tips berjualan asuransi dengan memanfaatkan teknologi informasi ditengah pandemi

tips berjualan asuransi dengan memanfaatkan teknologi informasi ditengah pandemi





Ditulis oleh <a href="https://asuransimurni.com/author/nencor/" target="_self">Chernenko</a>

Ditulis oleh Chernenko

Position

Halo, selamat datang di website saya. Saya Chernenko dan saat ini bekerja sebagai agen asuransi dari AXA Financial Indonesia. Jangan sungkan untuk menghubungi saya bila pembaca membutuhkan sesuatu atau sekadar konsultasi terkait Polis yang dimiliki.

Dirilis tanggal: 23 Mei, 2020

Kategori: asuransi | kontes

Pandemi tidak seharusnya menjadi alasan bagi kita untuk menunda sesuatu. Di jaman digital dan media sosial seperti sekarang, semuanya beroperasi begitu cepat. Teknologi informasi seakan sudah menjadi bagian dari keseharian kita.

Sebagai contoh, untuk mendapatkan harga dari suatu barang yang diinginkan, kita hanya perlu mengunjungi website marketplace seperti Tokopedia, Bukalapak, atau Shopee untuk mendapatkannya. Melalui website tersebut kita bisa menghitung berapa rata-rata harga yang ditawarkan oleh pedagang berdasarkan wilayah tertentu.

Contoh lainnya ialah Google Maps dan Waze yang memberitahu kita rute perjalanan yang tercepat untuk berpindah tempat. Hanya dengan mengandalkan gawai dan koneksi internet, kita tidak perlu lagi mengandalkan ingatan kita untuk pergi ke suatu tempat. Hebatnya lagi, kita akan langsung di arahkan melalui jalur tercepat dan terhindar dari kemacetan lalu lintas.

Peranan teknologi informasi dalam keseharian membuat hidup kita menjadi jauh lebih mudah

Nah pada artikel berikut ini, saya ingin membagikan beberapa persenjataan yang membantu saya untuk tetap produktif dalam memasarkan asuransi dengan memanfaatkan teknologi informasi ditengah pandemi seperti sekarang. Penjelasan lebih lanjut dan terperinci akan saya bahas setelah pesan komersial berikut ini, so stay tune guys!



Ciptakan Website dan buat bisnis kita terkenal

Di jaman now, kehadiran website merupakan investasi penting dalam bisnis. Saya ingat salah satu quotes Jeff Bezos yang berbunyi demikian:

It’s hard to find things that won’t sell online

Jeff bezos

Dengan memiliki website pribadi, beberapa keuntungan berikut ini bagi bisnis:

  • Konsumen dapat menemukan bisnis kita melalui mesin pencarian
  • Website mengijinkan konsumen dan leads untuk mendapatkan informasi terkait produk atau jasa yang kita jual selama 24/7, bahkan di saat kita tertidur sekalipun
  • Konsumen dapat menghubungi atau melakukan transaksi pembelian secara daring bahkan di jam 3 pagi sekalipun!
  • Kehadiran website menjadi bukti otentik bahwa kita serius dalam berbisnis dan bersedia mengeluarkan uang untuk berinvestasi demi membantu konsumen menemukan kita
  • Website yang dikelola dengan baik akan membuat kita stands out dibandingkan bisnis kompetitor
  • dan ada banyak lagi keuntungan yang akan saya bahas pada artikel terpisah

Pertimbangan di atas yang membuat saya memutuskan untuk tekun membangun website asuransimurni.com 2 tahun silam. Selama 2 tahun berjalan (and counting), saya terus menambah konten dalam website dengan ilmu yang saya pelajari setiap harinya. Selain itu juga nasabah dapat meminta penawaran secara realtime dalam website ini dan saya mendapat notifikasi via email secara realtime.

Isn’t it convenience?

pentingnya website bagi bisnis dan berjualan asuransi

Membangun website bukanlah perkara yang sulit di jaman seperti sekarang. Hanya dengan mengandalkan Content Management System berbasis WordPress dan beberapa tema Premium yang cantik, kita dapat membuat bervariasi jenis website, seperti:

  • Toko online
  • Website company profile
  • Website berita
  • Blog
  • Website portofolio fotografi, wedding organizer, dan banyak lagi website lainnya

In short, website dibutuhkan agar orang lain dapat menemukan kita dengan mudah.

Biaya yang dikeluarkan untuk mengelola website

Biaya yang dikeluarkan untuk membangun website tergolong tidaklah terlalu mahal bila kita tahu vendor yang menjual layanan domain dan hosting murah. Ibarat rumah, Domain merupakan alamat dari rumah tersebut dan hosting merupakan tanah dan pondasinya. Hanya dengan modal Rp. 50,000 per bulan, saya sudah mendapatkan hosting dengan kualitas sempurna dan fitur yang sesuai kebutuhan saya, yakni:

  • Storage SSD (Solid State Disk) yang mengijinkan hosting untuk melakukan baca dan tulis file secara cepat dan ringan.
  • Litespeed yang membuat website menjadi cepat dan ringan ketika diakses.

Bila website ini belum cukup cepat dan ringan ketika diakses, mohon menuliskannya di kolom komentar agar saya dapat menindaklanjuti keluhan tersebut.

  • Terintegrasi dengan layanan Content Delivery Network (CDN) yang menjaga website tetap akses dan ringan ketika diakses dari segala wilayah.
  • Dilengkapi dengan Secure Socket Layer (SSL) dan HTTPS yang menjaga koneksi website dengan pengguna tetap aman dan terlindungi dari ancaman kejahatan di dunia maya.
  • dan teknologi hebat yang membutuhkan penjelasan teknis lebih rinci lainnya.

Hosting yang powerful akan menjadi sia-sia tanpa dilengkapi nama Domain yang mudah diingat dan ditulis. Pastikan kita telah menemukan nama Domain yang cocok sebagai representasi bisnis kita di Internet sebelum memutuskan untuk membeli hosting. Kita dapat lakukan cek domain untuk mengetahui apakah Domain yang kita inginkan sudah terdaftar atau belum. Jika sudah, maka kita dapat mempertimbangkan untuk menggunakan nama Domain lainnya sekaligus menghitung harga yang dikenakan untuk membeli nama Domain dan hosting sekaligus.

Setelah memiliki website, saya mengandalkan Trello sebagai tools untuk mengelola leads yang saya dapatkan dari berbagai sumber. Selengkapnya akan saya bahas setelah pesan sponsor berikut ini.



Si pintar Trello yang membantu saya mengelola leads dan proses berjualan

Trello merupakan layanan berbasis komputasi awan yang mengijinkan saya mengelola leads dan proses berjualan dalam 1 layar. Tidak dibutuhkan kemampuan atau kompetensi khusus dalam menggunakan Trello. Kita hanya perlu membuat banyak kolom dan memindahkan setiap card yang ada pada proses selanjutnya.

aplikasi trello membantu proses berjualan  asuransi

Melalui aplikasi Trello kita dapat menghitung ada berapa orang yang sedang berada dalam proses tertentu, sehingga kita bisa menyelesaikan satu atau banyak proses yang menurut kita prioritas.

Selain Trello, “persenjataan” terakhir yang tak kalah penting dalam berjualan asuransi ialah aplikasi Messenger yang bakal dibahas setelah pesan sponsor berikut ini.



Aplikasi Messenger yang menghubungkan saya dengan nasabah maupun leads secara cepat dan realtime

Saat ini ada banyak sekali aplikasi Messenger yang bertebaran di Internet dan dapat diunduh serta digunakan secara gratis. Whatsapp merupakan salah satu aplikasi Messenger yang sering saya gunakan untuk berkomunikasi dengan nasabah serta calon nasabah. Berikut beberapa fitur dalam Whatsapp yang sering saya gunakan:

  • Berkomunikasi via Whatsapp Call, Chat, hingga Voice Note atau pesan suara.
  • Berkirim dan menerima file yang dibutuhkan oleh nasabah dan calon nasabah
  • Mengirimkan broadcast message terkait info atau update terbaru dari AXA Financial Indonesia yang penting untuk diketahui oleh nasabah
  • Berbagi lokasi secara live atau statis ketika hendak bertemu atau meeting dengan nasabah maupun calon nasabah.
aplikasi messenger membantu berjualan asuransi

Selain itu saya juga memanfaatkan aplikasi zoom yang memiliki fitur mengadakan conference call sambil berbagi layar sehingga seluruh peserta conference call dapat melihat layar komputer yang sedang kita bahas.

Nah demikian beberapa tips dan persenjataan dalam wujud teknologi informasi yang membantu saya berjualan asuransi. Bila ada pertanyaan, tanggapan, maupun sanggahan, kolom komentar di bawah senantiasa terbuka bagi pembaca untuk menyampaikan aspirasi dan pendapat sekaligus menjadi wadah untuk kita melakukan brainstorming.

Semoga artikelnya bermanfaat buat kita semua.

Artikel yang berkaitan











0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.











Pin It on Pinterest

Shares
Share This