Memiliki kartu kredit seakan menjadi kebanggaan dan kepuasan tersendiri, apalagi kartu kredit tersebut berasal dari salah satu Bank besar di Indonesia yakni Bank BCA. Pengalaman berbelanja dalam menggunakan Kartu Kredit pun pernah saya tulis dalam artikel ini. Hingga suatu hari saya ditelepon oleh Telemarketing dari Bank tersebut untuk menawarkan asuransi kartu kredit.

Pada waktu itu saya dijelaskan panjang x lebar x tinggi mengenai asuransi kartu kredit ini. Salah satu manfaat yang saya ingat ialah asuransi kartu kredit ini akan melunasi seluruh hutang yang belum terbayar ketika Tertanggung (saya) mengalami resiko tutup usia. Dengan demikian, maka kita bisa menghitung berapa Uang Pertanggungan yang telah disediakan untuk saya bila saya memiliki limit Kartu Kredit sebesar Rp. 5,000,000.

Premi yang ditawarkan waktu itu relatif rendah, hanya 0.1% hingga 3% dari hutang yang ada. Saya lupa berapa angka pastinya. Bila saya memiliki tagihan yang belum dibayar sebesar Rp. 3,000,000, maka kita bisa menghitung berapa banyak uang yang harus disiapkan untuk melunasi Premi tersebut. Premi ini akan diakui sebagai tagihan Kartu Kredit, sehingga secara tidak langsung menambah tagihan Kartu Kredit saya.

 

Beberapa kejanggalan dalam Asuransi Kartu Kredit Cigna Life

Saya membaca banyak buku terkait personal finance sehingga saya mendapat gambaran seperti apa asuransi kartu kredit yang ideal. Disana saya membaca bahwa asuransi kartu kredit dapat melunasi hutang Kartu Kredit saya ketika saya mengalami resiko di bawah ini:

  • Mengalami resiko tutup usia
  • Kehilangan pekerjaan
  • Mengalami resiko rawat inap sehingga kehilangan penghasilan.

Hari ini saya pergi ke KCP BCA untuk menanyakan manfaat dari Asuransi Kartu Kredit yang diterbitkan oleh Cigna Life tersebut. Kemudian bagian Kartu Kredit bertanya apakah saya telah menerima Polis yang saya beli. Bermula dari sini akhirnya saya mengetahui bahwa asuransi kartu kredit pun memiliki Polisnya sendiri. Saya pun menjawab tidak karena memang saya tidak pernah menerima Polis apapun. Hmm, sounds fishy!

Setelah ia tahu bahwa saya tidak memegang Polis, ia kemudian menjelaskan manfaat yang dapat saya terima sebagai Tertanggung dari Asuransi Kartu Kredit tersebut. Setelah dijelaskan panjang lebar, ternyata fungsi dan manfaatnya mirip seperti asuransi jiwa murni pada umumnya, yakni memberikan santunan ketika saya mengalami resiko tutup usia. Kalo gini namanya sih sama aja Asuransi Jiiwa. Lalu buat apa saya membayar 2x untuk proteksi dan manfaat yang sama? Bahkan Uang Pertanggungan yang diberikan oleh asuransi jiwa murni saya jauh lebih besar. Tentu saja Preminya pun jauh lebih besar. Hehehehehehe

Kelalaian dalam mengirimkan Polis serta manfaat yang redundan seakan memantapkan saya untuk menutup Asuransi Kartu Kredit tersebut. Akhirnya CS tersebut menyetujui dan membuatkan laporan terkait permintaan penutupan asuransi kartu kredit ini.

Iseng mencari dengan kata kunci “Asuransi kartu kredit Cigna” di Internet membuat saya sedikit lega, karena orang lain pun mengalami permasalahan yang sama terkait asuransi kartu kredit CIGNA

dan sumber lain dari Kaskus.

Salah satu cara untuk berhemat ialah dengan mengetahui profil dan mengenali kebutuhan masing – masing. Salah satu cara yang bisa dilakukan ialah dengan menghitung rasio hutang yang dimiliki oleh seseorang. Dengan demikian kita dapat mengetahui bagian mana yang perlu dibenahi dan bagian mana yang redundan / duplikat serta mengeliminasi biaya atau tagihan yang tidak perlu, seperti mengeliminasi biaya asuransi kartu kredit dari Cigna Life ini.

Kiranya artikel ini bermanfaat dan menjadi referensi bagi kita semua dalam memilih atau membeli asuransi kartu kredit.

 

Baca juga:

Pin It on Pinterest

Shares
Share This