Sewaktu saya mengenyam bangku Sekolah Dasar (SD) jaman dahulu kala, saya belajar tentang adanya kebutuhan pokok manusia yang terbagi dalam 3 kelas, yakni:

  • Kebutuhan primer
  • Kebutuhan sekunder
  • Kebutuhan tersier

Masih teringat jelas bahwa kebutuhan primer merupakan kebutuhan pokok sekaligus kebutuhan dasar manusia. Kebutuhan primer meliputi 3 jenis seperti di bawah ini:

  • Sandang atau pakaian
  • Pangan atau makanan
  • Papan atau tempat tinggal

Karena seluruh umat manusia membutuhkannya, maka jangan heran kalau 3 jenis barang tersebut merupakan barang yang laku di pasaran. Hukum permintaan dan penawaran mengakibatkan harga rumah kian mahal dari waktu ke waktu. Pada artikel ini saya akan membahas tentang Papan atau tempat tinggal, selain karena harganya yang kian meroket waktu demi waktu, juga karena jangka pembayarannya yang relatif panjang. Sangat disarankan untuk merencanakan segala sesuatunya dengan bijak dan objektif.

Sebelum membeli rumah, ada pertanyaan penting yang perlu dijadikan pertimbangan

Mengapa anda memutuskan untuk membeli rumah?

Saya selalu suka membahas tentang keuangan dan personal finance, karena kita akan dihadapkan pada pertanyaan mendasar dan filosofis seperti diatas serta rencana dalam hidup manusia. Setelah menemukan jawaban dari pertanyaan tersebut, kemudian kita dapat merencanakan perjalanan keuangan kita secara tahap demi tahap hingga keinginan dapat tercapai.

Setiap orang punya rencana dan jalan hidupnya masing – masing. Ada yang memilih untuk menikah, dan yang lain tidak. Ada yang memilih untuk berpindah tempat dalam waktu yang relatif singkat, ada pula yang memutuskan atau malah terpaksa untuk tinggal di satu tempat dalam jangka waktu yang lama. Bagaimana dengan anda? 

Beberapa pertanyaan di bawah ini mungkin membantu dalam merencanakan rumah di masa depan:

  • Apakah anda sering berpindah tempat tinggal dalam kurun waktu yang relatif singkat?
  • Apakah anda memutuskan untuk menikah dan berkeluarga (memiliki keturunan)?
  • Apakah anda ingin merancang rumah impian anda?
  • Apakah anda berencana untuk tinggal dalam jangka waktu hingga puluhan tahun ke depan?

“Monmaap, ini bukannya kepo lho. Pertanyaan diatas untuk memastikan bahwa rumah yang dibeli nanti kelak memiliki nilai ekonomi dan fungsi sesuai peruntukannya untuk menghindari efek psikologis yang mempengaruhi pembelian seperti yang pernah saya tulis beberapa waktu lalu.”

Bila mayoritas jawaban kita adalah ya, maka memiliki rumah sendiri merupakan pilihan bijak dan ekonomis. Dengan membeli rumah, uang yang kita bayarkan kelak akan kembali baik dalam wujud rumah fisik maupun uang (bila rumah tersebut disewakan / dijual kembali). Manfaat ini tidak akan kita dapatkan bila kita memutuskan untuk mengontrak maupun tinggal di rumah mertua.

Setelah dirasa bahwa rumah akan memberi dampak ekonomi yang signifikan bagi kita, maka kini waktunya untuk membeli rumah. Kita dapat mencari info perumahan yang dijual melalui bervariasi media, seperti:

  • Properti expo
  • Teman
  • Facebook
  • Linkedin
  • Twitter
  • Beberapa website seperti urbanindo, rumahku, rumah123, dan lain sebagainya.
  • Mengunjungi agen / broker perumahan seperti Century properti, Era properti, dan lain sebagainya.

Setelah merasa yakin bahwa kita akan membeli rumah, kemudian dilanjutkan dengan pertanyaan selanjutnya.

 

Apakah saya sudah siap untuk membeli rumah?

Membeli rumah tidak sama seperti membeli kacang atau mangga di jalan tol. Mereka menawarkan kemudian kita membeli semau kita. Tak semudah itu ferguso . . .

Saya ingat ketika tahun lalu saya memutuskan untuk membeli rumah dari salah satu developer yang cukup terkenal. Setelah melalui proses panjang dan penantian yang cukup lama, akhirnya saya berhasil menandatangani dan resmi memiliki rumah. Ah senangnyaaaah!

Sebelum memutuskan untuk membeli rumah, berikut beberapa pertanyaan yang perlu dipertimbangkan:

 

Apakah penghasilan anda sudah cukup stabil?

Penghasilan merupakan salah satu hal yang paling prioritas. Bila tidak terencana, bisa jadi saya akan kehilangan rumah dan uang yang telah saya setorkan. Sebelum membeli rumah, ada baiknya kita menilai dan mengukur apakah penghasilan yang dimiliki sudah cukup stabil untuk membayar angsuran selama jangka waktu yang telah ditentukan. Hal ini bisa jadi hal yang biasa saja bila dilakukan oleh seorang single yang belum memiliki tanggungan dan pacar serta tanggungan seperti saya.

Idealnya, besarnya nilai angsuran maksimal sebesar 20% dari penghasilan setiap bulannya. Pastikan juga anda tidak memiliki hutang atau menjaga rasio hutang tetap rendah agar cashflow anda senantiasa positif.

 

Apakah laporan keuangan anda cukup positif dan baik?

Melanjutkan rasio hutang di atas, kita perlu mengukur apakah laporan keuangan kita cukup positif dan baik. Berikut beberapa pertanyaan yang dapat digunakan untuk mengukur laporan keuangan:

  • Apakah saya memiliki hutang yang tidak terbayar?
  • Apakah saya senantiasa membayar hutang dan tagihan secara disiplin dan tepat waktu?
  • Apakah saya pernah menggadaikan sesuatu yang belum ditebus?

Laporan keuangan yang positif dan baik memperbesar kemungkinan kita akan lulus dalam proses BI Checking.  Artinya semakin besar pula pengajuan KPR akan disetujui dan membuat kita selangkah lebih dekat untuk memiliki rumah idaman.

Bila laporan keuangan masih dalam tahap reparasai menuju arus kas yang positif, mungkin anda ingin menunda untuk mengangsur rumah. Bila anda masih memiliki rasio hutang yang besar, ada baiknya untuk melunasi hutang tersebut terlebih dahulu sebelum bunga dari hutang itu kian mencekik.

 

Bagaimana dengan status kepegawaian dan kondisi perusahaan tempat anda bekerja?

Hal lain yang perlu diperhatikan secara seksama ialah status kepegawaian. Dengan membeli rumah secara KPR, maka kita wajib menyetorkan angsuran sesuai jumlah yang telah ditentukan setiap bulannya secara rutin. Artinya anda akan tetap membutuhkan penghasilan apapun yang terjadi, sekalipun resiko di bawah ini menimpa anda:

  • Kontrak kerja diputus secara tiba – tiba oleh Pemberi Kerja dan sulit mencari pekerjaan baru.
  • Perusahaan mengalami pailit
  • Anda mengalami 4 resiko kehidupan sehingga tidak produktif yang berimbas pada penghasilan yang diterima.

Gini lho, jangka waktu 10 tahun hingga 20 tahun bukanlah waktu yang singkat. Itu sebabnya kita perlu merencanakan segala sesuatunya sebelum memutuskan untuk membeli rumah. Jika anda butuh gambaran seperti apa melampaui waktu selama 10 hingga 20 tahun, mungkin kita bisa mengukurnya dengan melihat 10 tahun atau 20 tahun ke belakang.

 

Apakah anda telah menyiapkan dana darurat?

Dana darurat bertujuan untuk menyelamatkan anda dari 3 resiko seperti diatas. Bagaimanapun juga, Bank tidak akan mau tahu apa yang terjadi atas hidup anda. Ia hanya peduli pada tagihan yang harus segera dilunasi setiap bulannya.

Dengan menyiapkan dana darurat, niscaya kita telah memiliki dana cadangan untuk melunasi cicilan Bank selama beberapa bulan.  Sisa dari dana darurat tersebut dapat digunakan untuk membayar biaya hidup sehari – hari.

 

Nah demikian beberapa pertimbangan penting sebelum membeli rumah. Semoga artikel ini bermanfaat dan kita dapat menyiapkan segala sesuatunya sebelum berkomitmen untuk membayar tagihan rutin selama puluhan tahun. Itu artinya saya telah berhutang untuk sesuatu yang belum saya gunakan dengan jangka waktu pembayaran hingga puluhan tahun. Hahahahaha

Saya akan membahas pertimbangan ekternal lainnya seperti tips memilih developer serta Bank pada artikel terpisah. Oleh karena itu, jangan lupa follow akun media sosial kami untuk berlangganan artikel lainnya langsung di linimasa anda.

Baca juga:

Pin It on Pinterest

Shares
Share This