Hidup tanpa utang jelas lebih tenang dan menyenangkan. Namun banyak hal bisa terjadi dalam hidup dan membuat kita dihadapkan dengan pilihan untuk berutang demi berbagai hal.

Yup, utang merupakan salah satu cara yang teruji dan terbukti efektif untuk mendatangkan uang dalam jumlah besar dan waktu yang relatif singkat.

Pernah jadi korban blast sms maupun telemarketing yang menawarkan Kredit Tanpa Agunan, bukan?

Sama!

Utang sendiri terbagi menjadi 2 kategori, yakni:

  • Utang positif
  • Utang negatif

Utang positif merupakan pinjaman yang dilakukan untuk menambah kekayaan atau pemasukan.

Utang positif biasanya dilakukan oleh pengusaha yang membutuhkan kucuran dana segara untuk melakukan ekspansi dan memperbanyak keuntungan seperti yang saya bahas melalui artikel di bawah ini:

Berbeda dari utang positif, utang negatif merupakan pinjaman yang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan dan gaya hidup konsumtif, seperti:

  • Membeli gawai keluaran terbaru
  • Memberi benda-benda lainnya yang tidak kita perlukan hanya untuk memamerkannya pada orang yang sama sekali tidak peduli kepada kita.
  • Membeli kendaraan atau elektronik yang harganya terjun bebas dari waktu ke waktu

Ketimbang membeli dompet seharga Rp. 1,000,000 untuk menyimpan uang Rp. 100,000, lebih baik membeli dompet seharga Rp. 100,000 untuk menyimpan kartu ATM dengan jumlah saldo Rp. 1,000,000.

Dibandingkan dengan meminjam kepada perorangan atau individu meski memiliki bunga yang cukup rendah, sebagian orang akan jadi lebih baik untuk meminjam ke bank. Hal ini dilakukan untuk menghindari resiko yang lebih besar seperti:

  • Putusnya tali silaturahmi hanya karena uang
  • Menjaga nama baik keluarga dan kondisi keuangan di dalamnya.

Terlebih jika jumlah dana yang diperlukan cukup banyak, dan tidak memungkinkan untuk meminta bantuan kepada teman atau saudara, maka mengajukan utang ke bank merupakan opsi terbaik yang pernah kita miliki.

Tetapi sebelum memutuskan untuk meminjam ke bank, ada baiknya kita perhatikan beberapa hal berikut ini:



Pastikan Peruntukan Utangnya Untuk Kebutuhan Utama

Jangan pernah berutang untuk kebutuhan konsumtif, seperti mengganti perangkat telepon dengan yang terbaru hanya karena trend dan gengsi, padahal gawai lama masih bisa berfungsi dengan baik.

Pokoknya jangan!!!

Hindari mengambil utang untuk kebutuhan konsumtif seperti ini, karena akan membebani keuangan dengan berat lantaran kebutuhan memenuhi gengsi tidak akan pernah ada cukupnya karena sifat dasar manusia yang tamak, rakus dan tak pernah puas.

Silakan ambil utang ke bank untuk keperluan penting dan utang positif, seperti:

  • Modal usaha
  • Membeli rumah.
  • Merenovasi rumah

Tentunya utang ke bank tersebut dilakukan dengan penuh pertimbangan, apakah kita benar-benar memerlukannya saat itu juga sehingga kita perlu mengajukan utang ke bank, ataukah keperluan dana ini masih bisa ditunda hingga beberapa waktu yang akan datang, sehingga bisa dipenuhi dengan menabung?

Apakah Kita Memiliki Jaminan yang Cukup?

Mari membahas sisi terburuk dari mengajukan utang ke bank.

Mengajukan utang ke bank terkadang tidak bisa dilakukan dengan tangan hampa. Kita harus memiliki jaminan yang cukup untuk mendapatkan pinjaman sesuai dengan kebutuhan.

Bila kita tidak memiliki aset, maka sangat besar kemungkinan pihak Bank akan menolak penawaran anda untuk mengambil utang ke bank.



Pastikan bahwa aset yang akan dipakai untuk jaminan tersebut adalah milik kita pribadi. Hindari meminjam aset dari orang lain, meski itu adalah keluarga yang sangat dekat. Ini untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, seperti ketika kita terlambat atau bahkan gagal bayar utang.

Keberadaan aset adalah untuk menjamin ketika kita mengalami hal seperti ini. Ketika itu milik orang lain, maka urusan kita akan jadi sangat panjang nantinya.

Pertimbangkan Jumlah Utang dan Cicilan Tiap Bulannya

Untuk mendapatkan situasi keuangan ideal, batasi cicilan utang dalam besaran tidak lebih dari 30 persen pendapatan kita setiap bulan. Misalnya pendapatan tiap bulan Rp 3 juta, maka jumlah cicilan yang kita miliki tidak boleh lebih dari Rp 900 ribu setiap bulannya.

Perhitungan ini biasa disebut sebagai Debt to Income ratio, atau rasio perbandingan antara jumlah penghasilan dengan angsuran yang harus dibayar setiap bulannya.

Perhitungan ini biasanya juga dipakai oleh bank untuk menilai seberapa besar kita mampu membayar utang sesuai dengan pendapatan. Meski kebutuhan dana kita besar, bank tidak akan serta merta menyetujuinya jika pendapatan kita dinilai tidak bisa memenuhi syarat dari cicilan yang aman untuk kesehatan keuangan kita.

Tentu saja Bank tidak ingin meminjamkan uang kepada mereka yang memiliki resiko default lebih tinggi.

Default = kegagalan seseorang dalam melunasi utang.

Karena itu, kita harus sadar dengan kemampuan keuangan terlebih dahulu sebelum mengajukan pinjaman. Tidak hanya agar pinjaman disetujui bank, tetapi juga agar kondisi keuangan kita tidak berantakan setelah memiliki tanggungan utang nanti.



Jangan Miliki Lebih Dari 1 Cicilan Dalam Satu Waktu

Jika sudah memiliki tanggungan di bank dan jangka waktu cicilannya masih panjang, sebaiknya pertimbangkan lagi untuk mengajukan utang. Memiliki lebih dari 1 cicilan dalam satu waktu akan sangat membebani keuangan kita.

Tidak hanya membuat saldo berantakan, memiliki lebih dari satu cicilan juga meningkatkan tingkat kecemasan dan stress dalam hidup. Tidak sehat secara keuangan, tak sehat pula secara mental dan fisik. Tentu kita tidak ingin terjadi hal yang demikian bukan?

Bijak dalam berutang adalah cara terbaik untuk membuat kondisi keuangan tetap stabil. Pastikan pula untuk berkomunikasi dengan orang terdekat, keluarga khususnya, sebelum mengajukan pinjaman ke bank dan dalam jumlah besar.

Pastikan pula untuk memiliki asuransi jiwa dengan Uang Pertanggungan yang cukup untuk melunasi angsuran atau cicilan yang belum lunas untuk mengantisipasi resiko tutup usia.

Pastikan pula Uang Pertanggungan tersebut masih cukup untuk menghidupi anggota keluarga maupun tanggungan yang mengandalkan kondisi finansial mereka pada kita.

Pertimbangkan segala sesuatunya dengan bijak sebelum memutuskan untuk mengajukan utang ke bank.

Baca juga:

WP Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com

Pin It on Pinterest

Shares
Share This