Melanjutkan cerita yang saya tulis pada tautan berikut ini,dengan ini saya merekomendasikan pembaca untuk berinvestasi di Reksadanasam. Reksadanasam merupakan lembaga aset manajemen yang berlokasi di Kuningan, Jakarta Selatan. Setelah sekian lama “menitip” uang di Reksadanasam, hari ini saya harus mengambil kembali uang saya dengan mengalokasikannya kedalam pos investasi lain.

Saya memilih Reksadanasam karena faktor keberuntungan. Ketika orang lain mempertimbangkan secara matang aset manajemen yang akan dipilih, saya justru sebaliknya. #MulaiAjaDulu dan sungguh tak disangka kalau akan berakhir bahagia seperti sekarang.

Apa itu reksadana?

Reksadana merupakan salah satu instrumen yang dapat digunakan untuk berinvestasi atau mempercepat pertumbuhan uang. Bila Bank menawarkan bunga maksimal hingga 5% via Deposito atau 1% via rekening tabungan individu belum dipotong biaya admin, reksadana justru memberikan keuntungan yang fluktuatif. ROI (Return of Investment) 5% per tahun bukanlah sesuatu yang sulit didapat ketika berinvestasi dalam reksadana.

Reksadana merupakan instrumen investasi yang cocok bagi saya pada waktu itu, karena:

  • Saya tidak perlu memikirkan, mengelola, mengawasi kinerja investasi hingga menguasai cashflow dan laporan keuangan perusahaan.
  • Saya bisa fokus beraktifitas tanpa perlu khawatir investasi saya akan merosot dan menjadi beban mental serta psikologis bagi saya.
  • Saya lebih suka menyetor uang secara rutin dibandingkan dengan melakukan analisis fundamental dan teknikal terkait saham.
  • Saya hanya perlu membayar aset manajemen sebesar sekian % dari transaksi yang saya lakukan

Namun kini saya memilih untuk berinvestasi di Saham dan mengalokasikan sedikit uang dalam Reksadana. Pastikan kita hanya menggunakan uang dingin saat berinvestasi.

Mengapa berinvestasi di Reksadanasam?

Pada waktu itu saya memiliki Go-Point yang cukup banyak yang bingung ingin digunakan untuk apa. Setelah melakukan pencarian, saya menemukan satu voucher yang menarik. Saya akan mendapat voucher sebesar Rp. 200,000 dari Reksadanasam hanya dengan menukarkan 800 Go-Point. Akhirnya saya memutuskan untuk membeli voucher tersebut seharga 800 Go-Point dan mendaftarkan diri dalam website ReksadanaSAM.com.

Proses pendaftarannya cukup sederhana. Saya hanya perlu mengisi beberapa informasi pribadi sekaligus mengunggah beberapa dokumen yang dibutuhkan seperti KTP, NPWP, dan lain sebagainya. Reksadanasam merupakan aset manajemen pertama saya dalam mencoba berinvestasi reksadana setelah “ditipu” oleh seorang agen asuransi yang menjual janji manis investasi dalam asuransi unit link.

Setelah berhasil meredeem voucher, saya kembali berpikir bagaimana caranya mendapatkan 800 Go-Point dalam waktu singkat mengingat voucher yang ditawarkan akan segera expired. Akhirnya saya menawarkan teman – teman kantor untuk menjual 800 Go-Point dengan uang tunai seharga Rp. 20,000. Secara tidak langsung saya telah mendapat untung bersih sebesar Rp. 80,000 secara voucher.

Bermodalkan Rp. 80,000, saya telah mendapatkan uang dalam wujud voucher Reksadanasam sebanyak Rp. 800,000. Ini artinya saya telah berhasil “membujuk” teman saya untuk menjual 800 Go-Point mereka kepada saya. Selanjutnya, saya hanya perlu menyetor uang setiap bulan secara rutin.

Sebagai pemula dalam berinvestasi, saya cukup sering bertanya dengan CS ReksadanaSAM yang bisa dihubungi via Email maupun Whatsapp. Saya dilayani dengan baik dan responsif. Selain itu, saya juga mendapat konfirmasi via Email untuk setiap transaksi yang saya lakukan dalam Reksadanasam, seperti:

  • Membeli unit
  • Menjual unit
  • Melakukan switching

Email ini sangat bermanfaat untuk mengawasi jika ada aktifitas yang mencurigakan dalam akun saya. Selain itu website reksadanasam bisa dibilang cukup informatif. Ia menyediakan informasi kinerja investasi atas reksadana yang dijual secara historis hingga 5 tahun kebelakang dalam bentuk grafik. Grafik ini dapat dijadikan referensi oleh investor sebelum memutuskan untuk membeli unit tersebut.

Reksadanasam memiliki bervariasi produk reksadana. Mulai dari reksadana syariah hingga konvensional dapat dibeli di Reksadanasam, seperti:

  • SIEF (Sam Indonesia Equity Fund) dengan resiko agresif
  • SDK (Sam Dana Kas) dengan resiko konservatif
  • SDB (Sam Dana Berkembang) dengan resiko moderat

Pastikan pembaca telah memahami dan membaca prospektus sebelum berinvestasi dalam reksadana tersebut.

Berbeda dari agen penjual reksadana sebelah. Reksadansam memiliki bervariasi cara dalam membeli unit. Saya lebih suka menggunakan rekening Virtual Account Bank BCA milik Reksadanasam, karena pembelian saya dapat diverifikasi secara cepat dan tepat. Saya juga tidak perlu menyiapkan bukti transfer agar pembayaran saya dapat diverifikasi.

Reksadanasam juga memiliki fitur pengingat untuk mengingatkan kita agar melakukan pembelian secara rutin pada waktu yang telah ditentukan via Email. Fitur ini dapat membantu kita untuk mengalokasikan sejumlah uang untuk berinvestasi terlebih dahulu sebelum menghabiskannya memenuhi kebutuhan konsumtif.

Apakah pembaca tertarik untuk berinvestasi di reksadanasam?

Baca juga:

Pin It on Pinterest

Shares
Share This