Sesuai tautan dari website kami, asuransimurni.com senantiasa membagikan artikel terbaru setiap minggunya terkait keuangan, asuransi dan investasi. Karena haram hukumnya bila seseorang menggunakan “kacamata” investasi untuk memilih asuransi dan sebaliknya. Ini yang menjadi alasan saya untuk menulis banyak artikel terkait investasi saham dan reksadana di asuransimurni.com

Pada artikel ini saya akan membagikan 1 cara yang baru saja saya pelajari, yakni Stock screener dari Indopremier.

Layaknya berdagang, seorang investor dapat memanen keuntungan besar dengan melakukan pertukaran atau trading. Ini berarti seorang investor harus membeli sesuatu di harga yang rendah dan menjualnya kembali di harga yang tinggi. Lakukan terus menerus agar keuntungan berlipat ganda.

Saya yang masih tergolong baru dan pemula dalam investasi saham seringkali mengalami kendala dalam menjawab pertanyaan di bawah ini:

  • Saham apa yang sedang turun dalam waktu 3 minggu kebelakang?
  • Saham apa yang sedang naik dalam waktu 3 minggu kebelakang?

Seandainya saya bisa menjawab pertanyaan itu dengan mudah dan cepat, maka saya tidak perlu melihat dan memilah banyak saham yang beredar di pasar modal Indonesia. Saya hanya perlu mengawasi Saham yang sedang turun (downtrend) maupun naik (Uptrend) sebelum saya mengeksekusi transaksi jual maupun Beli.



Apa itu Stock Screener?

Stock screener merupakan suatu fitur dalam Online Transaction Processing yang mengijinkan penggunanya untuk memilih saham atau emiten yang sedang menguntungkan maupun merugikan. Dengan mengetahui saham yang sedang untung atau rugi, tentu akan meminimalisir kita dalam melakukan kesalahan saat stockpicking.

Stock screener akan meminimalisir bias yang mungkin dihadapi oleh Investor dimana suatu emiten atau saham secara harian memang sedang turun, namun sebenarnya saham tersebut sedang berada di puncaknya dalam beberapa periode terakhir. Investor yang terkecoh akan membeli emiten atau saham saat harganya di puncak.

Akibatnya, investor yang tidak teliti dan cermat akan sulit menjual saham atau emiten yang telah dibeli saat harga sedang tinggi.

Cara menggunakan fitur Stock Screener dari IPOT cukup sederhana. Kita hanya perlu mengunjungi tautan berikut ini dan pilih menu Table Gain Or Loss untuk menampilkan daftar emiten seperti di atas.

Berikut penjelasan dari tiap kolom pada gambar tersebut:

  • %CHG: Selisih antara PREV dan CLOSE dalam bentuk persentase.
  • CHG: Selisih antara PREV dan CLOSE dalam bentuk nominal
  • CLOSE: Harga penutupan terakhir atas suatu emiten dalam kurun waktu yang dipilih
  • PREV: Harga pembukaan pertama kali atas suatu emiten dalam kurun waktu yang dipilih
  • HIGH: Harga tertinggi yang pernah dicapai oleh emiten dalam kurun waktu yang dipilih
  • LOW: Harga terendah yang pernah dicapai oleh emiten dalam kurun waktu yang dipilih
  • HIGH DATE: Waktu dimana emiten mencapai harga tertinggi
  • LOW DATE: Waktu dimana emiten mencapai harga terendah

Tips memilih saham menggunakan stock screener

Hanya dengan mengandalkan Stock screener, kita dapat menentukan emiten mana yang memiliki %CHG negatif (rugi) maupun %CHG positif (untung). Terkadang beberapa emiten memiliki peringkat teratas ketika kita mengurutkan berdasarkan %CHG, namun emiten tersebut tidak menduduki peringkat teratas ketika kita mengurutkan berdasarkan CHG.

Selanjutnya kita dapat mengeksekusi salah satu dari 2 opsi dibawah ini:

  • Membeli emiten yang harganya melemah dengan tujuan menjualnya kembali ketika harga melonjak
  • Membeli emiten yang harganya sedang melonjak dengan tujuan menjualnya kembali ketika harga melonjak lebih tinggi

Salam cuan!

Baca juga:

WP Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com

Pin It on Pinterest

Shares
Share This