Bagi pembaca yang belum sempat menyaksikan film Parasite, artikel ini tidak direkomendasikan untuk dibaca, sebab saya akan membagikan banyak spoiler dari film Parasite melalui artikel ini.

Read it at your own risk!

Film Parasite (atau “Gisaengchung“) merupakan film yang sedang ramai dibicarakan media sosial saat ini. Film yang mendapat rating cukup tinggi ini membuat saya berdecak kagum ketika menyaksikannya beberapa minggu lalu.

Film ini menceritakan tentang keluarga bahagia dan kaya yang berkelimpahan yang ditipu oleh keluarga miskin, sundal dan papa. Keluarga miskin ini berhasil masuk ke dalam rumah mewah dan anggun milik tuan Park dan menyamar sebagai:

  • Supir
  • Asisten rumah tangga
  • Guru seni
  • Guru bahasa Inggris

Keluarga tajir melintir bisa ditipu hanya dengan mengandalkan Google dan Internet serta keterampilan dalam memalsukan ijazah. . .

Kesempatan berharga yang terjadi 1x seumur hidup ini bermula ketika Ki – Woo yang ditawari oleh teman sekolahnya untuk menjadi guru les bahasa Inggris. Ia mendapat kepercayaan untuk mengajar bahasa Inggris kepada anak dari tuan Park. Seiring berjalannya waktu, Ki – Woo terbiasa dengan kehidupan tajir ala keluarga Park. Ia pun mencari cara agar keluarganya dapat hidup bekerja untuk keluarga Park.

Kepercayaan yang diberikan oleh keluarga Park justru menjadi bumerang buat mereka. Dalam waktu yang relatif singkat, keluarga Ki – Woo berhasil bekerja dan menjadi pelayan dari keluarga Park, sekaligus “menendang” Moon – Gwang keluar dari rumah dan kehilangan pekerjaannya. Moon – Gwang merupakan Asisten Rumah Tangga yang telah bekerja di rumah tersebut lebih lama dari keluarga Park itu sendiri.

Hal ini membuat kehidupan keluarga Ki – Woo berubah drastis.

Moon Gwang yang telah diusir dari rumah akhirnya kembali ke rumah tersebut dan membawa permasalahan sebenarnya. Ia telah bekerja di rumah tersebut lebih lama dari keluarga Park karena ia tengah menyembunyikan suaminya di basement rumah tuan Park yang sedang melarikan diri dari pencarian Polisi.

Peristiwa ini membuka kedok keluarga Ki – Woo yang scam dan impostor di hadapan Moon Gwang. Ia berniat untuk melaporkan konspirasi dan manipulasi yang dilakukan oleh keluarga Ki – Woo kepada tuan Park. Tentu saja keluarga Ki – Woo melihat tindakan yang akan dilakukan oleh Moon Gwang mungkin membahayakan posisi mereka di rumah tersebut. Keluarga Ki – Woo bersatu padu bahu membahu mencegah Moon Gwang melancarkan aksinya.

Itu tadi gambaran besar yang ingin diceritakan oleh film Parasite. Melalui artikel ini, saya ingin membagikan pelajaran menarik yang diambil dari film Parasite, diantaranya:

Mendapat kepercayaan terkadang lebih mahal dari uang

Kehidupan keluarga Ki – Woo berubah drastis dalam waktu yang relatif singkat sejak ia dipercaya oleh keluarga Park untuk bekerja di rumahnya. Kepercayaan ini membawa keluarga Ki – Woo yang semula memproduksi kardus makanan, kini memiliki pekerjaan tetap dengan gaya hidup mewah dan elegan.

Menjadi orang kepercayaan pun merupakan privileges yang tak bisa diperoleh oleh semua orang. Maka jangan sia – siakan kepercayaan yang telah diberikan kepada kita sebab biasa jadi kepercayaan itu akan berbuah manis di masa yang akan datang.

Pentingnya berbagi rejeki dalam berbisnis

Salah satu hal yang saya sesali seusai menyaksikan film Parasite ialah Mengapa keluarga Ki – Woo tidak mengadakan negosiasi dengan Moon Gwang agar ia dapat bekerja dan menggantungkan hidup mereka dengan keluarga tuan Park?

Andai saja keluarga Ki – Woo mau memenuhi kebutuhan Moon Gwang dan kebutuhan keluarga tuan Park, pasti semua senang semua kenyang sehingga tak ada yang perlu dipermasalahkan.

Berhati – hati dalam menaruh kepercayaan

Beberapa dari kita mungkin memiliki trust issue sehingga tidak mudah untuk percaya dengan orang lain. Biasanya trust issue diakibatkan oleh pengalaman buruk dalam mempercayai orang lain. Jadi sangat wajar bila keluarga tuan Park memiliki trust issue dan sulit untuk percaya dengan orang lain.

Celakanya keluarga tuan Park begitu mudah untuk diperdaya dan menaruh kepercayaan kepada orang yang salah. Kepercayaan itu disalahgunakan oleh keluarga Ki – Woo yang kemudian mengambil alih seisi rumah dalam waktu singkat.

Saya sih yakin dan percaya kalau tidak akan terjadi masalah bila poin 2 dapat terpenuhi.

Menurut saya, film ini menceritakan betapa pentingnya kepercayaan. Saya tidak yakin apakah bisnis dapat berjalan tanpa adanya kepercayaan, apalagi bisnis tersebut berkutat di bidang Asuransi yang namanya sudah terlanjur “cemar” di mata sebagian masyarakat di Indonesia.

Berbeda dengan transaksi pembelian mobil dan rumah yang wujudnya bisa dilihat, dipegang, dan dipamerkan, produk asuransi bisa jadi salah satu produk yang ingin dibeli namun tidak ingin digunakan seumur hidup, karena ia berfungsi untuk meminimalisir resiko yang mungkin terjadi atas hidup kita.

emangnya kita mau memiliki hidup yang beresiko?

Semoga artikel ini bermanfaat dan menjadi panduan kita dalam menaruh kepercayaan maupun menjaga kepercayaan orang lain sebagaimana kami menjaga kepercayaan dan relasi seluruh nasabah kami.

Baca juga:

WP Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com

Pin It on Pinterest

Shares
Share This