Beberapa pertimbangan untuk membatalkan Polis Asuransi

Kategori: asuransi

"Terkadang membatalkan Polis Asuransi merupakan langkah yang harus diambil demi menghemat pengeluaran. Kenali pertimbangannya berikut ini."
Beberapa pertimbangan untuk membatalkan Polis Asuransi





emang sih. Asuransimurni.com cukup sering membuat artikel tentang cara melakukan pembatalan atau penutupan Polis. Namun, belum tentu hal tersebut benar dan baik untuk dilakukan.

Pada artikel ini saya sebagai agen asuransi akan membagikan beberapa perspektif dan pertimbangan untuk membatalkan Polis. Tujuannya adalah agar kita Pemegang Polis dan Tertanggung memahami dampak dan akibat yang mungkin timbul begitu kita memutuskan untuk menutup Polis Asuransi.

Apa yang akan terjadi bila saya membatalkan Polis Asuransi?

First thing first, saya mulai dari membayangkan apa yang akan terjadi selanjutnya bila kita memutuskan untuk membatalkan Polis. Beberapa hal yang mungkin terjadi adalah:

  • Pengeluaran kita berkurang karena kita tak perlu membayar Premi
  • Dampak dari risiko yang terjadi akan beralih kepada kita dan kita wajib menanggungnya secara penuh
  • Pemasukan kita bertambah karena pengeluaran kita berkurang.

Untuk membantu saya dalam menjelaskan poin kedua di atas, saya akan menceritakan beberapa studi kasus yang mungkin berhubungan dengan keseharian kita:



Studi kasus #1

Kita merupakan nasabah dari asuransi kesehatan yang Preminya dibayarkan secara rutin. Suatu hari kita memiliki desakan finansial yang membuat kita terpaksa menutup Polis Asuransi Kesehatan tersebut.

Bila sewaktu-waktu kita mengalami risiko sakit penyakit atau kecelakaan dan terpaksa menjalani rawat inap, kita wajib melunasi tagihan rumah sakit menggunakan uang pribadi. Padahal kita sedang menabung untuk membayar Down Payment rumah atau menabung untuk renovasi rumah.

Dampak finansial yang terjadi pada kita adalah kita terpaksa menunda melakukan pembayaran Down Payment rumah atau terpaksa menunda proses renovasi rumah.

Padahal, bila kita memiliki asuransi kesehatan, risiko sakit penyakit tersebut dapat kita alihkan ke perusahaan asuransi yang lebih kokoh secara finansial sehingga seluruh alokasi dana timeline perencanaan keuangan tetap terjaga.

Studi kasus #2

Kita merupakan nasabah dari asuransi jiwa yang Preminya dibayarkan secara rutin. Suatu hari kita memiliki desakan finansial yang membuat kita terpaksa menutup Polis Asuransi Jiwa tersebut.

Bila sewaktu-waktu kita mengalami risiko tutup usia, maka keluarga akan kesulitan dalam menanggung pemasukan yang biasa diperoleh oleh Tertanggung untuk berbagai keperluan, seperti:

  • Membayar angsuran rumah
  • Membayar cicilan mobil
  • Menabung biaya pendidikan anak
  • Biaya kebutuhan hidup sehari-hari
  • dan keperluan lainnya

Dampak finansial yang mungkin terjadi pada kita ialah:

  • Kita wajib mencari pemasukan tambahan untuk menggantikan pemasukan yang hilang
  • Kita terpaksa menurunkan gaya dan pola hidup karena pemasukan yang berkurang
  • Kita terpaksa melikuidasi beberapa aset untuk mengurangi pengeluaran dan angsuran
  • Kita terpaksa menunda seluruh perencanaan keuangan sampai dana yang diperlukan siap dan mencukupi
  • Kita terpaksa melunasi utang, cicilan, angsuran yang ada entah bagaimana caranya
  • dan banyak lagi dampak finansial lainnya yang mungkin timbul

Padahal, bila kita memiliki Polis Asuransi Jiwa, risiko kehilangan pemasukan akibat Tertanggung yang mengalami risiko tutup usia dapat digantikan oleh Uang Pertanggungan, sehingga Termaslahat atau Ahli Waris dapat mengajukan Klaim atas Uang Pertanggungan tersebut kepada Penanggung.

Selanjutnya kita dapat mengelola Uang Pertanggungan yang telah diklaim untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari dan kebutuhan lain yang diperlukan.



Bila kita memiliki Polis Asuransi dengan manfaat nilai tunai atau saldo investasi, bukan tidak mungkin kita akan mendapatkan uang tambahan saat menutup Polis. Untuk informasi lebih lanjut terkait hal ini, Pemegang Polis dapat menghubungi Penanggung atau agen asuransi untuk informasi lebih lanjut.

Beberapa hal yang wajib dipertimbangkan sebelum memutuskan untuk membatalkan Polis Asuransi

terima kasih telah membaca artikel ini sejauh ini. Sampai sini saya berasumsi bahwa kita semua sudah aware dengan peranan asuransi jiwa dan kesehatan dalam keseharian kita.

Keep on reading!

Berikut beberapa pertimbangan untuk membatalkan polis asuransi secara tepat dan bijak:

Kita memiliki terlalu banyak Polis Asuransi yang manfaatnya tumpang tindih

Seriously.

Hal ini sungguh terjadi di dalam keseharian kita. Sebagai agen asuransi pun saya terkadang bingung dengan nasabah yang memiliki terlalu banyak Polis Asuransi, seperti yang saya alami berikut ini.

Happy customer will recommend your business to their colleague. Inilah visi yang ingin saya wujudkan ketika saya mengedukasi dan memasarkan asuransi. Saya ingat salah seorang nasabah saya dari Medan yang telah merekomendasikan saya untuk menawarkan asuransi kesehatan kepada salah seorang tetangganya. Bukannya diterima, saya malah menghujani mereka dengan beberapa pertanyaan serius.

Sebelum memutuskan untuk melakukan edukasi, terlebih dahulu saya memeriksa apakah calon nasabah sudah memiliki asuransi kesehatan atau belum. Ternyata calon nasabah akan saya edukasi ini telah memiliki asuransi kesehatan. Ia ingin menambah Polis Asuransi kesehatan dengan membeli asuransi kesehatan Maestro Optima Care dengan alasan manfaat asuransi kesehatan yang ia miliki terlalu kecil sehingga ia terlalu sering nombok saat menjalani rawat inap.

Terkait contoh kasus di atas, paling tidak kita memiliki 2 opsi:

  • Menutup Polis asuransi kesehatan yang telah ada karena memiliki manfaat yang terlalu kecil dan membeli Polis asuransi kesehatan dengan manfaat yang lebih kompleks
  • Mengupgrade Polis asuransi yang telah ada sehingga memiliki manfaat yang lebih besar dan sesuai dengan kebutuhan

toh buat apa bayarin 2 atau lebih Polis Asuransi sementara yang bisa dipakai hanya 1 dan itupun mesti nombok biaya tagihan Rumah Sakit yang tidak tercover karena limit asuransi yang terlalu kecil~



Nominal Premi yang terlalu tinggi

Selain contoh kasus di atas, pertimbangan berikut ini pun cukup marak terjadi di kota besar. Sebagai agen asuransi saya dilatih untuk memberikan penawaran asuransi jiwa dengan Uang Pertanggungan yang optimal dan tepat sesuai kebutuhan.

Tentu saja saya tidak akan memberikan Uang Pertanggungan yang rendah for the sake of lower premium, sehingga nyawa nasabah hanya senilai dengan 1 buah mobil second.

Selain itu, saya juga tidak akan memberikan Uang Pertanggungan yang tinggi for the sake of earning more commissions, sehingga nasabah kesulitan untuk membayar Premi di masa mendatang.

toh untuk apa memiliki Polis Asuransi yang manfaatnya fantastis dan bombastis di masa mendatang bila kita kesulitan membayar tagihan dan menyiapkan uang makan sehari-hari hari ini.

Nominal Premi asuransi jiwa yang tinggi akan memberikan Uang Pertanggungan yang semakin tinggi pula. However, kita sebagai nasabah kudu rajin cek dan ricek apakah secara finansial kita telah siap untuk berkomitmen melakukan pembayaran Premi selama kontrak dan tenor yang telah ditentukan dalam Polis Asuransi.



Polis asuransi yang dibeli tidak sesuai dengan kebutuhan

Pokoknya saya gak mau tahu bagaimana hal ini bisa terjadi pada kita semua. Mungkin kita membeli produk asuransi dari seorang teman, kolega, keluarga, saudara, dan lain sebagainya sehingga kita mengambil keputusan untuk membeli hanya karena ingin menjaga relasi.

What most people don’t know is membeli Polis asuransi merupakan keputusan keuangan jangka panjang. Hal ini disebabkan oleh Premi yang ditagihkan secara rutin kepada Pemegang Polis sehingga Pemegang Polis wajib menyiapkan sejumlah dana yang telah ditetapkan untuk membayar Premi.

Lalu, mengapa kita harus membayar Polis asuransi yang tidak sesuai dengan kebutuhan. Apa yang ingin dicapai dari Polis asuransi yang tidak sesuai dengan kebutuhan?

Bila kita tidak bisa menjawab pertanyaan tsb, mungkin sudah waktunya untuk menutup Polis asuransi dan beralih pada produk yang tepat. Tentu saja kita harus mengatur kembali seluruh perencanaan keuangan dari semula.

Demikian beberapa pertimbangan sebelum kita memutuskan untuk membatalkan Polis asuransi. Apakah studi kasus dan pertimbangan tersebut terjadi pada keseharian kita?

Bila ya, boleh banget buat sharing pergumulan tersebut pada kolom komentar di bawah ini dan saya akan merespon dalam tempo sesingkat-singkatnya.



Semoga tulisannya bermanfaat dan kita belajar hal baru lagi hari ini. Bila ada pertanyaan, komentar, sanggahan, boleh banget dibagikan di kolom komentar bagian paling bawah dari halaman ini dan saya akan merespon sesegera mungkin. Pembaca juga bisa mendapatkan bantuan terkait produk asuransi dengan mengunjungi tautan berikut ini.

Gratis konsultasi terkait asuransi khusus untuk pengunjung situs asuransimurni.com!






Ditulis oleh <a href="https://asuransimurni.com/author/nencor/" target="_self">Chernenko</a>

Ditulis oleh Chernenko

Halo, selamat datang di website saya. Saya Chernenko dan saat ini bekerja sebagai agen asuransi dari AXA Financial Indonesia. Jangan sungkan untuk menghubungi saya bila pembaca membutuhkan sesuatu atau sekadar konsultasi terkait Polis yang dimiliki.

Artikel yang berkaitan











0 Comments

Submit a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.











Pin It on Pinterest

Shares
Share This