Salah satu resolusi sekaligus kegiatan yang ingin saya lakukan di tahun 2019 ini ialah menabung saham. Puji Tuhan saya telah menyelesaikan resolusi tersebut hari ini dan semoga artikel ini dapat memotivasi pembaca untuk segera mengambil tindakan untuk menjadi investor.

Pengalaman menyenangkan ini dipersembahkan kepada mas andhika.diskartes yang sering membagikan artikel dan informasi seputar Saham secara gratis. Ketika kita sering menjumpai seminar atau workshop sejenis dengan harga jutaan hingga puluhan juta Rupiah, mas Dhika justru membagikannya secara gratis melalui akun Instagram yang ia miliki. Sangat disarankan untuk mengikuti akun instagram beliau sebelum pembaca memutuskan untuk berinvestasi reksadana maupun saham.

adhika.diskartes

Patut diingat sepanjang masa bahwa selalu ada kemungkinan untung dan rugi untuk setiap investasi. Bukan berarti akan selalu rugi lho. Resiko rugi tetap ada, namun kerugian tersebut tetap dapat diminimalisir dengan melakukan diversifikasi. Bila kita sudah siap untuk mengalami kerugian, maka pastinya kita juga sudah siap untuk meraih keuntungan.

Sebelum memutuskan untuk membeli Saham, pembaca akan diwajibkan untuk memiliki Rekening Dana Investor. Pembaca dapat membuat Rekening Dana Investor (RDI) atau Rekening Dana Nasabah (RDN) melalui perusahaan sekuritas yang diinginkan. Sebagai contoh saya memilih menggunakan BNI Sekuritas dengan beberapa pertimbangan berikut ini.

Perhatikan pula jangka waktu yang ingin dialokasi dalam berinvestasi Saham. Umumnya Saham merupakan investasi dengan tujuan jangka panjang sebelum akhirnya ia mulai mendatangkan keuntungan. Bila pembaca hanya ingin bermain dalam jangka waktu menengah hingga pendek, terdapat bervariasi reksadana yang dapat dipilih sesuai profil dan resiko nasabah.

Setelah memiliki Rekening Dana Investor maupun Rekening Dana Nasabah, maka kita telah siap bertransaksi. Pastikan pula kita telah memiliki akses untuk mengakses platform trading yang disediakan oleh masing – masing sekuritas. Sebagai contoh, BNI Sekuritas memiliki 2 platform untuk melakukan transaksi, yakni:

  • Zaisan
  • E-Smart

Zaisan merupakan platform trading yang digunakan untuk melakukan transaksi jual beli unit reksadana, sementara E-Smart merupakan platform trading yang digunakan untuk melakukan transaksi jual beli saham. Bila pembaca masih belum yakin dengan Saham, sangat disarankan untuk belajar dan memulai berinvestasi reksadana melalui artikel berikut ini.

Apa perbedaan yang paling signifikan antara Reksadana dan Saham?

Reksadana saham dan Saham merupakan instrumen investasi yang dapat digunakan untuk mengembangkan uang. Reksadana Saham merupakan produk yang dimiliki oleh Manajer Investasi maupun perusahaan sekuritas untuk memutar uang investor.

Seluruh dana investor dihimpun dan dikelola oleh Manajer Investasi maupun Sekuritas dalam bentuk Saham, Obligasi, maupun Sukuk. Investor hanya terima bersih tanpa perlu repot memikirkan naik turun harga serta beban psikologis seperti yang diceritakan dalam tweet di bawah ini:

Berbeda dengan investor reksadana yang bertugas melakukan setoran uang setiap bulan, investor saham memilki tugas yang lebih menantang, yakni memainkan uangnya sendiri untuk menghasilkan keuntungan. Menahan diri untuk tidak terpengaruh dengan kondisi internal maupun eksternal yang mungkin mempengaruhi kinerja investasi merupakan bagian dari proses pembelajaran dan melatih kesabaran. Intinya main saham itu berat lho guys. . . 

Berikut cara praktis membeli saham melalui aplikasi E-Smart milik BNI Sekuritas

Sebelum bertransaksi, nasabah diwajibkan untuk melakukan login terlebih dahulu. Berikut merupakan contoh halaman login dari aplikasi E-Smart:

Setelah melakukan login, nasabah akan diarahkan ke halaman utama. Dari halaman utama, nasabah perlu melakukan login agar dapat melakukan transaksi jual beli. Transaksi jual beli unit hanya bisa dilakukan ketika pasar sedang buka. Menu login trading dapat diakses melalui tautan Trading Login pada menu sidebar di gambar ketiga dibawah ini:

Setelah nasabah melakukan Login Trading, nasabah dapat melakukan 2 kegiatan yang paling umum, yakni:

  • Entry buy yang bertujuan untuk menaruh harga yang ditawarkan untuk membeli unit.
  • Entry sell yang bertujuan untuk menjual unit dengan menggunakan harga yang diinginkan.

Jumlah unit minimal yang dapat dibeli melalui aplikasi E-Smart ialah 1lot atau 100 unit. Tampilan dari menu Entry buy dapat dilihat pada gambar keempat, dimana saya menginput nama saham, jumlah unit yang dibeli serta harga yang ditawarkan.

Pada gambar ke 5, kita bisa melihat serangkaian transaksi yang saya ajukan beserta Saham yang saya pilih. Pada gambar tersebut kita bisa melihat status Match pada saham ISAT, yang berarti saya telah berhasil membeli saham ISAT pada harga yang saya tawarkan. Kemudian BNI Sekuritas akan mengirimkan bukti dokumen settlement atau penyesuaian atas transakasi yang saya lakukan sekaligus menjadi dasar bagi BNI Sekuritas untuk mendebet saldo yang ada pada RDI atau RDN.

Setelah mendapat bukti dokumen settlement, maka kita telah dinyatakan sah menjadi investor sekaligus pemilik saham dari ISAT. Mudah bukan?

Yup, eksekusinya sangat mudah bila kita mengetahui kriteria dan karakteristik saham yang kita pilih. Proses yang paling menantang terletak pada saat menganlisis pasar yang dinamis serta harga yang fluktuatif.

Yuk #2019MenabungSaham demi masa depan yang lebih baik!

Baca juga:

Pin It on Pinterest

Shares
Share This