Kesalahan saat membeli asuransi yang sering terjadi dalam keseharian kita

Kesalahan saat membeli asuransi yang sering terjadi dalam keseharian kita





Ditulis oleh <a href="https://asuransimurni.com/author/nencor/" target="_self">Chernenko</a>

Ditulis oleh Chernenko

Position

Halo, selamat datang di website saya. Saya Chernenko dan saat ini bekerja sebagai agen asuransi dari AXA Financial Indonesia. Jangan sungkan untuk menghubungi saya bila pembaca membutuhkan sesuatu atau sekadar konsultasi terkait Polis yang dimiliki.

Dirilis tanggal: 22 May, 2020

Kategori: asuransi

Masih ingat dengan cuitan dimana seorang ibu mencoba untuk mendapatkan haknya atas uang atau Premi yang telah disetorkan ke salah satu institusi lembaga keuangan?

Pastinya masih dong. . .

Setelah cuitan tersebut viral dan memperoleh engagement yang begitu tinggi, saya menemukan banyak sekali netijen yang membuat utas terkait literasi keuangan di Twitter. Beberapa utas yang saya temukan adalah:

dan masih banyak lagi utas lainnya yang dapat ditemukan di akun Twitter saya. Bagi pembaca yang tertarik untuk belajar literasi keuangan secara otodidak, yok gabung sama anak komplek di akun Twitter saya.

Pada hari yang indah ini, saya akan membagikan beberapa kesalahan saat membeli asuransi yang sering terjadi dalam keseharian, baik disadari dan tidak. Tujuannya adalah untuk mengedukasi pembaca betapa pentingnya asuransi untuk perencanaan keuangan jangka panjang, sehingga kita tidak terjebak dan membeli produk yang tidak kita butuhkan.

Are you ready?!

Yok mulai setelah pesan komersial berikut ini ya.



Membeli asuransi dari seorang agen yang memiliki hubungan kekerabatan

Salah satu kesalahan yang paling umum dan sering terjadi ialah ketika kita membeli asuransi dari seorang agen yang memiliki hubungan kekerabatan seperti saudara, paman, keponakan, orang tua, dan hubungan kekerabatan lainnya. Kesalahan yang satu ini tidak sepenuhnya salah, karena kita membutuhkan agen yang bisa dipercaya membantu kita dalam jangka waktu panjang, benar bukan?

Ketika kita membeli asuransi, maka kita baru saja mengambil keputusan keuangan untuk jangka panjang. Di dalam durasi waktu jangka panjang tersebut, ada banyak hal yang mungkin terjadi pada agen asuransi sehingga ia tak lagi bisa melayani anda, seperti:

  • Berpindah perusahaan asuransi
  • Mengalami risiko tutup usia
  • dan alasan lainnya

Pertimbangan inilah mengapa saya sering merekomendasikan nasabah saya untuk self service dan senantiasa mengandalkan AXA sebagai perusahaan asuransi yang telah berinvestasi banyak hal dalam melayani konsumen. AXA memiliki layanan customer service yang dapat dihubungi oleh nasabah kapanpun, dimanapun, dalam kondisi seperti apapun. Layanan tersebut dapat dihubungi melalui nomor 02129659803 dan dikenakan tarif yang berlaku.

Kesalahan lain yang sering terjadi kita membeli asuransi karena harganya yang cukup murah. Padahal bila kita kaji lebih jauh, lebih baik membeli asuransi yang sedikit lebih mahal asal spesifikasi dan manfaatnya sesuai dengan kebutuhan kita. Penjelasan lebih rinci setelah pesan komersial berikut ini.



Membeli asuransi karena harganya murah

Membeli asuransi tidaklah sama seperti membeli telur di pasar. Ketika kita membeli telur, kita mungkin akan mengunjungi banyak kios, dan membandingkan harga yang mereka tawarkan satu per satu. Pada akhirnya kita akan membeli telur berdasarkan kios yang memliki harga termurah. Membeli asuransi tidak seperti itu ferguso!

Saya ingat salah satu bank menawarkan saya asuransi jiwa dengan label credit shield. Premi yang ditawarkan hanya sekian persen dari tagihan kartu kredit. Bila saya mengalami risiko tutup usia, maka credit shield tersebut akan memutihkan tagihan kartu kerdit saya sehingga saya tidak meninggalkan utang. Limit kartu kredit yang saya miliki ketika ditawarkan credit shield tersebut ialah Rp. 12,000,000. Artinya, layanan credit shield tersebut hanya menghargai nyawa saya sebesar Rp. 12,000,000

Beli motor satu aja gak cukup ferguso!

kesalahan saat membeli asuransi karena harganya murah

Tidak selamanya murah itu bagus. Ada rupa ada harga. When you pay peanut, you get monkey. Pentingnya membedah kebutuhan asuransi secara mendalam sangatlah mutlak untuk dilakukan sebelum kita memutuskan untuk membeli asuransi jiwa maupun asuransi kesehatan. Bila tidak tahu dengan produk yang dibutuhkan, mintalah kepada agen asuransi untuk menjelaskan produk secara rinci kepada kita. Mereka ada untuk membantu kita mendapatkan informasi terkait produk asuransi dan solusi keuangan.

Bila menurut kita agen asuransi tersebut tidak qualified dan kompeten dalam menjelaskan produk, mungkin kita ingin dihubungkan dengan agen asuransi lain atau malah menghubungi perusahaan asuransi lain untuk dihubungkan dengan agen asuransi yang tepat.

Ingat, kita perlu tegas dalam hal ini agar mendapatkan informasi produk yang sesuai dengan kebutuhan.

Kesalahan lainnya berkaitan dengan perusahaan asuransi yang dapat dibaca setelah pesan sponsor berikut ini.



Membeli asuransi dari perusahaan yang tidak kredibel dan tangguh secara finansial

Secara proses, bisnis asuransi merupakan bisnis yang mengandalkan uang dan kekayaan dalam meminimalisir dampak finansial. Premi yang disetorkan oleh nasabah bermuara di perusahaan asuransi. Selanjutnya perusahaan asuransi akan mengelola uang yang sangat banyak tersebut untuk diinvestasikan kedalam banyak sektor dengan karakteristik seperti:

  • Liquid dan non liquid
  • Low gain dan high gain
  • Low risk dan high risk

sehingga menghasilkan uang lebih banyak lagi. Uang inilah yang digunakan untuk membayar Klaim yang diajukan oleh nasabah sekaligus menambah amunisi perusahaan asuransi dalam beroperasi.

Tentu saja perusahaan asuransi sudah memperhitungkan rasio risiko dari seorang Tertanggung.

Namun, memiliki banyak uang bukan berarti perusahaan asuransi tidak memiliki masalah yang perlu diselesaikan. Tidak semua perusahaan mampu mengatur kekayaan dan membangun portofolio dengan bijak. Salah satu metric yang perlu diketahui sebelum kita memutuskan untuk bergabung dengan perusahaan asuransi ialah kondisi RBC dan AUM dari perusahaan asuransi yang dituju.

kesalahan saat membeli asuransi karena keuangan perusahaan terkendala

Penjelasan singkat tentang risk based capital (RBC)

Risk Based Capital merupakan salah satu metric yang dapat digunakan untuk mengukur seberapa tangguh perusahaan finansial dalam beroperasi dan menanggung risiko seluruh nasabah. Sebuah perusahaan asuransi yang menyimpan seluruh uang dan kekayaan mereka dalam saham atau properti mungkin akan sedikit kesulitan dalam membayar Klaim yang diajukan oleh nasabah karena liquiditasnya yang rendah meski memiliki Return of Investment yang besar (ROI)

Perusahaan asuransi mungkin menyimpan uang dalam bentuk Deposito agar mudah dicairkan bila suatu saat terjadi risiko, sekalipun ini berarti perusahaan asuransi tidak akan mendapatkan ROI yang besar.

Sangat disarankan bagi kita semua yang hendak membeli asuransi untuk mempertimbangkan RBC perusahaan asuransi yang dituju. Semakin besar RBCnya, semakin luwes dan gesit pula perusahaan asuransi mendapatkan uang untuk membayar Klaim yang diajukan.

Selain RBC, 1 metric lain yang perlu diperhatikan dalam membeli asuransi ialah Asset Under Management yang bakal dibahas secara sederhana setelah pesan komersial berikut ini.



Penjelasan singkat tentang asset under management (AUM)

Berbeda dari RBC, AUM merupakan metric yang dapat digunakan seberapa tajir sebuah perusaahaan asuransi. Nilainya bisa berkembang atau susut seiring berjalannya waktu yang dipengaruhi oleh kondisi ekonomi di sekitarnya. Semakin banyak kekayaan yang dimiliki oleh sebuah perusahaan asuransi, akan menambah kepercayaan kita sebagai nasabah.

AUM juga bisa menjadi tolak ukur apakah perusahaan asuransi dapat bertahan sutainable dalam waktu jangka panjang selama kontrak asuransi berlangsung, sehingga kita sebagai nasabah tidak perlu khawatir bila memiliki Uang Pertanggungan yang sangat tinggi dan diimbangi dengan nilai AUM yang besar pula.

2 metric diatas dapat dijadikan acuan dan tolak ukur bila kita ingin mengukur kualitas dan kompetensi finansial perusahaan asuransi.

Selain mengukur kualitas dan kompetensi finansial perusahaan, kita juga perlu mengukur kualitas dan kompetensi finansial diri sendiri yang bakal dibahas setelah pesan komersial berikut ini.



Membeli asuransi dengan Premi diluar kemampuan nasabah

Beberapa produk asuransi kesehatan murni mewajibkan nasabahnya membayar Premi selama mereka berlangganan. Hal ini sangatlah masuk akal karena biaya asuransi terus meningkat seiring terjadinya inflasi yang mempengaruhi biaya operasional perusahaan asuransi serta kenaikan biaya rumah sakit pada asuransi kesehatan. Dengan adanya kenaikan Premi, apakah kita cukup yakin bahwa kita dapat membayar Premi yang ditawarkan sampai kontrak asuransi selesai?

Agen asuransi mungkin akan datang kepada kita dan menawarkan segudang manfaat yang terdengar ampuh dan jitu untuk meminimalisir segala risiko yang ada. Namun ia menawarkan Premi yang begitu tinggi melebihi budget yang telah dipersiapkan sebelumnya. Apa yang akan kita lakukan?

kesalahan saat membeli asuransi karena harganya terlalu tinggi

Selain itu, saya kira lebih baik membayar Premi yang terjangkau hari ini sehingga kita tidak mengeluarkan anggaran besar hanya untuk membayar Premi asuransi. Dengan demikian, kita bisa menabung kelebihan budget asuransi tersebut ke dalam tabungan maupun investasi seperti yang pernah saya tulis pada artikel lainnya dalam website ini.

Ada pertanyaan menarik dari seorang netijen di Twitter. Ia bertanya terkait produk asuransi yang harus ia pilih, apakah ia harus membeli produk asuransi dengan premi yang terjangkau namun premi tersebut hangus (tidak ada pengembalian Premi), atau ia harus membeli produk asuransi dengan Premi yang lebih besar namun Premi tersebut akan kembali 50%.

Dihadapkan pada kondisi di atas, manakah yang akan kita pilih? Jangan lupa bagikan jawabannya di kolom komentar agar kita bisa membandingkan dan melihat hasilnya bersama-sama.

Bila pembayaran Premi tidak dilakukan secara rutin, maka manfaat Polis yang akan jadi taruhannya. Polis akan menjad tidak aktif dan manfaat yang ditawarkan tidak akan dijamin kepada Tertanggung. Akibatnya, Klaim yang kita ajukan ditolak oleh perusahaan asuransi sebelum kita menyelesaikan urusan billing dan pembayaran Premi.

Nah demikian beberapa kesalahan saat membeli asuransi yang sering terjadi dalam keseharian kita. Semoga kita terhindar dari kesalahan-kesalahan di atas setelah membaca artikel ini. Jangan lupa bagikan artikel ini kepada orang-orang terdekat agar mereka luput dari kesalahan di atas dan berhasil mendapatkan produk asuransi yang sesuai dengan kebutuhan.

Sharing is caring!

Artikel yang berkaitan











0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.











Pin It on Pinterest

Shares
Share This