Gausah repot. Ini cara mengelola risiko tanpa asuransi secara praktis

Gausah repot. Ini cara mengelola risiko tanpa asuransi secara praktis





Ditulis oleh <a href="https://asuransimurni.com/author/nencor/" target="_self">Chernenko</a>

Ditulis oleh Chernenko

Position

Halo, selamat datang di website saya. Saya Chernenko dan saat ini bekerja sebagai agen asuransi dari AXA Financial Indonesia. Jangan sungkan untuk menghubungi saya bila pembaca membutuhkan sesuatu atau sekadar konsultasi terkait Polis yang dimiliki.

Dirilis tanggal: 14 Mei, 2020

Kategori: asuransi

Mungkin belakangan ini kita terlalu sibuk beraktifitas #DiRumahAja sampai-sampai kita lupa kalau kita manusia di seluruh dunia memiliki 1 kesamaan, yakni risiko. Risiko merupakan sesuatu yang datangnya tiba-tiba dan tak terduga. Layaknya pencuri yang datang tak dijemput dan pulang tak diantar, ia siap menyergap siapa saja kapanpun dan dimanapun mangsanya berada. Ketidakpastian inilah yang membuat kita seringkali merasa cemas khawatir.

Berdasarkan uncertainty tersebut asuransi diciptakan untuk meminimalisir dampak finansial yang timbul akibat terjdinya risiko. Kita mungkin mengenal tentang asuransi kesehatan untuk meminimalisir dampak finansial yang timbul bila kita terdiagnosa sakit penyakit dan terpaksa menjalani rawat inap di Rumah Sakit. Kita juga mungkin familiar tentang Asuransi Mobil untuk meminimalisir dampak finansial yang timbul bila mobil kita mengalami kecelakaan, dicuri, tertimpa pohon besar saat angin atau badai, terendam banjir, dan risiko lain sebagainya.

Kita berasuransi agar tabungan kita tidak berkurang untuk perawatan dan perbaikan mobil. Kita berasuransi agar kita tidak perlu menjual rumah hanya untuk membayar tagihan rumah sakit dan menyembuhkan penyakit kita. That’s how insurance work, comrades!

Selama kita hidup di dunia, kita gak akan lepas dari yang namanya risiko. Melalui artikel ini, saya ingin berbagi tentang cara mengelola risiko tanpa harus mengandalkan asuransi setelah pesan sponsor berikut ini.



Paling tidak ada 4 cara dalam mengelola risiko. 4 cara tersebut adalah:

  • Menghindari risiko
  • Mengurangi risiko
  • Menerima risiko
  • dan memindahkan risiko

I told you. Memindahkan risiko merupakan hal yang bakal seru dan menyenangkan untuk dilakukan. Namun sebelum bahas poin 4, yuk kita mulai dengan membahas poin pertama, yakni menghindari risiko.

Cara mengelola risiko dengan menghindarinya

Ketika saya menulis tentang poin pertama ini, saya langsung teringat pada film kartun kesayangan kita semua Spongebob Squarepants. Spongebob yang petakilan dan gak bisa diem ini diminta oleh dokter untuk tetap tinggal di rumah dan berhenti melakukan aktifitas ekstrim bersama mamalia darat yang hidup di air, Sandy Cheeks. Hal ini perlu dilakukan agar Spongebob terhindar dari cidera akibat aktifitas ekstrim tersebut.

Apa yang dilakukan oleh Spongebob merupakan cara mengelola risiko dengan menghindari risiko. Ia tetap tenang di rumah untuk menghindari semua risiko yang mungkin terjadi di luar rumah. Namun kita juga tahu bahwa risiko tidak hanya ada di dalam rumah, tetapi juga di dalam rumah. Dengan diam di rumah, paling tidak Spongebob sudah mengelola risiko yang mungkin terjadi di luar rumah.

Cara mengelola risiko dengan cara menghindarinya pun sering kita jumpai di kehidupan sehari-hari. Risiko kecelakaan pesawat misalnya, mungkin terjadi kapanpun tanpa bisa kita duga. Untuk mengelola risiko tersebut, kita memilih untuk menempuh perjalanan dengan menggunakan jalur darat atau jalur perairan.

Jika risiko tidak bisa dihindari, paling tidak dampaknya bisa kita kurangi dengan cara yang akan saya bahas secara rinci setelah pesan komersial di bawah ini.



Cara mengelola risiko dengan mengurangi dampaknya

Risiko senantiasa mengintai kita setiap saat bahkan ketika kita mengendarai kendaraan secara hati-hati sekalipun. Sesuai namanya, tak seorang pun akan tahu kapan, dimana, dan bagaimana risiko mungkin terjadi. Ketika kita sedang berkendara secara hati-hati dan konsentrasi penuh sekalipun, kecelakaan tetaplah risiko yang tidak bisa kita kendalikan. Mulai dari pengemudi ugal-ugalan, road hazard, blind spot, dan banyak lagi risiko lainnya yang dapat memicu terjadinya suatu kecelakaan.

Cara mengelola risiko dengan mengurangi dampaknya

Cara lain yang dapat ditempuh untuk mengelola risiko ialah dengan mengurangi dampak atau kerusahan yang mungkin terjadi, seperti:

  • Memasang airbag dengan kualitas terbaik pada mobil untuk meminimalisir cidera dan luka yang mungkin timbul akibat kecelakaan
  • Mengenakan helm full face dan jaket bagi pengendara motor untuk meminimalisir cidera dan luka pada bagian kepala dan tubuh yang mungkin timbul akibat kecelakaan
  • Memasang sensor kebakaran pada gedung untuk meminimalisir dampak kerugian akibat risiko kebakaran gedung
  • dan banyak lagi tindakan lainnya yang dapat diambil untuk meminimalisir dampak/kerugian yang timbul akibat risiko.

Bila kita berpikir bahwa 2 langkah diatas kurang jantan dan berani, maka kita dapat mempertimbangkan langkah dibawah ini dengan menghadapi resiko secara pasang badan layaknya hero Tanker dalam game Multi Massive Online Role Playin Game (MMORPG). Penjelasan lebih rinci dibahas setelah pesan sponsor berikut ini.



Cara mengelola risiko dengan cara menghadapinya

Cara mengelola risiko dengan cara menghadapinya

Setiap orang memiliki solusi dan jawaban masing-masing atas risiko yang mungkin timbul. Sebagian orang mungkin memilih untuk mengelola risiko dengan cara menghadapinya, seperti:

  • Membayar tagihan rumah sakit menggunakan uang sendiri bila terjadi kecelakaan atau terdiagnosa sakit penyakit dan wajib menjalani pengobatan
  • Membayar biaya reparasi dan perbaikan pada mobil rental yang sedang kita sewa dan terjadi kecelakaan
  • Membayar biaya reparasi dan perbaikan rumah pada properti yang sedang kita sewa
  • Membayar biaya renovasi dan perbaikan rumah milik pribadi akibat risiko banjir maupun kecelakaan

Mengelola risiko dengan cara seperti ini mungkin terdengar boros dan menghambur-hamburkan uang. Faktanya tidak selalu seperti itu. Bila kita memiliki rumah di atas bukit dan jauh dari penduduk, maka kita mungkin ingin menanggung sendiri atas risiko kebakaran atau kebanjiran pada rumah, yang mana hal tersebut bisa dikatakan sangat tidak mungkin terjadi.

Dengan demikian, kita tidak perlu membayar mahal untuk Asuransi Rumah yang hanya menanggung risiko seperti pencurian dan perampokan.

Akhirnya tiba di poin terakhir, cara yang paling seru, mudah, dan menyenangkan untuk dilakukan dalam mengelola risiko akan dibahas setelah pesan sponsor berikut ini.



Cara mengelola risiko dengan cara memindahkannya

Langkah yang satu ini merupakan cara yang paling sering kita temukan dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam bertransaksi secara virtual dan digital. Bila kita memutuskan untuk menyewa kendaraan bermotor, pastikan untuk bertanya terkait penanggulangan risiko yang mungkin terjadi saat kendaraan masih dalam kondisi penyewaan.

Cara mengelola risiko dengan cara memindahkannya

Sebelum kita memutuskan untuk menyewa suatu rumah atau apartemen, penting bagi kita untuk membahas cara penanggulangan dan mitigasi risiko yang mungkin timbul di saat rumah/apartemen masih kita sewa. Biasanya pihak pemilik akan melimpahkan segala risiko yang terjadi atas unit yang disewa kepada penyewa.

Contoh kasus sederhana adalah:

Apa yang akan kita lakukan bila seorang teman meminjam motor/mobil dan mengalami kecelakaan?

Selanjutnya, kita akan dihadapkan pada 2 pilihan berikut ini:

  • Menanggung risiko tersebut dengan cara subsidi silang dengan teman karena ia baru saja mengalami kecelakaan dan kita tidak tega membebankan risiko tersebut sepenuhnya padanya?
  • Melimpahakan risiko kepada teman sehingga ia menanggung kerusakan 100%?

Berikut contoh kasus lainnya yang mungkin terjadi di kehidupan sehari-hari:

Apa yang akan kita lakukan bila seorang teman meminjam speaker nirkabel kesayangan kita yang merupakan pemberian dari pacar/kekasih dan tak sengaja menghilangkannya?

Apakah kita akan:

  • Menanggung risiko tersebut dengan cara subsidi silang dengan teman karena ia baru saja mengalami musibah perampokan dan pencurian dalam rumah?
  • Melimpahkan risiko tersebut kepada teman?

Bila kita memilih untuk melimpahkan risiko tersebut, kepada teman, berapa nominal kerugian yang wajib ia ganti?

  • Sesuai harga pada saat speaker tersebut dibeli
  • Sesuai harga speaker yang sama saat ini
  • Lebih tinggi dari harga sebenarnya karena speaker tersebut memiliki nilai tersendiri yang merupakan pemberian dari orang terkasih.

Lalu setelah kita menerima nilai kerugian tersebut, apakah kita masih bisa mendapatkan barang dengan kualitas dan nilai yang sama dengan speaker awal?



Inti dari 4 cara mengelola risiko di atas ialah, jangan pernah merisikokan sesuatu yang tidak akan pernah bisa kita gantikan/beli. Asuransi bertujuan untuk memberikan santunan untuk meminimalisir dampak finansial sehingga kita mampu “membayar” untuk segala risiko yang mungkin terjadi pada kita maupun objek yang diasuransikan.

Semoga artikelnya bermanfaat dan sampai jumpa di artikel kami yang lainnya.

Artikel yang berkaitan











0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.











Pin It on Pinterest

Shares
Share This