Saham merupakan instrumen investasi dengana Return of Investment (ROI) yang menarik. Ia mampu memberikan ROI 20% hingga 30% dalam waktu yang relatif singkat. Ia mampu mengubah kondisi perekonomian seseorang menjadi lebih baik atau lebih buruk dari sebelumnya. Kini, siapa yang tidak tergiur dengan penawaran ini?

Percaya atau tidak, investasi dengan resiko tinggi ini bukan untuk semua orang. Saya menganjurkan pembaca untuk melakukan risk profiling sebelum memantapkan langkah untuk kecebur di Investasi Saham.

Risk Profiling bertujuan untuk mengetahui jenis resiko apa yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi kita saat ini sehingga kita tidak menitipkan uang dalam “kendaraan” keuangan yang tidak sesuai dengan profil kita. Pada umumnya Risk Profiling akan dilakukan bila kita hendak membuka rekening sekuritas.

Pernahkah anda melakukan Risk Profiling?



Bila anda tergolong sebagai orang-orang yang menyukai resiko dan tantangan, mungkin saham merupakan instrumen investasi yang sangat cocok bagi anda. Melalui investasi saham, kita akan merasakan “nikmatnya” jet coaster versi candlestick dan portofolio masing-masing dalam investasi saham.

Jess Investing Club merupakan grup telegram dengan jumlah anggota sebanyak 7058 (dan terus bertambah) yang membagikan suka dan duka mereka dalam berinvestasi saham dan mengoleksi Portofolio. Biasanya anggota grup membagikan perspektif dan pendapat mereka terkait suatu emiten berdasarkan hasil analisis masing-masing.

Anda dapat mengunjungi grup telegram tersebut dengan mengunjungi tautan berikut ini.

Apa saja yang dibahas di dalam grup Jess Investing Club?

Berbeda dari grup telegram yang penuh dengan bot dengan notifikasi otomatis serta tautan bertebaran dimana-mana, Jess Investing Club justru menyajikan suasana yang lebih hangat dan penuh dengan insight. Hal ini menyebabkan grup tersebut lebih interaktif dan penuh dengan perbincangan seputar saham dan kinerja suatu emiten.

Grup telegram Jess Investing Club terbuka bagi mereka yang baru belajar saham maupun yang sudah mahir dalam berinvestasi saham.

Bagi anda yang tertarik untuk berinvestasi saham, anda wajib memiliki Rekening Dana Nasabah. Saya pernah menulis artikel tentang Rekening Dana Nasabah yang dapat dibaca melalui tautan berikut ini:

Setiap anggota dari grup Jess Investing Club memiliki Portofolio dan perspektif masing-masing dalam menganalisis suatu emiten. Tak jarang dari mereka mau membagikan hasil analisis maupun perspektif atas emiten yang mereka koleksi secara cuma-cuma.

Iya. Gratis. Ga perlu bayar embel-embel apapun buat dapetin insight gratis!

Salah satu kegiatan yang sangat lazim dan umum dibahas dalam grup tersebut ialah Stockpicking. Stockpicking merupakan rekomendasi saham atau emiten yang layak untuk diikuti dalam periode waktu tertentu. Bagi trader pemula yang:

  • Rakus
  • Ingin cepat untung
  • Malas menganalisis kinerja suatu emiten secara fundamental dan teknikal

Stockpicking merupakan jalan pintas dalam berinvestasi saham.

Berikut beberapa tips yang dapat diikuti dalam melakukan Stockpicking agar lebih bijak dalam berinvestasi dan mengalokasikan uang:



Lakukan secara sadar dan terjaga

Banyak orang yang terjebak dalam Stockpicking karena mereka melakukannya secara brutal, barbar, dan terburu-buru. Faktanya ialah tak seorangpun dalam grup Jess Investing Club yang akan bertanggung jawab terhadap portofolio atau koleksi saham kita. Oleh karena itu, tetaplah bijak dan bertanggung jawab atas uang yang kita peroleh dengan susah payah.

Stockpicking sebagai pendapat kedua

Mengacu pada poin di atas, tak ada seorangpun yang bertanggung jawab atas kinerja saham atau emiten yang kita pilih. Artinya tak ada seorangpun yang memaksa trader atau investor untuk melakukan buy atau sell berdasarkan Stockpicking yang marak terjadi dalam Jess Investing Club.

Saya merekomendasikan pembaca untuk menjadikan Stockpicking sebagai pendapat kedua yang wajib untuk dipertanyakan kebenarannya.

Jangan malas, kerjakan tugasmu!

Setelah mendapat banyak bisikan ghaib tentang Stocpicking yang tak terbendung, kini waktunya kita untuk mengerjakan pekerjaan rumah masing-masing, yakni: menganalisis kinerja saham atau perusahaan secara teknikal dan fundamental sebelum menempatkan uang.

Salah satu teknik yang dapat digunakan untuk menganalisis kinerja suatu saham atau emiten ialah menggunakan metode Simple Moving Average yang dapat dibaca lebih lanjut melalui artikel berikut ini:

Setelah menganalisis secara teknikal, biasanya saya akan mencari pendapat kedua lainnya via Twitter dengan mengetikkan atau melakukan pencarian dengan menggunakan kode emiten sebagai kata kunci.

Hal ini saya lakukan sebab peer review dan testimoni dari orang lain biasanya jarang meleset.

Langkah terakhir, saya akan menganalisis fundamental perusahaan dengan memperhatikan kondisi keuangan melalui situs Bloomberg. Dengan mengumpulkan data dari banyak sumber dan referensi, saya memiliki perspektif yang lengkap sebelum akhirnya memutuskan untuk membeli atau menjual dari Saham yang sedang saya telusuri.



Sebagai pemula dalam dunia investasi saham, saya belum bisa banyak berkontribusi dalam grup tersebut. Namun, bukan berarti saya harus mengikuti nasihat / panduan / rekomendasi / insight yang bertebaran dalam grup Jess Investing Club. Saya lebih memilih untuk mengumpulkan insight / panduaan / rekomendasi yang ada, kemudian memilih mana emiten atau saham yang sesuai dengan preferensi saya.

Sampai jumpa di grup Jess Investing Club!

Baca juga:

Pin It on Pinterest

Shares
Share This