Menjawab mitos ngawur dalam asuransi murni

Menjawab mitos ngawur dalam asuransi murni





Ditulis oleh <a href="https://asuransimurni.com/author/nencor/" target="_self">Chernenko</a>

Ditulis oleh Chernenko

Position

Halo, selamat datang di website saya. Saya Chernenko dan saat ini bekerja sebagai agen asuransi dari AXA Financial Indonesia. Jangan sungkan untuk menghubungi saya bila pembaca membutuhkan sesuatu atau sekadar konsultasi terkait Polis yang dimiliki.

Dirilis tanggal: 24 Jul, 2020

Kategori: asuransi

Hai hai! Terima kasih masih tetap setia untuk berkunjung di blog yang tak sempurna ini. Semoga pembaca mendapat hal baru hari ini yang dapat menjadi bekal pengetahuan di masa mendatang.

Artikel ini saya akan membahas tentang mitos yang sering beredar tentang asuransi murni. Tentu saja yang namanya mitos berarti belum tentu benar dan hal ini akan saya klarifikasi dalam 1 artikel ini. Namun anehnya mitos ini sering sekali digaungkan oleh orang-orang terutama agen asuransi dari perusahaan yang tidak memiliki produk asuransi murni.

No need to bertele-tele, berikut beberapa mitos dari asuransi murni beserta penjelasannya setelah pesan komersial berikut ini.



Premi asuransi murni naik seiring berjalannya waktu

Mitos yang pertama dan paling sering saya jumpai ialah asuransi murni memiliki Premi yang sangat mahal. Well, maybe yes maybe no, karena mahal atau murah sangatlah subjektif. Suatu produk dikatakan mahal bila ditawarkan pada orang yang tak sanggup membelinya juga sebaliknya.

Mengapa hal ini terjadi?

Jadi gini Kisanak, Premi asuransi murni cenderung meningkat seiring berjalannya waktu karena ia harus mengimbangi tarif rumah sakit dan inflasi yang terjadi dalam suatu negara. Selain faktor inflasi, faktor lain yang menjadi pertimbangan ialah usia Tertanggung. Semakin besar usia Tertanggung, semakin besar pula Premi yang dikenakan, karena ia semakin berisiko. Begitupun sebaliknya.

Seiring berjalannya waktu (terlebih lagi menjelang usia pensiun) seseorang mungkin menjadi mudah sakit dan sering bolak-balik rumah sakit sehingga perusahaan asuransi akan lebih sering mengeluarkan uang dengan nominal besar untuk membayar Klaim.

Kalau gitu masih lebih bagus asuransi unit link yang Preminya flat dong?

Sebenarnya sih nggak juga. Ketika kita membeli produk asuransi unit link, apakah kita aware kalau Premi tidak sama dengan Cost of Insurance (COI) dan Cost of Rider (COR). Premi merupakan nominal yang dibayar oleh nasabah sementara COI dan COR merupakan biaya yang dikenakan pada nasabah atas suatu manfaat atau proteksi.

Saat kita membeli asuransi unit link di waktu muda dan usia produktif, Premi yang dikenakan relatif rendah karena COI dan COR yang dikenakan pun relatif rendah. Seiring berjalannya waktu, COI dan COR akan meningkat hingga lebih besar dari Premi yang dibayar secara berkala. Bila Polis asuransi memiliki nilai investasi, maka nilai investasi tersebut akan digunakan untuk melunasi selisih antara Premi dengan COI dan COR. Hal inilah yang membuat nilai investasi dalam asuransi unit link seringkali tidak sesuai dengan ekspektasi dan perencanaan.

Bagaimana cara mengakalinya?

Tidak ada cara lain selain menabung dan berinvestasi agar kita memiliki bekal yang cukup di masa pensiun. Salah satu cara yang sering saya bagikan kepada nasabah yang memiliki Polis asuransi murni di usia muda ialah memulai investasi dan menyiapkan dana pensiun sedini mungkin.

Meski terdengar agak nyeleneh, mitos selanjutnya dapat dibaca setelah pesan komersial berikut ini.



Premi asuransi murni wajib dibayar seumur hidup

Mitos kedua yang cukup sering ditemukan dan diceritakan oleh calon nasabah ialah Premi asuransi murni wajib dibayar seumur hidup sementara Premi asuransi unit link hanya perlu dibayar selama 10-11 tahun pertama.

First thing first, saya tidak tahu apakah agen asuransi anda menceritakan hal ini atau tidak, namun sangat disayangkan bila informasi berharga ini justru anda peroleh dari saya yang notabene belum menjadi/bukan agen asuransi anda.

Mengapa hal ini terjadi?

Kita mungkin tahu bahwa perusahaan asuransi merupakan lembaga finansial dimana setiap nasabah mengumpulkan uang dalam bentuk Premi dan diserahkan pada perusahaan asuransi. Selanjutnya perusahaan asuransi akan “memutar” Premi tersebut kedalam berbagai instrumen investasi untuk menghasilkan uang lebih banyak lagi. Serupa dengan Bank, perusahaan asuransi mengandalkan uang sebagai komoditas. Bila mereka tidak memiliki uang, maka Klaim nasabah akan menjadi taruhannya dan perencanaan keuangan nasabah bisa jadi berantakan.

Dengan membayar Premi seumur hidup, kita memastikan bahwa komoditas tersebut selalu tersedia untuk membayar Klaim asuransi yang diajukan oleh nasabah.

Kok produk asuransi unit link bisa hanya bayar 10-11 tahun selanjutnya Premi akan dibayar oleh hasil investasi?

Errr. Ceritanya bakal panjang dan semoga gak pusing baca tulisan panjang berikut ini.

Dalam produk asuransi unit link, ada banyak sekali biaya, diantaranya biaya akuisisi dan biaya penebusan Polis. Biaya akuisisi merupakan biaya yang dikenakan pada Premi selama beberapa tahun. Umumnya 6-7 tahun. Setelah 7 tahun, maka seluruh Premi yang dibayarkan akan masuk kedalam nilai investasi. Nilai investasi kita akan bertambah seiring berjalannya waktu, begitupun dengan COI dan COR seperti yang saya jelaskan pada poin sebelumnya. Perbedaannya ialah kenaikan COI dan COR ditentukan oleh perusahaan asuransi, sementara kinerja investasi ditentukan oleh pasar dan kondisi perekonomian di Indonesia.

src: Dissectingmoney.com
Image: Ascronicasdewes

In short, nasabah asuransi unit link akan diminta untuk melakukan Topup terus menerus bila kinerja investasi tidak terlalu bagus sementara COI dan COR terlanjur melonjak.

Bagaimana cara mengakalinya?

Memiliki dana yang cukup merupakan modal utama dalam menjaga keberlangsungan pembayaran Premi.

Selanjutnya kita akan membahas mitos asuransi murni yang diperpanjang setiap sekian tahun tertentu. Selengkapnya setelah pesan komersial berikut ini.



Premi asuransi murni wajib perpanjangan setiap tahun

1 hal yang membedakan asuransi murni (asuransi tradisional) dengan asuransi unit link ialah ada atau tidaknya saldo investasi dalam Polis asuransi. Beberapa produk asuransi murni seperti asuransi jiwa Maestro Term memang wajib diperpanjang secara berkala. Namun tidak berarti semua asuransi murni wajib melakukan perpanjangan setiap tahun. Sangat disarankan bagi nasabah untuk membaca dan memahami syarat dan ketentuan dalam Polis.

Hal ini tentu saja menjadi kelebihan dari asuransi jiwa murni karena kita hanya perlu membayar Premi selama periode tertentu, seperti:

  • Kita hanya memerlukan asuransi jiwa saat menabung atau menyiapkan dana pendidikan
  • Kita tidak perlu asuransi jiwa yang menjamin hingga usia 100 tahun saat kita tengah mengangsur cicilan rumah / cicilan mobil selama 5-15th.

Bagaimana cara mengakalinya?

Salah satu cara untuk mendapatkan asuransi dengan manfaat terbaik ialah dengan memahami kebutuhan pada diri sendiri. Dengan memahami kebutuhan serta menyesuaikan budget yang akan disiapkan, kita akan menemukan asuransi yang tepat sesuai isi kantong dan kebutuhan.

Selanjutnya kita akan membahas mitos bahwa Polis asuransi murni akan langsung tidak aktif (Lapse) bila pembayaran tidak segera dilakukan. Selengkapnya setelah pesan sponsor berikut ini.



Polis asuransi murni akan langsung tidak aktif (Lapse) bila Premi tidak dibayar/ mengalami gagal bayar

Mitos di atas tidak sepenuhnya benar namun tidak sepenuhnya salah juga.

Dalam Polis asuransi (biasanya) mengandung pasal yang mengatur tentang Masa Leluasa (Grace Period). Masa Leluasa merupakan jangka waktu yang diberikan oleh Penanggung kepada Pemegang Polis untuk membayar Premi (dan tunggakan bila ada). Jangka waktu Masa Leluasa mulai dari 14 hari hingga 30 hari. Setelah Masa Leluasa usai dan Premi tak kunjung dibayarkan, maka Polis akan Lapse dan seluruh manfaat dalam asuransi akan berakhir. Tidak hanya itu, seluruh Klaim yang diajukan mungkin akan ditolak oleh Penanggung.

Bagaimana cara mengakalinya?

Tidak ada cara lain yang dapat dilakukan selain membayar Premi secara disiplin dan tepat waktu. Gunakan fitur autodebet rekening tabungan maupun autodebet kartu kredit untuk memastikan pembayaran Premi terjadwal. Pastikan pula kita menerima bukti pembayaran Premi untuk memastikan bahwa pembayaran Premi telah berhasil dilakukan.

Demikian beberapa mitos tentang asuransi murni yang sering ditanyakan oleh calon nasabah, nasabah, hingga prospek. Dengan adanya artikel ini, semoga mitos tersebut menjadi jelas dan tidak menimbulkan pertanyaan di masa mendatang. Bila ada pertanyaan boleh ditanyakan melalui kolom komentar yang tersedia.

Semoga tulisannya bermanfaat dan kita belajar hal baru lagi hari ini. Bila ada pertanyaan, komentar, sanggahan, boleh banget dibagikan di kolom komentar bagian paling bawah dari halaman ini dan saya akan merespon sesegera mungkin. Pembaca bisa mendapatkan bantuan terkait produk asuransi dengan mengunjungi tautan berikut ini.

Artikel yang berkaitan











0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.











Pin It on Pinterest

Shares
Share This