Tak perlu cemas. Ini tips jitu menutup polis asuransi

Tak perlu cemas. Ini tips jitu menutup polis asuransi

by | Apr 14, 2020 | asuransi | 26 comments











Hello! Thank you for coming back to this blog and i hope you all are safe and healthy wherever you are!

Senang sekali saya masih diberi nafas dan kesehatan untuk menulis artikel di blog tercinta ini. Artikel kali ini saya akan membahas cara dan tips jitu menutup polis asuransi dari sisi seorang Agen Asuransi. Tujuan saya membahas hal tersebut ialah karena saya mendapat banyak sekali pesan Whatsapp yang berkaitan dengan artikel berikut ini.

Orang-orang dengan nomor yang tak dikenal menghubungi saya via Whatsapp, menceritakan keluh kesah dan perjalanan mereka dalam berasuransi. Banyak dari mereka yang clueless dan tidak tahu harus berbuat apa untuk menutup Polis asuransi. Sumber masalah utamanya ialah mereka mengaku belum menerima buku Polis sementara rekening tabungan sudah didebet secara otomatis. Bila kisah ini senasib dengan pembaca, saya sarankan untuk membaca artikel ini lebih lanjut.

Semoga artikelnya bermanfaat yah.

Seperti yang kita semua sudah ketahui, bahwa asuransi merupakan bisnis jangka panjang antara Perusahaan Asuransi sebagai Penanggung dengan Pemegang Polis dan Tertanggung. Pemegang Polis merupakan seseorang yang berwenang untuk melakukan perubahan dalam Polis Asuransi, seperti:

  • Mengubah termaslahat atau Ahli Waris.
  • Menutup Polis
  • Mengubah cara pembayaran Polis
  • Mengupgrade atau downgrade Polis
  • Melakukan perubahan alamat korespondensi
  • Melakukan pencairan dana/nilai investasi (bila ada)
  • Melakukan switching atau perubahan komposisi investatsi pada produk asuransi unit link
  • dan banyak lagi wewenang lainnya.

Selain Pemegang Polis, dalam kontrak asuransi pun ada pihak yang dijaminkan oleh Penanggung. Mereka disebut sebagai Tertanggung. Sangat penting bagi kita untuk memahami role dari pihak yang terikat dalam Polis asuransi. Tujuannya ialah untuk menghindari miskomunikasi dan misinterpretasi dari Polis asuransi itu sendiri sejak Polis asuransi terbit hingga kontrak asuransi berakhir.



Ada banyak hal yang mungkin terjadi dalam jangka waktu panjang tersebut. Contoh nyata yang ada di sekitar kita ialah kehadiran virus Corona yang datangnya secara tiba-tiba, tak disangka, dan membuat ekonomi di Indonesia sedikit pincang. Perusahaan terpaksa merumahkan beberapa pegawainya. Kegiatan bisnis, transaksi jual beli mulai tersendat karena beberapa pusat perbelanjaan dan Mall ditutup demi alasan keamanan. Kebutuhan uang tunai semakin mendesak seperti yang saya ceritakan dalam artikel berikut ini:

Berdasarkan artikel di atas, kita memiliki opsi untuk mendapatkan Dana tunai secara cepat dan mudah sekalipun ada resiko yang harus diambil. Opsi lain untuk mendapatkan Dana tunai secara cepat ialah dengan menutup Polis asuransi.

Mengapa?

Mungkin di saat krisis dan mendesak, kita lebih membutuhkan uang tunai untuk berjaga-jaga. Saya mendefinisikan asuransi sebagai beban, karena ia senantiasa membawa “kabur” uang dari dompet maupun rekening tabungan kita. Bila kita menggunakan kaca mata akuntansi dalam menilai asuransi, ia dikategorikan sebagai beban instead of harta. Ibarat perahu bocor yang tenggelam perlahan, terkadang kita perlu membuang beban yang kita miliki satu demi satu agar kita tidak tenggelam bersama perahu tersebut.

Take your time. Make your move wisely.

Apakah saya mendapatkan kembali uang yang telah saya setorkan bila saya menutup Polis asuransi? Berapa nominalnya?

Seriously, pertanyaan ini merupakan salah satu pertanyaan yang paling sering saya temukan ketika sedang membahas cara menutup polis asuransi dengan teman-teman maupun nasabah. Ada banyak faktor yang menimbulkan pertanyaan ini, diantaranya:

  • Nasabah tidak memahami produk asuransi yang dibayarkan hingga puluhan tahun
  • Nasabah lupa dengan produk asuransi yang dibayarkan hingga puluhan tahun

Saya memberikan penebalan pada kalimat di atas agar pembaca aware terhadap pentingnya memahami produk asuransi. Disadari atau tidak, asuransi merupakan produk yang mungkin anda bayar seumur hidup. Maka, saya sarankan bagi pembaca untuk mengenali kebutuhan masing-masing dan membeli produk asuransi yang sesuai dengan kebutuhan.

Pertanyaan ini akan saya bahas dalam artikel ini, so keep scrolling guys!



Layaknya smartphone yang memiliki fitur soft reset dan hard reset, saya membagi cara menutup Polis asuransi menjadi 2 cara,yakni:

  • Lembut
  • Kasar

Berikut beberapa cara menutup Polis, dimulai dari yang cara yang paling lembut hingga kasar:

Hubungi Penanggung untuk menutup Polis asuransi

Dari beberapa cara menutup Polis yang saya tuliskan dalam artikel ini, saya merekomendasikan nasabah untuk mengikuti cara berikut ini. Kita sebagai Pemegang Polis dapat menghubungi Perusahaan Asuransi sebagai Penanggung dan melakukan konfirmasi untuk menutup Polis. Biasanya Penanggung akan menanyakan beberapa hal terkait penutupan Polis asuransi, seperti:

  • Mengapa Polis asuransi ingin ditutup?
  • Apakah Preminya terlalu mahal?
  • Apakah produknya tidak sesuai dengan kebutuhan?
  • Apakah Agen Asuransi masih responsif dan membantu?
  • Apakah bersedia bila dialihkan ke produk asuransi lain yang sesuai dengan kebutuhan?
  • Apakah bersedia bila dialihkan ke Agen Asuransi lain?
  • dan banyak lagi pertanyaan lainnya.

Umumnya pertanyaan tersebut ditanyakan untuk mendapatkan informasi lebih lanjut sekaligus menunda penutupan Polis asuransi. Disadari atau tidak, kita sebagai Pemegang Polis merupakan orang yang berjasa dalam bisnis asuransi terlebih kepada Perusahaan Asuransi itu sendiri. Perusahaan asuransi memiliki finansial yang kokoh dan kekayaan berlimpah karena Pemegang Polis membayar Premi mereka secara rutin. Dengan kehilangan nasabah, maka Perusahaan Asuransi akan kehilangan pemasukan.

Bila kita sudah yakin untuk melakukan penutupan polis asuransi, Penanggung akan memberi tahu tata cara dan prosedur yang benar dalam melakukan penutupan atau pembatalan polis asuransi. Biasanya nasabah akan diminta untuk melengkapi beberapa berkas di bawah ini:

  • Mengisi dan menandatangani formulir penutupan atau pembatalan polis asuransi
  • Menyertakan bukti identitas Pemegang Polis (karena Pemegang Polis berhak untuk melakukan penutupan Polis)
  • Menyertakan buku Polis yang asli
  • Melampirkan surat kehilangan bila buku Polis hilang
  • dan berkas lainnya yang mungkin dibutuhkan oleh Penanggung untuk menutup/membatalkan Polis asuransi.

Dengan menghubungi Penanggung untuk menutup Polis asuransi, kita bisa melakukan koordinasi terlebih dahulu terkait penutupan Polis dan Dana yang mungkin dicairkan bila ada. Bila produk asuransi yang kita beli memiliki nilai tunai atau nilai investasi, mungkin akan ada Dana yang bisa dikreditkan ke rekening kita.

Hanya sekedar mengingatkan, cara ini hanya mungkin dilakukan oleh Pemegang Polis. Bila Pemegang Polis mengalami resiko tutup usia, Tertanggung dapat mengajukan pemindahan Pemegang Polis.

Cara lainnya bisa dibaca setelah pesan sponsor berikut ini:



Menutup Polis asuransi dengan membatalkan pembayaran

Mungkin kita sebagai Pemegang Polis tidak ingat bagaimana kita ditawari produk asuransi. Mungkin kita berjumpa dengan salah seorang Agen Asuransi di pusat perbelanjaan, mungkin pula kita dihubungi oleh telemarketing asuransi. Hal selanjutnya yang kita ingat ialah saldo rekening tabungan maupun limit Kartu Kredit telah didebet secara otomatis untuk pembayaran asuransi.

Pemegang Polis memiliki bervariasi cara dalam melakukan pembayaran Premi, seperti:

  • Autodebet dari rekening tabungan Pemegang Polis
  • Autodebet dari Kartu Kredit Pemegang Polis
  • Transfer manual via rekening Virtual Account milik Penanggung

dan salah satu cara yang dapat dilakukan untuk membatalkan atau menutup Polis asuransi ialah dengan menghentikan pembayaran Premi seperti:

  • Mengosongkan saldo rekening tabungan bila pembayaran Premi dilakukan secara autodebet dari rekening tabungan
  • Menutup Kartu Kredit atau menghabiskan limit Kartu Kredit bila pembayaran Premi dilakukan secara autodebet dari kartu kerdit
  • Tidak melakukan transfer manual ke rekening Virtual Account milik Penanggung bila pembayaran Premi dilakukan secara transfer via rekening Virtual Account.

Cara ini mungkin dilakukan bagi Pemegang Polis dengan produk asuransi murni seperti Maestro Optima Care dan Maestro Term yang tidak memiliki nilai investasi maupun nilai tunai yang dapat dikreditkan ke rekening Pemegang Polis.

Hal ini mungkin tidak berlaku pada produk asuransi unit link yang memiliki nilai investasi. Bila pembayaran Premi dihentikan oleh Pemegang Polis, biaya asuransi akan menggerogoti nilai investasi yang ada. Hal ini akan terus dilakukan secara berulang hingga saldo nilai investasi lebih sedikit dari tagihan atau biaya asuransi, sehingga ia tidak mampu melunasi biaya asuransi itu sendiri. Inilah yang terjadi bila Pemegang Polis melakukan Cuti Premi dalam asuransi unit link.

Demikian 2 cara yang saya rekomendasikan bila pembaca ingin membatalkan atau menutup Polis asuransi. Bila 2 cara tersebut tidak berhasil, silakan menghubungi saya via Whatsapp dan kita cari cara lainnya.






26 Comments

  1. arnold

    Selamat malam pak saya mau nanya. Kan bulan 4 kemarin saya bikin buku tabungan di luar kota .katanya harus pake asuransi baru bisa
    Auto debit 700 ribu perbulan
    Saya fikir2 saya buat aja buku tabungan itu karna kalau gak ada saya gak dapat gaji
    Sekarng saya pusing sendiri karna uang gaji sama tanggungan lain nya gak cukup sama buat bayar asuransi itu.
    Saya mau tutup rekeningnya gak bisa karna gaji saya masuk ke situ

    Reply
    • Chernenko

      Halo pak arnold, terima kasih sudah mampir.

      Menjawab pertanyaan pak arnold, rasanya agak gak masuk akal bila kita membuka rekening tabungan wajib dilengkapi dengan asuransi jiwa. Oleh karena itu, saya menyarankan pak arnold untuk meninjau kembali apakah membutuhkan asuransi jiwa tersebut atau hanya membutuhkan rekening tabungan saja. Bila bapak tidak membutuhkan asuransi jiwa, maka dapat melakukan penutupan Polis dengan melakukan beberapa langkah yang dijabarkan di atas.

      Semoga menjawab ya.

      Reply
  2. Jaya

    Saya ikut proteksi prima amanah Danamon sejak 2018, itu lewat saldo ATM secara langsung di potong. Sampai saat ini (April 2021) masih ada via SMS dr Danamon isinya pendebetan untuk proteksi Prima Amanah jatuh tempo (……) pastikan dana tersedia di rek pendebetan. Di sini saya mau tny sm bpk, apakah sy harus lapor ke bank untuk menutup program itu, dan apakah nantinya sy suruh byr premi selama 2 thn ini, dan apakah ada denda jg dr pihak bank krn sy ga prnh ada isi saldo rekening. Mohon pencerahan, Terimakasih…. salam sehat sukses

    Reply
    • Chernenko

      Hi Jaya,

      Terima kasih sudah mampir. Untuk melakukan penutupan Program dapat dilakukan 2 langkah, yakni:
      1. Melakukan penutupan asuransi via perusahaan asuransi
      2. Membatalkan autodebet rekening via bank
      3. Mengosongkan rekening sehingga pembayaran Premi akan terjadi gagal debet dan Polis akan lapse dengan sendirinya. Case ini berlaku untuk asuransi jiwa / asuransi kesehatan murni yang tidak memiliki saldo investasi / nilai tunai di dalamnya.

      Bila kita bermaksud untuk mengubah metode dan frekuensi pembayaran, kita dapat menghubungi agen atau perusahaan asuransi untuk melakukan perubahan Polis.

      Semoga menjawab ya.

      Reply
  3. Veren

    Sore pak
    Tadi pagi saya mendapatkan telepon menawarkan asuransi dan saya terlanjur setuju.
    Untuk cara pembatalan bagaimana ya pak ?

    Reply
    • Chernenko

      Hi Veren,

      Terima kasih sudah mampir. Untuk melakukan pembatalan dapat dilakukan langkah seperti yang dibahas pada artikel ini.

      Semoga menjawab ya.

      Reply
  4. Son pastayadi

    Selamat pagi saya mau bertanya perihal asuransi life kartu kredit
    saya ingin menbatalkan asuransi di dalam kartu kredit bagaimana caranya yaa krn asuransi ini sudah mendebet kedlm kartu kredit saya dalam 1 bulan 2 x jadi saya ingin sekali lepas dari asuransi cc ini terimakasih atas penjelasannya

    Reply
    • Chernenko

      Halo Son, terima kasih sudah mampir.

      Untuk membatalkan asuransi yang dibayarkan secara autodebet via Kartu Kredit, maka kita dapat menghubungi bank penerbit untuk melakukan pembatalan autodebet. Cara lain yang dapat dilakukan ialah dengan membatalkan Polis dengan menghubungi penerbit asuransi.
      Opsi lainnya ialah dengan melakukan blokir Kartu Kredit seperti yang saya pernah lakukan untuk membatalkan membership gym tanpa dikenakan penalti.

      Semoga menjawab ya.

      Reply
  5. Jessica

    Kalau saya mau menghentikan polis asuransi dengan mengosongkan saldo rekening tabungan bila pembayaran Premi dilakukan secara autodebet dari rekening tabungan dan polis sudah dibatalkan secara otomatis karena melewati batas tempo apakah autodebet juga otomatis dimatikan?

    Reply
    • Chernenko

      Hi Jessica,terima kasih sudah mampir.

      Sesuai pertanyaaannya, maka benar bila Polis sudah dibatalkan maka autodebet otomatis dimatikan.
      Semoga menjawab ya.

      Reply
      • Didy

        kalo saldo dikosongkan & polis belum di matikan, apakah auto debit akan berjalan di bulan berikutnya

        Reply
        • Chernenko

          Halo Didy,

          Terima kasih sudah mampir. Bila saldo dikosongkan dan Polis belum dimatikan, kita mesti cek apakah asuransi yang kita beli memiliki saldo investasi atau tidak. Bila memiliki saldo investasi, maka pembayaran Premi akan didebet dari saldo investasi sampai habis. Bila asuransi yang kita beli tidak memiliki saldo investasi, maka pembayaran Premi akan gagal dan Polis akan menjadi hangus dan tidak dapat digunakan.

          Semoga menjawab.

          Reply
  6. Sumalyo HM

    halloo pak. mau tanya…
    kalau kita tutup rekening yang terhubung dengan autodebet iuran polis, apakah nanti akan menjadi masalah baru juga ketika kita mau buka buku rekening baru?

    Reply
    • Chernenko

      Halo pak Sumalyo, terima kasih sudah mampir.

      Bila kita menutup rekening yang terhubung dengan autodebet Premi, maka Premi asuransi akan mengalami gagal bayar dan mungkin berujung pada penutupan Polis. Pada asuransi unit link, Premi mungkin akan dibayarkan oleh saldo investasi ketika Premi asuransi gagal didebet karena rekening yang telah ditutup.

      Bila nasabah membuka rekening baru dan ingin menghubungkan autodebet Premi ke nomor rekening baru, maka nasabah wajib mendaftarkan nomor rekening yang baru kedalam sistem pendebetan.

      semoga menjawab

      Reply
  7. Sri wulandari

    Bagaimana tentang isu axa yg tidak membayarkan dana nasabahnya? Jujur itu sedikit membuat saya resah.

    Reply
  8. anggit

    Saya mengikuti Asuransi Mandiri Jaminan Kesehatan – AXA Mandiri., sejak 2018. Kalau saya hentikan saat ini, apakah uang saya yg saya setor melalui auto debet selama ini bisa kembali dengan nilai yang sama dengan yg telah saya setor tsb. Atau saya harus menunggu waktu tertentu misalnya 5 tahun sehingga dapat pengembalian 100%. Mohon pencerahan nya.

    Reply
    • Chernenko

      Halo pak anggit, terima kasih sudah mampir.

      Menjawab pertanyaan pak anggit, saya kurang paham apakah ada/tidak ada uang yang dapat dikembalikan baik sebagian / sepenuhnya. Untuk memperoleh informasi lebih lanjut terkait hal ini baiknya langsung ditanyakan kepada Penanggung apakah produk asuransi mandiri jaminan kesehatan memiliki manfaat tersebut atau tidak.

      Semoga menjawab ya.
      Terima kasih

      Reply
    • Estu wandoyo

      Tanya pak.saya sudah 4 bulan ini tidak membayarkan lagi (tranfer)peremi asuransi jiwasraya yg baru saya masuki bulan desember 2020 lalu ,dan saya niat berhenti menjadi pemegang polis tersebut,apakah ada sangsi pada kami ,clem atau yg lainnya.

      Reply
      • Chernenko

        Halo pak estu, terima kasih sudah mampir.

        Menjawab pertanyaan tersebut, kita perlu verifikasi kembali apakah polis asuransi yang kita miliki apakah memiliki saldo investasi atau tidak. Bila ya dan Premi tidak dibayarkan, maka pembayaran Premi biasanya akan didebet dari saldo investasi sehingga kita mungkin melihat penurunan yang signifikan dari saldo investasi yang kita miliki. Bila saldo investasi habis dan tidak cukup untuk membayar biaya asuransi, maka. Polis akan ditutup secara otomatis.

        Terkait sanksi dan penalti, saya sarankan untuk menghubungi agen atau perusahaan asuransi terkait demi mendapatkan informasi lengkap dan akurat.

        Semoga menjawab ya.

        Reply
  9. Michael

    Lalu, bagaiman dengan uang kembalinya mas?

    Reply
    • Chernenko

      Halo pak michael, thanks for coming!

      Terkait uang kembalinya, akan ditransfer ke rekening yang sudah ditentukan. Biasanya pada saat mengisi formulir pembatalan Polis, kita akan diminta untuk mengisi nomor rekening dan KCP Bank yang digunakan untuk menerima uang kembali (bila ada). Untuk menunjang data tersebut, tak jarang pula perusahaan asuransi akan meminta scan/salinan buku tabungan bagian depan.

      semoga membantu ya

      Reply
      • Maulida

        Maaf mau bertanya saya kan sudah bergabung asuransi tapi baru 5 bulan saya sudah tidak ingin melanjutkan jika ditutup dan tidak diteruskan apa ada sanksi dan uangnya kira” bisa cair ngga ya?
        Terimakasih

        Reply
        • Chernenko

          Halo Maulida,

          Terima kasih sudah mampir. Untuk asuransi yang ditutup dan pembayarannya tidak dilanjutkan mungkin dikenakan sanksi. Pada asuransi unit link misalnya, Premi yang sudah dibayarkan tidak bisa dicairkan kembali karena biaya akuisisi dan biaya lain yang mungkin timbul atas pemiliki asuransi unit link tersebut. Namun tidak semua asuransi unit link akan dikenakan perlakuan seperti itu. Oleh karena itu disarankan untuk membaca dan memahami syarat dan ketentuan dalam Polis. Bila ada hal yang tidak dimengerti, nasabah dapat langsung menanyakan hal tersebut langsung kepada agen maupun perusahaan asuransi terkait.

          Terima kasih. Semoga menjawab ya

          Reply
          • Laras wati

            Pak saya mau tanya tadi ada yg nelfon saya katanya dri bank BRI dia bilang saya mendapat kan asuransi dan saya kurang faham saya iyakan saja ..dia tau semua nik KTP saya alamat saya .. JD saya baca di artikel sebelah it penipuan jadi saya harus bagaimana mohon jawabannya

          • Chernenko

            Halo. Sudah dibahas via Whatsapp ya. Intinya adalah ibu dapat menghubungi pihak Bank untuk membatalkan autodebet pembayaran Premi.
            Semoga menjawab ya.

Submit a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.






Pin It on Pinterest

Shares
Share This