Tak bisa dipungkiri bahwa transportasi umum di Indonesia khususnya Jakarta masih jauh dari harapan, seperti:

  • Bus Transjakarta dengan halte yang tidak ramah difabel
  • Kereta Commuterline yang sering terlambat dan mengalami gangguan
  • Angkot yang sering ngetem sembarangan
  • Bus yang menurunkan penumpangnya di tengah jalan
  • Driver Gojek yang melawan arus lalu lintas dan membahayakan penumpang

dan banyak lagi kekurangan transportasi umum lainnya.

Sebelum beralih ke transportasi umum, saya mengandalkan sepeda motor dalam berpindah tempat. Selain lebih ekonomis karena hanya perlu merogoh kocek sebesar Rp. 30,000 per minggu atau Rp. 120,000 per bulan, saya memilih menggunakan kendaraan sepeda motor karena ia mampu menerjang macet dengan melalui jalan pintas maupun gang tikus yang banyak tersebar di Jakarta.

Sebagai orang yang mencari nafkah dan banyak menghabiskan waktu di ibukota negara Indonesia, akhirnya saya memutuskan untuk mengandalkan transportasi umum di Jakarta.

Tanpa saya sadari, berikut beberapa manfaat yang dialami oleh mereka pengguna transportasi umum seperti saya:



Tubuh lebih banyak bergerak dan sehat

Positif thinking aja! Naik transportasi umum justru membuat kita lebih sehat karena melakukan serangkaian aktifitas di bawah ini:

  • Naik Jembatan Penyebrangan Orang (JPO) di halte bus Transjakarta
  • Berjalan kaki saat melakukan transit dan berpindah moda transportasi
  • Bergelantungan saat berada di dalam bus transjakarta dan commuter line
  • Memberikan bangku atau tempat duduk kepada mereka yang lebih berhak seperti orang tua dan ibu hamil

Selain 4 manfaat diatas, kita juga terbebas dari resiko di bawah ini:

  • Polusi udara
  • Resiko cuaca seperti kehujanan dan kepanasan
  • Resiko kejahatan seperti begal dan jambret
  • Resiko kecelakaan karena cara mengemudi yang ugal-ugalan dan tak berhati-hati

Dengan beralih ke transportasi umum, dijamin kita akan lebih sehat karena lebih banyak bergerak.

Cobain!

Biaya yang lebih terukur (dan ekonomis)

Fun fact saat kita beralih ke transportasi umum ialah biaya yang dikeluarkan justru menjadi lebih tinggi dibandingkan dengan mengandalkan transportasi pribadi.

Berdasarkan paragraf di atas, saya mengeluarkan budget Rp. 120,000 per bulan untuk biaya bahan bakar. Ketika saya beralih ke transportaasi umum, saya menyiapkan budget hingga Rp. 210,000 setiap bulannya untuk biaya bus Transjakarta.



Dengan membandingkan kedua angka ini, kita bisa mengambil kesimpulan bahwa beralih ke transportasi umum merupakan keputusan ceroboh jika tujuan kita ialah menghemat biaya transportasi.

Salah satu manfaat yang saya rasakan ketika beralih ke transportasi umum ialah biaya yang saya keluarkan lebih terukur dan ekonomis. Biaya yang lebih terukur artinya saya tidak perlu menyiapkan biaya tak terduga untuk resiko di bawah ini:

  • Kerusakan kendaraan pribadi secara tiba-tiba
  • Servis kendaraan pribadi secara berkala

Sedangkan biaya yang lebih ekonomis berarti saya tidak perlu khawatir pada:

  • Resiko kecelakaan
  • Resiko kejahatan
  • Resiko cuaca seperti kehujanan dan kepanasan
  • Resiko kecelakaan

Biaya yang lebih ekonomis lainnya dapat ditentukan dengan menghitung biaya per jarak Kilometer (KM) yang kita tempuh. Bila kita menggunakan bus Transjakarta, maka kita bisa berkeliling kota Jakarta hingga bosan hanya dengan merogoh kocek Rp. 3,500. Kita dapat menempuh jarak 25 KM hanya dengan merogoh kocek Rp. 3,000 bila kita menggunakan kereta Commuterline.



Transportasi umum yang kian berkembang dan diperbaiki

Pada tahun 2019, secara resmi Jakarta memiliki Mass Rapid Transit (MRT) yang membuat penggunanya dapat berpindah tempat sejauh 12KM dalam waktu kurang dari 30 menit. Pengguna transportasi umum MRT hanya perlu menyiapkan uang sebesar Rp. 10,000 untuk menempuh perjalanan tersebut.

Di tahun sebelumnya, Jakarta juga secara resmi telah merilis transportasi umum dengan nama Jak Lingko yang siap mengantar penumpang dengan tarif yang ekonomis.

Singkatnya, Jakarta yang penuh dengan kemacetan ini terus berinovasi dalam memperbaiki transportasi umum yang aman, ramah, murah, dan nyaman bagi penumpang. Semoga kemacetan dapat berkurang dengan orang-orang yang beralih ke transportasi umum ketimbang harus menggunakan kendaraan pribadi.



Saya bisa melakukan banyak hal saat menggunakan transportasi umum

Beberapa hal menyenangkan di bawah ini tidak bisa dilakukan ketika kita mengendarai kendaraan pribadi:

  • Mendengarkan lagu di Netflix
  • Menonton film di Spotify
  • Texting
  • Menonton video edukasi dan literasi keuangan di Youtube
  • Membaca dan membalas email di Gmail
  • Memeriksa kinerja investasi di aplikasi BIONS
  • Tidur
  • Bermain game Orna (psst, let’s play together!)
  • Bermain game Pokemon GO
  • Membaca komik
  • Membuat Proposal asuransi kesehatan / asuransi jiwa
  • dan banyak lagi kegiatan menyenangkan lainnya.

Dengan beralih ke transportasi umum, saya bisa melakukan lebih banyak hal sementara saya berpindah dari 1 tempat ke tempat lain. Dengan melakukan kegiatan menyenangkan di atas, dijamin membuat perjalanan menjadi lebih seru dan menyenangkan!

Lalu lintas memang padat, tapi itu berarti kita memiliki lebih banyak waktu untuk melakukan banyak hal sambil berpindah tempat.

Dijamin mendapat tempat duduk*

Manfaat ini memiliki syarat dan ketentuan yang berlaku, seperti:

  • Orang tua dan senior
  • Difabel
  • Ibu hamil
  • Ibu membawa anak

Yup. Transportasi umum di Jakarta seperti Bus Transjakarta dan kereta Commuterline menyediakan tempat duduk prioritas bagi mereka yang tergolong kedalam 4 kriteria diatas.

Kita hanya perlu melapor pada kondektur/petugas yang bertugas untuk dicarikan tempat duduk, dan tempat duduk akan tersedia dengan sendirinya. Bahkan terkadang kita akan bertemu dengan malaikat titisan Tuhan yang baik hatinya dan memberikan tempat duduknya untuk kita.

Yuk beralih ke transportasi umum sekarang juga!

Baca juga:

WP Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com

Pin It on Pinterest

Shares
Share This