Pendidikan anak tentunya menjadi hal yang penting yang harus dipersiapkan oleh setiap orang tua. Pendidikan yang terbaik tentunya akan turut serta membangun masa depan yang terbaik untuk anak. Namun kenaikan biaya pendidikan yang terjadi setiap tahunnya, tentu akan membuat orang tua berpikir. Sanggupkah untuk bisa memenuhi kebutuhan pendidikan terbaik untuk anak?

Kenaikan biaya pendidikan dapat mencapai hingga 10% setiap tahun. Bahkan menurut beberapa lembaga survey menyebutkan jika peningkatan yang terjadi bisa mencapai 20%. Artinya, jika saat ini biaya sekolah anak mencapai 10 juta Rupiah, maka tahun depannya bisa meningkat hingga 12 juta Rupiah.

Bayangkan saja nilai tersebut akan terus meningkat beberapa tahun mendatang. Karena itulah orang tua tentunya wajib untuk memiliki proteksi untuk pendidikan anak. Entah itu melalui asuransi pendidikan maupun tabungan pendidikan.

Banyak orang yang menganggap kedua hal ini adalah sama. Meskipun asuransi pendidikan dan tabungan pendidikan memiliki tujuan yang sama. Namun keduanya memiliki perbedaan yang cukup signifikan. Dapat dikatakan jika asuransi pendidikan merupakan produk unit link atau produk asuransi yang dilengkapi dengan investasi. Sedangkan untuk tabungan pendidikan adalah tabungan berjangka yang memiliki bunga tertentu.

Nantinya tabungan pendidikan bisa dicairkan pada jangka waktu yang telah ditentukan.



Pengertian Dan Cara Kerja Tabungan Pendidikan Dan Asuransi Pendidikan

Tabungan pendidikan atau yang juga dikenal sebagai tabungan rencana ini termasuk kategori tabungan berjangka, menjadi salah satu produk keuangan yang dikeluarkan pihak bank. Karena itulah Tabungan pendidikan akan dijamin Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Yang artinya, saat bank dimana tempat anda menabung sedang terkena kasus seperti kebangkrutan maka nilai tabungan yang anda simpan tetap aman.

Di sisi lainnya, asuransi pendidikan bukanlah produk yang dikeluarkan oleh bank sehingga tidak bisa dijamin oleh LPS. Produk asuransi, termasuk asuransi pendidikan dikeluarkan oleh Perusahaan Asuransi.

Pada prinsipnya, tabungan merupakan tempat yang ideal jika anda ingin menjaga keutuhan modal, sedangkan untuk asuransi memiliki fokus terhadap 2 aspek yaitu pelindung atau proteksi sekaligus investasi atau tabungan.

Untuk tabungan pendidikan, biasanya mempunyai jangka waktu sekitar 2 tahun ke atas. Nasabah nantinya harus menyetorkan sejumlah uang setiap bulannya secara rutin sampai waktu jatuh tempo yang telah ditentukan. Berbeda pada asuransi pendidikan, dapat disimpulkan jika produk ini merupakan kombinasi asuransi jiwa berjangka dan produk tabungan.

Sistem kerja dari tabungan pendidikan adalah menghimpun dana yang didapatkan dari nasabah setiap bulan atau tahun. Kemudian memanfaatkan saldo tabungan tersebut untuk jaminan atas biaya pendidikan anak.

Misalnya ketika akan memasuki jenjang pendidikan SD, SMP, SMA, hingga perguruan tinggi, nantinya Perusahaan Asuransi akan mengeluarkan biaya pendidikan yang diambil dari saldo tabungan milik nasabah sendiri. Dan nantinya akan dipergunakan untuk keperluan pendidikan.

Terutama saat pihak orang tua mengalami musibah seperti sakit, meninggal, maupun kondisi lainnya yang tidak bisa membiayai pendidikan anak. Maka dana pendidikan tersebut bsia diklaim oleh pihak nasabah untuk keperluan pendidikan anak.

Tentu saja kondisi di atas mungkin berbeda dengan produk yang ditawarkan oleh Agen Asuransi.

Kelebihan Tabungan Pendidikan Dan Asuransi Pendidikan

Masing-masing produk tentunya memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Jika anda masih bingung menetapkan antara Tabungan dan asuransi pendidikan, maka anda bisa melihat kelebihan dari kedua produk tersebut.

Kelebihan Tabungan Pendidikan

Sebagai produk perbankan, tentunya tabungan akan dijamin langsung Lembaga Penjamin Simpanan. Ini artinya, jika bank dimana tempat anda menabung sedang mengalami kebangkrutan maka dana tabungan yang anda simpan tetaplah aman. Hal ini sangat berbeda dari asuransi pendidikan yang merupakan produk perusahaan asuransi. Sekalipun anda membelinya di Bank, namun pihak bank hanya menjadi agen penjual bukan penanggung jawab. Bisnis seperti ini biasa disebut Bancasurance.

Selain itu untuk hasil dari tabungan pendidikan sudah pasti karena dikalkulasikan sesuai dengan kesepakatan awal. Sedangkan untuk asuransi unit link tidaklah tetap, mungkin bisa lebih untung namun tak menutup kemungkinan jika anda bisa merugi kedepannya.

Jika anda berencana untuk menggunakan tabungan, maka tingkat keuntungan maupun bunga yang didapatkan akan cocok sesuai dengan kesepatan di awal. Sehingga nantinya tabungan yang anda dapatkan tidak akan mungkin berkurang.

Sebaliknya untuk asuransi tidaklah tetap, mengingat hasilnya akan dipengaruhi kinerja dan resiko investasi. Sehingga hasil yang anda dapatkan bisa saja meningkat atau malah menurun.

Kelebihan Asuransi Pendidikan

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, return dari asuransi memang tidak tentu. Bisa berkurang atau bahkan bisa pula bertambah. Return dari asuransi pendidikan mungkin berkurang dikarenakan biaya yang disetorkan telah digunakan untuk membayar biaya yang dikenakan atas asuransi, seperti:

  • Premi dasar
  • Cost of Insurance
  • Cost of Rider
  • Biaya akuisisi
  • Biaya admin

Namun keuntungan lain yang dimiliki asuransi ini adalah kesempatan bagi anda yang ingin melipatgandakan simpanan. Karena itu jika anda memang tipe agresif dalam berinvestasi maka tak ada salahnya memilih asuransi pendidikan sebagai proteksi untuk pendidikan anak.

Menurut sebuah riset yang dilakukan ZAPFIN Research Divison menemukan jika rata-rata peningkatan biaya pendidikan di Indonesia hingga mencapai 15% setiap tahunnya. Melihat fakta jika tabungan pendidikan hanya mampu memberikan 6% setiap tahunnya dari dana pokok. Maka rasanya sangat sulit untuk bisa mencapai biaya pendidikan anak di masa depan dengan menggunakan tabungan.



Di sisi lainnya, asuransi pendidikan mempunyai manfaat utama sebagai proteksi. Sehingga tak hanya dapat memberikan bantuan sejumlah dana untuk memenuhi biaya pendidikan. Namun juga mampu memberikan jaminan dan perlindungan bagi finansial pendidikan anak. Misalnya saja untuk Polis yang bernilai Uang Pertanggungan Rp 100.000.000 dan jatuh tempo 10 tahun.

Jika dalam periode 5 tahun pemilik polis meninggal dunia, maka ahli waris akan tetap mendapatkan Uang Pertanggungan sebesar Rp 100.000.000 ditambah pula dengan hasil investasi yang berasal dari premi yang dibayarkan nasabah setiap bulannya bila kinerja investasi menguntungkan.

Lalu manakah yang terbaik?

Setiap produk mempunyai keunggulannya masing-masing. Sehingga sangat sulit rasanya untuk memilih produk manakah yang terbaik untuk pendidikan anak.

Namun manfaat yang ditawarkan akan bisa maksimal saat anda memilih produk yang sesuai dengan tujuan dan kondisi keuangan.

Oleh karena itu, tentukan secara bijak kendaraan yang ingin digunakan demi tercapainya kebutuhan finansial untuk dana pendidikan si anak.

Baca juga:

WP Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com

Pin It on Pinterest

Shares
Share This