Pelajaran yang diambil dari kisah Asuransi Jiwasraya

Pelajaran yang diambil dari kisah Asuransi Jiwasraya





Ditulis oleh <a href="https://asuransimurni.com/author/nencor/" target="_self">Chernenko</a>

Ditulis oleh Chernenko

Position

Halo, selamat datang di website saya. Saya Chernenko dan saat ini bekerja sebagai agen asuransi dari AXA Financial Indonesia. Jangan sungkan untuk menghubungi saya bila pembaca membutuhkan sesuatu atau sekadar konsultasi terkait Polis yang dimiliki.

Dirilis tanggal: 10 Des, 2019

Kategori: asuransi

Asuransi merupakan produk keuangan dalam jangka panjang yang bertujuan untuk mengumpulkan dan mengelola resiko dalam 1 wadah atau tempat. Nasabah hanya perlu menitipkan Premi atau kontribusi kepada Perusahaan Asuransi. Sebagai gantinya, Perusahaan Asuransi akan memberikan manfaat finansial hingga berkali-kali lipat dari Premi yang dibayarkan bila resiko terjadi menimpa nasabah.

Asuransi merupakan jalan pintas untuk mengembangkan uang yang hanya bisa digunakan untuk mengelola resiko.

Layaknya perbankan, bisnis asuransi pun menggunakan uang sebagai komoditas. Baik perbankan maupun asuransi wajib memiliki ketangguhan finansial yang sangat tinggi. Sebab bila ia tak memiliki uang, maka ia tak bisa beroperasi dan membayar manfaat yang telah dijanjikan dalam Polis dan disetujui oleh nasabah.

Naas, hal inilah yang terjadi pada Perusahaan Asuransi asal Indonesia, yakni Asuransi Jiwasraya.



Bagaimana cara kerja asuransi dalam mengelola resiko?

Sebelum membahas lebih lanjut, sebaiknya kita mengetahui dulu bagaimana asuransi bekerja dalam mengelola resiko.

What most people don’t know is, Perusahaan Asuransi akan berhadapan secara head to head dengan resiko, seperti:

  • Rawat inap
  • Meninggal dunia
  • Disabilitas
  • Penyakit kritis
  • Kecelakaan
  • Kebakaran
  • dan banyak lagi resiko lainnya yang tertera dalam Polis.

Perusahaan Asuransi didukung oleh “persenjataan” dalam bentuk uang dan kekayaan yang dapat digunakan untuk menyelesaikan resiko di atas. Uang tersebut dihimpun oleh nasabah yang bersedia mengikatkan dirinya dalam Polis asuransi yang disebut sebagai Pemegang Polis. Perusahaan asuransi akan menyulap uang yang dititipkan oleh Pemegang Polis menjadi kekayaan seperti:

  • Reksadana
  • Saham
  • Obligasi
  • Surat Utang Negara
  • Deposito
  • Properti investasi
  • dan banyak lagi instrumen investasi lainnya.

Sehingga Perusahaan Asuransi atau yang biasa disebut sebagai Penanggung memiliki 2 sumber kekayaan, yakni:

  • Premi yang disetorkan oleh Pemegang Polis
  • Pemasukan pasif yang diperoleh dari kekayaan di atas.

Dengan kekayaan yang cukup, Penanggung dapat menyelesaikan resiko yang mungkin terjadi pada Tertanggung.



Apa yang terjadi bila Penanggung tidak memiliki finansial yang tangguh?

Pada paragraf diatas kita sepakat bahwa Perusahaan Asuransi menggunakan uang sebagai komoditas untuk menunjang operasional dan “melumat” semua resiko yang mungkin terjadi. Namun apa yang akan terjadi bila Perusahaan Asuransi tidak memiliki finansial yang tangguh?

Saya mau menjawab pertanyaan ini dari perspektif nasabah yang datang menghubungi saya untuk membahas produk asuransi yang mereka butuhkan, beberapa tujuan dari mereka ialah:

  • Melunasi utang bila sewaktu-waktu tak lagi produktif atau mengalami resiko tutup usia
  • Menjamin ketersediaan dana pendidikan anak
  • Membayar tagihan rumah sakit yang nominal dan kapan terjadinya tak bisa diprediksi
  • Meninggalkan warisan bagi keluarga terdekat
  • dan banyak lagi tujuan lainnya.

Bila Penanggung tidak memiliki ketangguhan finansial dan likuiditas yang tinggi, sangatlah mungkin tujuan di 4 tujuan diatas yang diinginkan oleh Pemegang Polis menjadi gagal terlaksana. Artinya:

  • Akan ada keluarga yang dikejar oleh utang
  • Anak batal menjalani studi karena dana tidak tersedia
  • Menjual seluruh aset dan kekayaan hanya untuk membayar tagihan Rumah Sakit
  • Keluarga tidak memiliki warisan yang cukup untuk bertahan hidup

The worst case is, waktu dan uang serta rencana jangka panjang yang harus porak poranda karena Perusahaan Asuransi yang dipilih tidak memiliki finansial yang tangguh.

Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk memastikan apakah Penanggung tangguh dan kokoh secara finansial ialah dengan melakukan langkah di bawah ini.



Pelajari laporan keuangan Perusahaan Asuransi dengan seksama.

Perusahaan Asuransi yang baik senantiasa menjaga kepercayaan nasabahnya. Ia akan senantiasa mempublikasikan laporan keuangan di tahun berjalan secara transparan untuk memberikan informasi terkait kondisi keuangan Penanggung.

Salah satu Perusahaan Asuransi yang rutin membagikan laporan keuangan mereka ialah AXA Financial Indonesia. AXA Financial Indonesia merupakan perusahaaan asuransi asal Francis yang beroperasi di Indonesia dengan nama AXA Indonesia. Laporan keuangan tersebut bisa diunduh melalui tautan berikut ini.

Pada laporan keuangan tersebut kita bisa melihat dimana saja kekayaan dari AXA Financial Indonesia tersimpan. Kita tidak perlu menjadi Pemegang Polis dari AXA Financial Indonesia hanya untuk melihat kekayaan serta utang dari Penanggung.

Dengan mengetahui kondisi keuangan Penanggung sejak dini, maka kita bisa mengambil langkah selanjutnya apakah masih ingin menitipkan uang di Penanggung atau tidak.

Pertimbangan lainnya bisa dibaca melalui artikel ini:

Dengan bijak dan berhati-hati dalam memilih Perusahaan Asuransi, tentunya akan meminimalisir terjadinya Klaim ditunda karena kendala teknis finansial dalam Perusahaan Asuransi.

Artikel yang berkaitan











0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.











Pin It on Pinterest

Shares
Share This