Mengapa insurtech bisa jadi The Game Changer di masa depan

Mengapa insurtech bisa jadi The Game Changer di masa depan





Ditulis oleh <a href="https://asuransimurni.com/author/nencor/" target="_self">Chernenko</a>

Ditulis oleh Chernenko

Position

Halo, selamat datang di website saya. Saya Chernenko dan saat ini bekerja sebagai agen asuransi dari AXA Financial Indonesia. Jangan sungkan untuk menghubungi saya bila pembaca membutuhkan sesuatu atau sekadar konsultasi terkait Polis yang dimiliki.

Dirilis tanggal: 13 Agu, 2020

Kategori: asuransi

Sebagai manusia sangat wajar bila kita merasa cemas, khawatir, dan takut. Saya pribadi sebagai agen asuransi pun merasakan kekhawatiran akan masa depan dimana setiap individu maupun organisasi dapat membeli asuransi tanpa melalui perantara agen sekalipun.

Meski kedengarannya agak skeptis mengingat literasi keuangan di Indonesia masih rendah dan banyak sekali nasabah yang kecewa dengan asuransi, saya rasa penetrasi market terhadap asuransi perlu dilaksanakan secara gencar dan masif agar konsumen semakin memahami pentingnya asuransi dan bagaimana peranan asuransi dalam mengelola risiko yang mungkin terjadi di masa mendatang.

First thing first, insurance is everywhere

Ngomongin asuransi berarti kita membahas sebuah produk keuangan yang sudah ditemukan ratusan tahun silam lamanya. Di era digital dan teknologi seperti sekarang, kita dapat menemukan opsi pembelian asuransi hampir di banyak platform, seperti:

  • Kita dapat membeli asuransi perjalanan ketika membeli tiket perjalanan melalui platform Online Travel Agent (OTA) seperti tiket.com atau traveloka
  • Kita dapat membeli asuransi ketika berbelanja di Marketplace seperti Tokopedia, Bukalapak, hingga Shopee
  • Kita akan ditawarkan untuk mengenakan asuransi pada paket atau produk yang kita kirim menggunakan layanan atau jasa ekspedisi seperti JNE, JnT, TIKI, dan jasa ekspedisi lainnya

Pengalaman membeli asuransi perjalanan di tiket.com

Saya ingat pengalaman pertama saya naik pesawat dengan rute CGK<>KNO untuk menghadiri acara penikahan salah seorang sahabat. Khawatir terjadi sesuatu dengan perjalanan pertama via udara, saya memutuskan untuk membeli asuransi perjalanan (Travel Insurance) di dalam aplikasi tiket.com.

Setelah melakukan Checkout dan menyelesaikan pembayaran, tiket pesawat yang saya pesan akhirnya issued dalam waktu singkat dan saya menerima lampiran E-Policy yang dikirimkan oleh perusahaan asuransi ke email yang saya daftarkan. Dalam E-Policy tersebut tertera manfaat asuransi yang berhak saya klaim bilamana terjadi sewaktu-waktu risiko, seperti:

  • Keterlambatan penerbangan
  • Kecelakaan pesawat
  • Tas saya dirusak atau dicuri orang
  • dan manfaat lainnya yang saya sudah tak ingat lagi. hehehe maafkan~

In short, asuransi memberikan Peace of mind sehingga kita tidak perlu khawatir jika sewaktu-waktu terjadi risiko.

Cerita di atas merupakan sekelumit kisah tentang bagaimana Insurtech telah hadir di sekitar kita tanpa kita sadari. Kita akan membahas lebih lanjut tentang Insurtech setelah pesan komersial berikut ini.



Insurtech VS asuransi jaman then

Sebelum kita membahas Insurtech lebih lengkap, ada baiknya kita mengetahui bagaimana proses dan alur seseorang membeli asuransi di jaman dulu.

Berbeda dari Insurtech yang langsung menghubungkan konsumen dengan perusahaan asuransi tanpa adanya pihak agen asuransi diantaranya, pemasaran asuransi jaman lalu mostly dilakukan secara Door to Door, Canvassing, Cold Calling, hingga Word of Mouth dengan penjelasan di bawah ini:

  • Door to Door: Kegiatan memasarkan atau menawarkan produk asuransi dengan mengunjungi rumah prospek satu per satu
  • Canvassing: Kegiatan memasarkan atau menawarkan produk asuransi dengan membuka booth atau stand di tempat keramaian saat Expo, Car free day, Mall, dan pusat perbelanjaan lainnya
  • Cold Calling: Kegiatan memasarkan atau menawarkan produk asuransi dengan menelpon prospek
  • Word Of Mouth: Kegiatan memasarkan atau menawarkan produk asuransi berdasarkan referensi dari nasabah yang sudah ada

Setelah proses di atas dilakukan, selanjutnya agen asuransi akan mengadakan pertemuan dengan prospek dengan membawa segudang kertas, dokumen, dan berkas seperti:

  • Media kit / sales deck
  • Formulir aplikasi
  • Penawaran harga dan manfaat atas produk yang diinginkan

Setelah prospek setuju dan menandatangani seluruh berkas yang dibutuhkan, agen akan menyerahkan berkas tersebut kepada perusahaan asuransi untuk disetujui oleh bagian Underwriting hingga Polis issued dan dikirimkan kepada nasabah.

Yup. Proses di atas membutuhkan waktu yang cukup panjang. Bandingkan dengan cerita saya saat membeli asuransi di tiket.com.

Pada dasarnya Insurtech hanyalah bisnis asuransi konvensional yang dilengkapi dengan teknologi. Penjelasan lebih rinci setelah psean komersial berikut ini ya.



Mengapa disebut “Insurtech“?

Sesuai namanya, perpaduan dari kata Insurance dan Technology menjadi Insurtech. Berikut beberapa proses atau alur dalam bisnis asuransi yang didukung oleh teknologi:

Teknologi mengijinkan konsumen membeli asuransi secara langsung dari perusahaan asuransi

Serupa dengan case saat saya membeli asuransi di tiket.com, demikian Insurtech bekerja. Saya tidak perlu melihat, mempelajari, hingga menandatangani banyak berkas. Semua proses pendaftaran asuransi dilakukan dalam 1 aplikasi yang mudah dan sederhana. Dalam waktu yang relatif singkat, kita akan menerima salinan Polis berupa E-Polis yang dapat dipelajari via Smartphone.

AXA Financial Indonesia pun turut berpartisipasi dalam membangun ekosistem Insurtech di Indonesia. Ia bekerja sama dengan salah satu vendor yang mengijinkan konsumennya untuk melakukan digital sign dalam menandatangani penawaran atau pengajuan asuransi. Inovasi ini dilakukan dalam rangka meminimalisir penyebaran virus Covid sehingga calon nasabah dan agen asuransi tidak perlu bertemu untuk melakukan pengajuan asuransi.

Teknologi mengijinkan konsumen mengajukan klaim asuransi secara langsung dengan mengandalkan kecanggihan Smartphone

Risiko mungkin terjadi kapanpun, dan dimanapun kita berada. Kedatangannya tak dapat diperkirakan dan kerugiannya amat besar. Itulah sebabnya mengapa Klaim asuransi merupakan proses yang sangat krusial untuk dipahami. Untuk melakukan Klaim asuransi, biasanya perusahaan asuransi akan membutuhkan berkas atau dokumen seperti:

  • Fotokopi identitas Pemegang Polis
  • Fotokopi STNK
  • Surat atau formulir klaim asuransi
  • berkas dan dokumen pendukung lainnya yang dibutuhkan oleh Penanggung

Dengan mengandalkan kecanggihan Smartphone, proses yang rumit tersebut dapat disederhanakan menjadi:

  • Mengirimkan identitas Pemegang Polis dengan mengunggahnya ke dalam aplikasi
  • Mengirimkan STNK dengan mengunggahnya ke dalam aplikasi
  • Mengisi surat atau formulir klaim asuransi via aplikasi
  • Mengirimkan berkas atau dokumen pendukung langsung dari aplikasi.

Very convenient, isnt it?



Teknologi mengijinkan konsumen untuk membeli asuransi dengan harga yang terjangkau

Ide ini kedengarannya gila tapi saya bisa membayangkan bila raksasa sekelas Gojek berjualan asuransi yang Preminya dihitung berdasarkan jarak perjalanan. Sebagai contoh, saya hendak menempuh jarak 20 Kilometer menggunakan produk Go-Ride. Selanjutnya saya dapat memilih apakah perjalanan 20 Kilometer tersebut ingin dijamin oleh asuransi atau tidak. Bila ya, maka saya perlu membayar Premi bersamaan dengan ongkos (Fare) yang ditetapkan dalam Aplikasi.

Layaknya asuransi term life yang memberikan Uang Pertanggungan maksimal dengan Premi minimal, demikian pula prinsip Insurance on Demand. Kita hanya membayar Premi berdasarkan durasi atau jarak tempuh saja.

In short, hanya bayar ketika diperlukan.

Demikian gambaran dari Insurtech yang mungkin hakan sangat happening di masa depan. Kemudahan yang ditopang oleh teknologi mumpuni akan membantu kita dalam mendapatkan hingga mengajukan suatu klaim asuransi.

Semoga tulisannya bermanfaat dan kita belajar hal baru lagi hari ini. Bila ada pertanyaan, komentar, sanggahan, boleh banget dibagikan di kolom komentar bagian paling bawah dari halaman ini dan saya akan merespon sesegera mungkin. Pembaca bisa mendapatkan bantuan terkait produk asuransi dengan mengunjungi tautan berikut ini.

Artikel yang berkaitan











0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.











Pin It on Pinterest

Shares
Share This