Asuransi bisa jadi suatu hal yang sangat baru dan membingungkan bagi anda yang belum terbiasa. Wajar sih, karena memang ketika saya bersekolah dulu, tidak mendapat materi dan diktat terkait financial literacy dan perencanaan keuangan. Ketika seseorang sedang merencanakan keuangan, pasti ada komponen asuransi di dalamnya. Sangatlah aneh bila ada financial plannner atau perencana keuangan yang antipati dan pesimis dengan produk asuransi.

Financial literacy sangat penting dalam membangun aset dan merencanakan keuangan.

Satu hal yang tidak banyak diketahui oleh orang tentang asuransi ialah free look period atau dalam bahasa Indonesia biasa disebut dengan Masa Bebas Lihat.

Apa yang dimaksud dengan Masa Bebas Lihat (free look period)?

Masa Bebas Lihat (free look period) merupakan jangka waktu yang diberikan oleh Perusahaan Asuransi kepada Pemegang Polis. Jangka waktu yang diberikan biasanya mulai dari 7 hari kerja hingga 30 hari kalender. Jangka waktu Masa Bebas Lihat dimulai ketika Pemegang Polis telah menerima Polis. Jumlah hari dalam free look period mungin berbeda antara 1 Perusahaan Asuransi dengan Perusahaan Asuransi lainnya.

Jumlah hari dan ketentuan free look period biasanya tertera dalam Polis asuransi seperti cuitan di bawah ini:

Apa yang harus dilakukan oleh Pemegang Polis saat berada dalam Masa Bebas Lihat?

Membeli asuransi tidak sama dengan membeli rumah maupun kendaraan mewah. Ketika kita membeli rumah atau kendaraan, kita bisa menyentuh benda tersebut. Ketika kita membeli asuransi, kita hanya mendapatkan 1 buah buku yang disebut Polis berisikan klausul, perjanjian, syarat dan ketentuan serta kesepakatan antara Pemegang Polis dengan Perusahaan asuransi.

Yup, hanya teks hitam putih tanpa disertai gambar yang berwarna – warni.

Pemegang Polis sangat disarankan untuk membaca, mempelajari, dan memahami Polis asuransi yang dibeli saat free look period. Hal ini bertujuan untuk memastikan produk asuransi dan data yang terkandung di dalamnya telah sesuai dengan kebutuhan dan informasi yang diberikan.

Jumlah pasal pada Polis Asuransi bisa jadi sangat banyak, maka gunakan masa free look period ini untuk “membedah” dan memeriksa isi Polis apakah sudah sesuai dengan kesepakatan dan kebutuhan.

Berikut beberapa informasi yang perlu dikonfirmasi sebelum Pemegang Polis dinyatakan setuju dengan Polis yang diberikan:

  • Identitas Tertanggung atau seseorang yang dijamin oleh Pemegang Asuransi.
  • Identitas Pemegang Polis atau seseorang yang berwenang atas Polis.
  • Identitas Agen atau Tenaga Pemasaran yang membantu Pemegang Polis dalam berhubungan dengan Perusahaan Asuransi
  • Identitas Perusahaan Asuransi yang menjamin Tertanggung
  • Identitas Termaslahat / Ahli Waris (bila ada) atau seseorang yang menerima manfaat bila Tertanggung mengalami resiko.
  • Manfaat asuransi yang diberikan.
  • Prosedur dan tata cara melakukan Klaim.
  • Perlakuan terhadap pre existing conditions atau Kondisi / Penyakit yang sudah ada sebelum Tertanggung dijamin oleh Polis Asuransi.
  • Pengecualian atau Kondisi dan Penyakit yang dikecualikan oleh Perusahaan Asuransi.

Pemegang Polis dapat menghubungi agen atau tenaga pemasar maupun Perusahaan Asuransi untuk mendapatkan informasi lebih lanjut terkait klausur, prosedur, kondisi, penyakit, dan informasi lainnya yang tidak dimengerti oleh Pemegang Polis. Hal ini bertujuan untuk memastikan seluruh informasi dalam Polis sudah jelas sejak Pemegang Polis membeli asuransi.

Ketika Polis sedang berada dalam free look period, Polis dapat ditutup dan seluruh pembayaran yang sudah disetor atau dibayarkan dapat dikembalikan kepada Pemegang Polis setelah dikurangi beberapa biaya yang mungkin timbul. Biaya – biaya yang dikenakan ini mengacu pada ketentuan dan kesepakatan antara Pemegang Polis dan Perusahaan Asuransi.

Cuitan di atas ada sangat benar adanya. Untuk itu sangat direkomendasikan bagi Pemegang Polis untuk membaca dan memahami isi Polis untuk meminimalisir konflik dan miskomunikasi yang mungkin terjadi di masa mendatang.



Asuransi merupakan bagian dari perencanaan keuangan jangka panjang hingga puluhan tahun, sehingga anda tak ingin perencanaan yang sudah dibuat justru berantakan karena produk asuransi yang dibeli tidak sesuai dengan produk yang dibutuhkan.

Yuk jangan malas untuk membaca dan memahami isi Polis sendiri!

Baca juga:

WP Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com

Pin It on Pinterest

Shares
Share This