Rahasia mengapa asuransi unit link bukan merupakan tabungan pendidikan

Rahasia mengapa asuransi unit link bukan merupakan tabungan pendidikan





Ditulis oleh <a href="https://asuransimurni.com/author/nencor/" target="_self">Chernenko</a>

Ditulis oleh Chernenko

Position

Halo, selamat datang di website saya. Saya Chernenko dan saat ini bekerja sebagai agen asuransi dari AXA Financial Indonesia. Jangan sungkan untuk menghubungi saya bila pembaca membutuhkan sesuatu atau sekadar konsultasi terkait Polis yang dimiliki.

Dirilis tanggal: 21 Mei, 2020

Saya tidak tahu dan merasa clueless dengan apa yang harus saya lakukan untuk meminimalisir kasus seperti di bawah ini. Layaknya orang tua yang bermimpi memberikan yang terbaik bagi anaknya, demikian seorang single parent mother berusaha mati-matian meminta hak Dana Pendidikan beliau yang ia setorkan kepada salah satu Perusahaan Asuransi yang ada di Indonesia.

Kronologis lebih lengkap bisa dibaca melalui cuitan di bawah ini:

Setelah membaca utas di atas secara lengkap, saya pun tertegun. Inikah potret asuransi yang ada di tanah air? Apakah seperti ini cara rekan-rekan seprofesi saya dalam menawarkan, memasarkan, dan menjual asuransi kepada nasabah dan konsumen yang sedang membutuhkan?

Speechless saya.

Mungkin di luar sana masih ada banyak orang yang bernasib sama dengan cuitan di atas. Lalu bagaimana caranya agar peristiwa ini tidak terulang lagi? Apa yang harus saya lakukan sebagai agen asuransi untuk meminimalisir issue ini?

First thing first, saya akan membahas mengapa asuransi unit link bukan merupakan tabungan pendidikan secara rinci setelah pesan komersial berikut ini.



Asuransi unit link bukan merupakan tabungan pendidikan. Mengapa?

Tidaklah apple to apple bila membandingkan produk keuangan asuransi dengan tabungan. Asuransi merupakan produk keuangan yang membakar duit sementara tabungan pendidikan merupakan produk keuangan yang mengumpulkan uang. Berdasarkan cuitan di atas, tanda tanya besar muncul ketika narasumber yang sedang mencari tabungan pendidikan kok malah ditawari asuransi unit link?

Perbedaan tabungan pendidikan dengan asuransi unit link

Saya gak tahu dan gak mau tahu apakah agen asuransi kalian menjelaskan hal ini atau tidak. Namun saya ingin informasi ini diketahui oleh semua orang. Oleh karena itu, mohon bantuan pembaca untuk membagikan artikel ini sebanyak-banyaknya sebelum mereka menjadi korban seperti narasumber di cuitan di atas.

udah share?

Terima kasih! Yok lanjutin bacanya.

Apa itu tabungan pendidikan?

Berdasarkan peruntukannya, tabungan pendidikan merupakan produk keuangan yang bertujuan untuk menyiapkan dana pendidikan bagi anak dengan jangka waktu setoran lebih dari 5 tahun. Harapannya ketika anak sudah menginjak usia sekolah, tabungan tersebut bisa dicairkan sebagian atau seluruhnya untuk membayar uang sekolah yang mahalnya naudzubillah.

Konsep tabungan pendidikan sangatlah sangat sangat sederhana. Kita hanya perlu menyisihkan sejumlah uang ke dalam rekening, dan uang tersebut akan ada disana dan takkan berkurang sepeserpun. Semakin besar nominal yang kita setorkan, semakin besar pula hasil tabungannya. Meski tabungan pendidikan memiliki bunga yang lebih kecil bila dibandingkan dengan investasi, menabung di bank merupakan pilihan tepat bagi mereka yang ingin mengembangkan uang dengan risiko rendah.

Apa itu asuransi unit link?

Asuransi unit link merupakan perpaduan antara asuransi dengan investasi reksadana dalam 1 paket, yang mana keduanya merupakan cukup kontradiktif bagi saya. Asuransi yang merupakan bagian dari pengeluaran namun memiliki investasi yang berfungsi untuk mengembangkan uang. Investasi reksadana dalam asuransi unit link pun memiliki produk yang bervariasi. Mulai dari risiko rendah hingga risiko tinggi, serta imbal investasi yang rendah dan tinggi, dapat dipilih oleh kita sebagai Pemegang Polis.

Bila kita memutuskan untuk membeli investasi reksadana melalui Manajer Investasi dan perusahaan sekuritas, kita diwajibkan untuk mengisi risk profil asesmen yang bertujuan untuk menentukan risiko serta produk reksadana yang tepat seseuai karakter dan ekspektasi kita.

Berikut sebuah cuitan dari salah satu agen asuransi unit link di Twitter:

Biar gak bingung (meski saya tahu hal ini bakal membingungkan bagi banyak orang), saya akan menjelaskan apa yang terjadi ketika nasabah atau konsumen membayar Premi secara rinci setelah pesan komersial berikut ini.



Setelah kita membayar Premi untuk asuransi unit link melalui metode pembayaran yang telah ditentukan, selanjutnya Perusahaan Asuransi akan mengonversi Premi tersebut menjadi satuan unit dalam Reksadana sesuai komposisi yang telah ditentukan dalam Polis. Setelah diubah kedalam satuan unit, selanjutnya Perusahaan Asuransi akan mendebet beberapa unit untuk membayar biaya asuransi, biaya rider, biaya investasi, dan biaya-biaya lain yang mungkin timbul dalam memiliki asuransi unit link.

Bila Premi mampu melunasi seluruh biaya yang ada dan masih ada kelebihan dana, dana tersebut akan dimasukkan kedalam saldo investasi. Bila tidak, biaya-biaya tersebut akan menggerogoti saldo investasi yang ada dalam asuransi unit link. Saldo investasi yang tadinya bertujuan untuk Dana Pendidikan, malah harus berkurang karena biaya-biaya asuransi tersebut.

Hal inilah yang menyebabkan banyak nasabah asuransi unit link kecewa dengan produk yang mereka beli karena saldo yang dikehendaki tidak sesuai dengan saldo aktual dan saldo yang dijanjikan oleh Financial Advisor atau agen asuransi yang menjual. Bila saldo investasi terlanjur habis sementara biaya asuransi semakin tinggi, nasabah akan diminta untuk melakukan Topup yang bertujuan untuk menambah saldo investasi.

In short, nasabah diminta untuk melakukan 2x pengeluaran, yakni Premi asuransi dan Topup.

Naas. Keputusan Keuangan terlanjur diambil dan saldo yang investasi sudah terlanjur berkurang. Tidak ada jalan lain selain mencari pemasukan atau pendapatan lain untuk memenuhi kebutuhan dana pendidikan tersebut.

Fiuh, cukup panjang bukan?

Namun, kehadiran asuransi tetap diperlukan selama kita menabung dan menyiapkan dana pendidikan. Penjelasan lebih rinci dapat dibaca setelah pesan sponsor berikut ini.



Kombinasi sempurna antara tabungan pendidikan dengan Asuransi Jiwa murni

Menyiapkan dana pendidikan merupakan pekerjaan besar yang tidak bisa diselesaikan dalam waktu 1 malam. Dibutuhkan waktu bertahun-tahun untuk memenuhi kebutuhan dana tersebut. Dimana ada waktu, disitu ada risiko yang mungkin timbul dan menghambat kita dalam menyiapkan dana pendidikan, seperti:

  • Risiko tutup usia sehingga tidak ada pemasukan untuk menyiapkan dana pendidikan
  • Risiko disabilitas, sakit penyakit, dan sakit kritis sehingga tulang punggung tak lagi produktif dan memiliki pemasukan tetap

Ada 2 cara yang dapat kita lakukan untuk mengelola risiko diatas, yakni dengan menggunakan asuransi dan tanpa menggunakan asuransi sesuai artikel yang pernah saya tulis berikut ini

Peranan asuransi tetaplah dibutuhkan di saat kita menyiapkan dana pendidikan, sehingga bila risiko di atas terjadi, kita dapat melakukan klaim sesuai manfaat Polis kepada Perusahaan Asuransi (Penanggung). Dengan demikian, kebutuhan akan dana pendidikan dapat tetap terpenuhi meskipun tulang punggung mengalami risiko tutup usia seperti yang saya jelaskan dalam konten di bawah ini:

Kelemahan dari tabungan pendidikan adalah adanya risiko dana pendidikan tidak terpenuhi bila orang tua atau tulang punggung mengalami risiko tutup usia di saat sedang mengumpulkan dana pendidikan.

Lalu, bagaimana cara menyiapkan dana pendidikan secara bijak?

Tentu saja tips di bawah ini bukanlah rekomendasi atau anjuran yang harus diikuti. Pembaca diperkenankan untuk mengikuti anjuran dibawah ini dengan menanggung risikonya masing-masing. Pembaca juga akan membebaskan saya dari gugatan dan tuntutan apapun atas dampak yang mungkin terjadi pada pembaca bila mengikuti tulisan di bawah ini. Pembaca juga diperkenankan untuk mendiskusikan tips dibawah ini dengan Financial Planner favorit pembaca.

dah siap?

yok mulai setelah pesan komersial di bawah ini.



Hitung jumlah dana pendidikan yang dibutuhkan dan berapa lama waktu yang diperlukan untuk menyiapkannya

Waktu dan uang merupakan komponen sempurna dalam perencanaan keuangan. Dengan waktu yang cukup dan nominal yang tepat, target dana pendidikan dapat dipenuhi dalam waktu singkat. Bila kita mampu menabung dengan nominal yang besar dalam jangka waktu yang panjang, maka jumlah uang yang dapat kita panen pada waktunya kelak akan semakin besar pula. Sebaliknya, bila kita tidak memiliki banyak waktu dan nominal yang kita tabung tidak terlalu besar,

If i were you, saya akan menghitung dahulu jumlah pendidikan yang dibutuhkan serta waktu yang saya miliki untuk menyiapkan dana pendidikan tersebut. Nominal ini bisa saya peroleh dari internet maupun survey dengan mendatangi institusi pendidikan untuk memperoleh informasi biaya pendidikan saat ini.

Miliki asuransi term life yang menjamin risiko tutup usia dalam di saat kita sedang menyiapkan dana pendidikan

Asuransi Term life merupakan Asuransi Jiwa dengan masa pertanggungan yang dapat diperpanjang mulai dari 1 tahun hingga 10 tahun. Walaupun suransi Term Life tidak memberikan pengembalian dana di akhir kontrak maupun saat kita menutup Polis, kita berhak mendapatkan Uang Pertanggungan yang sangat tinggi dengan Premi yang terjangkau dan ekonomis.

Kehadiran asuransi term life bertujuan untuk mengelola risiko dengan biaya yang tidak terlalu tinggi, sehingga kita bisa menabung lebih banyak. Selain itu Premi yang ditawarkan oleh asuransi term life fixed selama kontrak asuransi berjalan sehingga pengeluaran untuk asuransi dapat dikendalikan dengan mudah.

Pada umumnya, produk term life hanya menjamin risiko tutup. Bila kita membutuhkan perlindungan yang lebih kompleks seperti perlindungan dari risiko penyakit kritis dan risiko disabilitas, maka kita boleh mempertimbangkan produk asuransi yang melindungi kita dari risiko tersebut. Perlu diingat bahwa semakin banyak asuransi yang kita miliki, semakin besar pula biaya yang kudu disiapkan. Oleh karena itu, sangat tidak direkomendasikan untuk membeli asuransi yang menurut kita tidak diperlukan atau belum dibutuhkan.

Bila uang yang dialokasi untuk asuransi lebih besar daripada uang yang ditabung, maka kita perlu bertanya kepada diri sendiri apakah kita lebih membutuhkan perlindungan atas risiko atau dana pendidikan.

Nah demikian sedikit informasi dari saya. Semoga dengan adanya artikel ini membuka pengetahuan kita lebih luas lagi tentang keuangan, asuransi unit link dan dana pendidikan sehingga kita dapat menentukan serta memilih produk keuangan yang sesuai dengan kebutuhan.

Artikel yang berkaitan











0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.











Pin It on Pinterest

Shares
Share This