Saat memiliki asuransi, tentunya anda mempunyai hak dan kewajiban di dalamnya. Kewajiban anda sebagai pemilik asuransi adalah membayar Premi bulanan dan memberikan informasi sebenarnya. Sedangkan untuk hak adalah mendapatkan proteksi, sehingga ketika anda mengalami hal yang menyebabkan kerugian, maka anda berhak untuk mengajukan klaim. Seperti ketika anda memiliki asuransi kesehatan misalnya.

Tujuan asuransi kesehatan ini adalah untuk memproteksi kesehatan pemilik polis asuransi di masa yang akan datang, sehingga saat mengalami masalah kesehatan, maka perusahaan asuransi nantinya akan membayarkan biaya perawatan dan pengobatan.

Namun perlu anda ketahui, terdapat peraturan termasuk dalam asuransi kesehatan yang disepakati perusahaan dan pemilik asuransi. Dimana bisa saja pengajuan klaim asuransi kesehatan ditolak dengan alasan tertentu.

Jika anda tak ingin mengalami kejadian seperti ini, maka perhatikan alasan – alasan di bawah ini yang sering menyebabkan klaim asuransi kesehatan mengalami penolakan.

1. Polis Lapse Atau Tidak Aktif

Salah satu alasan utama mengapa klaim asuransi kesehatan ditolak oleh perusahaan asuransi (Penanggung) adalah saat polis lapse atau polis asuransi tidak aktif. Perusahaan hanya akan menerima persetujuan klaim saat polis asuransi dalam keadaan aktif. Oleh karena itu pastikan jika polis asuransi anda memang aktif.

Biasanya polis asuransi yang kondisinya tidak aktif dikarenakan pemilik polis asuransi lupa membayar Premi bulanan. Memang terdapat masa tenggang yang diberikan perusahaan mengenai keterlambatan pembayaran. Jangka waktu dari masa tenggang sekitar 45 hari setelah tanggal jatuh tempo. Setelah melewati masa tenggang tersebut, maka asuransi kesehatan anda dinyatakan tidak aktif.

Untuk asuransi unit link, kondisi tidak aktif ini dapat terjadi saat nilai tunai asuransi tak dapat menutupi biaya asuransi. Karena itulah selalu periksa nilai tunai asuransi untuk memastikan jika masih mencukup untuk menutup biaya asuransi.

2. Klaim Tak Termasuk Ketentuan Polis Asuransi

Saat mendaftarkan polis asuransi, tentunya anda dan perusahaan asuransi saling menandatangani kesepakatan mengenai kepemilikan asuransi tersebut, dan di dalam kesepakatan tersebut berisikan mengenai ketentuan. Inilah yang sering tidak dipahami bagi calon pemilik asuransi.

Banyak nasabah yang tidak memahami manfaat asuransi yang dibeli. Akibatnya Pemegang Polis menganggap jika proteksi asuransi yang dimiliki bisa mencakup segala kondisi, padahal ada beberapa kondisi dan ketentuan mengenai proteksi yang ditawarkan.

Misalnya saja anda menganggap jika asuransi kesehatan anda memproteksi semua stadium kanker. Padahal asuransi kesehatan tersebut hanya menganggung saat kanker sampai stadium 3. Jika anda terkena kanker stadium 1, maka asuransi kesehatan yang anda miliki tidak akan menanggung.

Maka dari itu sebelum pengajuan klaim asuransi kesehatan, maka pastikan jika anda mengetahui kondisi kesehatan yang ingin diklaim tertulis dalam polis asuransi kesehatan tersebut.

Jangan malas membaca ya.

3. Melewati Batas Waktu

Saat anda mengajukan klaim asuransi melewati batas waktu yang ditentukan, maka ini menjadi alasan mengapa klaim asuransi kesehatan ditolak perusahaan asuransi. Biasanya ada batas waktu yang sudah tertulis dalam ketentuan Polis asuransi, dimana jika pemilik asuransi mengajukan klaim yang lewat dari batas waktu yang sudah ditentukan maka pengajuan klaim akan ditolak.



Biasanya batas waktu ini antara 30-60 hari setelah perawatan usai dan Tertanggung diperbolehkan meninggalkan rumah sakit, terhitung dari tanggal awal kesepakatan pemilik dan perusahaan asuransi.

4. Informasi Riwayat Penyakit Tidak Valid

Alasan lainnya yang bisa menyebabkan klaim asuransi kesehatan ditolak adalah ketika pemilik asuransi memberikan informasi mengenai riwayat penyakit yang tidak valid. Biasanya saat mendaftarkan asuransi, calon nasabah harus mengisi formulir keanggotaan awal. Dalam formulir tersebut terdapat bagian dimana calon nasabah wajib memberitahukan informasi tentang riwayat penyakit yang pernah diderita.

Ketidakjujuran pada informasi awal ini akan menjadi kesalahan yang fatal jika anda melakukannya. Jika sampai perusahaan asuransi menemukan informasi yang kurang valid, maka sudah pasti jika klaim asuransi anda ditolak. Biasanya informasi awal yang akan ditanyakan antara lain adalah:

  • Informasi penyakit keturunan
  • Informasi apakah merokok atau tidak?
  • Apakah memiliki Pre Existing Condition (Penyakit yang sudah ada sebelum membeli asuransi

Sebagai nasabah awam, sangat mungkin mereka merasa sehat walafiat meski dalam tubuh mereka telah mengidap penyakit yang belum terdeteksi atau dirasakan gejalanya. Untuk itu sangat disarankan untuk melampirkan medical checkup (bila ada) saat hendak mengisi formulir keanggotaan.

5. Dokumen Pendukung Tidak Lengkap

Pada saat mengajukan klaim asuransi kesehatan, maka pemilik asuransi diharuskan untuk melengkapi dokumen-dokumen yang dibutuhkan. Pastikan anda melengkapi semua persyaratan dokumen jika tidak menginginkan klaim asuransi kesehatan ditolak.

Dokumen pendukung yang dibutuhkan biasanya kwitasi pembayaran pengobatan, surat keterangan dokter, nama pasien, jenis penyakit, tanggal perawatan, jenis obat, surat pengantar jika dirujuk ke dokter spesialis, teknik pengobatan, dan lainnya yang termasuk ke dalam ketentuan polis asuransi.

6. Asuransi Sedang Dalam Fase Masa Tunggu

Masa tunggu merupakan waktu yang dibutuhkan antara waktu pembelian dan pengajuan klaim, Sehingga proteksi anda baru dapat digunakan dan klaim akan disetujui setelah melewati masa tunggu.

Anda tidak bisa mengajukan klaim ketika sedang berada dalam waktu tunggu Masing – masing produk asuransi mempunyai durasi masa tunggu yang berbeda, mulai dari 1 bulan bahkan ada yang hingga 1 tahun.

Nah itu tadi beberapa alasan mengapa klaim asuransi kesehatan ditolak oleh perusahaan asuransi. Pelajari kesalahan – kesalahan diatas agar jangan sampai klaim asuransi anda ditolak oleh Penanggung di masa mendatang.

Baca juga:

WP Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com

Pin It on Pinterest

Shares
Share This