Siapa diantara kita yang sudah mengatur keuangan sedemikian rupa sehingga setiap penghasilan yang diterima dapat teralokasi dengan baik?

Saya harap pembaca sudah melakukannya ya. . .

Mengatur keuangan memang gampang-gampang susah. Terlebih lagi bila kita memiliki jiwa konsumtif dan tidak disiplin. Sekalipun punya penghasilan bulanan sebesar 10juta koma sekian, bisa-bisa malah di tanggal 10 setiap bulan sudah koma alias kehabisan uang.

Hihihi

Untuk itu, sangat disarankan agar kita mengatur dan mengelola baik pemasukan yang kita terima maupun uang yang kita keluarkan untuk membayar beberapa hal seperti:

  • tagihan
  • utang
  • cicilan
  • angsuran
  • bunga kartu kredit
  • asuransi
  • servis kendaraan
  • biaya pendidikan
  • biaya kebutuhan sehari-hari
  • biaya transportasi sehari-hari
  • dan banyak lagi biaya lainnya

Nah dalam artikel ini saya ingin berbagi tips saya dalam menghemat pengeluaran khususnya dalam hal biaya transportasi sehari-hari.

Yuk ambil kertas dan alat tulisnya dan silakan catat hal-hal yang perlu dicatat.


Sorry iklan bentar ya guys, demi kelangsungan hidup website sayah 🙁


Pengaruh Gojek dan Grab dalam kehidupan (saya) sehari-hari. . .

Tak bia dipungkiri bahwa Gojek dan Grab sudah menjadi bagian dari keseharian saya dalam melakukan rutinitas serta aktifitas secara berkala. Mulai dari mengantar saya ke halte bus transjakarta, ke stasiun, hingga kembali ke rumah dengan selamat dan cepat. Dalam sehari, paling tidak saya harus membuka aplikasi Gojek maupun Grab sebanyak 2x seharinya. Hal ini bertujuan untuk membandingkan tarif ojek daring yang dikenakan oleh masing-masing platform dan memesan ojek daring.

Pertimbangan inilah yang membuat saya semakin mantap untuk beralih ke transportasi umum dikala lalu lintas di ibu kota semakin tersendat dan macet. Pertimbangan lainnya bisa dibaca melalui tautan berikut ini:

Yuk lanjut!

Beberapa waktu lalu Gojek dan Grab sepakat untuk memasang harga minimum buying sebesar Rp. 10,000 per 1x perjalanan. Minimum Buying berarti tarif minimal yang akan dikenakan ketika kita menggunakan jasa ojek daring seperti Grab dan Gojek.

“Gilaaa! Kalo harganya Rp. 10,000 per trip dan sehari paling tidak membutuhkan 2x trip, saya wajib menyiapkan uang sebesar Rp. 600,000 per bulan!”

Demikian kesan pertama saya mendengar informasi tersebut.

Namun, pihak Gojek dan Grab pun tak tinggal diam. Mereka merilis voucher yang dapat dibeli menggunakan mata uang Rupiah untuk memberikan diskon bagi pelanggan yang hendak menggunakan jasa mereka.

By the way, apakah pembaca sudah tahu kalau voucher ini bisa didapatkan secara mudah dan praktis?

Penjelasan voucher goride secara singkat:

Voucher goride merupakan voucher yang dirilis oleh Gojek untuk memberikan subsidi atau pengurangan harga bagi pelanggan yang hendak menggunakan jasa ojek daring atau goride. Voucher tersebut dikemas kedalam 2 kemasan, yakni:

  • Harga Rp. 32,000++ untuk mendapatkan 12 voucher @ Rp.8,000
  • Harga Rp. 20,000++ untuk mendapatkan 6 voucher @ Rp. 8,000

Berdasarkan angka diatas, kita bisa menghitung bahwa kemasan pertama lebih ekonomis dibandingkan kemasan kedua. Artinya dengan uang Rp. 32,000 kita bisa mendapatkan subsidi hingga Rp. 96,000 sementara dengan uang Rp. 20,000 hanya bisa memberikan kita subsidi sebesar Rp. 48,000.

Sayangnya voucher goride untuk saat ini tidak bisa dibeli melalui aplikasi dan penjualan hanya dilakukan oleh merchant yang telah bekerja sama dengan gojek, termasuk saya sendiri.

Hehehe.

Jika diantara pembaca ada yang membutuhkan voucher gojek, dapat menghubungi saya langsung. 😀


Sedang mencari sesuatu? mungkin sponsor di bawah ini dapat membantu.



yuk lanjutin lagi bacanya 🙂


Penjelasan voucher grab bike secara singkat:

Berbeda dari kompetitor dalam negeri, grab justru menyediakan voucher grab bike yang dapat diakses dan dibeli melalui aplikasi Grab. Hanya dengan beberapa click saja, subscription dapat diaktifkan dan akan diperpanjang secara otomatis setiap 2 minggu dengan mendebet saldo OVO.

Namun Grab tidak memiliki opsi lain untuk voucher grab bike selain harga Rp. 30,000 yang akan aktif selama 2 minggu. Selanjutnya kita akan mendapatkan voucher grab bike dengan rincian berikut ini:

  • 15 voucher @ Rp. 5,000
  • 5 voucher @ Rp. 10,000

Dengan kata lain, hanya dengan uang Rp. 30,000, kita mendapat subsidi harga grab bike hingga Rp. 125,000

Bikin ngiler gak sih?

Manakah yang lebih hemat: voucher grab bike atau voucher goride?

Demi perhitungan yang fair dan apple to apple, kita akan menggunakan voucher dengan nominal yang setara, yakni voucher grab bike atau voucher goride dengan harga Rp. 30,000. Sebagai informasi, jarak yang terjauh yang sering saya tempuh menggunakan grab bike atau goride ialah 10 Kilometer. Saya lebih memilih untuk menggunakan transportasi umum seperti bus Transjakarta atau kereta Commuterline untuk jarak tempuh yang lebih jauh.

By default tarif yang dikenakan oleh Grab bike maupun Goride untuk jarak tempuh 10 Kilometer ialah RP. 10,000. Untuk itu, mari kita hitung rinciannya:


sssttt, ga usah buru-buru bacanya. Gih minum dulu sebelum membaca lanjutannya 🙂



Bila saya menggunakan voucher goride:

Sebelum saya dapat menggunakan voucher goride, terlebih dahulu saya harus mengeluarkan uang sebesar Rp. 30,000 untuk mendapatkan 12 voucher @ Rp.8,000. Dengan hari kerja sebanyak 6 hari seminggu, 12 voucher tersebut akan habis untuk perjalanan pulang dan pergi selama seminggu. 12 voucher @ Rp. 8,000 tersebut akan meringankan biaya transportasi saya begitu hebat sehingga saya hanya perlu menyiapkan uang Rp. 2,000 dalam 1x perjalanan per hari.

Dalam waktu sehari, maka saya wajib menyiapkan uang sebesar Rp. 4,000 untuk 2x perjalanan. Nominal tersebut setara dengan Rp. 24,000 per minggu (6 hari). Dengan demikian, biaya transportasi yang harus saya siapkan setiap minggunya adalah Rp. 54,000. dengan rincian berikut ini:

  • Rp. 30,000 untuk membeli voucher goride selama 1 minggu
  • Rp. 24,000 untuk ongkos goride selama 1 minggu

Bila nominal tersebut kita bagi hingga ke level harian, paling tidak kita membutuhkan ongkos sekitar Rp. 9,000 per hari. Rp. 9,000 untuk jarak tempuh 20 Kilometer per hari merupakan nominal yang cukup reasonable buat saya.

Selanjutnya, yuk kita hitung menggunakan voucher Grab bike.


Sedang mencari sesuatu? mungkin sponsor di bawah ini dapat membantu.



yuk lanjutin lagi bacanya 🙂


Bila saya menggunakan voucher grab bike

Serupa dengan ketika menggunakan voucher goride, saya harus mengeluarkan uang sebesar Rp. 30,000 untuk mendapatkan voucher grab bike dengan rincian sebagai berikut:

  • 15 voucher @ Rp. 5,000
  • 5 voucher @ Rp. 10,000

Dengan jarak tempuh yang sama, saya bisa menghemat 5x perjalanan saya hingga Rp. 0 alias gratis! Saya wajib mengeluarkan uang sebesar Rp. 35,000 untuk 7 perjalanan lainnya dalam waktu seminggu. Dalam waktu seminggu, kita sudah melakukan 12 perjalanan dan telah mengeluarkan uang sebagai berikut ini:

  • Rp. 30,000 untuk membeli voucher grab bike selama hampir 2 minggu (total 22 voucher grab bike)
  • Rp. 35,000 untuk ongkos grab bike selama 1 minggu

Siapa yang menjadi juaranya?

Berdasarkan perhitungan diatas, voucher gojek terbukti lebih hemat karena membuat saya hanya mengeluarkan uang sebesar Rp. 54,000 dalam waktu 1 minggu pertama sementara voucher grab bike mewajibkan saya menyiapkan uang sebesar Rp. 65,000.

Namun, in the long run voucher grab bike terbukti lebih ekonomis dibandingkan voucher goride. Hal ini dikarenakan jumlah voucher grab bike yang lebih banyak dari voucher goride, sehingga kita masih menyimpan 8 voucher grab bike @ Rp.5,000 yang belum terpakai di minggu pertama.

Dengan kata lain, sekalipun diskon atau subsidi yang diberikan oleh Grab tidak sebesar Gojek (hingga Rp. 8,000 per perjalanan), voucher grab bike tetap lebih hemat untuk jangka panjang dikarenakan jumlah voucher yang diberikan Grab hampir 2x jumlah voucher oleh Gojek.

Namun voucher goride tetap bisa menjadi penyelamat dikala kondisi keuangan mulai tersendat dan payday semakin mendekat.

Hayo, tertarik untuk beralih vendor ojek daring?

atau

menginstall aplikasi Gojek dan Grab dalam 1 gawai secara bersamaan?

Apapun itu, kiranya kita semua menjadi bijak dalam mengatur dan mengelola uang.

Baca juga:

Pin It on Pinterest

Shares
Share This