Menjadi pekerja lepas alias freelancer, artinya pendapatan pun mengalir dengan bebas.Tidak seperti pegawai yang memiliki gaji bulanan dengan jumlah tetap dan rutin, freelancer mendapatkan upah sesuai dengan berapa banyak proyek yang masuk dan cair di bulan itu.

Jumlahnya pemasukannya pun tidak bisa dipastikan, alias fluktuatif. Sementara pengeluaran akan selalu ada, dan jika kita tidak pandai mengaturnya, keuangan pun bisa berantakan. Hal ini bisa berakibat buruk bagi mereka yang menjadi tanggungan kita sebagai freelancer.

Agar kondisi keuangan setiap bulan tetap stabil seperti pegawai yang gajinya pasti, kita harus mengelola keuangan dengan baik. Dengan pengelolaan yang apik, hidup bisa tenang dan investasi pun aman.

Berikut beberapa tips dan cara cerdas mengelola keuangan bagi Freelancer atau tenaga kerja lepas.



Buat Anggaran Pengeluaran Rutin

Pemasukan yang tidak tentu, bukan berarti pengeluaran juga tak menentu. Setiap bulannya, pasti kita punya pengeluaran rutin yang tidak bisa dihindari. Misalnya, bayar listrik, air, iuran bulanan warga, iuran BPJS dan asuransi, ongkos BBM, pulsa dan pembayaran internet, serta biaya belanja bulanan.

Pengeluaran yang tak disadari pun tak kalah penting untuk dicatat, seperti:

  • Biaya coworking space
  • Biaya makan dan minum sehari-hari saat kita bekerja di coworking space

Kedua biaya tersebut seringkali menjadi biaya yang menguras kocek cukup dalam. Salah satu trik untuk meminimalisir biaya di atas ialah dengan memiliki coworking space yang menyediakan free flow drink seperti Cocowork. Dengan demikian, kita sebagai freelancer dapat fokus bekerja dan meminimalisir biaya makan dan minum sehari- hari .

Catat semua pengeluaran rutin, baik yang jumlahnya pasti maupun yang fluktuatif. Berikan sedikit tambahan sebagai jaga-jaga jika ada kenaikan dari biaya bulanan.

Dari sini, kita bisa melihat, berapa pengeluaran rutin setiap bulan dan sisihkan pemasukan sejumlah itu. Pastikan keperluan dasar terpenuhi terlebih dahulu setiap bulannya, baru kemudian dana dialihkan ke keperluan lain.

Wajib Punya Asuransi Kesehatan

Sebagai freelancer, memiliki asuransi kesehatan adalah hal yang sangat penting. Kerap kali, biaya perawatan di rumah sakit merusak semua perencanaan keuangan karena tidak dibantu dengan adanya asuransi.

Jika belum mampu membeli polis asuransi swasta, pastikan dulu untuk mendaftar BPJS. Dengan iuran yang lebih ringan, memiliki BPJS akan sangat membantu ketika kita mendadak sakit tanpa harus membobol tabungan untuk mendapat perawatan atau pengobatan.

Bila kita memiliki dana lebih untuk memiliki asuransi kesehatan swasta, mungkin Maestro Optima Care bisa jadi salah satu pertimbangan karena biayanya yang ekonomis serta manfaat Klaim sesuai tagihan Rumah Sakit.

Sisihkan Uang Untuk Dana Darurat

Dana darurat di sini adalah biaya hidup untuk setidaknya 3 bulan. Ketika proyek freelance ada yang mandek di tengah jalan atau invoice tertahan tanpa sebab, kita nggak pening karena ada dana darurat.

Sesuai namanya, Dana Darurat berarti dana yang boleh digunakan dalam kondisi darurat dan tak terduga, seperti:

  • Resiko PHK
  • Kerabat atau saudara yang meninggal dunia sehingga kita wajib hadir di acara pemakaman
  • Bencana alam
  • Kendaraan mogok secara tiba-tiba
  • dan banyak lagi resiko tak terduga lainnya

Setiap bulan, setidaknya sisihkan 30 persen pendapatan untuk dimasukkan ke dana darurat ini. Jumlahnya bisa ditambah atau dikurangi, disesuaikan saja dengan kondisi keuangan bulan itu.



Namun pastikan bahwa selalu menyisihkan dana darurat untuk jaga-jaga jika terjadi hal yang tak diinginkan. Terlebih lagi bila kita memiliki Tanggungan yang menggantungkan kondisi finansial mereka atas kita.

Udah mulai nyiapin dana darurat, belum?!

Pisahkan Tabungan Sesuai Peruntukan

Ketika melihat di tabungan masih ada saldo, biasanya orang akan santai karena merasa masih punya uang. Yang seringnya dilupakan, bisa jadi itu adalah uang untuk dana darurat dan tabungan yang seharusnya tidak dipakai untuk keperluan sehari-hari.

Untuk menghindari dana darurat terpakai tanpa sengaja, sebaiknya pisahkan dana di rekening yang berbeda. Jika perlu, simpan di bank yang berbeda agar tidak salah melakukan transaksi perbankan, baik via ATM maupun mobile banking.

Hindari Utang

Penting untuk menghindari utang, dalam bentuk apapun dan kepada siapapun. Dengan pemasukan yang tidak tentu setiap bulannya, memiliki tanggungan utang adalah beban yang sangat besar untuk keuangan freelancer.



Jika terpaksa berutang, pastikan jumlahnya dalam jangkauan yang bisa dibayar setiap bulan. Dan sisihkan cicilan utang sejak awal bulan di pengeluaran rutin, agar tidak sampai terlewat membayarnya.

Jangan lupa juga untuk menghitung debt to income ratio untuk memastikan bahwa nominal angsuran masih berada dalam batas yang bisa ditoleransi dengan besarnya penghasilan.

Perbanyak Investasi

Tabungan memang penting, namun bagi freelancer sebaiknya memperbanyak investasi dan melakukan diversifikasi. Karena investasi akan menambah pemasukan di masa mendatang.

Sementara itu tabungan hanya akan bertumbuh di situ-situ saja. Seringkali bunga menawarkan bunga yang tidak menarik dibandingkan dengan Investasi dan tidak akan memberikan banyak keuntungan di masa mendatang.

Jika ingin memperbesar keuntungan, maka investasi saham adalah pilihan sempurna dibanding tabungan biasa ataupun Deposito. Tentu saja investasi saham memiliki resiko dan keuntungan yang lebih besar dibandingkan tabungan biasa maupun Deposito.

Menjadi seorang freelancer bukanlah image atau sosok yang buruk. Selama kita cerdas dan pandai serta bijak dalam mengelola keuangan, hidup pun lebih tenang meski pemasukan tidak tentu setiap bulan.

Kuncinya adalah bagaimana kita mengunci diri kita sendiri dari pengeluaran yang tidak perlu.

Baca juga:

WP Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com

Pin It on Pinterest

Shares
Share This