Setelah sekian lama tidak menulis, akhirnya saya kembali untuk membagikan sebuah pengalaman berkesan setelah 2 tahun saya menjalani profesi sebagai agen asuransi. Artikel terakhir yang pernah saya tulis dan berkaitan dengan agen asuransi ialah tentang komisi agen asuransi yang sangat menggiurkan. Artikel tersebut bisa dibaca melalui tautan berikut ini, dan semoga pembaca terinspirasi untuk menjadi agen asuransi.

Hehehe. . .

Mungkin tidak semua orang dilahirkan untuk menjadi agen asuransi. Lagipula, siapa sih yang mau berjualan asuransi? Kita harus menjual suatu produk yang sering mendapat stigma negatif dari kebanyakan orang. Kita harus menjual suatu produk yang tidak lepas dari insiden atau nasib buruk. Mulut membawa malapetaka dan ketakutan. Ketika kita menghubungi teman lama dan menanyakan kabar, mereka langsung menjawab to the point:

“Mau nawarin asuransi ya? Hehehehe”

hehehehe

hehehe

hehe

he

*menghilang dari peradaban*

Fear Marketing. You name it! The challenge is real!

Teringat ketika saya pertama kali resmi menjadi agen asuransi dan memiliki lisensi AAJI. Saya begitu getol dan rajin untuk menceritakan banyak hal baik dan positif yang bisa asuransi lakukan kepada semua orang di dekat saya. Saya menceritakan bagaimana ia mampu menyelamatkan kondisi finansial dari saat kritis dan genting. However, di tahun pertama saya tidak mendapatkan nasabah sama sekali.

Memasuki bulan ke tiga belas, akhirnya saya mendapatkan nasabah pertama saya yang sampai sekarang masih berhubungan baik dan sedang dalam proses penawaran asuransi kesehatan untuk istri beliau. Doakan tembus ya guise!

Seiring berjalannya waktu, Tuhan singkapkan langit dan mempercayakan saya lebih banyak nasabah hingga saat ini. Tentu saja semuanya melalui proses yang tak mudah. Pada waktu itu beberapa kali saya berpikiran untuk mengeuthanasia website ini karena tidak menghasilkan banyak leads.

Segala macam internet marketing mulai dari Facebook ads hingga Google ads saya terapkan, namun tak satupun membawa conversion. Saya memodifikasi website ini dan menjadikannya produk yang gesit, ringan, dan responsif. Saya berinvestasi dalam website ini menggunakan tema premium dan hosting yang bukan kaleng-kaleng. Lalu, apa yang dibawa oleh website asuransimurni.com ini di 1 tahun pertama?

N.O.T.H.I.N.G


Sorry iklan bentar ya guys, demi kelangsungan hidup website sayah 🙁


Mungkin inilah yang membedakan mengapa menjual asuransi tidak semudah berjualan di Internet layaknya toko online. Berbagai macam website seperti Cermati dan Futuready memiliki produk dengan cara kerja serupa dengan E-Commerce yang bergerak di bidang asuransi. Saya yakin kedua website tersebut memiliki funding yang lebih besar, teknologi yang lebih canggih, dan orang-orang kompeten dan expert di bidangnya. Namun hal tersebut mungkin tidak memberikan consideration apapun bagi konsumen untuk membeli asuransi secara daring di Internet.

Saya pun pernah mengalami putus asa ketika mengetahui bahwa startup dengan valuasi raksasa bernama Tokopedia pun berjualan asuransi. Di saat yang sama saya berpikir:

What makes me stand out compare to others?

At that time, saya berpikir bahwa saya harus menjadi agen asuransi yang berbeda dari agen asuransi lainnya. Salah satu caranya ialah dengan aktif di media sosial seperti Twitter dan aktif menulis blog. Karena saya bukan berasal dari latar belakang ekonomi, dan terlahir dalam keluarga yang belum terbiasa dalam hal financial planning, keadaan ini memaksa saya untuk belajar tentang personal finance secara otodidak via Youtube maupun E-Book. Beberapa Ebook yang saya rekomendasikan untuk dibaca ialah:

Dengan mempelajari keuangan secara finansial dan menuliskannya dalam kehidupan sehari-hari, membuat ilmu yang saya dapat seakan ngelotok dan susah lepas dari pikiran. Sesekali saya membagikan kebingungan saya dalam membaca buku-buku personal finance tersebut melalui akun Instagram saya di nencorr. Hell yes, i will do anything to learn something new!


Sedang mencari sesuatu? mungkin sponsor di bawah ini dapat membantu.



yuk lanjutin lagi bacanya 🙂


Setelah mendapat sedikit exposure dari akun twitter salah seorang teman, @Chiw, follower akun Twitter saya langsung meningkat tajam dari yang semula 270 hingga 311 dalam waktu relatif singkat. I think this is the moment. Hanya dengan sedikit sentuhan rekomendasi, follower saya langsung bertambah dan saya mendapatkan banyak leads dari Twitter. I owe you one, Chiw!

Tepat di bulan Februari 2020 ini, saya mendapatkan jumlah leads terbanyak dalam sejarah saya berjualan asuransi. Untuk merayakan pencapaian tersebut, saya memutuskan untuk berbagi sedikit keseruan dan petualangan saya dalam hal berjualan asuransi.

Bertemu dengan orang yang belum pernah ditemui, mengunjungi tempat yang belum pernah dikunjungi

I have so many friends that live in Cibubur. Cibubur memiliki kesan tersendiri buat saya. Diantara perumahan indah, megah, dan mewah di sisi kiri dan kanan jalan, terdapat 1 jalanan dengan kemacetan luar biasa yang menjadi pemisah antara perumahan di Cibubur tersebut.

Percaya atau tidak, beberapa minggu lalu saya pergi ke Cileungsi untuk membantu salah seorang nasabah yang sedang mencari produk kesehatan Maestro Optima Care. Bagi pembaca yang belum familiar dengan produk tersebut, bisa mengunjungi tautan berikut ini untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.

Petualangan ini dimulai ketika salah seorang nomor yang tak dikenal menghubungi saya via Whatsapp. Percakapan awalnya seperti ini:

Hal seru yang sering terjadi saat berjualan asuransi via whatsapp chat
Hal seru yang sering terjadi saat berjualan asuransi via whatsapp chat

It seems that dealing with people is my weapon forte. Percakapan dalam whatsapp tersebut berujung pada conversion untuk produk Maestro Optima Care. Tantangan lain yang muncul ialah bagaimana saya pergi ke suatu tempat yang belum pernah saya kunjungi sebelumnya dengan mengandalkan transportasi umum?

well, bagi yang belum tahu, saya sangat suka mengandalkan transportasi umum dan menuliskan beberapa manfaat serta keuntungan dalam mengandalkan transpotasi umum dalam artikel berikut ini:

Setelah mempelajari Google Maps, akhirnya saya mengundang Tuhan untuk menuntun dan memimpin perjalanan kami menuju tempat sejauh 102 KM menggunakan transportasi umum.

Dengan merogoh kocek kurang lebih sebesar Rp. 25,000 untuk 1x perjalanan, akhirnya saya bertemu dengan nasabah dan melakukan paperwork seperti pengisian formulir dan tanda tangan.

Bayangkan anda harus pergi ke tempat yang belum pernah anda kunjungi sebelumnya. Anda naik transportasi umum sambil menyalakan Google Maps untuk memastikan bahwa angkot tersebut di trayek dan tujuan yang sesuai dengan Google Maps. Puji Tuhan saya bisa bertemu dengan nasabah dan kembali pulang ke Jakarta dengan selamat.

Fun fact, terkejut abang terheran-heran melihat angkot 121 jurusan Kampung Rambutan <> Cileungsi melewati jalan tol.

Petualangan seru lainnya dapat dibaca setelah pesan komersial berikut ini.


sssttt, ga usah buru-buru bacanya. Gih minum dulu sebelum membaca lanjutannya 🙂



Zombie leads!

Pada petualangan yang satu ini, bukan berarti nasabah saya bergerak dan memiliki rupa seperti Zombie lho! Sebagai penggemar film Zombie yang terpukau dengan film Zombie asal korea, Train to Busan, saya cukup fasih dengan kata Zombie. Zombe merupakan sosok makhluk yang kehilangan akal dan fungsi otak, sehingga mereka menjadi karnivora dan memakan manusia lainnya.

Hiiy serem!

Tapi Zombie yang saya maksud bukan seperti itu. Zombie yang saya maksud ialah layaknya Zombie Blog atau Zombie Thread dalam forum seperti Kaskus, Ceriwis, dan Indowebster, dimana Zombie digunakan untuk menggambarkan sesuatu yang sudah lama hilang, namun kembali muncul ke permukaan.

nah lho, bingung gak?!

Sebut saja 2 orang nasabah saya yang berasal dari Pesanggrahan, Bintaro. Sebelumnya saya mendapat kontak dari anak mereka yang sedang mencari asuransi kesehatan untuk orang tua. Usia salah satu Tertanggung cukup senior, namun hal ini tidak menjadi batasan bagi seseorang untuk dapat berlangganan Maestro Optima Care, karena untuk menjadi menjadi nasabah AXA dan dijamin oleh Maestro Optima Care, nasabah hanya perlu menjawab beberapa pertanyaan sederhana seperti:

  • Apakah pernah menderita salah satu dari 12 daftar penyakit kritis yang ada di tautan ini?
  • Apakah pernah terdiagnosa / memiliki kondisi medis dalam kurun waktu 5 tahun sebelum membeli Polis?

Sang anak menghubungi saya pada bulan September 2019 silam, atau setara dengan 5 bulan lalu. Harus saya akui bahwa saya kadang lalai dan lupa melakukan followup pada Leads yang sudah saya hubungi. Most of them menjadi pasif dan tidak responsif dalam kurun waktu yang relatif singkat. Biasanya saya melakukan archive chat di Whatsapp untuk kontak yang sudah tidak responsif, untuk saya followup kembali di kemudian hari. Then keajaiban terjadi di bulan Februari 2020.


Artikelnya sudah hampir habis nih. Semangat! Tinggal sedikit lagi!



Orang tua dari anak tersebut menghubungi saya dan mengaku kalau anak mereka pernah melakukan followup untuk mendapatkan penawaran tentang produk Maestro Optima Care. Setelah melakukan beberapa kroscek chat Whatsapp, akhirnya saya menemukan pembicaraan via Whatsapp dengan sang anak dan itu terjadi di bulan September 2019!

Whoa it’s 5 months already and you still remember me!

Sebenarnya masih ada kejutan dan petualangan seru lainnya yang akan saya tuliskan dalam blog ini. Semoga kisah dan petualangan saya dapat menjadi referensi bagi agen asuransi lainnya untuk bersemangat and giving our best to serve our customers.

Baca juga:

Pin It on Pinterest

Shares
Share This