Apa yang harus saya lakukan bila asuransi dinyatakan tidak aktif?

Apa yang harus saya lakukan bila asuransi dinyatakan tidak aktif?





Ditulis oleh <a href="https://asuransimurni.com/author/nencor/" target="_self">Chernenko</a>

Ditulis oleh Chernenko

Position

Halo, selamat datang di website saya. Saya Chernenko dan saat ini bekerja sebagai agen asuransi dari AXA Financial Indonesia. Jangan sungkan untuk menghubungi saya bila pembaca membutuhkan sesuatu atau sekadar konsultasi terkait Polis yang dimiliki.

Dirilis tanggal: 2 May, 2020

Kategori: asuransi

Pertanyaan di atas mungkin terlihat sederhana, namun cukup rumit dan kompleks bagi saya. Saya menemukan pertanyaan tersebut di sebuah situs tanya jawab Quora dengan pertanyaan sebagai berikut:

Saya terus membayar asuransi selama 3 tahun, namun saya baru tahu hari ini bahwa asuransi dinyatakan tidak aktif setelah premi pertama. Apa yang harus saya lakukan?

Mungkin di antara kita ada yang pernah mengalami kondisi yang digambarkan oleh pertanyaan di atas. Kita tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi dan memutuskan untuk mengambil keputusan secara sepihak, tanpa mengetahui dampak dan resiko apa yang mungkin terjadi di masa mendatang.

Makannya, kita perlu membedah pertanyaan tersebut secara rinci dan kronologis



Bila kita membaca Polis dengan seksama dan lengkap, maka akan ada banyak faktor yang mempengaruhi pembatalan Polis, seperti:

  • Apakah Premi dibayarkan secara rutin?
  • Apakah tidak ada kendala dalam melakukan pembayaran Premi secara autodebet seperti kegagalan debet karena limit kartu kredit atau kegagalan debet karena saldo dalam rekening tabungan tidak mencukupi?
  • Apakah kita melanggar syarat dan ketentuan dalam Polis?
  • Apakah kita telah memalsukan informasi dan keterangan yang tertera dalam Polis?
  • Apakah kita terbukti telah melakukan pemalsuan dokumen, berkas, dan Klaim secara fraud?
  • Apakah kita terbukti telah melanggar aturan dalam pasal pengecualian dan pembatasan?
  • Apakah masa berlaku Polis sudah usai?
  • dan banyak lagi pertanyaan lainnya.

Di kebanyakan kasus, pembatalan Polis terjadi karena Premi yang tidak dibayar secara rutin dan tepat waktu. Padahal, ada banyak cara mudah yang dapat dilakukan untuk membayar Premi asuransi, seperti:

  • Pembayaran otomatis melalui autodebet rekening tabungan milik Pemegang Polis.
  • Pembayaran otomatis melalui autodebet kartu kredit miliki Pemegang Polis.
  • Pembayaran manual melalui transfer ke rekening Virtual Account milik perusahaan asuransi (Penanggung).
  • Pembayaran manual melalui transfer ke rekening manual milik perusahaan asuransi (Penanggung)
  • Pembayaran manual dengan cara dititipkan ke agen yang bersangkutan.

Bila ada nasabah AXA Financial Indonesia saya yang membaca tulisan ini, kalian tidak perlu khawatir sebab setiap pembayaran Premi yang kalian lakukan akan langsung mendarat di rekening Penanggung sehingga tidak ada pihak atau orang (Man In The Middle) yang menjembatani proses pembayaran tersebut. Kalian akan selalu menerima notifikasi bila autodebet / pembayaran Premi renewal telah berhasil dilakukan.

Bilamana terjadi kegagalan dalam proses autodebet, AXA Financial Indonesia akan memberikan informasi kepada Pemegang Polis dan Agen yang bersangkutan untuk menyelesaikan issue pembayaran secepatnya. Apabila pembayaran Premi tidak diterima dalam kurun waktu 1 bulan setelah jatuh tempo, Polis akan tidak aktif dan baik Pemegang Polis, Tertanggung, maupun Termaslahat (Ahli Waris) tidak dapat mengajukan Klaim atas manfaat yang diberikan oleh Penanggung.

sayang sekali, bukan?

kasus kegagalan pembayaran Premi pernah dialami oleh salah seorang nasabah saya. Ceritanya bisa dibaca setelah pesan sponsor berikut ini:



Contoh kasus kegagalan pembayaran Premi

Ada kisah menarik yang terjadi di sepanjang saya menjadi agen asuransi. Sebut saja ibu R yang membeli asuransi kesehatan murni Maestro Optima Care dengan cara pembayaran autodebet via Kartu Kredit secara bulanan. Setelah menerima Polis dan berhasil melakukan pembayaran Premi secara rutin, tak sengaja ibu R melakukan perubahan dari sisi Kartu Kredit yang mengakibatkan pembayaran Premi renewal (perpanjangan) menjadi terhambat. AXA Financial Indonesia selaku Penanggung langsung memberikan notifikasi kepada saya sebagai agen untuk berkoordinasi dengan nasabah dalam menyelesaikan issue pembayaran ini.

Saat ini saya telah mengirimkan beberapa formulir dan berkas yang perlu diisi dan ditandatangani oleh ibu R. Bila formulir dan berkas tersebut telah dilengkapi, saya akan langsung mengirimkannya ke AXA Financial Indonesia untuk melanjutkan proses pembayaran Premi renewal secara autodebet via Kartu Kredit.

Kembali ke topik.

Mengapa asuransi dinyatakan tidak aktif sekalipun pembayaran Premi terus dilakukan?

akan kita ulas di paragraf selanjutnya, so keep scrolling



Mengapa asuransi dinyatakan tidak aktif sekalipun pembayaran Premi terus dilakukan?

Saya menebak bahwa pembayaran Premi tersebut dilakukan melalui cara berikut ini:

  • Pembayaran manual ke rekening manual Penanggung
  • Pembayaran manual dengan cara menitipkan pembayaran Premi ke agen yang bersangkutan

dan metode pembayaran tersebut memiliki risiko dan kesalahannya masing-masing.

Berikut 2 kesalahan yang mungkin terjadi bila kita membayar Premi melalui 2 metode di atas

Kesalahan pertama:

Pembayaran manual ke rekening manual Penanggung tidak sepenuhnya membuat proses pembayaran Premi selesai dengan cepat dan mudah. Terkadang kita sebagai Pemegang Polis wajib melampirkan bukti transfer kepada Penanggung sebagai bukti dan referensi bahwa pembayaran Premi telah berhasil dilakukan. Bila bukti transfer tidak diberikan kepada Penanggung, tentu saja Penanggung tidak akan mengetahui apakah Polis kita sudah dibayar atau belum.

Kesalahan kedua:

Kesalahan kedua serupa dengan kesalahan pertama, namun kita telah menitipkan / mengumpulkan bukti transfer ke agen asuransi yang bersangkutan atau kantor cabang terdekat. Namun baik agen asuransi maupun kantor cabang tersebut lalai/alpa melaporkan bukti transfer yang sudah kita kumpulkan. Alhasil, Penanggung tidak aware dan mengetahui bahwa Premi perpanjangan telah dilunasi.

Kesalahan ketiga:

Kesalahan ketiga merupakan kesalahan yang paling fatal, yakni menitipkan uang kepada agen untuk melakukan pembayaran Premi. Perlu diketahui bahwa asuransi merupakan bisnis yang mengikat antara Penanggung dengan Pemegang Polis, Tertanggung, dan Termaslahat (Ahli Waris). Oleh karena itu segala jenis pembayaran Premi sebaiknya dilunasi secara langsung oleh Pemegang Polis kepada Penanggung untuk meminimalisir miskomunikasi, fraud, dan lain sebagainya yang mungkin terjadi.

sudah pasti kita tidak ingin kesalahan tersebut terjadi, bukan? nah, untuk meminimalisir terjadinya resiko dan kesalahan seperti di atas, saya telah menyiapkan beberapa tips dan triknya setelah pesan komersial berikut ini, so keep scrolling!



Saya selalu merekomendasikan 2 metode pembayaran di bawah ini kepada nasabah saya:

  • Pembayaran perpanjangan Premi (renewal) via autodebet rekening tabungan bank BCA
  • Pembayaran perpanjangan Premi (renewal) via autodebet Kartu Kredit (Master card, Visa, BCA Card)
  • Pembayaran perpanjangan Premi (renewal) via transfer ke rekening Virtual Account milik Penanggung

Dengan melakukan pembayaran perpanjangan Premi (renewal) seperti di atas, maka kita sudah tidak perlu melampirkan atau mengirimkan butki transfer kepada Penanggung, sebab setiap pembayaran premi yang dilakukan melalui 3 metode di atas akan langsung dikroscek dan diverifikasi secara otomatis oleh Penanggung.

Lalu apa yang perlu dilakukan selanjutnya?

Bila asuransi dinyatakan tidak aktif, maka Pemegang Polis memiliki 2 opsi, yakni:

  • Melakukan pemulihan Polis (reinstatement) agar Polis kembali aktif melindungi Pemegang Polis dan Tertanggung.
  • Membiarkannya saja sehingga Polis akan ditutup secara otomatis.

Bila Pemegang Polis bermaksud untuk melakukan pemulihan Polis, disarankan untuk menghubungi Penanggung atau agen asuransi terkait untuk mendapatkan informasi dan prosedur secara rinci termasuk menghitung biaya yang dikenakan pada saat melakukan pemulihan Polis. Biasanya Pemegang Polis akan diminta untuk melunasi Premi, bunga, dan denda bila ada. Oleh karena itu sangat disarankan bagi Pemegang Polis untuk menyiapkan dana tersebut sebelum melakukan Pemulihan Polis.



Pemegang Polis juga dapat melakukan pembatalan Polis asuransi dengan menghubungi Penanggung atau agen asuransi terkait untuk mendapatkan informasi dan prosedur selanjutnya. Artikel di bawah ini sudah saya persiapkan sebelumnya untuk memberikan gambaran secara lengkap bagaimana cara menutup Polis secara benar.

demikian pendapat dan perspektif saya dalam menjawab pertanyaan tersebut. Bila pembaca memiliki pertanyaan atau pendapat lainnya, jangan sungkan untuk membagikannya di kolom komentar, siapa tahu ada orang lain yang membutuhkan pendapat dan perspektif kita di luar sana.

Artikel yang berkaitan











0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.











Pin It on Pinterest

Shares
Share This