Hari ini saya baru saja membaca berita tak mengenakkan dari industri asuransi. Salah satu perusahaan asuransi di Indonesia dengan cita rasa produk dalam negeri, sedang kesulitan dalam melakukan pembayaran Klaim yang diajukan oleh nasabah.

Berikut beberapa kekesalan netijen terkait kinerja perusahaan asuransi Bumiputera belakangan ini:

Sebelum membahas lebih lanjut terkait kesulitan pendanaan yang dilakukan oleh perusahaan asuransi bumiputera, terlebih dahulu kita memahami bagaimana perusahaan asuransi bekerja dan menghasilkan uang.

Bagaimana perusahaan asuransi bekerja dan menghasilkan uang?

Asuransi merupakan kendaraan keuangan yang menolong dalam mengelola resiko finansial. Asuransi disebut sebagai kendaraan keuangan karena kendaraan merupakan suatu mesin yang dapat membawa penumpang berpindah tempat secara cepat dan aman. Bila terjadi resiko dalam perjalanan hidup yang panjang nan kelam, paling tidak kendaraan tersebut dapat melindungi dan meminimalisir dampak yang mungkin terjadi kepada penumpang.

Video ini menceritakan secara lengkap dan gamblang bagaimana asuransi bekerja dan menghasilkan uang:

Serupa dengan Bank yang mengandalkan uang sebagai komoditas dalam bertransaksi, perusahaan asuransi selalu mencari cara bagaimana melipatgandakan uang “titipan” nasabah yang disetor dalam bentuk Premi.

Biasanya perusahaan asuransi akan menitipkan komoditas tersebut ke perusahaan sekuritas maupun aset manajemen untuk diputar kembali untuk mendatangkan lebih banyak uang.

Beberapa instrumen yang sering digunakan untuk melipatgandakan uang, antara lain:

  • Saham
  • Obligasi
  • Surat utang
  • Sukuk
  • Emas
  • Reksadana
  • dan banyak lagi cara lainnya seperti investasi properti dalam bentuk Rumah tinggal dan apartemen.

Perusahaan asuransi mengandalkan uang sebagai komoditas dalam bertransaksi dan beroperasi. Mereka akan lumpuh tak berdaya tanpa adanya uang. Untuk itu ia harus mengutamakan kondisi keuangan yang sehat dan menguntungkan bagi kedua pihak antara nasabah dan perusahaan asuransi agar terhindar dari keadaan yang sedang dihadapi oleh asuransi bumiputera.

Well, tidak ada yang bisa melihat masa depan, dan tidak ada yang bisa meramalkan apa yang akan terjadi di masa mendatang. Bahkan ramalan cuaca yang sering ditayangkan setiap hari pun memiliki kemungkinan untuk salah.

Berikut beberapa tips yang dapat kami bagikan untuk meminimalisir terjadinya resiko kegagalan bayar seperti yang dialami oleh asuransi bumiputera:

Apakah perusahaan asuransi diawasi oleh Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI)?

AAJI merupakan lembaga independen yang sebelumnya memiliki nama Dewan Asuransi Indonesia (DAI). AAJI memiliki peranan penting dalam bisnis asuransi di Indonesia, seperti mengawasi kinerja masing – masing perusahaan asuransi agar senantiasa memberikan kualitas pelayanan yang terbaik.

Yha siapa juga yang mau beli asuransi dari agen asuransi yang kerjanya asal – asalan. Yha khan?!

Hal lain yang tak kalah penting ialah pastikan perusahaan asuransi telah memiliki standar hukum dan legalitas yang kokoh untuk dapat beroperasi dan menjalankan bisnisnya di Indonesia.

Apakah perusahaan asuransi memiliki kantor cabang di sekitar anda?

Peranan kantor cabang sangat penting bagi anda yang telah memiliki produk asuransi, sehingga anda tidak perlu meluangkan waktu, tenaga, dan uang untuk ke kantor pusat hanya untuk mengurus berkas dan pekerjaan administratif.

Bila anda merupakan seseorang yang lebih menyukai komunikasi 2 arah dan bertatap muka, anda mungkin ingin memilih perusahaan asuransi yang memiliki kantor cabang tersebar luas di sekitar tempat tinggal.

Apakah perusahaan asuransi pernah mengalami rekam jejak yang negatif terkait pencairan Klaim?

Bagian ini merupakan salah satu peranan penting dan kartu kuning bagi perusahaan. Nasabah perlu berhati – hati dengan perusahaan asuransi yang pernah mengalami rekam jejak negatif terkait pencairan Klaim. Jangan sampai hal ini terjadi pada nasabah.

Stabilitas keuangan dan kekuatan pundi – pundi keuangan perusahaan asuransi merupakan syarat mutlak yang harus diketahui oleh nasabah sebelum memilih perusahaan asuransi.

Salah satu parameter yang dapat digunakan untuk mengukur stabilitas keuangan perusahaan asuransi ialah dengan mengetahui berapa Risk Based Capital dan rasio likuiditas dari perusahaan asuransi.

Risk Based Capital merupakan metrik yang dapat digunakan untuk mengukur ketangguhan keuangan perusahaan asuransi. Seperti yang dijelaskan pada paragraf sebelumnya, perusahaan asuransi akan menitipkan uang yang dititipkan oleh nasabah ke perusahaan sekuritas, maupun manajer investasi. Akibat satu dan lain hal, pencairan ini seakan tersendat yang mengakibatkan kegagalan maupun penundaan dalam pembayaran Klaim.

Informasi RBC dapat diperoleh dengan menghubungi agen maupun perusahaan asuransi yang berkaitan.

Bila perusahaan asuransi menitipkan asetnya dalam wujud properti, mungkin artikel ini dapat menjelaskan mengapa rumah memiliki likuiditas yang rendah.

Nah demikian beberapa alasan mengapa kita perlu berhati – hati dalam memilih perusahaan asuransi, sebab produk asuransi merupakan perencanaan keuangan dengan jangka waktu yang amat panjang hingga puluhan tahun, anda tentu tak ingin menyia-nyiakan perencanaan keuangan ke tangan yang salah.

Baca juga:

Pin It on Pinterest

Shares
Share This