Ya. Saya tahu.

Saya juga sangat mengerti bahwa tidak semua orang memiliki privileges yang sama. Sebagian dari kita tidak memiliki jalan lain selain menjadi driver Gojek atau Grab demi mendapatkan penghasilan untuk anak istri tercinta di rumah. Mungkin ada pula dari kita yang mengisi waktu pensiun dengan menjadi driver Gojek/Grab. Setiap orang memiliki alasan mereka masing – masing dan tidak ada yang salah dengan hal itu.

Dalam artikel ini saya ingin berbagi pandangan mengapa sebaiknya kita tidak menjadi mitra Gojek/Grab untuk jangka waktu yang lama.

Flashback ke tahun 2015 silam dimana Gojek membuka rekrutmen secara ɯɐsᴉɟ’ ʇǝɹsʇɹnʞʇnɹ pɐu sᴉsʇǝɯɐʇᴉs di Stadion Utama Gelora Bung Karno.

Pada waktu itu sempat terdengar kabar bahwa pegawai mulai dari level staff hingga level manager memutuskan untuk resign dari kantor dan bergabung menjadi mitra Gojek.

Konon pada waktu itu, penghasilan mitra Gojek katanya jauh lebih tinggi dibanding pegawai kantoran yang waktunya terikat dari jam 9 pagi hingga jam 5 sore duduk di belakang meja untuk bekerja.

Penghasilan tersebut sangatlah masuk akal, karena pada waktu itu jumlah mitra Gojek belum banyak.

Seiring berjalannya waktu, PT Aplikasi Karya Anak Bangsa ini melebarkan sayap hingga ke mancanegara. Jumlah mitra yang membludak ditambah merchant yang ingin bekerjasama membuat Gojek bekerja bak pasar yang mempertemukan penjual dan pembeli.

Mungkin akan tiba waktunya dimana tidak ada seorangpun yang dapat menjual maupun membeli tanpa melalui aplikasi Gojek . . .

Sekali lagi, tulisan ini dibuat bukan untuk menghakimi atau memandang remeh profesi mitra Gojek/Grab. Namun, berikut beberapa pertimbangan mengapa seseorang disarankan untuk tidak menjadi mitra Gojek/Grab selamanya:

Polusi!

#SalamSatuAspal merupakan tagline yang sempat ramai dikumandangkan oleh Gojek. Tagline tersebut mengingatkan saya betapa dekatnya driver Gojek dengan aspal, dan kita hanya menemukan aspal di luar ruangan (outdoor).

Beberapa hari ini, saya sering mendengar dan melihat netijen yang mengeluhkan tentang polusi udara di Jakarta via Twitter dan Instagram.

Mitra dari Gojek/Grab merupakan profesi yang “mewajibkan” mitra untuk bekerja di luar ruangan, yang secara langsung menyatu dengan asap dan debu tebal serta menghirup polusi udara.

Are you going to breathe these kind of Air forever?

Tidak adanya asuransi kesehatan bagi Mitra Gojek/Grab

Berdasarkan poin sebelumnya, kini kita tahu bahwa pekerjaan Mitra Gojek/Grab merupakan pegawai yang beresiko. Selain harus berurusan dengan polusi udara, ia harus berurusan pula dengan resiko kejamnya jalan raya.

Beberapa kali saya mengobrol dengan mitra Gojek dan mereka bercerita bahwa mereka tidak memiliki asuransi kesehatan. BPJS Kesehatan bisa diperoleh dengan memotong penghasilan mitra Gojek. Namun, sebagian driver yang saya tanyakan memutuskan untuk tidak memiliki BPJS Kesehatan tersebut.

Asuransi Kesehatan berfungsi untuk meminimalisir kerugian atau dampak finansial yang timbul akibat resiko sakit penyakit maupun rawat inap yang menimpa Tertanggung. Selengkapnya tentang asuransi kesehatan bisa dibaca melalui Stories saya berikut ini.

Semakin tua seseorang, tentu kesehatan semakin menurun dan tarif rumah sakit yang meningkat seiring berjalannya waktu akibat inflasi dan kenaikan harga.

Solusinya yang bisa dilakukan adalah:

  • Beralih profesi menjadi pegawai untuk mendapat jaminan dari perusahaan
  • Membeli asuransi kesehatan secara mandiri.

Tidak adanya manfaat Pensiun untuk driver Gojek/Grab

Bila seseorang bekerja sebagai pegawai swasta dan PNS, besar kemungkinan perusahaan telah menyiapkan dana pensiun bagi pegawainya. Salah satu cara sederhana dalam menyiapkan dana pensiun ialah melalui BPJS Ketenagakerjaan. Status “Mitra” seakan menjadi dinding pemisah agar PT Aplikasi Karya Anak Bangsa tidak perlu bertanggung jawab penuh atas mitranya.

Take it or leave it. Deal with it!

Solusinya ialah driver Gojek/Grab dituntut untuk menyiapkan dana pensiun secara terpisah dan mandiri.

Keterampilan apa yang diperoleh ketika menjadi driver Gojek/Grab?

Bila seseorang bekerja sebagai Programmer di salah satu perusahaan, bukan tidak mungkin ia akan pindah perusahaan dan meneruskan karirnya sebagai Programmer. Kemampuanya akan terus terasah dengan terlibat di bervariasi lini bisnis dan teknologi baru.

Bila seseorang bekerja sebagai driver Gojek/Grab, ia mungkin akan pindah perusahaan dari Gojek menjadi Grab dan sebaliknya. Ia pun akan memiliki pengetahuan dan menghafal jalan kecil, gang tikus, jalan tembus untuk menghemat waktu perjalanan.

Dengan keterampilan seperti ini, sangat mustahil ia memiliki pekerjaan sebagai akunting, programmer, aktuaria, dan profesi lainnya karena tidak memiliki skillset yang mumpuni dengan pekerjaan saat ini.

Pertanyaannya adalah:

Apa yang akan dilakukan oleh driver Gojek/Grab bila kondisi tubuh tak lagi sehat dan prima untuk menjadi driver Gojek/Grab dalam mencari dan menghasilkan uang?

Solusinya adalah driver Gojek/Grab disarankan untuk mempelajari keterampilan baru yang belum pernah dilakukan semasa hidup.

Ancaman over supply driver Gojek yang mungkin terjadi

Waktu berlalu begitu cepat. 3 tahun, 5 tahun, hingga 7 tahun menjadi Mitra Gojek/Grab merupakan waktu yang cukup untuk merefleksikan diri dalam pertanyaan yang sering diajukan saat wawancara ketika melamar pekerjaan versi jadoel:

Where do you see yourself in the next 5 years or a decade?

Dimanakah kamu dalam waktu 5 atau 10 tahun lagi?

Tidak dibutuhkan kualifikasi tinggi untuk menjadi driver Gojek. Selama anda:

  • Belum berusia 65 tahun
  • Memiliki SIM C atau D1
  • Memiliki KTP – E-KTP dari dukcapil setempat
  • Memiliki email Google
  • dan syarat lainnya bisa dilihat melalui tautan berikut ini.

Anda dapat mendaftar menjadi driver Gojek. Kualifikasi yang tidak terlalu tinggi tersebut membuka kesempatan lebar bagi siapapun yang ingin meraup keuntungan melalui driver Gojek. Siapapun bisa diterima, siapapun bisa menghasilkan uang dengan menjadi driver Gojek.

Jumlah driver Gojek yang berlebihan akan menurunkan pemesanan yang diterima oleh setiap driver Gojek, sehingga Gojek perlu menambah dan merangkul semua merchant seperti toko online untuk menggunakan jasa Gojek dalam mengirimkan barang. Dengan demikian, fungsi Gojek sebagai pasar yang mempertemukan pembeli dan penjual dapat tetap berjalan.

Demikian beberapa pertimbangan saya mengapa sangat tidak disarankan untuk menjadi driver Gojek/Grab dalam waktu yang relatif panjang. Semoga bermanfaat bagi pembaca.

Baca juga:

WP Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com

Pin It on Pinterest

Shares
Share This