Meski telah sekian lama berjibaku dengan aplikasi E-Smart, akhirnya saya menemukan cara praktis melihat anomali Emiten secara praktis via E-Smart. Bagi pembaca yang belum familiar dengan E-Smart, E-Smart merupakan aplikasi trading Saham untuk menjual dan membeli saham yang dikelola oleh BNI Sekuritas.

Saya sering bertanya – tanya terutama pada @TrickyInvestor dan @Jesswjk yang sering membagikan kode Emiten anomali. Sebelum membahas lebih lanjut, baiknya kita perlu mengetahui apa itu anomali dan mengapa kita sebagai pemain dan trader saham perlu aware tentang adanya anomali.

Apa itu anomali?

Banyak orang berpendapat kalau “picture is worth a thousand words“. Oleh karena itu, saya ingin membagikan 2 contoh skrinsut yang menurut saya adalah anomali:

Berdasarkan skrinsut diatas, saya melihat bahwa $SILO dan $BDMN mengalami anomali, yang berarti mengalami peningkatan / penurunan secara signifikan dalam rentang waktu yang relatif singkat.

Pada grafik $SILO diatas, kita dapat membaca bahwa peningkatan harga beli terjadi dalam kurun waktu kurang dari 1 jam. Bila kita membeli saham $SILO pada pukul 11:00 siang, maka kita akan mendapatkan uang instan dalam waktu kurang dari 1 jam.



Berbeda dengan grafik $SILO, grafik $BDMN justru sangat mengkhawatirkan. Telah terjadi penurunan harga emiten dalam jangka waktu yang singkat, hanya dalam waktu beberapa hari saja.

Pada tanggal 30 April 2019, harga emiten $BDMN masih berada di angka Rp. 9000 dan per hari ini tanggal 3 Mei 2019, harga emiten $BDMN tersebut telah merosot jauh. Peristiwa ini dapat merugikan anda sebagai pemain maupun trader saham.

Mengapa kita perlu aware dengan adanya anomali?

Anomali seperti ini cenderung tidak bisa diprediksi. Pemilik saham $BDMN dapat mengalami kerugian besar bila mereka tidak aware, sementara pemilik saham $SILO akan meraup keuntungan besar bila mereka aware kalau $SILO sedang bullish. Anomali ini bisa dijadikan “kendaraan” untuk menambah kekayaan bila dieksekusi dalam waktu yang tepat.

It’s my life. It’s now or never

Sejujurnya juga saya belum aware akan adanya anomali diatas sebelum @Jesswjk memberikan “kode alam” di akun Twitternya. Karena kami menggunakan sekuritas dan platform berbeda, kondisi ini memaksa saya untuk belajar dan bereksplorasi sendiri tentang fitur yang dimiliki oleh E-Smart.

Namun kini, saya sudah tahu jawabannya.

Memang, secara teori dan alih bahasa, kita menyebutnya StockWatch. Namun, awalnya saya sedikit kebingungan dimana saya bisa melihat menu StockWatch ini, karena dalam menu ESmart tidak ada menu yang dilabeli dengan tulisan StockWatch. Ternyata ESMart tidak menggunakan label StockWatch, melainkan StockRank

Melalui menu StockRank tersebut, kita bisa melihat Emiten mana yang mengalami kenaikan dan Emiten mana yang mengalami penurunan. Kita dapat mengurutkannya berdasarkan peningkatan atau penurunan, dan kita pun memiliki kuasa untuk menampilkan StockRank berdasarkan peningkatan dalam bentuk persentase maupun nominal kenaikan.

Setelah menemukan Emiten yang sedang mengalami peningkatan atau penurunan, kemudian kita dapat memutuskan apakah:

  • Kita akan membeli Emiten yang sedang bullish tersebut dan berharap Emiten yang dibeli cenderung meningkat agar kita dapat meraup keuntungan.
  • Kita akan membeli Emiten yang sedang bearish tersebut dan berharap kita dapat membeli Emiten dengan harga serendah – rendahnya untuk meraup keuntungan sebesar – besarnya.


Tentunya kedua aksi diatas sangat subjektif dan bergantung pada tingkat resiko yang bisa ditoleransi. High risk = high gain. Tentukan secara bijak dan hati – hati.

Perbedaan antara bullish dengan bearish dapat dibaca melalui cuitan di bawah ini:

Demikian cara praktis melihat anomali Emiten via E-Smart. Semoga artikel ini dapat bermanfaat dan salam cuan!

Baca juga:

WP Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com

Pin It on Pinterest

Shares
Share This