Perut kenyang, hati senang, semua menang. Kira-kira itulah perasaan yang timbul setelah saya menyantap makan siang bersama keluarga di salah satu restoran all you can eat yang cukup terkenal di Jakarta bernama Hanamasa. Hanamasa merupakan restoran asal Jepang dengan hidangan makanan dan minuman yang bisa disantap sepuasnya. Anda dapat membaca dan melakukan reservasi langsung di restoran Hanamasa melalui tautan berikut ini.

View this post on Instagram

Phone over food.

A post shared by Chernenko Panjaitan (@nencorr) on

Saya tidak tahu apakah artikel yang saya tulis ini akan bermanfaat atau tidak. Namun saya kerap kali bertanya sebuah pertanyaan yang hingga kini belum saya temukan jawabannya:

Mengapa Hanamasa menerapkan harga yang berbeda bagi pelanggan untuk produk yang sama?

Bagi yang belum tahu, restoran Jepang dengan logo kepala sapi ini menerapkan harga yang berbeda bagi pelanggan dewasa dan anak-anak. Pertanyaan diatas sangat mengganggu saya, sebab restoran Hanamasa tidak membatasi porsi makanan untuk pelanggan dewasa dan anak-anak, namun mengapa ia menerapkan harga yang berbeda?

Bila ada suami istri dan 1 orang anak mereka pergi ke restoran Hanamasa, saya rasa mereka hanya perlu membayar seharga 2x tarif orang dewasa, meski anak-anak.

Atau, mengapa suami istri tersebut tidak membayar seharga anak-anak dengan dalih mereka hanya menemani putra-putri mereka makan?



Inilah yang disebut dengan Diskriminasi Harga dalam ekonomi.

Diskriminasi Harga merupakan penerapan harga yang berbeda untuk produk yang sama kepada pelanggan yang berbeda dengan tujuan untuk mendapatkan penjualan dan pemasukan yang maksimal. Diskriminasi harga diciptakan untuk membagi konsumen menjadi klasifikasi tertentu dan memberikan harga yang pantas bagi mereka.

Salah satu contoh lain dari Diskriminasi Harga ialah perusahaan perangkat lunak Microsoft yang memberikan harga berbeda untuk Microsoft Visual Studio dengan paket tertentu, seperti:

  • Community Edition
  • Student license
  • Personal license
  • Enterprise license

Sounds familiar namun tidak pernah disadari, bukan?



Peranan Diskriminasi Harga dalam dunia digital

Dalam dunia digital yang saling terhubung dan terintegrasi dimana data is the new oil, Diskriminasi Harga sangat mungkin terjadi untuk meraup keuntungan sebesar-besarnya. Hanya dengan 1 perangkat smartphone, “preman” di Internet dengan nama Google dapat langsung mengakses informasi di bawah ini, baik disadari maupun tidak:

  • Kebiasaan pengguna
  • Berapa banyak uang yang dihabiskan oleh pengguna dalam kurun waktu tertentu
  • Website apa saja yang dikunjungi oleh pengguna
  • Pencarian apa saja yang dilakukan oleh Pengguna

Dengan sedikit racikan dan bumbu-bumbu dari Artificial Intelligence dan Machine Learning, informasi ini dapat dimanfaatkan bagi pengusaha atau bisnis dalam mendongkrak penjualan.

Ini berarti seseorang yang sedang mencari tiket perjalanan pesawat untuk penerbangan tertentu mungkin berbeda dengan orang lain meski keduanya akan menggunakan nomor penerbangan yang sama.

Contoh serupa pula mungkin terjadi bagi seseorang yang sedang mencari produk atau barang tertentu di Marketplace maupun E-Commerce. Ia akan memberikan penawaran terbaik agar transaksi dalam keranjang segera diselesaikan dengan melakukan pembayaran.

Bila pembaca tidak ingin repot dalam mencari produk dan menentukan barang, saya merekomendasikan untuk menggunakan layanan Telunjuk yang telah sangat membantu penggunanya dalam mendapatkan penawaran terbaik dari Marketplace dan Vendor.

Bagaimana solusinya agar kita mendapatkan penawaran dengan harga terbaik?

Well, salah satu cara yang sering saya gunakan ialah bertransaksi dengan menggunakan peramban versi incognito. Dengan demikian, peramban tersebut tidak memiliki histori dan kuki yang dapat digunakan untuk mengerjakan formula dalam memodifikasi harga.

However, cara ini mungkin tidak terlalu efektif bila kita masih membiarkan akun Google kita signed in dalam peramban yang kita gunakan.

Selamat berburu harga dan penawaran terbaik di jagat raya Internet!

Baca juga:

Pin It on Pinterest

Shares
Share This