Belakangan ini, grup whatsapp saya gempar oleh 1 berita negatif dari salah satu startup yang mengaku Unicorn asal Indonesia, yakni Bukalapak. Startup yang bergerak di bidang marketplace ini mengumumkan telah melakukan PHK terhadap pegawainya.

Hal yang serupa pun terjadi pada perusahaan internasional sekelas UBER yang memutuskan untuk lay off sejumlah pegawai mereka yang berasal dari bagian Produk dan Engineering.

Setelah membaca berita di atas, mungkin kita (masih) bisa menghela nafas seraya berkata:

“Untung bukan gue yang kayak gitu.”

Padahal, insiden tersebut bisa terjadi kapan saja dan dimana saja kepada siapa saja, termasuk saya dan anda.



Tidak ada tempat atau pekerjaan yang benar-benar aman selamanya. Bisnis retail Seven Eleven terpaksa mundur dari Indonesia, dan Yahoo tak lagi sehebat tahun 90an silam. Jika bisnis saja mudah digoyang terombang-ambing, lalu bagaimana nasib pegawai yang bekerja dan mencari nafkah di dalamnya?

Bagaimana nasib pegawai yang tengah melakukan kredit kendaraan bermotor maupun perumahan / apartemen namun terpaksa harus kehilangan pekerjaan?

Peristiwa PHK masal seperti ini bak pencuri yang datang tanpa diundang dan tak diketahui kapan akan datang. Seringkali yang menjadi imbasnya ialah pegawai dan karyawan yang tak memiliki opsi lain selain mengikuti kebijakan PHK masal dengan masa depan yang belum dipersiapkan sebelumnya.

Berikut beberapa tips mengantisipasi terjadinya PHK Masal:

Persiapkan dana darurat sedini mungkin

Dana darurat merupakan komponen penting dalam perencanaan keuangan yang fungsinya untuk mengendalikan resiko finansial dalam jumlah yang besar dan relatif cepat seperti PHK masal. Dengan adanya dana darurat, kita memiliki cadangan uang untuk membayar tagihan dan angsuran yang menunggak seraya memperbaiki cashflow.

Karena mencari pekerjaan tidak semudah menjentikkan jari Thanos.

Dana Darurat memiliki nominal yang berbeda dari 1 individu dengan individu lainnya. Hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor di bawah ini, seperti:

  • Pemasukan
  • Tagihan
  • Angsuran
  • Utang
  • Tanggungan

Saya sendiri tengah menyiapkan dana darurat dengan jumlah 6x dari biaya pengeluaran setiap bulannya. Dengan demikian, seluruh cicilan dan angsuran saya dapat tetap dilunasi di kala saya tidak memiliki penghasilan tetap.

Kehadiran dana darurat juga membantu menjaga cashflow tetap positif disaat kita membutuhkan waktu untuk menemukan lapangan pekerjaan yang pas.

Upgrade diri secara maksimal

Di jaman teknologi dan informasi seperti sekarang, meningkatkan kemampuan bukanlah perkara sulit untuk dilakukan. Hanya dengan bermodalkan laptop dan koneksi internet, kita dapat menjangkau jagat raya Internet yang luas untuk mempelajari segala sesuatunya. Pastikan kita senantiasa memperoleh beberapa hal di bawah ini ketika bekerja di perusahaan:

  • Relasi / pertemanan
  • Soft skill
  • Hard skill

Konon 3 hal tersebut dapat membantu kita berpindah lapangan kerja ke
“lahan yang lebih subur” kala kita harus menghadapi PHK masal secara lapang dada.

Perhatikan cashflow dan kondisi keuangan perusahaan

Seorang pegawai sangat perlu dan wajib untuk aware terkait cashflow dan kondisi keuangan perusahaan. Berbeda dengan kebanyakan perusahaan yang telah menjual saham mereka di pasar modal, hampir seluruh startup di Indonesia justru enggan bergabung di pasar modal dan memilih untuk mendapatkan pendanaan mereka sendiri.



Salah satu manfaat bekerja di public company ialah kita dapat mengunduh dan mempelajari kondisi keuangan secara terbuka dan mudah.

Manfaat ini tidak didapatkan oleh pegawai yang bekerja di startup sehingga ketika startup sedang mengalami krisis ekonomi, perampingan pegawai sering menjadi jalan keluar untuk memangkas biaya. Naas, pegawai tidak memiliki jalan lain selain mengikutinya.

Menjalankan usaha atau bisnis sampingan

Salah satu alternatif yang bisa dilakukan untu meminimalisir dampak finansial terhadap PHK masal ialah dengan menjalankan usaha atau bisnis sampingan seperti:

  • Menjadi agen properti
  • Menjalani bisnis online shop dengan menjadi dropshipper atau reseller
  • Menjadi agen asuransi
  • Memiliki bisnis jual beli mobil second atau bekas
  • Menjadi mitra ojek online seperti Gojek / Grab
  • Bergabung di situs freelancer untuk mendapatkan penghasilan sampingan

Membeli dan memiliki asuransi pribadi

Asuransi khususnya asuransi kesehatan merupakan salah satu faktor yang wajib diperhatikan bagi setiap individu yang sedang membangun kekayaan. Terkadang asuransi kesehatan yang diberikan dari kantor atau perusahaan bisa jadi sangat lengkap dan kompleks yang meliputi:

  • Rawat inap
  • Rawat jalan
  • Persalinan
  • Kontrol perawatan gigi

Namun jangan lupa kalau asuransi kantor hanya berlaku ketika kita masih bekerja di perusahaan atau kantor. Asuransi kantor akan expired bila kita tak lagi bekerja di asuransi kantor tersebut.

Jangan sampai disaat kita berhemat dengan mengandalkan Dana Darurat, Dana tersebut justru dialokasi untuk membayar tagihan Rumah Sakit saat kita tak memiliki penghasilan tetap.

Dengan menjalani 2 hingga 3 profesi sekaligus, dampak finansial akibat PHK masal dapat diminimalisir karena adanya 2 hingga 3x pemasukan, sehingga cashflow tetap terjaga.

Bila tak mungkin untuk menjalani 2 hingga 3 profesi sekaligus, paling tidak kita bijak dalam menghabiskan uang. Save for the rainy day itu penting lho guis!

Demikian beberapa pelajaran yang bisa kita petik dari Bukalapak, semoga artikel ini bermanfaat buat kita semua. Jangan lupa bagikan artikel ini kepada teman-teman lain yang tengah gelisah galau merana mencari pekerjaan selanjutnya.

Baca juga:

WP Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com

Pin It on Pinterest

Shares
Share This