs ditukar sebelum transaksi atau langsung memakai Rupiah ketika di Singapura, semua bisa dicek di laman aplikasi Jenius kamu.

Semudah itu memakai Jenius di Singapura dan banyak negara lainnya. Ada yang sudah membuktikan kalau kartu ini bisa digunakan bertransaksi di Korea Selatan, Jepang, hingga Turki. Semuanya sama mudahnya dengan transaksi di Singapura.

Tinggal tap atau gesek, ambil tunai di semua ATM berlogo VISA tanpa khawatir biaya transaksi yang mencekik leher. Dengan Jenius, transaksi di luar negeri jadi sama nyaman dan menyenangkan dengan di dalam negeri.

Dengan begini, kamu nggak perlu pusing lagi menukar uang di money changer sebelum liburan ke luar negeri.

Hayo, tertarik untuk pakai Jenius di Singapura?

Pin It on Pinterest