Memakai kartu kredit bisa jadi sebuah solusi transaksi yang kerap kali melenakan pemakai. Banyak promo-promo menarik yang bermunculan, tidak hanya dari bank penerbit kartu, tetapi juga dari berbagai gerai dan brand yang memberikan harga khusus untuk pembayaran dengan kartu kredit.

Tidak sedikit pengguna kartu kredit yang terjerumus dengan berbagai kemudahan ini dan akhirnya terjerat utang yang tak berujung pangkal. Dari sini, kemudian banyak orang yang menilai bahwa kartu kredit lebih banyak masalahnya daripada manfaatnya.

Sebenarnya, dengan penggunaan dan pengelolaan yang baik, kartu kredit bisa memberikan manfaat yang cukup banyak buat kita. Sudah punya atau baru akan membuka kartu kredit?

Berikut ada beberapa tips untuk menghindari tunggakan membengkak yang jadi jeratan maut banyak nasabah:

Sesuaikan Limit dengan Pendapatan Rutin

Masalah utama dari pemegang kartu kredit adalah memiliki tagihan melebihi kemampuan mereka untuk membayar. Ini yang biasanya ‘dilanggar’ oleh para pemegang Kartu Kredit demi mendapatkan dana yang lebih banyak.

Sebenarnya, masalah ini merupakan hal yang kerap kali membuat seseorang terjebak dalam tagihan yang mencekik leher. Memiliki tagihan lebih dari kemampuan akan membuat kita terjerumus dalam utang yang dalam.



Salah seorang teman pernah bercerita kalau ia sempat memiliki Kartu Kredit dengan limit 10x hingga 12x dari penghasilan yang ia terima setiap bulannya. Kelalaiannya dalam mengelola uang berakibat fatal. Ia terjerat utang yang berkepanjangan dengan bunga yang membengkak karena utang tersebut tak kunjung dilunasi.

Karena itu, sebaiknya miliki kartu kredit dengan limit sesuai dengan pendapatan. Tentu akan lebih baik lagi jika limit kartu yang kita miliki kurang dari jumlah pendapatan bulanan.

Dengan limit yang tepat, penggunaan kartu kredit pun akan lebih terkontrol. Tidak ada tagihan yang lebih dari kemampuan dan membuat kondisi keuangan jadi lebih sehat.

Gunakan Kartu Kredit Hanya Untuk Transaksi Tertentu

Jangan gunakan kartu kredit untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Seperti belanja bulanan atau makanan dan keperluan lainnya yang seharusnya masuk dalam pos keperluan rutin.

Memang, banyak promo menarik dari berbagai gerai makanan dan pusat perbelanjaan. Namun hal ini kerap kali tanpa disadari membuat kita jadi lebih konsumtif dan sulit mengontrol pengeluaran rutin.

Pastikan debt to income ratio terkendali dengan sangat baik!

Hanya gunakan kartu kredit untuk transaksi tertentu. Misalnya pembelian barang elektronik yang jadi lebih murah dengan promo dari toko dan cicilan tanpa bunga.

Selalu Bayar Lunas dan Tepat Waktu

Ketika kita membayar tepat waktu, tidak akan ada bunga tambahan dan biaya keterlambatan pembayaran yang jumlahnya tak sedikit. Membayar tepat waktu juga menjadi catatan kita di OJK, jika sering terlambat, nama kita bisa masuk daftar hitam yang tentu merugikan jika suatu hari nanti memerlukan pinjaman ke bank atau koperasi.

Agar tidak terlewat, selalu perhatikan tanggal pembayaran terakhir di lembar tagihan. Pasang reminder pada tanggal tersebut, atau langsung lakukan pembayaran setelah tagihan keluar.



Pastikan juga untuk membayar lunas setiap bulan, sesuai dengan transaksi yang tertagih. Hindari membayar dengan jumlah minimal. Meski menggiurkan, namun bunga transaksinya lama kelamaan akan menjerat dalam utang berkepanjangan.

Psstt, apakah kalian tahu kalau tanggal jatuh tempo tagihan Kartu Kredit bisa diubah sesuai keinginan?

Kartu Kredit Bukan Dana Cadangan

Kartu Kredit memiliki 2 buah saldo yang tersedia didalamnya. Saldo tersebut ialah:

  • Limit saldo Kartu Kredit yang bisa digunakan untuk bertransaksi atau membeli suatu barang, jasa, maupun melakukan topup.
  • Cash Advance yang dapat digunakan untuk menarik atau mencairkan uang tunai dengan bunga dan biaya yang lumayan tinggi

Mungkin diantara kita masih ada yang berpikiran kalau memiliki Kartu Kredit berarti memiliki dana cadangan. Ungkapan ini tak sepenuhnya salah, karena Kartu Kredit sering menjadi penyelamat dikala kita harus memesan tiket atau akomodasi secara dadakan.

Ingat, kartu kredit bukanlah dana cadangan. Sisihkan dana cadangan dari pendapatan rutin setiap bulan, bukan mengandalkan kartu kredit ketika terjadi hal mendesak.

Kartu kredit merupakan alat untuk mempermudah transaksi, yang dananya harus segera dikembalikan secepat mungkin. Kartu Kredit bukanlah dana cadangan yang bisa diambil sewaktu-waktu untuk memenuhi keperluan hedon dan berfoya-foya.

Batasi Kepemilikan Kartu Kredit

Indonesia memperbolehkan seseorang memiliki lebih dari 1 kartu kredit untuk bertransaksi. Namun sebaiknya kita membatasi kepemilikan kartu kredit agar tidak melebihi batas kemampuan kita membayarnya.

Bila perlu, cukup 1 kartu kredit saja yang kita pegang. Atau maksimal 2, untuk mendapatkan keuntungan dari salah satu kartu yang dimiliki.

Sebaiknya, jumlah limit keduanya berada dalam jangkauan pendapatan kita setiap bulan. Sehingga tidak akan terjadi kelebihan beban pembayaran yang bisa jadi masalah di kemudian hari.

Semoga artikel tips cerdas memakai kartu kredit ini bermanfaat agar kita lebih bijak dalam memiliki dan menggunakan kartu kredit!

Baca juga:

WP Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com

Pin It on Pinterest

Shares
Share This