Membahas keuangan memang melibatkan banyak hal yang berkaitan di dalamnya. Waktu itu ketika dalam perjalanan menuju ke kantor melalui perumahan Benhil, saya kerap kali melihat beberapa opa maupun oma melalui usia senja mereka di bawah mentari pagi hari.

Hal itu mereka lakukan hampir setiap hari karena saya pun senantiasa melalui rute yang sama setiap harinya.

Pertanyaan besar* pun muncul:

Apakah saya akan menjalani masa tua dengan cara dijemur setiap hari?

*fontnya besar

Well, mungkin masa depan sebaiknya dibiarkan menjadi sosok misteri yang menyimpan banyak kejutan bagi kita semua yang hidup dan melakukan segala sesuatu di hari ini. Kelak ketika telah tiba saatnya, kita hanya bisa termangu menyesali apa yang seharusnya kita lakukan maupun apa yang seharusnya tidak kita lakukan di masa muda dulu.

Time is running out, baby. . .

Pertanyaan lainnya pun muncul, sehingga saya mengunggah pertanyaan ini di akun Instagram saya yang berbunyi demikian:

Apakah uang dapat membeli kebahagiaan?

Ya | Tidak

Berdasarkan polling sederhana tersebut, saya mengambil kesimpulan bahwa tidak ada jawaban yang benar maupun salah dalam pertanyaan di atas. Setiap orang punya pendapat dan cara berpikir masing – masing.

Namun, tetap ada beberapa hal yang tidak bisa dibeli dengan uang, seperti:

  • Harapan
  • Kepercayaan
  • Cinta
  • Pengharapan

Though i am pretty sure that you could not pay the bills by using those stuff. Pengharapan takkan membuat lampu di rumah menyala.

Hey, kebahagiaan itu (tidak) bisa dibeli!

Demikian kata orang orang.

  • Apa itu kebahagiaan?
  • Bagaimana cara membeli kebahagiaan?

Kalau di jaman Millenial seperti sekarang, mungkin pertanyaan yang muncul ialah:

  • Apakah kebahagiaan bisa diangsur?
  • Apakah membeli kebahagiaan bisa dapet cashback?

Yang pasti setiap orang punya kebahagiaannya masing – masing. Salah seorang teman bercerita kepada saya bahwa kebahagiaan merupakan kondisi ketika kita melepaskan diri dan tidak bergantung pada apapun. Dalam hal ini, kita tidak menggantungkan diri pada orang lain, baik secara jasmani, rohani, maupun finansial.

Itulah kebahagiaan.

Uang dan kebahagiaan (tidak) bisa bersatu.

Kesalahan kita tentang uang dan kebahagiaan ialah:

Beberapa orang ngeyel dan denial kalau mereka tidak butuh uang untuk berbahagia, hanya karena mereka malas bekerja keras, mengatur keuangan, dan berusaha semaksimal mungkin sehingga mereka bisa menyalahkan presiden untuk kemiskinan dan kepahitan hidup yang mereka jalani.

pft
View this post on Instagram

Turut prihatin atas apa yang terjadi pada pengurangan Karyawan di Krakatau Steel. Admin paham karena banyak pula Warga Serang yang bekerja di KS. Semoga bisa ditemukan titik tengah dalam kejadian ini. 🙏🏻 . . Sumber: @beritacilegon . . PT Krakatau Steel Dituding Lecehkan Buruh dan Serikat Buruh . . CILEGON, BCO – Ribuan buruh PT Krakatau Steel hari ini melakukan aksi unjuk rasa di depan Gedung Teknologi di Jalan Asia Raya Kawasan Industri Krakatau Steel. Selasa, 2 Juli 2019. . . Berdasarkan pantauan BCO di lokasi, ribuan buruh yang terdiri dari beberapa serikat pekerja ini mulai memadati area pintu masuk gedung pada pukul 7.30 pagi tadi dengan cara berjalan kaki dan mendorong sepeda motornya, tak lama berselang aksi unjuk rasa penolakan restrukturisasi pun dimulai dengan berbagai orasi yang disampaikan para koordinator lapangan. . . Menurut buruh, tindakan PT KS melakukan pengurangan terhadap karyawannya merupakan langkah yang tidak tepat. Buruh juga menuding perusahaan baja terbesar di Indonesia ini telah melecehkan serikat buruh lantaran merumahkan buruh tanpa sepengetahuan serikat dan juga melanggar Undang-Undang Serikat Buruh. . . "Kami menolak dirumahkan, apalagi di-PHK. PT KS telah melecehkan buruh dan serikat yang ada, yaitu dengan melanggar UU 13, UU no 21 tahun 2000 dan melanggar UU 45 pasal 28, bahkan sejak 1 juni 2019 lalu ada sekitar 529 orang yang dirumahkan dan itu tidak ada pemberitahuan kepada serikat, dan kami juga tidak tau alasan mereka apa," ungkap Muhari, Wakil Ketua Umum Serikat Buruh Krakatau Steel. . . Buruh juga mengancam akan mendirikan tenda dan terus berdemo hingga tiga hari kedepan apabila pimpinan PT Krakatau Steel tidak mau menemui buruh yang melakukan unjuk rasa. Aksi unjuk rasa ini juga mendapat pengawalan ketat dari ratusan petugas Kepolisian Resort Cilegon dan anggota TNI dari Kodim 0623 Cilegon. Untuk mengantisipasi kericuhan, kepolisian juga menyiagakan 3 unit water canon, dan 2 unit tambora. Tak hanya berorasi didepan perusahaan, ribuan massa juga turut menyuarakan aspirasinya hingga ke Kantor Walikota Cilegon. [] . . Tim liputan @ramadhan_adji . CC: @krakatau.steel #InfoSerang

A post shared by Info Serang (@infoserang) on

Silakan menenggak beberapa pil aspirin sebelum membaca kolom komentar

Uang mengubah banyak hal, karena uang merupakan hamba yang baik sekaligus tuan yang buruk.

Beberapa hal yang uang bisa lakukan dalam hidup kita adalah:

  • Ia bisa mengantarkan kita berpindah tempat secara nyaman dan cepat dengan membeli tiket untuk transportasi pesawat.
  • Ia bisa membawa kita berkeliling dunia dan memenuhi feed Instagram dengan foto – foto indah dan menawan.
  • Ia bisa menyembuhkan orang dengan membayar biaya rumah sakit yang memiliki tenaga dan alat medis berkualitas.
  • Ia bisa memuaskan lapar dan dahaga kita melalui makanan enak dan sehat dengan membeli makanan bergizi.
  • Ia bisa memberikan kita tempat tinggal dan hunian yang layak.
  • dan banyak hal lainnya yang bisa dilakukan oleh uang jika kita memperbudak mereka.

dan yang terpenting ialah: Uang memberikan kita sebuah privileges atau kekuasaan, dimana kita tidak perlu berusaha keras untuk mencapainya.

Uang (tidak) memberikan kita kekuasaan.

Here’s what privileges (kekuasaan) looks like:

Sedih?

Ya. I feel you.

Mungkin kita tidak keberatan menjadi orang yang “tertinggal” di belakang seperti yang digambarkan dalam video.

Bagaimana bila orang – orang yang tertinggal itu adalah sosok orang yang kita kasihi, yang berjuang untuk kita karena mereka melepaskan segala hal yang mereka dapatkan dengan susah payah hanya untuk kita?

Bagaimana bila orang – orang yang tertinggal itu adalah orang yang kita kasihi, dan mereka tidak mendapatkan kesempatan sebagaimana orang lain terima hanya karena kita “ngeyel” dan “denial” kalau kita tidak butuh uang untuk berbahagia.

Lagi. Uang berhubungan dengan segala aspek, diantaranya:

  • Kita
  • Generasi penerus kita
  • Generasi sebelum kita

Ugly truth, beberapa dari kita mungkin sudah “kalah” sejak lahir sementara yang lain senantiasa melanjutkan kemenangan yang telah diwariskan oleh orang tua dan para pendahulu mereka secara turun temurun.

dan kekayaan mereka terus bertambah karena dibutuhkan uang untuk mendapatkan uang.

Kini, apakah kamu akan meneruskan kekalahan itu kepada generasi seterusmu dan tetap “ngeyel” atau “denial” kalau tidak butuh uang untuk berbahagia?

Baca juga:

WP Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com

Pin It on Pinterest

Shares
Share This