Tips jitu menghindar dari debt collector kartu kredit

Tips jitu menghindar dari debt collector kartu kredit

Terlahir dalam keluarga yang belum melek literasi keuangan membuat saya sedikit terlambat dalam mengenal dan mekanisme kartu kredit. Saya ingat waktu itu papa dan mama saya selalu menolak berbagai jenis keuangan seperti asuransi dan kartu kredit. All they know is setiap punya uang harus langsung dibelikan rumah dan tanah. Ketika terjadi sesuatu, mereka hanya perlu melikuidasi aset tersebut.

Padahal, dibutuhkan waktu yang tidak sebentar untuk melikuidasi aset seperti rumah dan tanah menjadi uang tunai.

Orang tua saya selalu pesimis dan antipati terhadap kartu kredit. Padahal kartu kredit bekerja bak pisau bermata dua yang bisa digunakan untuk memotong maupun melukai penggunanya bila tidak digunakan secara bijak dan hati-hati.

Pada artikel di atas saya membagikan tips dalam menggunakan kartu kredit, agar kita memiliki hidup yang indah nan bahagia, jauh dari jangkauan debt collector kartu kredit.

Apakah kalian tahu kalau kita bisa mengajukan debt restructuring dan debt rescheduling atas utang kartu kredit?

Baru-baru ini saya mendapat teror melalui telepon oleh debt collector kartu kredit dari bank HSBC. Seseorang di ujung telepon yang mengaku bernama Okta dengan nomor telepon 02150500233 meneror saya hanya karena seseorang yang saya kenal memiliki tagihan kartu kredit yang belum dilunasi.

Ditelepon dari nomor telepon yang berawalan kode area (021, 022, 0254, dll) memberikan kesan tersendiri bagi penerima panggilan dikala mereka menantikan (harap-harap-cemas) panggilan interview dan wawancara dalam mencari pekerjaan.

Eh sekalinya ditelepon oleh nomor telepon yang berawalan kode area, ternyata debt collector kartu kredit.

Huh!

Bagaimana rasanya dikejar-kejar oleh debt collector kartu kredit?

Yang pasti kegiatan tersebut sangat amat mengganggu. Umumnya mereka hanya berfokus pada informasi pribadi debitur. Ya, hanya itu yang mereka butuhkan. Mereka menggunakan bervariasi trik untuk memperoleh informasi pribadi lebih lanjut terkait informasi pribadi debitur, seperti:

  • Nama lengkap
  • Alamat lengkap
  • Nama kantor
  • Lokasi kantor
  • Posisi atau jabatan di kantor
  • Nama rekan, saudara sekandung, atasan, bawahan, semua orang yang memiliki hubungan kekerabatan dengan debitur

dan lain sebagainya. Selanjutnya debt collector kartu kredit dapat menggunakan informasi ini untuk membuat debitur terpojok bahwa seluruh informasi milik debitur telah dipegang oleh sang debt collector.

Bila debt collector tidak mendapatkan informasi kartu kredit, atau anda berhasil membuat mereka kesal seperti yang saya lakukan karena saya tidak memberikan informasi pribadi debitur serta mengulur waktu panggilan, anda akan dihujat secara habis-habisan. Mulai dari personal attack hingga makian serta ucapan yang menurut saya tak layak keluar dari orang-orang berpendidikan.

Padahal mah, informasi dan nama pribadi tersebut juga hasil mulung dari orang-orang terdekat debitur. Tak ada yang bisa menjamin juga kalau debt collector kartu kredit tersebut tidak mendapat nama dan nomor handphone dari pihak yang menjual data debitur kartu kredit.

Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk meloloskan diri dari kejaran debt collector kartu kredit ialah dengan memasang aplikasi True Caller yang bisa diunduh langsung dari Google Playstore maupun App Store.

True Caller merupakan aplikasi smartphone yang mengijinkan penggunanya untuk melakukan marking nomor telepon atas panggilan atau sms yang tak diinginkan, seperti:

  • Telemarketing asuransi
  • Telemarketing / debt collector leasing
  • Telemarketing / debt collector kartu kredit

Setelah pengguna “menandai” nomor telepon yang dianggap SPAM, aplikasi True Caller akan menjaga smartphone dari serangan 3 pihak di atas.



Apakah True Caller akan berhasil?

Surely yes, and it definitely works like magic!

Pada umumnya, debt collector kartu kredit takkan menggunakan nomor handphone pribadi untuk melakukan pekerjaannya. Sekalipun kita memiliki rekan yang bekerja di perusahaan debt collecting, kita tetap dapat menerima panggilan maupun SMS dari nomor pribadi yang ia gunakan, karena tak ada seorang pun yang melaporkan nomor pribadi tersebut kedalam aplikasi True Caller.

Bila anda bekerja di perusahaan debt collector, saya tak menganjurkan anda untuk menggunakan nomor pribadi dalam bekerja dan melakukan SPAM telepon maupun sms ke debitur dengan pertimbangan di bawah ini:

  • Anda tidak perlu menggunakan pulsa dan perangkat pribadi untuk mewujudkan KPI Perusahaan. Karena perusahaan tentu tak akan bertanggung jawab atas kerusakan perangkat pribadi yang anda gunakan untuk melakukan pekerjaan tersebut, bukan?
  • Orang-orang terdekat akan paranoid dengan nomor pribadi anda dan mungkin mulai berhenti berhubungan dengan anda,
  • Nomor pribadi anda akan muncul di Twitter, di mesin pencari Google, di grup Facebook, dan di banyak platform media sosial lainnya. Hal ini akan menjadi buah simalakama bagi anda.

So, don’t do that!

Selamat mencoba aplikasi True Caller dan biarkan debt collector kartu kredit mengalami sulitnya berurusan dengan aplikasi True Caller.

Hendak Ajukan Utang ke Bank, Pertimbangkan Hal-Hal Berikut Ini dengan Matang

Hendak Ajukan Utang ke Bank, Pertimbangkan Hal-Hal Berikut Ini dengan Matang

Hidup tanpa utang jelas lebih tenang dan menyenangkan. Namun banyak hal bisa terjadi dalam hidup dan membuat kita dihadapkan dengan pilihan untuk berutang demi berbagai hal.

Yup, utang merupakan salah satu cara yang teruji dan terbukti efektif untuk mendatangkan uang dalam jumlah besar dan waktu yang relatif singkat.

Pernah jadi korban blast sms maupun telemarketing yang menawarkan Kredit Tanpa Agunan, bukan?

Sama!

Utang sendiri terbagi menjadi 2 kategori, yakni:

  • Utang positif
  • Utang negatif

Utang positif merupakan pinjaman yang dilakukan untuk menambah kekayaan atau pemasukan.

Utang positif biasanya dilakukan oleh pengusaha yang membutuhkan kucuran dana segara untuk melakukan ekspansi dan memperbanyak keuntungan seperti yang saya bahas melalui artikel di bawah ini:

Berbeda dari utang positif, utang negatif merupakan pinjaman yang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan dan gaya hidup konsumtif, seperti:

  • Membeli gawai keluaran terbaru
  • Memberi benda-benda lainnya yang tidak kita perlukan hanya untuk memamerkannya pada orang yang sama sekali tidak peduli kepada kita.
  • Membeli kendaraan atau elektronik yang harganya terjun bebas dari waktu ke waktu

Ketimbang membeli dompet seharga Rp. 1,000,000 untuk menyimpan uang Rp. 100,000, lebih baik membeli dompet seharga Rp. 100,000 untuk menyimpan kartu ATM dengan jumlah saldo Rp. 1,000,000.

Dibandingkan dengan meminjam kepada perorangan atau individu meski memiliki bunga yang cukup rendah, sebagian orang akan jadi lebih baik untuk meminjam ke bank. Hal ini dilakukan untuk menghindari resiko yang lebih besar seperti:

  • Putusnya tali silaturahmi hanya karena uang
  • Menjaga nama baik keluarga dan kondisi keuangan di dalamnya.

Terlebih jika jumlah dana yang diperlukan cukup banyak, dan tidak memungkinkan untuk meminta bantuan kepada teman atau saudara, maka mengajukan utang ke bank merupakan opsi terbaik yang pernah kita miliki.

Tetapi sebelum memutuskan untuk meminjam ke bank, ada baiknya kita perhatikan beberapa hal berikut ini:



Pastikan Peruntukan Utangnya Untuk Kebutuhan Utama

Jangan pernah berutang untuk kebutuhan konsumtif, seperti mengganti perangkat telepon dengan yang terbaru hanya karena trend dan gengsi, padahal gawai lama masih bisa berfungsi dengan baik.

Pokoknya jangan!!!

Hindari mengambil utang untuk kebutuhan konsumtif seperti ini, karena akan membebani keuangan dengan berat lantaran kebutuhan memenuhi gengsi tidak akan pernah ada cukupnya karena sifat dasar manusia yang tamak, rakus dan tak pernah puas.

Silakan ambil utang ke bank untuk keperluan penting dan utang positif, seperti:

  • Modal usaha
  • Membeli rumah.
  • Merenovasi rumah

Tentunya utang ke bank tersebut dilakukan dengan penuh pertimbangan, apakah kita benar-benar memerlukannya saat itu juga sehingga kita perlu mengajukan utang ke bank, ataukah keperluan dana ini masih bisa ditunda hingga beberapa waktu yang akan datang, sehingga bisa dipenuhi dengan menabung?

Apakah Kita Memiliki Jaminan yang Cukup?

Mari membahas sisi terburuk dari mengajukan utang ke bank.

Mengajukan utang ke bank terkadang tidak bisa dilakukan dengan tangan hampa. Kita harus memiliki jaminan yang cukup untuk mendapatkan pinjaman sesuai dengan kebutuhan.

Bila kita tidak memiliki aset, maka sangat besar kemungkinan pihak Bank akan menolak penawaran anda untuk mengambil utang ke bank.



Pastikan bahwa aset yang akan dipakai untuk jaminan tersebut adalah milik kita pribadi. Hindari meminjam aset dari orang lain, meski itu adalah keluarga yang sangat dekat. Ini untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, seperti ketika kita terlambat atau bahkan gagal bayar utang.

Keberadaan aset adalah untuk menjamin ketika kita mengalami hal seperti ini. Ketika itu milik orang lain, maka urusan kita akan jadi sangat panjang nantinya.

Pertimbangkan Jumlah Utang dan Cicilan Tiap Bulannya

Untuk mendapatkan situasi keuangan ideal, batasi cicilan utang dalam besaran tidak lebih dari 30 persen pendapatan kita setiap bulan. Misalnya pendapatan tiap bulan Rp 3 juta, maka jumlah cicilan yang kita miliki tidak boleh lebih dari Rp 900 ribu setiap bulannya.

Perhitungan ini biasa disebut sebagai Debt to Income ratio, atau rasio perbandingan antara jumlah penghasilan dengan angsuran yang harus dibayar setiap bulannya.

Perhitungan ini biasanya juga dipakai oleh bank untuk menilai seberapa besar kita mampu membayar utang sesuai dengan pendapatan. Meski kebutuhan dana kita besar, bank tidak akan serta merta menyetujuinya jika pendapatan kita dinilai tidak bisa memenuhi syarat dari cicilan yang aman untuk kesehatan keuangan kita.

Tentu saja Bank tidak ingin meminjamkan uang kepada mereka yang memiliki resiko default lebih tinggi.

Default = kegagalan seseorang dalam melunasi utang.

Karena itu, kita harus sadar dengan kemampuan keuangan terlebih dahulu sebelum mengajukan pinjaman. Tidak hanya agar pinjaman disetujui bank, tetapi juga agar kondisi keuangan kita tidak berantakan setelah memiliki tanggungan utang nanti.



Jangan Miliki Lebih Dari 1 Cicilan Dalam Satu Waktu

Jika sudah memiliki tanggungan di bank dan jangka waktu cicilannya masih panjang, sebaiknya pertimbangkan lagi untuk mengajukan utang. Memiliki lebih dari 1 cicilan dalam satu waktu akan sangat membebani keuangan kita.

Tidak hanya membuat saldo berantakan, memiliki lebih dari satu cicilan juga meningkatkan tingkat kecemasan dan stress dalam hidup. Tidak sehat secara keuangan, tak sehat pula secara mental dan fisik. Tentu kita tidak ingin terjadi hal yang demikian bukan?

Bijak dalam berutang adalah cara terbaik untuk membuat kondisi keuangan tetap stabil. Pastikan pula untuk berkomunikasi dengan orang terdekat, keluarga khususnya, sebelum mengajukan pinjaman ke bank dan dalam jumlah besar.

Pastikan pula untuk memiliki asuransi jiwa dengan Uang Pertanggungan yang cukup untuk melunasi angsuran atau cicilan yang belum lunas untuk mengantisipasi resiko tutup usia.

Pastikan pula Uang Pertanggungan tersebut masih cukup untuk menghidupi anggota keluarga maupun tanggungan yang mengandalkan kondisi finansial mereka pada kita.

Pertimbangkan segala sesuatunya dengan bijak sebelum memutuskan untuk mengajukan utang ke bank.

Tips Cerdas Memakai Kartu Kredit, Selamat Tinggal Tunggakan Membengkak!

Tips Cerdas Memakai Kartu Kredit, Selamat Tinggal Tunggakan Membengkak!

Memakai kartu kredit bisa jadi sebuah solusi transaksi yang kerap kali melenakan pemakai. Banyak promo-promo menarik yang bermunculan, tidak hanya dari bank penerbit kartu, tetapi juga dari berbagai gerai dan brand yang memberikan harga khusus untuk pembayaran dengan kartu kredit.

Tidak sedikit pengguna kartu kredit yang terjerumus dengan berbagai kemudahan ini dan akhirnya terjerat utang yang tak berujung pangkal. Dari sini, kemudian banyak orang yang menilai bahwa kartu kredit lebih banyak masalahnya daripada manfaatnya.

Sebenarnya, dengan penggunaan dan pengelolaan yang baik, kartu kredit bisa memberikan manfaat yang cukup banyak buat kita. Sudah punya atau baru akan membuka kartu kredit?

Berikut ada beberapa tips untuk menghindari tunggakan membengkak yang jadi jeratan maut banyak nasabah:

Sesuaikan Limit dengan Pendapatan Rutin

Masalah utama dari pemegang kartu kredit adalah memiliki tagihan melebihi kemampuan mereka untuk membayar. Ini yang biasanya ‘dilanggar’ oleh para pemegang Kartu Kredit demi mendapatkan dana yang lebih banyak.

Sebenarnya, masalah ini merupakan hal yang kerap kali membuat seseorang terjebak dalam tagihan yang mencekik leher. Memiliki tagihan lebih dari kemampuan akan membuat kita terjerumus dalam utang yang dalam.



Salah seorang teman pernah bercerita kalau ia sempat memiliki Kartu Kredit dengan limit 10x hingga 12x dari penghasilan yang ia terima setiap bulannya. Kelalaiannya dalam mengelola uang berakibat fatal. Ia terjerat utang yang berkepanjangan dengan bunga yang membengkak karena utang tersebut tak kunjung dilunasi.

Karena itu, sebaiknya miliki kartu kredit dengan limit sesuai dengan pendapatan. Tentu akan lebih baik lagi jika limit kartu yang kita miliki kurang dari jumlah pendapatan bulanan.

Dengan limit yang tepat, penggunaan kartu kredit pun akan lebih terkontrol. Tidak ada tagihan yang lebih dari kemampuan dan membuat kondisi keuangan jadi lebih sehat.

Gunakan Kartu Kredit Hanya Untuk Transaksi Tertentu

Jangan gunakan kartu kredit untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Seperti belanja bulanan atau makanan dan keperluan lainnya yang seharusnya masuk dalam pos keperluan rutin.

Memang, banyak promo menarik dari berbagai gerai makanan dan pusat perbelanjaan. Namun hal ini kerap kali tanpa disadari membuat kita jadi lebih konsumtif dan sulit mengontrol pengeluaran rutin.

Pastikan debt to income ratio terkendali dengan sangat baik!

Hanya gunakan kartu kredit untuk transaksi tertentu. Misalnya pembelian barang elektronik yang jadi lebih murah dengan promo dari toko dan cicilan tanpa bunga.

Selalu Bayar Lunas dan Tepat Waktu

Ketika kita membayar tepat waktu, tidak akan ada bunga tambahan dan biaya keterlambatan pembayaran yang jumlahnya tak sedikit. Membayar tepat waktu juga menjadi catatan kita di OJK, jika sering terlambat, nama kita bisa masuk daftar hitam yang tentu merugikan jika suatu hari nanti memerlukan pinjaman ke bank atau koperasi.

Agar tidak terlewat, selalu perhatikan tanggal pembayaran terakhir di lembar tagihan. Pasang reminder pada tanggal tersebut, atau langsung lakukan pembayaran setelah tagihan keluar.



Pastikan juga untuk membayar lunas setiap bulan, sesuai dengan transaksi yang tertagih. Hindari membayar dengan jumlah minimal. Meski menggiurkan, namun bunga transaksinya lama kelamaan akan menjerat dalam utang berkepanjangan.

Psstt, apakah kalian tahu kalau tanggal jatuh tempo tagihan Kartu Kredit bisa diubah sesuai keinginan?

Kartu Kredit Bukan Dana Cadangan

Kartu Kredit memiliki 2 buah saldo yang tersedia didalamnya. Saldo tersebut ialah:

  • Limit saldo Kartu Kredit yang bisa digunakan untuk bertransaksi atau membeli suatu barang, jasa, maupun melakukan topup.
  • Cash Advance yang dapat digunakan untuk menarik atau mencairkan uang tunai dengan bunga dan biaya yang lumayan tinggi

Mungkin diantara kita masih ada yang berpikiran kalau memiliki Kartu Kredit berarti memiliki dana cadangan. Ungkapan ini tak sepenuhnya salah, karena Kartu Kredit sering menjadi penyelamat dikala kita harus memesan tiket atau akomodasi secara dadakan.

Ingat, kartu kredit bukanlah dana cadangan. Sisihkan dana cadangan dari pendapatan rutin setiap bulan, bukan mengandalkan kartu kredit ketika terjadi hal mendesak.

Kartu kredit merupakan alat untuk mempermudah transaksi, yang dananya harus segera dikembalikan secepat mungkin. Kartu Kredit bukanlah dana cadangan yang bisa diambil sewaktu-waktu untuk memenuhi keperluan hedon dan berfoya-foya.

Batasi Kepemilikan Kartu Kredit

Indonesia memperbolehkan seseorang memiliki lebih dari 1 kartu kredit untuk bertransaksi. Namun sebaiknya kita membatasi kepemilikan kartu kredit agar tidak melebihi batas kemampuan kita membayarnya.

Bila perlu, cukup 1 kartu kredit saja yang kita pegang. Atau maksimal 2, untuk mendapatkan keuntungan dari salah satu kartu yang dimiliki.

Sebaiknya, jumlah limit keduanya berada dalam jangkauan pendapatan kita setiap bulan. Sehingga tidak akan terjadi kelebihan beban pembayaran yang bisa jadi masalah di kemudian hari.

Semoga artikel tips cerdas memakai kartu kredit ini bermanfaat agar kita lebih bijak dalam memiliki dan menggunakan kartu kredit!

Begini rahasia p2p lending menghasilkan uang untuk anda

Begini rahasia p2p lending menghasilkan uang untuk anda

Sebagai agen asuransi, saya berkesempatan dengan banyak orang. Beberapa dari mereka memiliki kekhawatiran tersendiri sehingga memutuskan untuk membeli asuransi jiwa maupun asuransi kesehatan. Tak jarang pula saya dipertemukan dengan beberapa orang yang “kebingungan” dengan apa yang harus mereka lakukan dengan uang mereka sekarang.

Yup, setiap orang punya permasalahan dan solusi masing – masing.

Saya senantiasa mencari cara bagaimana menggandakan uang. Setelah beberapa bulan lalu saya telah bergabung dengan BNI Sekuritas untuk berinvestasi saham dan reksadana, kini saya mencari cara lain untuk menggandakan uang. Bagi pembaca yang ingin mengikuti jejak saya dalam mengarungi dunia keuangan dan investasi, artikel di bawah ini sangat direkomendasikan:

Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk menggandakan uang ialah melalui P2P Lending.

Saya memilih P2P Lending karena saya lebih menyukai bunga yang fixed dan saya tidak perlu memantau pergerakan atau fluktuasi bunga karena bunga yang tertera dalam P2P Lending merupakan kesepakatan antara Peminjam dengan Pendana.

Peminjam merupakan seseorang yang membutuhkan pinjaman uang atau biasa disebut sebagai Debitur, sementara Pendana merupakan seseorang yang memberikan pinjaman uang dan biasa disebut sebagai Kreditur.

P2P Lending menawarkan bunga yang tak sedikit. Mulai dari 10% hingga 20% per tahun, bunga yang ditawarkan cukup kompetitif. Angka ini jauh diatas bunga yang ditawarkan oleh Deposito pada umumnya yang berkisar di angka 4% hingga 5% per tahun.

“Namanya juga investasi, ada bunga ada resiko. Makin gede bunganya, makin gede pula resikonya”

Pilihan saya jatuh kepada. . . .

Akhirnya saya memutuskan untuk mendaftarkan diri dengan P2P Lending terbesar di Indonesia, Koinworks.

Hari ini saya resmi terdaftar sebagai pengguna Koinworks. Proses registrasi yang cepat dan mudah sehingga akun saya dapat diaktivasi hanya dalam hitungan menit saja. Pengguna hanya perlu menyiapkan dokumen KTP dalam wujud softcopyserta melakukan verifikasi alamat email dan nomor handphone sebelum dapat berinvestasi dalam P2P lending Koinworks.

Setelah melakukan beberapa tahap verifikasi, selanjutnya akun Koinworks akan aktif dalam waktu yang relatif singkat. Segera saya masuk ke dalam menu telusuri untuk melihat daftar transaksi yang sedang membutuhkan pinjaman.

Pada gambar di atas kita bisa melihat beberapa pilihan yang ditawarkan oleh Koinwork. Kita dapat mengurutkan tabel di atas berdasarkan:

  • Rate atau bunga yang ditawarkan
  • Term atau jangka waktu pengembalian uang
  • Purpose atau tujuan bisnis / usaha
  • %Funded atau berapa % pinjaman telah terpenuhi

Sebagai permulaan, saya memilih Rate A untuk resiko yang lebih kecil dengan bunga Return of Investment yang lebih kecil pula.

“Jangan pernah mengukur kedalaman air menggunakan kedua kaki. Begitu kata orang – orang”

Setelah memutuskan, kemudian saya melakukan topup saldo ke rekening Koinworks via Virtual Account dari Bank BCA. Dalam hitungan menit, uang saya telah berhasil diterima oleh Koinworks dan saya dapat langsung memulai pendanaan.



Stay tune di Asuransimurni.com dan saya akan mengupdate informasi lainnya terkait petualangan di Koinworks dalam artikel mendatang.

Kekuatan bunga berbunga yang sering dipandang sebelah mata

Kekuatan bunga berbunga yang sering dipandang sebelah mata

Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengembangkan uang ialah dengan memberikan bunga untuk setiap transaksi keuangan yang kita lakukan. Bunga senantiasa ada saat kita berhutang. Mulai dari meminjam uang kepada perbankan, fintech, P2P Lending, hingga rentenir a.k.a lintah darat di sekitar kita.

Bunga yang dikenakan oleh fintech amatlah serius. Mulai dari 0.5% hingga 0.8% per hari, bunga berbunga (compound interest) akan dihitung sesuai dengan besarnya peminjaman yang diajukan oleh debitur. Jika kita meminjam Rp. 1,000,000, maka bunga yang dikenakan dalam waktu 1 bulan sebesar 15% hingga 24%.

“Apa yang harus dilakukan agar uang berkembang sebanyak 15% hingga 24% dalam waktu 1 bulan?”

Tentu saja hal diatas dapat dilakukan dengan berinvestasi. Mulai dari investasi reksadana, properti, hingga saham. Investasi berarti anda mengalokasikan waktu dan resiko di dalamnya.

Apa itu Bunga berbunga (Compound Interest)?

Bunga berbunga (Compound Interest) merupakan bunga yang dikenakan atas bunga pada hutang.

Mari simak studi kasus di bawah ini:

Anda merupakan konsultan profesional yang berpengalaman. Saat ini anda sedang menjalani proses offering di kantor baru. Anda setuju untuk bekerja selama 2 jam sehari dalam waktu 2 tahun. Anda ditawarkan gaji Rp. 50,000,000 per bulan.

Namun anda yang mengerti dahsyatnya Compound Interest malah melakukan counter offer dengan mengajukan penawaran kepada perusahaan untuk membayar gaji Rp. 100,000 secara mingguan dengan kenaikan 10% gaji setiap minggunya. Perusahaan yang tidak mengerti kekuatan compound interest akan melihat angka Rp. 100,000 per minggu merupakan nominal yang sangat terjangkau bila dibandingkan dengan Rp. 50,000,000 per bulan. Perusahaan pun menyanggupinya dan kedua pihak menandatangani kontrak selama 2 tahun ke depan.

Apa yang terjadi pada tahun pertama?

Payday is coming! Kini waktunya untuk menghitung uang yang telah anda terima.

tabel compound interest

Berdasarkan tabel diatas, sangat jelas sekali bila anda memutuskan untuk menerima gaji Rp. 50,000,000 per bulan merupakan keputusan terbaik yang pernah anda buat. Dalam waktu setahun, uang yang telah anda kumpulkan bernilai Rp. 600,000,000.

Namun karena anda percaya adanya kekuatan Compound Interest, akhir tahun pertama anda hanya memiliki uang sebesar Rp. 96,017,234. Perusahaan mengalami untung besar dimana ia seharusnya mengeluarkan uang sebesar Rp. 600,000,000 untuk seorang konsultan profesional seperti anda, tetapi ia hanya membayar Rp. 96,017,234.

Apa yang selanjutnya terjadi pada tahun kedua?r

Keajaiban terjadi pada tahun kedua dan bulan kedua, dimana anda telah menerima penghasilan melebihi Rp. 50,000,000 yang telah dijanjikan di awal. Perusahaan yang sudah terikat kontrak selamat 2 tahun terlambat menyadari kekuatan Compound Interest ini. Anda melakukan pekerjaan yang sama selama 2 tahun dengan penghasilan yang cenderung meningkat drastis dengan adanya Compound Interest.

Di akhir kontrak, perusahaan mengalami rugi besar dan anda mengalami keuntungan yang amat signifikan. Perusahaan yang semula memiliki budget Rp. 1,200,000,000 dalam waktu 2 tahun, kini terpaksa merogoh kocek lebih dalam senilai Rp. 9,411,131,651.

Semua dimulai dari kenaikan bunga 10% setiap minggu.

Faktanya, sulit sekali menemukan investasi yang memberikan Return of Investment (ROI) sebesar 10% setiap minggu. Namun melalui artikel ini kiranya saya dapat menjelaskan kekuatan dari Compound Interest itu sendiri.

Apakah anda ingin menjadi korban dari Compound Interest atau malah menggunakan konsep Compound Interest dalam mengembangkan uang?

Keputusan di tangan anda.

Catat hutang piutang lebih rinci dalam aplikasi Lunasbos

Catat hutang piutang lebih rinci dalam aplikasi Lunasbos

Utang dan piutang memiliki cara kerja yang serupa namun tak sama. Utang merupakan transaksi dimana kita harus membayar atau mengeluarkan uang di masa mendatang, sementara piutang merupakan transaksi dimana kita akan menerima uang di masa mendatang. Konsep utang dan piutang memang sesederhana itu, namun masih banyak orang yang terbelit utang maupun piutang yang berkepanjangan

Salah satu teman saya yang berprofesi sebagai pengusaha, mengaku kerap kali lupa dan lalai dalam mencatat utang maupun piutang yang ia miliki. Proses utang dan piutang seakan menjadi proses yang tak terpisahkan dalam bisnis distribusi dan retail. Proses pencatatan yang masih manual dan menggunakan kertas seringkali membuatnya lupa berapa jumlah uang yang sudah diterima maupun jumlah uang yang sudah dibayar.

Nota pembelian dalam bentuk kertas

Masalah lainnya pun timbul ketika ia harus melakukan rekapitulasi berapa banyak piutang yang belum diterima dan utang yang belum dibayar dalam jangka waktu sekian hari setelah jatuh tempo. Bagaimana cara menjumlahkan utang dan piutang yang ia miliki selama periode waktu tertentu? Sudah pasti ia perlu melakukan rekapitulasi hutang dan piutang yang dicatat secara manual. Duh ribet yhaaaa. . .

Utang bekerja bak gunung es yang di permukaan laut. Ia mungkin terlihat lucu dan menggemaskan pada bagian permukaan, namun begitu padat dan kokoh pada bagian dasar laut. Bunga yang terselip dalam setiap utang yang dimiliki membuat utang bergerak bagai bola salju yang bergulir kencang dan semakin besar seiring dengan jangka waktu yang digunakan untuk melunasi utang.

Lambat laun, utang akan semakin membengkak sehingga jumlah uang yang dibayar menjadi lebih besar dari seharusnya, hanya karena kelalaian dalam melakukan pencatatan utang dan piutang. 

Lunasbos merupakan aplikasi pintar karya anak bangsa yang dapat digunakan untuk menyederhanakan proses pencatatan utang dan piutang dalam 1 tempat. Aplikasi fintech yang dikembangkan oleh PT. Tuanmuda Inovator Pertiwi ini dapat bekerja secara maksimal bila pihak kreditur maupun debitur telah mendaftar dan menggunakan aplikasi Lunasbos.

Kreditur merupakan pihak yang meminjamkan uang sementara Debitur merupakan pihak yang meminjam uang. Hanya dengan beberapa tap saja, pengguna dapat menginput utang dan piutang secara apik dan sistematis.

Aplikasi pencatatan hutang Lunasbos hanya membutuhkan akses untuk membaca seluruh data kontak dalam Smartphone. Pengguna pun dapat mendaftarkan debitur / kreditur dengan berdasarkan username yang telah didaftarkan dalam aplikasi Lunasbos.

Mengapa Lunasbos begitu cerdas?

Cara kerja aplikasi Lunasbos begitu sederhana. Pengguna hanya perlu menginput piutang atau utang yang dikenakan atas debitur maupun kreditur beserta tanggal jatuh tempo dan nominal yang dikenakan. Aplikasi Lunasbos selanjutnya akan memberikan notifikasi bila tanggal jatuh tempo sudah dekat. Debitur dapat melakukan pembayaran secara tunai maupun mengangsur.

Setelah debitur melakukan pembayaran, ia hanya perlu menginput pembayaran atas utang yang dikenakan, dan aplikasi Lunasbos akan melakukan sinkronisasi antara debitur dan kreditur.

Bila uang sudah diterima, maka Kreditur dapat melakukan approval yang menandakan bahwa pembayaran tersebut telah diterima dan mengurangi hutang yang sudah ada secara sah. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar di bawah ini:

Demikian cara kerja aplikasi Lunasbos dalam mencatat utang dan piutang secara sederhana.

Menarik, bukan?

Pin It on Pinterest