Tak perlu cemas. Ini tips jitu menutup polis asuransi

Tak perlu cemas. Ini tips jitu menutup polis asuransi





Ditulis oleh <a href="https://asuransimurni.com/author/nencor/" target="_self">Chernenko</a>

Ditulis oleh Chernenko

Position

Halo, selamat datang di website saya. Saya Chernenko dan saat ini bekerja sebagai agen asuransi dari AXA Financial Indonesia. Jangan sungkan untuk menghubungi saya bila pembaca membutuhkan sesuatu atau sekadar konsultasi terkait Polis yang dimiliki.

Dirilis tanggal: 14 Apr, 2020

Kategori: asuransi

Hello! Thank you for coming back to this blog and i hope you all are safe and healthy wherever you are!

Senang sekali saya masih diberi nafas dan kesehatan untuk menulis artikel di blog tercinta ini. Artikel kali ini saya akan membahas cara dan tips jitu menutup polis asuransi dari sisi seorang agen asuransi. Tujuan saya membahas hal tersebut ialah karena saya mendapat banyak sekali pesan Whatsapp yang berkaitan dengan artikel berikut ini.

Orang-orang dengan nomor yang tak dikenal menghubungi saya via Whatsapp, menceritakan keluh kesah dan perjalanan mereka dalam berasuransi. Banyak dari mereka yang clueless dan tidak tahu harus berbuat apa untuk menutup Polis asuransi. Sumber masalah utamanya ialah mereka mengaku belum menerima buku Polis sementara rekening tabungan sudah didebet secara otomatis. Bila kisah ini senasib dengan pembaca, saya sarankan untuk membaca artikel ini lebih lanjut.

Semoga artikelnya bermanfaat yah.

Seperti yang kita semua sudah ketahui, bahwa asuransi merupakan bisnis jangka panjang antara Perusahaan Asuransi sebagai Penanggung dengan Pemegang Polis dan Tertanggung. Pemegang Polis merupakan seseorang yang berwenang untuk melakukan perubahan dalam Polis Asuransi, seperti:

  • Mengubah termaslahat atau Ahli Waris.
  • Menutup Polis
  • Mengubah cara pembayaran Polis
  • Mengupgrade atau downgrade Polis
  • Melakukan perubahan alamat korespondensi
  • Melakukan pencairan dana/nilai investasi (bila ada)
  • Melakukan switching atau perubahan komposisi investatsi pada produk asuransi unit link
  • dan banyak lagi wewenang lainnya.

Selain Pemegang Polis, dalam kontrak asuransi pun ada pihak yang dijaminkan oleh Penanggung. Mereka disebut sebagai Tertanggung. Sangat penting bagi kita untuk memahami role dari pihak yang terikat dalam Polis asuransi. Tujuannya ialah untuk menghindari miskomunikasi dan misinterpretasi dari Polis asuransi itu sendiri sejak Polis asuransi terbit hingga kontrak asuransi berakhir.



Ada banyak hal yang mungkin terjadi dalam jangka waktu panjang tersebut. Contoh nyata yang ada di sekitar kita ialah kehadiran virus Corona yang datangnya secara tiba-tiba, tak disangka, dan membuat ekonomi di Indonesia sedikit pincang. Perusahaan terpaksa merumahkan beberapa pegawainya. Kegiatan bisnis, transaksi jual beli mulai tersendat karena beberapa pusat perbelanjaan dan Mall ditutup demi alasan keamanan. Kebutuhan uang tunai semakin mendesak seperti yang saya ceritakan dalam artikel berikut ini:

Berdasarkan artikel di atas, kita memiliki opsi untuk mendapatkan dana tunai secara cepat dan mudah sekalipun ada resiko yang harus diambil. Opsi lain untuk mendapatkan dana tunai secara cepat ialah dengan menutup Polis asuransi.

Mengapa?

Mungkin di saat krisis dan mendesak, kita lebih membutuhkan uang tunai untuk berjaga-jaga. Saya mendefinisikan asuransi sebagai beban, karena ia senantiasa membawa “kabur” uang dari dompet maupun rekening tabungan kita. Bila kita menggunakan kaca mata akuntansi dalam menilai asuransi, ia dikategorikan sebagai beban instead of harta. Ibarat perahu bocor yang tenggelam perlahan, terkadang kita perlu membuang beban yang kita miliki satu demi satu agar kita tidak tenggelam bersama perahu tersebut.

Take your time. Make your move wisely.

Apakah saya mendapatkan kembali uang yang telah saya setorkan bila saya menutup Polis asuransi? Berapa nominalnya?

Seriously, pertanyaan ini merupakan salah satu pertanyaan yang paling sering saya temukan ketika sedang membahas cara menutup polis asuransi dengan teman-teman maupun nasabah. Ada banyak faktor yang menimbulkan pertanyaan ini, diantaranya:

  • Nasabah tidak memahami produk asuransi yang dibayarkan hingga puluhan tahun
  • Nasabah lupa dengan produk asuransi yang dibayarkan hingga puluhan tahun

Saya memberikan penebalan pada kalimat di atas agar pembaca aware terhadap pentingnya memahami produk asuransi. Disadari atau tidak, asuransi merupakan produk yang mungkin anda bayar seumur hidup. Maka, saya sarankan bagi pembaca untuk mengenali kebutuhan masing-masing dan membeli produk asuransi yang sesuai dengan kebutuhan.

Pertanyaan ini akan saya bahas dalam artikel ini, so keep scrolling guys!



Layaknya smartphone yang memiliki fitur soft reset dan hard reset, saya membagi cara menutup Polis asuransi menjadi 2 cara,yakni:

  • Lembut
  • Kasar

Berikut beberapa cara menutup Polis, dimulai dari yang cara yang paling lembut hingga kasar:

Hubungi Penanggung untuk menutup Polis asuransi

Dari beberapa cara menutup Polis yang saya tuliskan dalam artikel ini, saya merekomendasikan nasabah untuk mengikuti cara berikut ini. Kita sebagai Pemegang Polis dapat menghubungi Perusahaan Asuransi sebagai Penanggung dan melakukan konfirmasi untuk menutup Polis. Biasanya Penanggung akan menanyakan beberapa hal terkait penutupan Polis asuransi, seperti:

  • Mengapa Polis asuransi ingin ditutup?
  • Apakah Preminya terlalu mahal?
  • Apakah produknya tidak sesuai dengan kebutuhan?
  • Apakah agen asuransi masih responsif dan membantu?
  • Apakah bersedia bila dialihkan ke produk asuransi lain yang sesuai dengan kebutuhan?
  • Apakah bersedia bila dialihkan ke agen asuransi lain?
  • dan banyak lagi pertanyaan lainnya.

Umumnya pertanyaan tersebut ditanyakan untuk mendapatkan informasi lebih lanjut sekaligus menunda penutupan Polis asuransi. Disadari atau tidak, kita sebagai Pemegang Polis merupakan orang yang berjasa dalam bisnis asuransi terlebih kepada Perusahaan Asuransi itu sendiri. Perusahaan asuransi memiliki finansial yang kokoh dan kekayaan berlimpah karena Pemegang Polis membayar Premi mereka secara rutin. Dengan kehilangan nasabah, maka Perusahaan Asuransi akan kehilangan pemasukan.

Bila kita sudah yakin untuk melakukan penutupan polis asuransi, Penanggung akan memberi tahu tata cara dan prosedur yang benar dalam melakukan penutupan atau pembatalan polis asuransi. Biasanya nasabah akan diminta untuk melengkapi beberapa berkas di bawah ini:

  • Mengisi dan menandatangani formulir penutupan atau pembatalan polis asuransi
  • Menyertakan bukti identitas Pemegang Polis (karena Pemegang Polis berhak untuk melakukan penutupan Polis)
  • Menyertakan buku Polis yang asli
  • Melampirkan surat kehilangan bila buku Polis hilang
  • dan berkas lainnya yang mungkin dibutuhkan oleh Penanggung untuk menutup/membatalkan Polis asuransi.

Dengan menghubungi Penanggung untuk menutup Polis asuransi, kita bisa melakukan koordinasi terlebih dahulu terkait penutupan Polis dan dana yang mungkin dicairkan bila ada. Bila produk asuransi yang kita beli memiliki nilai tunai atau nilai investasi, mungkin akan ada dana yang bisa dikreditkan ke rekening kita.

Hanya sekedar mengingatkan, cara ini hanya mungkin dilakukan oleh Pemegang Polis. Bila Pemegang Polis mengalami resiko tutup usia, Tertanggung dapat mengajukan pemindahan Pemegang Polis.

Cara lainnya bisa dibaca setelah pesan sponsor berikut ini:



Menutup Polis asuransi dengan membatalkan pembayaran

Mungkin kita sebagai Pemegang Polis tidak ingat bagaimana kita ditawari produk asuransi. Mungkin kita berjumpa dengan salah seorang agen asuransi di pusat perbelanjaan, mungkin pula kita dihubungi oleh telemarketing asuransi. Hal selanjutnya yang kita ingat ialah saldo rekening tabungan maupun limit kartu kredit telah didebet secara otomatis untuk pembayaran asuransi.

Pemegang Polis memiliki bervariasi cara dalam melakukan pembayaran Premi, seperti:

  • Autodebet dari rekening tabungan Pemegang Polis
  • Autodebet dari kartu kredit Pemegang Polis
  • Transfer manual via rekening Virtual Account milik Penanggung

dan salah satu cara yang dapat dilakukan untuk membatalkan atau menutup Polis asuransi ialah dengan menghentikan pembayaran Premi seperti:

  • Mengosongkan saldo rekening tabungan bila pembayaran Premi dilakukan secara autodebet dari rekening tabungan
  • Menutup kartu kredit atau menghabiskan limit kartu kredit bila pembayaran Premi dilakukan secara autodebet dari kartu kerdit
  • Tidak melakukan transfer manual ke rekening Virtual Account milik Penanggung bila pembayaran Premi dilakukan secara transfer via rekening Virtual Account.

Cara ini mungkin dilakukan bagi Pemegang Polis dengan produk asuransi murni seperti Maestro Optima Care dan Maestro Term yang tidak memiliki nilai investasi maupun nilai tunai yang dapat dikreditkan ke rekening Pemegang Polis.

Hal ini mungkin tidak berlaku pada produk asuransi unit link yang memiliki nilai investasi. Bila pembayaran Premi dihentikan oleh Pemegang Polis, biaya asuransi akan menggerogoti nilai investasi yang ada. Hal ini akan terus dilakukan secara berulang hingga saldo nilai investasi lebih sedikit dari tagihan atau biaya asuransi, sehingga ia tidak mampu melunasi biaya asuransi itu sendiri. Inilah yang terjadi bila Pemegang Polis melakukan Cuti Premi dalam asuransi unit link.

Demikian 2 cara yang saya rekomendasikan bila pembaca ingin membatalkan atau menutup Polis asuransi. Bila 2 cara tersebut tidak berhasil, silakan menghubungi saya via Whatsapp dan kita cari cara lainnya.

Artikel yang berkaitan











0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.











Pin It on Pinterest

Shares
Share This