Mengapa dianjurkan memilih asuransi kesehatan dibandingkan berinvestasi?

"Pelajari bagaimana saya membandingkan antara investasi dan asuransi kesehatan dengan tujuan untuk membayar tagihan rumah sakit disini."
Mengapa dianjurkan memilih asuransi kesehatan dibandingkan berinvestasi?





First thing first, saya harus ngaku kalo judul di atas adalah Clickbait yang bertujuan untuk memancing pembaca baik yang setuju dan tidak setuju untuk datang ke halaman ini.

AAAAAANDDDDDDD VOILA! Here you are!

“selamat datang di blog sayah”

Mumpung saya lagi buka blog dan membalas beberapa komentar sambil Twitteran, ada satu cuitan yang menarik perhatian saya dan ingin saya bahas secara vulgar dan gamblang di dalam blog ini.

Kenapa gak di Twitter?

Ya khan gw juga pengen ada pengunjung di blog~

dan cuitan tersebut adalah:

Bukan bermaksud lancang atau mengganggu interaksi dan engagement dari suhu Financial Planner teteh Financial Planner kesohor Ligwina Hananto dari QM Financial, namun beliau justru menjawab dengan jawaban di bawah ini:

https://twitter.com/mrshananto/status/1331814561092046848

Nah!

Biar ga misleading, gimana kalo kita bahas mengapa untuk urusan kesehatan dan tagihan Rumah Sakit disarankan untuk mengalokasikan sekian dana untuk asuransi dibandingkan investasi?

Setuju gak?

Kalo setuju, yok lanjutin scrollnya melewati pesan komersial berikut ini.



Asuransi dan Investasi in a glance

Sebelum mengupas lebih dalam tentang asuransi dan investasi serta mengapa asuransi lebih urgent untuk digunakan dalam membayar tagihan Rumah Sakit, terlebih dahulu kita perlu mengenal dan mengetahui instrumen keuangan yang sama-sama powerful berikut ini:

Asuransi in a glance

Asuransi merupakan produk keuangan yang diperuntukkan untuk meminimalisir dampak finansial bila terjadi risiko. Ada banyak sekali contoh risiko yang mungkin terjadi di dunia ini. Salah satu contohnya ialah warung atau toko kelontong yang dibakar oleh massa dan demonstran saat sedang melakukan aksi demonstrasi.

Pemilik toko tidak mungkin akan meminta penggantian kerugian kepada demonstran. Lalu, apakah ini berarti ia harus membayar atas kerugian yang bukan ia perbuat? Jika terjadi 10 kali aksi demonstrasi dan warungnya telah dirusak 10 kali, apakah ia harus 10 kali mengeluarkan uang untuk melunasi kerugian tersebut?

That’s why we need an insurance.

Dengan memiliki asuransi, kita berhak mengajukan penggantian pada Perusahaan Asuransi atas risiko yang kita terima. Contoh yang saya ceritakan di atas merupakan kegunaan dari asuransi umum atau asuransi harta benda. Pada artikel ini kita akan membahas lebih banyak tentang Asuransi Kesehatan. Ini berarti risiko yang dimaksud adalah ketika terjadi Kecelakaan atas diri kita dan terpaksa menjalani rawat inap demi penyembuhan agar kita dapat beraktifitas seperti sedia kala.

Selain risiko Kecelakaan, kita pun berhak mengajukan penggantian (Klaim) atas risiko sakit penyakit, sehingga kita akan lebih mudah dalam mengelola uang karena seluruh tagihan Rumah Sakit yang muncul dapat kita bebankan kepada perusahaan asuransi.



Investasi in a glance

Berbeda dari asuransi, investasi justru memiliki kegunaan untuk membangun kekayaan seiring berjalannya waktu. Instrumen investasi yang dapat dipilih pun bervariasi, diantaranya:

  • Investasi Deposito
  • Investasi Properti
  • Investasi Reksadana
  • Investasi Saham
  • dan banyak lagi investasi lainnya

Setiap instrumen investasi memiliki segmentasinya masing-masing. Sebagai contoh Investasi Saham yang memiliki risiko yang tinggi, namun diimbangi dengan keuntungan tinggi pula. Dibandingkan dengan Investasi Deposito, Investasi Saham memiliki tingkat likuiditas yang lebih rendah. Segmentasi inilah yang membedakan apakah kita lebih cocok dengan Investasi Reksadana atau tidak.

Dengan demikian, prinsip My Money My Authority akan terwujud. Kita berhak memilah dan menggunakan instrumen investasi sesuai tujuan yang ingin dicapai.

Pertanyaan:

Bila kita membutuhkan dana untuk membayar tagihan Rumah Sakit, manakah yang harus kita gunakan?

Untuk urusan dan biaya tagihan Rumah Sakit, asuransi jagonya!

Bila kita membayangkan tentang tagihan Rumah Sakit, paling tidak kita harus mengidentifikasi parameter di bawah ini:

  • Kapan tagihan Rumah Sakit yang akan dibebankan kepada kita?
  • Berapa jumlah tagihan Rumah Sakit yang akan dibebankan kepada kita?

Bila kita mampu menjawab 2 pertanyaan tersebut, maka kita dapat menentukan berapa jumlah uang yang disiapkan serta instrumen investasi yang cocok dan sesuai dengan kebutuhan tersebut.

Since kita gak akan pernah tahu kapan bakalan sakit dan berapa biaya yang harus dilunasi untuk membayar pengobatan tersebut, kita gak bisa menghitung berapa uang yang harus disiapkan.

Lagipula, siapa yang mau sakit? Ga ada toh?

Itulah sebabnya mengapa Asuransi Kesehatan Maestro Optima Care sangat dianjurkan untuk meminimalisir pengeluaran tak terduga tersebut. Dengan limit dan manfaat yang besar serta Premi yang relatif terjangkau, kita gak perlu pusing dengan risiko seperti di atas yang mungkin terjadi di masa depan.

“Focus on what you suppose to do: Building wealth”



Mengapa instrumen investasi kurang tepat untuk digunakan membayar tagihan Rumah Sakit?

Membangun kekayaan itu layaknya membangun rumah menggunakan lego. Bila kita menggunakan lego dengan ukuran kecil sebagai pondasi, maka tidak akan ada gunanya kita membangun bangunan yang sangat besar. Seketika saja bangunan tersebut akan ambruk karena memiliki pondasi yang sangat kecil. Maka, jangan bermimpi punya kekayaan yang besar dan rumah yang tinggi bila kita melewatkan komponen penting dalam proses pembangunannya: Pondasi!

Asuransi sebagai Pondasi dalam membangun kekayaan

Dalam komponen perencanaan keuangan, asuransi memiliki tempat di paling bawah seperti yang diilustrasikan pada gambar berikut ini:

Set your own cornerstone before investing!

Ya. Kita bisa berbicara banyak hal terkait finansial seperti utang, deposito, saham, reksadana, P2P Lending, KPR, pinjaman, Kredit, dan banyak lagi istilah-istilah alien lainnya. Namun bila kita berbicara tentang pondasi a.k.a Cornerstone dalam Perencanaan Keuangan, kita pasti sepakat bahwa insurance merupakan komponen yang terpenting.

Mana yang lebih likuid: asuransi atau investasi?

Selain itu, investasi juga memiliki kategori likuiditas masing-masing. Pada instrumen investasi properti misalnya, ia memberikan keuntungan yang sangat besar, namun dibutuhkan waktu yang cukup panjang untuk melikuidasi investasi properti tersebut agar menjadi uang. Contoh lain saya menggunakan instrumen investasi reksadana pasar uang yan memiliki Likuiditas relatif tinggi namun memiliki keuntungan yang terbatas.

Bila kita membutuhkan dana yang cukup besar untuk tindakan medis dalam jangka waktu secepatnya, manakah produk keuangan yang mampu menjawab kebutuhan tersebut?

Yup. Sudah pasti Asuransi Kesehatan jawabanya.Kita hanya perlu melakukan koordinasi dengan Perusahaan Asuransi (Penanggung) dan Penanggung akan berkoordinasi dengan Rumah Sakit Rekanan terkait rencana opname, pembedahan, dan tindakan medis yang akan dilakukan.



Kapan waktu yang tempat untuk berinvestasi?

Beberapa kali saya sering menulis di banyak Platform seperti di Twitter, Quora, dan situs ini. Investasi merupakan instrumen keuangan yang tugasnya ialah membantu kita mencapai target dana/finansial lebih cepat dan lebih tepat. Therefore, selalu ada waktu dan ruang yang tepat untuk segala sesuatunya.

Berdasarkan Piramida Keuangan di atas, kita dapat melihat pada bagian Growth menempati posisi paling atas. Artinya investasi dapat dilakukan setelah kita menyelesaikan komponen-komponen keuangan yang berada di bawahnya. It’s all about priority. My money, my authority.

Bila kita memutuskan untuk langsung berinvestasi dan mengabaikan komponen-komponen dibawahnya, lambat laun kita akan hancur. Saya sudah menyiapkan Asuransi Kesehatan dan Emergency Fund sebelum Covid19 menyerang. Ketika terjadi PSBB dimana gerai dan retail tutup sehingga pemasukan dan pengeluaran berkurang, saya bisa bertahan hidup dengan meminimalisir pengeluaran demi menjaga performa portofolio.

Di saat ekonomi sudah mulai bergerak, orang-orang sudah mulai beraktifitas, jam operasional gerai dan toko diperpanjang, saya melihat ada pertumbuhan signifikan dalam portofolio saya.

To be honest, dibawah ini merupakan portofolio terbaik saya di sepanjang saya berinvestasi saham dan saya siap untuk menciptakan portofolio yang jauh lebih hebat.

menanti reboisasi setelah kebakaran di masa pandemi

Dengan persiapan yang sudah saya lakukan, saya tidak perlu khawatir jika sewaktu-waktu saya terpaksa menjalani pengobatan rawat inap di rumah sakit. Saya hanya perlu berkoordinasi dengan pihak asuransi dan membiarkan portofolio saya terus tumbuh.

Fiuh. Akhirnya kelar juga ni tulisan.

Semoga tulisannya bermanfaat dan kita belajar hal baru lagi hari ini. Bila ada pertanyaan, komentar, sanggahan, boleh banget dibagikan di kolom komentar bagian paling bawah dari halaman ini dan saya akan merespon sesegera mungkin. Pembaca juga bisa mendapatkan bantuan terkait produk asuransi dengan mengunjungi tautan berikut ini.

Gratis konsultasi terkait asuransi khusus untuk pengunjung situs asuransimurni.com!

Source:

  • Gambar piramida: https://www.pinterest.com/pin/337558934548598750/







Ditulis oleh <a href="https://asuransimurni.com/author/nencor/" target="_self">Chernenko</a>

Ditulis oleh Chernenko

Halo, selamat datang di website saya. Saya Chernenko dan saat ini bekerja sebagai agen asuransi dari AXA Financial Indonesia. Jangan sungkan untuk menghubungi saya bila pembaca membutuhkan sesuatu atau sekadar konsultasi terkait Polis yang dimiliki.

Artikel yang berkaitan











0 Comments

Submit a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.











Pin It on Pinterest

Shares
Share This