hal yang membuat profesi agen asuransi berbeda dari profesi lainnya

Kategori: asuransi

"Meski profesi agen asuransi sering dipandang sebelah mata, berikut beberapa hal yang membuat profesi agen asuransi spesial dan unik."
hal yang membuat profesi agen asuransi berbeda dari profesi lainnya





Bayangkan anda sedang fokus bekerja dan tiba-tiba terdengar suara ringtone memecah keheningan dan merusak konsentrasi. Ketika anda membuka smartphone, ada panggilan tak terjawab (misscall) dari nomor yang tak dikenal. Anda pun memutuskan untuk menyimpan smartphone tersebut kembali. Kini ringtone smartphone kembali berbunyi dan nomor yang tak dikenal itu sedang menelepon anda. Anda pun bertanya-tanya. Kira-kira, siapakah seseorang di seberang sana yang menelepon di jam sibuk seperti ini? Apakah ia tidak memiliki pekerjaan lain selain menelepon saya?

Anda pun memutuskan untuk menjawab panggilan tersebut yang ternyata berasal dari teman lama anda. Setelah melalui beberapa perbincangan, ia menawarkan produk keuangan yang disebut asuransi dengan segudang benefit dan manfaat di masa mendatang. Anda pun menolak tawaran tersebut dan menyesali waktu anda yang terbuang percuma.

Pernah?

I feel you! Hahahaha

Baik agen asuransi dan telemarketing asuransi seringkali menelepon prospek di waktu yang tidak pas. Di kebanyakan kasus, mereka menawarkan produk asuransi kepada prospek yang:

  • Belum tahu apa itu asuransi
  • Belum membutuhkan asuransi
  • Tidak percaya asuransi
  • Menolak asuransi karena bertentangan dengan nilai atau belief yang dianut
  • dan banyak lagi alasan lainnya.

Sometimes kita sebagai agen asuransi dan telemarketing asuransi ngeyel dalam menghadapi prospek.

Pokoknya harus mau.

Pokoknya harus beli.

Pokoknya produk saya paling bagus dibandingkan kompetitor dengan segudang manfaat seperti memindahkan gunung, mengeringkan air laut, dan menurunkan langit!

Padahal prospek menurut saya ialah future clients. Semakin kita berargumen dengan mereka, kita akan semakin meninggalkan kesan yang negatif di pikiran mereka. Bad Impression biasanya tidak pernah berujung manis.

Saya mungkin berbeda dari kebanyakan agen asuransi pada umumnya. Instead of menawarkan produk asuransi dengan segudang manfaat secara barbar yang mungkin tidak dimengerti oleh prospek, saya lebih memilih untuk berdialog dan berdiskusi untuk menggali lebih dalam terkait kebutuhan dan knowledge prospek tentang asuransi. Saya senantiasa meluangkan waktu lebih untuk menjelaskan apa itu asuransi hingga mengerucut kedalam produk yang akan saya tawarkan.

Hasilnya, nasabah akan memahami produk apa yang mereka beli, manfaat apa yang bisa mereka klaim, dan masalah apa yang diselesaikan dengan asuransi tersebut.



Tidak terasa hampir 3 tahun saya menggeluti profesi sebagai agen asuransi. Tepat tanggal 1 april 2020 lalu, saya mencoba peruntungan untuk fokus 100% pada profesi yang menjanjikan ini. Saat ini saya dipercayakan 24 orang klien yang memutuskan untuk mengandalkan AXA Financial Indonesia sebagai bagian dari perencanaan keuangan mereka. Kebanyakan dari mereka memilih Maestro Optima Care sebagai Asuransi Kesehatan individu maupun keluarga.

Pada paragraf di atas, saya menyebutkan bahwa profesi agen asuransi merupakan profesi yang menjanjikan, meski faktanya keseharian sebagai agen asuransi tidaklah seindah yang saya ceritakan dalam artikel ini. Untuk itu disarankan bagi pembaca untuk memetik hikmah dan kebijaksanaan dari cerita yang saya tuliskan dalam artikel ini.

Dalam buku berjudul Cashflow Quadrant yang dikarang oleh Robert Kiyosaki, menceritakan tentang 4 Kuadran yang terbagi menjadi beberapa keuntungan dan karakteristik masing-masing. Kuadran tersebut adalah:

  • Employee
  • Self Employee
  • Business
  • Investor

dan saya merupakan salah satu orang yang baru saja membuat gebrakan besar dengan berpindah kuadran dari Employee ke Self Employee.

Is it going to work for me?

Nobody knows.

Tidak ada perbedaan mencolok antara kuadran Employee dan Self Employee. Kita masih mengandalkan waktu dan tenaga diri sendiri untuk mendapatkan uang. Which means bila sesuatu terjadi pada kita (seperti meninggal dunia), pemasukan tersebut mungkin tersendat dan hal ini mengancam kondisi finansial tanggungan kita. Tanggungan berarti orang-orang yang menggantungkan kondisi finansial mereka kepada kita.

Berbeda dari full time employee (FTE), agen asuransi memiliki banyak keunggulan, seperti:



Fleksibilitas dan otoritas dalam bekerja

Bila kita baru bergabung ke suatu perusahaan, biasanya kita akan diundang ke suatu aktifitas yang sering disebut sebagai Onboarding Day. Dalam kegiatan tersebut, kita akan diperkenalkan pada beberapa hal seperti:

  • Visi perusahaan
  • Misi perusahaan
  • Board of Director dan Top Management dari perusahaan
  • Lingkungan perusahaan
  • Budaya kerja perusahaan
  • Struktur organisasi perusahaan
  • Lokasi dari masing-masing departemen dan divisi
  • Lokasi mesin absen (?)

Salah satu teman kerja saya pernah dicap tidak masuk pada 2 hari pertama kerja. Alasan di hari pertama ialah karena ia lupa absen. Alasan di hari kedua ialah karena ia lupa dimana lokasi mesin absen 😀

Salah satu hal yang membuat profesi agen asuransi berbeda ialah mereka memiliki fleksibilitas dan otoritas dalam bekerja. Layaknya digital nomad yang bisa bekerja dimanapun dan kapanpun, demikianlah agen asuransi (seperti saya). Kita juga dapat bekerja menggunakan bervariasi teknologi seperti:

  • Whatsapp sebagai media dalam berkomunikasi dan mengirim file softcopy
  • Google Mail sebagai media berkirim dan menerima email
  • Google Hangout atau Zoom sebagai media dalam melakukan presentasi
  • Google Drive sebagai media penyimpanan file secara cloud dan mudah untuk digunakan
  • Google Calendar sebagai media dalam mengatur jadwal dan memasang pengingat (reminder)
  • Trello sebagai media dalam mengelola prospek
  • JNE, JNT, SiCepat dan layanan pengiriman lainnya yang berfungsi untuk mengirim berkas dan status pengiriman dapat dimonitor kapanpun dimanapun

Hebatnya lagi, semua persenjataan di atas dapat digunakan secara gratis!

Agen asuransi memiliki wewenang untuk mengatur waktu kerja sendiri. Kita pun memiliki wewenang untuk mengatur dimana saya akan bekerja. Kita memiliki otoritas untuk bekerja di weeekend maupun tidak bekerja sama sekali.

Kebebasan ini tidak berarti membuat segalanya terlihat mudah dan menyenangkan. Berbeda dari Full Time Employee yang memiliki pendapatan pasti setiap bulannya, agen asuransi tidak memiliki gaji pokok. Artinya kita sebagai agen asuransi perlu mempertimbangkan dan menghitung segala sesuatunya sebelum memutuskan untuk mengambil cicilan dan angsuran.

Know your risk is important, comrades!



Agen asuransi merupakan profesi yang bisa dikerjakan hanya dengan mengandalkan hati nurani

Mungkin kita sering melihat iklan lowongan kerja yang bertebaran di Internet. Dalam lowongan tersebut mungkin tertera segudang kompetensi dan kualifikasi yang dibutuhkan seperti:

  • Berusia minimal sekian tahun
  • Berusia maksimal sekian tahun
  • Pendidikan minimal S1
  • Berasal dari background pendidikan tertentu
  • Memiliki pengalaman kerja di bidang tertentu minimal sekian tahun
  • Memiliki jenis kelamin tertentu
  • Sehat jasmani dan rohani
  • Berpenampilan menarik tidak diutamakan
  • Bersedia bekerja di bawah tekanan
  • Memiliki IPK/GPA tertentu
  • Memiliki kendaraan pribadi
  • Berpengalaman kerja di perusahaan tertentu minimal sekian tahun
  • dan banyak lagi kualifikasi dan kompetensi lainnya.

Fun fact dalam profesi agen asuransi ialah, sangat jarang sekali ada orang yang mau bekerja sebagai agen asuransi meski profesi tersebut tidak membutuhkan kualifikasi dan kompetensi yang tinggi.

Dalam menjadi seorang agen asuransi, biasanya tidak membutuhkan segudang kompetensi dan kualifikasi seperti di atas. Yang kita perlukan hanyalah hati yang tulus untuk membantu dan melayani. Good attitude & manner salah satu kunci agar orang nyaman saat berinteraksi dan berkomunikasi dengan kita. Selanjutnya, kita wajib menguasai product knowledge agar kita bisa merekomendasikan produk asuransi yang seseuai dengan kebutuhan nasabah.

Agen asuransi merupakan profesi yang sangat cocok bagi mereka yang:

  • People person
  • Extrovert dan senang bertemu dengan orang baru
  • Lebih suka mendengarkan ketimbang berbicara
  • Memiliki jiwa atau panggilan untuk menolong atau membantu orang lain

Are you the one?



Agen asuransi mungkin jadi aset terbesar yang kita pernah miliki di masa depan

Saya selalu berpikir bahwa aset merupakan beda atau objek yang mendatangkan uang ke dalam dompet atau rekening tabungan kita, dan agen asuransi merupakan salah satu profesi yang mampu melakukannya. Agen asuransi merupakan profesi yang sangat mengandalkan angka. Penghasilan seorang agen asuransi berasal dari komisi yang telah ditetapkan oleh Penanggung (Perusahaan Asuransi). Komisi yang diberikan kepada agen asuransi biasanya bergantung pada banyak hal, seperti:

  • Premi yang disetorkan oleh nasabah
  • Produk asuransi / asuransi tambahan (rider) yang dijual ke nasabah
  • dan banyak lagi faktor lainnya

Biasanya, selama nasabah melakukan pembayaran, komisi akan tetap diberikan kepada agen asuransi dalam kurun waktu tertentu. Itu artinya akan ada waktu dimana kita tidak perlu bekerja sementara komisi tetap diberikan karena nasabah senantiasa melakukan pembayaran Premi. Keuntungan lainnya adalah nasabah mungkin merekomendasikan sanak saudara maupun kolega mereka kepada kita sebagai agen asuransi bila mereka puas terhadap produk dan pelayanan kita.

Berikut salah satu artikel yang menarik untuk dibaca terkait dengan komisi agen asuransi:

Agen asuransi memiliki penghasilan tanpa batas

Pada poin sebelumnya kita telah membahas tentang sumber pemasukan agen asuransi. Berbeda dari Full Time Employee (FTE) yang memiliki jaminan pemasukan setiap bulannya, agen asuransi justru sebaliknya. Agen asuransi tidak memiliki jaminan pemasukan setia bulan, kecuali bila mereka memiliki nasabah yang rajin membayar Premi dalam kurun waktu tertentu. Namun ada satu kelebihan yang dimiliki oleh agen asuransi dibandingkan FTE.

Sebelum kita resmi menjadi FTE, kita akan menjalani fase yang disebut Offering atau penawaran. Dalam fase ini, perusahaan akan menawarkan kita segudang compensation dan benefit yang berhak kita terima sebagai FTE perusahaan. Dalam surat Offering tersebut, akan tertera beberapa hal di bawah ini:

  • Gaji Pokok
  • Tunjangan
  • Remunerasi
  • Asuransi,
  • Insentif
  • Bonus
  • dan lain sebagainya

Means, apa yang kita terima sebagai FTE tidak akan lebih dari angka yang tertera dalam surat tersebut. Tidak peduli serajin apa kita bekerja, berapa lama waktu yang kita alokasi untuk bekerja, tidak akan mendapatkan lebih dari angka yang tertera dalam surat Offering tersebut.

Agen asuransi justru sebaliknya. Semakin baik performa mereka, semakin besar pula insentif dan komisi yang didapatkan. Namun hal ini mungkin tidak terjadi setiap bulan. Serupa dengan berdagang, ada musimnya penjualan asuransi begitu laku keras, ada pula musimnya dimana penjualan asuransi begitu lesu. Bila kita mampu mengelola penghasilan / pemasukan dengan baik, tentu saja naik turunnya penghasilan dapat kita kendalikan beserta seluruh resiko yang ada.

Bila kita ingin mendapatkan penghasilan Rp. 10,000,000 per bulan, maka agen asuransi dapat menghitung berapa jumlah nasabah yang harus mereka dapatkan, berapa jumlah Premi yang harus mereka kumpulkan, berapa produk yang harus mereka jual. Jika sewaktu-waktu mereka ingin menggandakan penghasilan mereka menjadi Rp. 100,000,000, maka mereka harus meningkatkan performa mereka.

Barangsiapa bekerja, hendaklah ia makan



Nah demikian beberapa hal yang membuat profesi agen asuransi spesial dan unik. Bila diantara pembaca ada yang tertarik untuk menjadi agen asuransi dan bergabung dengan tim kami, silakan menghubungi saya via Whatsapp dan saya akan merespon dalam tempo sesingkat-singkatnya.

Salam cuan!






Ditulis oleh <a href="https://asuransimurni.com/author/nencor/" target="_self">Chernenko</a>

Ditulis oleh Chernenko

Halo, selamat datang di website saya. Saya Chernenko dan saat ini bekerja sebagai agen asuransi dari AXA Financial Indonesia. Jangan sungkan untuk menghubungi saya bila pembaca membutuhkan sesuatu atau sekadar konsultasi terkait Polis yang dimiliki.

Artikel yang berkaitan











0 Comments

Submit a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.











Pin It on Pinterest

Shares
Share This