Asuransi untuk properti, khususnya rumah tempat tinggal memang cukup penting. Sebab asuransi ini akan menjaga keamanan dan kenyamanan bagi anggota – anggota keluarga yang tinggal di dalam rumah tersebut.

Asuransi kebakaran contohnya, akan memproteksi aset berharga yang anda miliki jika sewaktu-waktu ada hal yang tidak diinginkan. Asuransi kebakaran ini tak hanya memproteksi propertinya saja, namun juga menjaga rumah hingga aset – aset berharga yang ada di dalamnya, sehingga bagi anda yang ingin memiliki asuransi ini, maka penting untuk mengetahui hal-hal yang berkaitan di dalamnya termasuk proses pengajuan klaim asuransi rumah kebakaran.

Asuransi kebakaran rumah merupakan jenis asuransi yang wajib untuk dimiliki, apalagi jika anda memiliki kondisi-kondisi di bawah ini:

  • Rumah masih KPR atau belum lunas
  • Rumah dikontrakkan, disewakan, ataupun dikoskan, yang mana menghasilkan pemasukan bulanan
  • Rumah menjadi tempat berdirinya usaha, entah toko, kantor, rumah makan, dan lainnya.

Untuk masalah pengajuan klaim asuransi rumah yang mengalami kebakaran ini. Tentunya masing-masing penyedia asuransi memiliki prosedur tersendiri. Namun pada umumnya, untuk mengajukan klaim atas rumah yang diasuransikan mengalami kebakaran bisa melalui beberapa tahap atau prosedur di bawah ini:

1. Lapor Ke Pihak Perusahaan Asuransi

Pada saat pemilik polis asuransi mengalami musibah kebakaran, maka yang harus dilakukan nasabah pertama kalinya adalah melaporkan kepada pihak penanggung. Dalam hal ini adalah perusahaan asuransi, tempat anda membeli produk asuransi rumah tersebut.

Sebagai pemilik asuransi, nasabah perlu menjelaskan lebih detail terkait kejadian dan kronologi. Laporan tersebut disampaikan secara lisan, dengan datang langsung ke perusahaan asuransi tersebut dan ini lebih disarankan.

Namun anda juga bisa menyampaikan secara tertulis, melalui surat, email, maupun faxmile. Sebaiknya laporan ini harus cepat dibuat, maksimal 7 hari setelah tanggal kejadian.

Setelah itu pemilik asuransi juga diminta untuk mengisi keterangan tertulis yang menjelaskan mengenai alasan kebakaran. Formulir ini tentunya sudah tersedia di masing-masing perusahaan asuransi. Dan untuk kolom yang harus diisi antara lain adalah:

  • Tempat / tanggal / waktu terjadinya kebakaran
  • Penyebab terjadinya kebakaran
  • Perkiraan nilai kerugian yang ditaksir nasabah. Penjelasan tentang harga barang-barang di dalam rumah yang terbakar, hilang, rusak dan barang yang terselematkan sekalipun. Maksimal data-data ini harus dilengkapi 12 bulan setelah tangga kejadian
  • Informasi pendukung yang sekiranya perlu untuk disampaikan ke pihak perusahaan asuransi.

2. Melengkapi Dokumen-Dokumen Yang Dibutuhkan

Setelah melakukan pengisian formulir, pemilik asuransi diharapkan untuk melengkapi dokumen-dokumen yang dibutuhkan seperti:

  • Formulir klaim pengajuan asuransi
  • Polis serta berita acara yang didapatkan dari Kepala Desa, Kepala Kelurahan, maupun Kepolisian Sektor setempat
  • Laporan rinci mengenai penyebab kebakaran
  • Bukti lain yang wajar jika diminta perusahaan asuransi

Namun bagaimana jika Polis asuransi ikut terbakar juga di dalam rumah? Karena itulah penting untuk menyimpan polis asuransi di tempat yang terpisah dari rumah yang anda asuransikan, misalnya saja menyimpannya Safe Deposit Box pada Bank. Atau cara lainnya adalah dengan memiliki cetak digital atau scan di Cloud Storage.

3. Proses Pengecekan Klaim

Setelah pihak perusahaan asuransi menerima laporan mengenai pengajuan klaim asuransi rumah kebakaran, maka nantinya perusahaan akan melakukan penelitian dan pengecekan mengenai keabsahan polis. Hal-hal yang akan di cek antara lain seperti:

  • Apakah terdapat faktor kepentingan terhadap objek tersebut?
  • Apakah kejadian masih berada di dalam masa waktu pertanggungan?
  • Apakah premi bulanan sudah dibayar lunas?

Nantinya setelah prosedur pengecekan telah dilakukan, maka perusahaan asuransi akan menjalani pemeriksaan lapangan yang meliputi lokasi kejadian, penyebab kebakaran, julah kerugian, jumlah harga bangunan, aset, dan barang-barang yang tidak terbakar, hingga kewajiban nasabah dalam pembayaran premi.

Pada saat tahapan pengajuan klaim asuransi rumah kebakaran ini, diharapkan bagi nasabah untuk bersikap kooperatif dan responsif. Ini akan mempercepat proses penggantian kerugian yang dialami nasabah.

3. Penunjukan Loss Adjuster

Nantinya dari hasil survey dan penelitian yang dilakukan pihak perusahaan asuransi, akan didapatkan hasil apakah pengajuan klaim asuransi rumah kebakaran tersebut merupakan kasus sederhana ataupun rumit.

Jika sederhana maka klaim asuransi ini akan ditangani langsung oleh perusahaan asuransi. Namun jika klaim yang diajukan cukup kompleks dan jumlahnya cukup besar hingga memakan waktu yang lama maka claim assessment ini akan diserahkan ke pihak Loss Adjuster. Pihak Loss Adjuster ini akan langsung ditunjuk pihak Penanggung atau perusahaan asuransi dengan adanya pemberitahuan kepada pihak Tertanggung.

Baik yang tidak maupun ditangani Loss Adjuster, pihak Tertanggung harus menyediakan dokumen-dokumen yang mendukung klaim. Tahapan selanjutnya adalah pihak Penanggung akan mempelajari laporan yang telah dibuat Loss Adjuster.

4. Penyampaian Hasil

Setelah langkah-langkah diatas sudah dijalani, maka kini saatnya perusahaan asuransi akan memberikan hasil mengenai klaim asuransi rumah kebakaran yang diajukan pihak nasabah. Jika klaim dianggap valid, maka perusahaan akan membayarkan asuransi sejumlah ganti rugi yang sudah ditentukan.

Namun jika klaim dinyatakan tidak valid, maka perusahaan asuransi akan memberitahukan jika klaim asuransi ditolak dan disertai alasan. dan didukung oleh pasal dan klausul yang telah disepakati bersama

5. Penyelesaian Pembayaran

Selanjutnya adalah proses penyelesaian pembayaran. Perusahaan Asuransi wajib untuk membayarkan penyelesaian ganti rugi. Maksimal 30 hari setelah kesepakatan tertulis pihak perusahaan dan pihak pemilik asuransi yang menjelaskan tentang kepastian total ganti rugi yang dibayarkan perusahaan.

Mempelajari cara pengajuan klaim asuransi rumah kebakaran akan sangat membantu untuk mempermudah saat anda nantinya ingin mengajukan klaim asuransi, sehingga tidak ada kesalahan yang membuat pengajuan klaim mengalami penolakan.

Baca juga:

WP Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com

Pin It on Pinterest

Shares
Share This