Utang dan piutang memiliki cara kerja yang serupa namun tak sama. Utang merupakan transaksi dimana kita harus membayar atau mengeluarkan uang di masa mendatang, sementara piutang merupakan transaksi dimana kita akan menerima uang di masa mendatang. Konsep utang dan piutang memang sesederhana itu, namun masih banyak orang yang terbelit utang maupun piutang yang berkepanjangan

Salah satu teman saya yang berprofesi sebagai pengusaha, mengaku kerap kali lupa dan lalai dalam mencatat utang maupun piutang yang ia miliki. Proses utang dan piutang seakan menjadi proses yang tak terpisahkan dalam bisnis distribusi dan retail. Proses pencatatan yang masih manual dan menggunakan kertas seringkali membuatnya lupa berapa jumlah uang yang sudah diterima maupun jumlah uang yang sudah dibayar.

Nota pembelian dalam bentuk kertas

Masalah lainnya pun timbul ketika ia harus melakukan rekapitulasi berapa banyak piutang yang belum diterima dan utang yang belum dibayar dalam jangka waktu sekian hari setelah jatuh tempo. Bagaimana cara menjumlahkan utang dan piutang yang ia miliki selama periode waktu tertentu? Sudah pasti ia perlu melakukan rekapitulasi hutang dan piutang yang dicatat secara manual. Duh ribet yhaaaa. . .

Utang bekerja bak gunung es yang di permukaan laut. Ia mungkin terlihat lucu dan menggemaskan pada bagian permukaan, namun begitu padat dan kokoh pada bagian dasar laut. Bunga yang terselip dalam setiap utang yang dimiliki membuat utang bergerak bagai bola salju yang bergulir kencang dan semakin besar seiring dengan jangka waktu yang digunakan untuk melunasi utang.

Lambat laun, utang akan semakin membengkak sehingga jumlah uang yang dibayar menjadi lebih besar dari seharusnya, hanya karena kelalaian dalam melakukan pencatatan utang dan piutang. 

Lunasbos merupakan aplikasi pintar karya anak bangsa yang dapat digunakan untuk menyederhanakan proses pencatatan utang dan piutang dalam 1 tempat. Aplikasi fintech yang dikembangkan oleh PT. Tuanmuda Inovator Pertiwi ini dapat bekerja secara maksimal bila pihak kreditur maupun debitur telah mendaftar dan menggunakan aplikasi Lunasbos.

Kreditur merupakan pihak yang meminjamkan uang sementara Debitur merupakan pihak yang meminjam uang. Hanya dengan beberapa tap saja, pengguna dapat menginput utang dan piutang secara apik dan sistematis.

Aplikasi pencatatan hutang Lunasbos hanya membutuhkan akses untuk membaca seluruh data kontak dalam Smartphone. Pengguna pun dapat mendaftarkan debitur / kreditur dengan berdasarkan username yang telah didaftarkan dalam aplikasi Lunasbos.

Mengapa Lunasbos begitu cerdas?

Cara kerja aplikasi Lunasbos begitu sederhana. Pengguna hanya perlu menginput piutang atau utang yang dikenakan atas debitur maupun kreditur beserta tanggal jatuh tempo dan nominal yang dikenakan. Aplikasi Lunasbos selanjutnya akan memberikan notifikasi bila tanggal jatuh tempo sudah dekat. Debitur dapat melakukan pembayaran secara tunai maupun mengangsur.

Setelah debitur melakukan pembayaran, ia hanya perlu menginput pembayaran atas utang yang dikenakan, dan aplikasi Lunasbos akan melakukan sinkronisasi antara debitur dan kreditur.

Bila uang sudah diterima, maka Kreditur dapat melakukan approval yang menandakan bahwa pembayaran tersebut telah diterima dan mengurangi hutang yang sudah ada secara sah. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar di bawah ini:

Demikian cara kerja aplikasi Lunasbos dalam mencatat utang dan piutang secara sederhana.

Menarik, bukan?

Baca juga:

WP Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com

Pin It on Pinterest

Shares
Share This