Saya pernah mengobrol dengan rekan sebaya yang tengah mencari properti dengan harga yang bersahabat. Ia berencana mewariskan properti tersebut kepada 2 orang anaknya yang masih kecil. Saya pun membagikan pendapat saya tentang rumah yang tidak cocok untuk dijadikan warisan. Berikut beberapa pertimbangan saya:

Nilai jual rumah yang tidak selamanya meningkat

Banyak orang yang sangat mengerti dan memahami bahwa harga rumah dan properti cenderung meningkat dari tahun ke tahun. Namun, apakah mereka juga mengerti dan memahami bahwa harga rumah dan properti bisa menurun?

Rumah merupakan investasi jangka panjang. Bila seseorang membeli rumah melalui proses KPR, maka ia wajib melakukan pembayaran dalam jangka waktu yang panjang, mulai dari 10 tahun hingga 20 tahun angsuran. Pastikan kita telah mempersiapkan segala sesuatunya dengan matang. Sebab bila tidak, angsuran yang macet di tengah masa pembayaran justru berpotensi menjauhkan anda dari rumah idaman dan angsuran yang telah disetor tidak dapat dikembalikan.

Sad.

Jika usia harapan hidup manusia di Indonesia berkisar 67,1 tahun dan 22 tahun telah digunakan untuk menimba ilmu dan studi tingkat tinggi, maka kita telah menghabiskan seluruh hidup kita hanya untuk berhutang dan memiliki 1 unit rumah yang berpotensi memberikan kerugian bagi kita.

Pada artikel ini saya pernah menulis bagaimana harga rumah atau properti bisa anjlok dan menimbulkan kerugian yang signifikan bagi investor dan pemilik properti. Berikut beberapa faktor yang cenderung mengakibatkan harga properti menurun:

  • Properti berada di lokasi yang sering banjir
  • Properti berada di tengah – tengah penduduk dan lingkungan yang kurang bersahabat
  • Properti berada dekat dengan SUTET (Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi)
  • Properti yang berada dekat dengan rumah ibadah
  • Properti dikenal angker dan memiliki rekam jejak suicidal.

Selain itu, dibawah ini merupakan beberapa pertimbangan lain mengapa rumah atau properti dalam bentuk fisik tidak cocok untuk dijadikan warisan:

Biaya renovasi rumah yang cenderung meningkat

Investor mana yang tidak senang bila mendengar investasi yang ia lakukan mengalami keuntungan besar. Tak bisa dipungkiri bahwa harga rumah cenderung meningkat dari tahun ke tahun, begitu pula dengan biaya renovasi dan bahan bangunan yang digunakan untuk merenovasi rumah.

Konon rumah yang tidak dihuni cenderung lebih cepat dan rentan rusak. Anda membutuhkan uang untuk memperbaiki rumah yang rusak serta menjaganya tetap rapih dan tertata agar bisa mendatangkan pendapatan pasif melalui rumah atau properti yang disewakan atau dikontrakkan.

Likuiditas rumah yang rendah

Rumah merupakan salah satu aset dengan likuiditas rendah. Likuiditas rendah berarti dibutuhkan waktu yang panjang untuk mengubah rumah tersebut menjadi uang. Bila seseorang mendapat warisan dalam bentuk properti, maka ia harus bersiap menanggung pajak dan biaya lainnya yang mungkin timbul akibat kepemilikan rumah, seperti:

  • Biaya balik nama
  • Biaya pecah sertifikat bila rumah diwariskan kepada 2 orang atau lebih
  • Biaya notaris
  • Biaya KPR seperti biaya provisi, bunga pinjaman dan lain sebagainya bila rumah masih dalam tahap angsuran KPR
  • Biaya pajak bumi dan bangunan

Dibutuhkan waktu yang tidak singkat untuk menyelesaikan proses administratif diatas.

Bunga Properti yang relatif tinggi

Bagi mereka yang sudah mengerti bagaimana Kredit Pemilikan Rumah bekerja, tentu tidak akan asing lagi bila angsuran KPR yang dibayarkan tidak langsung serta – merta mengurangi pokok Pinjaman. Serupa dengan biaya akusisi pada asuransi unit link yang wajib dibayarkan di awal, demikian pula dengan bunga atas KPR yang kita ajukan. Pembayaran angsuran akan mengurangi pokok pinjaman seiring berjalannya waktu dan lamanya masa pembayaran.

Lalu bagaimana solusinya?

Memperkenalkan Maestro Infinite Protection sebagai solusi dari permasalahan di atas dalam wujud Paper Asset. Paper Asset berarti harta dalam wujud kertas. Paper Asset ini dipastikan dapat meminimalisir biaya yang tidak perlu ,seperti:

  • Biaya renovasi rumah
  • Biaya atau iuran pemeliharaan lingkungan
  • Biaya pajak
  • dan biaya atau iuran lainnya yang muncul ketika seseorang memiliki properti.

Beberapa keuntungan dari Paper Asset ialah:

Likuiditas tinggi

Termaslahat / Ahli Waris hanya perlu mengajukan klaim kepada Penanggung / Perusahaan Asuransi dan Uang Pertanggungan akan diberikan kepada Termaslahat / Ahli Waris.

Berbeda dengan penjualan rumah, pihak Penanggung / Perusahaan Asuransi akan mencairkan Uang Pertanggungan kepada Termaslahat / Ahli Waris yang telah didaftarkan saat Tertanggung dijamin oleh Penanggung tanpa dikenakan biaya yang dibahas pada bagian di bawah ini.

Bebas biaya

Berbeda dengan proses penjualan dan pembelian rumah, proses klaim Maestro Infinite Protection tidak dikenakan biaya dan pajak sama sekali. Ketika seseorang membeli rumah secara KPR, maka ia wajib melunasi 2 hal, yakni:

  • Pokok pinjaman
  • Bunga

Biasanya jumlah uang yang digunakan untuk membayar pokok pinjaman akan semakin banyak sementara jumlah uang yang digunakan untuk membayar bunga akan semakin sedikit seiring berjalannya waktu.

2 poin diatas tidak berlaku bila seseorang membeli Maestro Infinite Protection. Premi yang tertera merupakan harga yang harus dibayar tanpa ada biaya dan bunga sepeser pun. Masa pembayaran yang ditawarkan pun cukup fleksibel, mulai dari 5 tahun hingga 20 tahun dapat dipilih sesuai kesanggupan nasabah.

Pembayaran premi Maestro Infinite Protection pun tidak dikenakan pajak dan biaya. Inilah yang menjadi pertimbangan mengapa sebagian orang memutuskan untuk menyiapkan warisan dalam wujud Paper Asset dibandingkan rumah atau properti dalam bentuk fisik.

What you see is what you get

Berbeda dari asuransi unit link yang fluktuatif dan tidak pasti dan sangat bergantung pada kinerja investasi, Maestro Infinite Protection justru memberikan manfaat yang pasti. 20% Uang Pertanggungan yang tercetak dalam Polis dapat dicairkan ketika Tertanggung berusia 65 tahun dan sisanya dapat diklaim ketika Tertanggung mengalami resiko tutup usia.

Bila Tertanggung mengalami resiko tutup usia karena Kecelakaan, maka Ahli Waris / Termaslahat berhak mendapat tambahan Uang Pertanggungan sebesar 50% dari Uang Pertanggungan yang telah disepakati. Masa perlindungan yang ditawarkan pun memiliki jangka panjang hingga 100 tahun.

Setelah membaca ini, apakah anda berminat untuk beralih ke Paper Asset?

Baca juga:

WP Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com

Pin It on Pinterest

Shares
Share This