Mengisi SPAK dan SPAJ merupakan syarat mutlak sebelum seseorang dapat memiliki proteksi asuransi. Pengisian SPAJ dan SPAK ini bisa jadi sangat melelahkan bila formulir yang digunakan berwujud hard copy dan ditulis menggunakan pena. Namun, pengisian SPAK dan SPAJ merupakan proses krusial dan penting bagi Nasabah dalam membeli produk asuransi.

Apa itu SPAK dan SPAJ Asuransi?

SPAK merupakan singkatan dari Surat Permintaan Asuransi Kesehatan dan SPAJ merupakan singkatan dari Surat Permintaan Asuransi Jiwa. Keduanya memiliki fungsi yang sama, yakni:

  • Mendapatkan informasi Tertanggung
  • Mendapatkan informasi Penanggung
  • Mendapatkan informasi tentang riwayat penyakit, maupun Pre Existing Condition

Setelah Nasabah mengisi dan menandatangani SPAK / SPAJ, selanjutnya Penanggung akan memroses surat tersebut dan menentukan apakah pengajuan asuransi dapat disetujui atau tidak.

“Terserah agen asuransi mau bilang apa, yang penting Nasabah wajib mengisi formulir SPAK / SPAJ secara benar dan jujur.”

Berikut beberapa resiko yang mungkin terjadi bila Pemegang Polis “berbohong” dalam mengisi formulir “sakral” yang satu ini:

Pembayaran Premi yang sudah disetor tidak bisa dikembalikan / refund

Asuransi merupakan produk keuangan, dimana Pemegang Polis “menitipkan” uangnya kepada Perusahaan Asuransi atau Penanggung, sehingga Tertanggung mendapatkan manfaat atas produk asuransi kesehatan maupun asuransi jiwa yang dibeli.

Jangka waktu pembayaran Premi sangat variatif, mulai dari jangka pendek hingga puluhan tahun sekalipun. Nilainya pun bervariasi, bergantung pada manfaat dan Uang Pertanggungan yang dibutuhkan. Semakin besar manfaat yang dipilih, semakin besar pula Premi yang dikenakan.

Make sense, huh?

Bayangkan bila seluruh uang yang sudah disetor tidak dapat dikembalikan hanya karena berbohong saat mengisi SPAK atau SPAJ.

Polis mungkin akan ditutup secara sepihak

Efek lain yang mungkin timbul ialah Polis mungkin akan ditutup secara sepihak. Tentu saja ketentuan ini mungkin tertera pada syarat dan ketentuan serta klausul yang tercantum dalam Polis. Untuk itu saya sangat tegas merekomendasikan bagi Pemegang Polis maupun Tertanggung untuk membaca dan memahami isi Polis.

Bila Polis ditutup, maka Perusahaan Asuransi tak lagi menjamin resiko yang mungkin terjadi pada Tertanggung. Tertanggung akan kehilangan manfaat dan mungkin akan mengacaukan perencanaan keuangan yang telah ditetapkan sebelumnya.

Singkatnya, Polis yang ditutup mungkin menempatkan pundi – pundi keuangan keluarga dalam resiko.

Klaim akan ditolak

Efek terburuk dari “memalsukan” atau “berbohong” dalam mengisi SPAJ / SPAK ialah ditolaknya Klaim yang diajukan.

Kisah (nyata) ini baru saja saya lihat di Twitter, dimana salah satu Nasabah mengajukan komplain kepada Perusahaan Asuransi dikarenakan Klaim yang ditolak oleh Penanggung.

Pada cuitan di atas, terlihat bahwa Penanggung memiliki dasar dan justifikasi yang kuat untuk menolak Klaim yang diajukan oleh nasabah.

Tentu saja asuransi akan menjadi kesia – siaan belaka bila manfaatnya tidak dapat diklaim. Oleh karena itu, jangan sungkan untuk mengisi formulir SPAK / SPAJ secara lengkap dan benar. Sertakan riwayat kesehatan dan catatan medis bila perlu bila Nasabah tidak yakin tentang kesehatan dirinya.

Demikian himbauan dari kami kepada seluruh Nasabah yang hendak mengisi SPAK / SPAJ untuk mendapatkan asuransi yang sesuai dengan kebutuhan.

Ingat bahwa asuransi merupakan produk keuangan jangka panjang. Jangan mudah terlena oleh ucapan manis agen, melainkan kenali dan pahami produk yang dibeli serta tata cara klaim sebelum membeli.

Semoga artikel ini bermanfaat!

Baca juga:

WP Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com

Pin It on Pinterest

Shares
Share This