Artikel ini akan sangat kontroversial. Bagi mereka yang mudah tersinggung dan gampang triggered sangat disarankan untuk tidak membaca artikel bermanfaat ini, melainkan langsung membagikannya via media sosial dan internet agar khalayak umum dapat mengetahuinya.

Tidak ada yang lebih membanggakan selain melihat buah hati anak tersayang bisa bersekolah hingga ke tingkat tinggi. Saya rasa kita semua sepakat bahwa impian terbesar dari setiap orang tua ialah melihat anak tumbuh dewasa, mandiri, menjadi anak yang berbakti dan berguna serta mengisi kantongnya sendiri.

Coba perhatikan ekspresi yang ditunjukkan dalam foto di bawah ini:

cheers!

Terlhat bahagia dan gembira, bukan?

Tapi semua itu ditempuh melalui proses yang tidak mudah serta waktu yang sangat panjang agar mereka bisa sampai pada titik tersebut. Jangan lupa juga untuk menghitung berapa banyak uang yang dikeluarkan demi anak bisa menempuh studi tingkat tinggi, seperti:

  • Biaya pendidikan
  • Biaya tinggal seperti kost – kostan dan kontrakan
  • Makanan sehari – hari
  • Pulsa
  • Biaya membeli buku / diktat kuliah
  • Tiket pulang – pergi (bila anak merantau ke luar kota / negeri untuk menimba ilmu)

Dibutuhkan kondisi finansial yang tangguh dan stabil agar dana pendidikan tersebut dapat senantiasa tersedia. Inilah salah alasan agen asuransi menawarkan “asuransi pendidikan” kepada anda.



Apa itu asuransi pendidikan?

Sesungguhnya tidak ada yang spesial atau unik dari asuransi pendidikan. Sungguh.

Namanya orang jualan asuransi, tentu akan berangkat dari permasalahan. Salah satu permasalahan yang sangat nyata di depan mata ialah adanya resiko kehidupan yang mungkin terjadi pada kita sebagai makhluk hidup yang bernyawa.

Biasanya agen asuransi akan memulai sebuah dialog atau percakapan untuk membawa pikiran prospek melambung tinggi, membayangkan anak wisuda, lulus, dan menjadi pribadi yang mandiri dan berbahagia.

Kemudian, ia mulai menceritakan bagian terpahit dalam berjualan asuransi, yakni membicarakan tentang resiko kehidupan yang saya beri tautan diatas. Ia akan mengajak lawan bicara untuk melihat suatu kenyataan bahwa masa depan anak atau kelanjutan studi anak akan terancam bila orang tua atau Tertanggung mengalami resiko kehidupan tersebut, karena anak masih menggantungkan kondisi finansial mereka pada orang tua. Biasanya suatu prospek akan ditutup dengan kalimat di bawah ini:

Kalau bapak / ibu tidak bisa bekerja dan menghasilkan uang, bapak / ibu tidak bisa menabung. Untuk itu, kami menawarkan asuransi pendidikan yang dapat memberikan manfaat Pertanggungan serta Investasi secara bersamaan. Jadi bapak / ibu dapat menabung sekaligus berasuransi.

Apa itu asuransi pendidikan (yang sebenarnya)?

Asuransi pendidikan yang sebenarnya tidak berbeda jauh dari asuransi unit link yang sering kita jumpai di pasaran maupun ditawarkan oleh rekan – rekan agen asuransi dimanapun mereka berada. Saya pernah menulis 2 artikel penting di bawah ini terkait asuransi unit link:

Faktanya, asuransi pendidikan merupakan gimmick yang sering digunakan agen asuransi dalam berjualan. Mengapa? Karena manfaatnya serupa dengan asuransi unit link.

Secara teori, asuransi terbagi menjadi 3 kategori, yakni:

  • Asuransi term life
  • Asuransi whole life
  • Asuransi unit link

Apa yang membedakan antara asuransi term life, asuransi whole life, dan asuransi unit link?

Sesuai namanya, asuransi term life merupakan asuransi yang sifatnya sementara dengan jangka waktu perlindungan yang pendek dan dapat diperpanjang. Salah satu produk yang tergolong dalam asuransi term life ialah Maestro Term Life. Umumnya asuransi term life memiliki premi yang terjangkau dengan manfaat Uang Pertanggungan yang tinggi.

Sekalipun asuransi term life memiliki premi yang terjangkau dan sekaligus terendah dibandingkan dengan asuransi whole life dan asuransi unit link, asuransi term life memiliki efek sampingnya sendiri. Uang yang telah digunakan untuk membayar Premi akan hangus dan tidak dapat ditarik kembali. Ini bisa jadi malapetaka dikala usia yang menua, namun anda tidak memiliki cukup dana untuk melunasi asuransi term life.

Berbeda dengan asuransi term life, asuransi whole life justru menawarkan Premi yang stabil setiap tahunnya. Ia pun memiliki masa perlindungan yang panjang hingga 100 tahun dengan masa pembayaran yang fleksibel. Asuransi whole life Maestro Infinite Protection misalnya, memiliki jangka pembayaran yang fleksibel dimulai dari 5 tahun hingga 20 tahun.

Selain itu, Maestro Infinite Protection juga memiliki manfaat pencairan 20% uang tunai ketika Tertanggung berusia 65 sehingga dana tersebut dapat digunakan menambah pundi – pundi keuangan di hari tua. Ahli waris pun akan mendapat santunan tambahan sebesar 50% dari Uang Pertanggungan ketika Tertanggung mengalami resiko tutup usia akibat Kecelakaan.

Kedua asuransi diatas tidak memiliki manfaat investasi, sehingga apa yang tercatat dalam Polis, itulah yang akan menjadi hak sekaligus Uang Pertanggungan dari Ahli Waris. Pemegang Polis wajib membayar premi dalam jangka waktu yang telah ditentukan dalam Polis. Inilah yang membuat kedua asuransi tersebut berbeda dari asuransi unit link.

Apa yang membuat asuransi unit link begitu kontroversial?

Asuransi unit link merupakan asuransi jaman now yang sering ditawarkan oleh banyak agen asuransi. Selain memberi komisi yang berlimpah, ia dapat digabungkan dengan asuransi tambahan (rider) sehingga bervariasi manfaat dan perlindungan bisa diperoleh dalam 1 kemasan.

Berikut beberapa manfaat asuransi tambahan yang sering diselipkan kedalam asuransi unit link:

  • Manfaat penyakit kritis dalam bentuk uang tunai maupun pembebasan bayar premi
  • Manfaat disabilitas dalam bentuk uang tunai maupun pembebasan bayar premi

Asuransi unit link memiliki premi yang fixed dari tahun ke tahun. Selain itu ia pun dilengkapi dengan manfaat investasi sehingga setiap premi yang dibayarkan akan dikonversi ke dalam bentuk unit sebelum digunakan untuk membayar biaya – biaya asuransi. Besaran unit yang didapat bergantung pada harga unit setiap harinya yang fluktuatif. Disaat harga sedang turun, premi yang disetorkan dapat ditukar dalam jumlah unit yang lebih banyak bila dibandingkan saat harga unit sedang naik. Konsep inilah yang sering diartikan oleh agen asuransi sebagai menabung. Padahal, menabung dalam asuransi tidak sama dengan menabung di Bank.

Apa yang membedakan menabung di Bank dan di asuransi?

Saya tidak menyarankan anda untuk menabung dalam asuransi. Hal ini dikarenakan setiap premi yang dibayarkan akan dikenakan biaya alokasi, sehingga tidak semua premi yang disetorkan akan langsung tercatat dalam Manfaat Investasi. Teknis lebih lanjut dari biaya akuisisi dapat dibaca melalui artikel berikut ini.

Bila kita menabung di Bank dalam jangka waktu yang panjang, biasanya kita akan ditawarkan untuk membeli asuransi. Selengkapnya bisa dibaca pada tautan berikut ini. Menabung di Bank takkan dikenakan biaya akusisi. Artinya uang akan berkembang sejak setoran pertama dilakukan. Berbeda dengan menabung dalam asuransi unit link, uang akan mulai berkembang sejak setoran ke 13 (1 tahun pembayaran premi), bergantung pada produk asuransi unit link yang dibeli.

Demikian sekilas artikel tentang asuransi pendidikan, semoga kita senantiasa diberkati umur panjang, rejeki serta kebijaksanaan dalam memilih asuransi yang tepat bagi individu maupun keluarga.

Baca juga:

Pin It on Pinterest

Shares
Share This