Disclaimer: Saya bukan driver ojek online sehingga saya tidak tahu bagaimana kondisi yang sesungguhnya terjadi di lapangan. Saya tidak bekerja di Gojek sehingga informasi yang tersaji disini mungkin tidak faktual dan didukung oleh angka. Oleh sebab itu artikel ini membutuhkan banyak sekali pendapat dan opini yang membangun. Pembaca dipersilakan untuk menulis opini dan pendapat melalui kolom komentar di bawah artikel ini. 

Saya benar – benar kagum kepada Nadhiem Makarim yang berhasil merintis perusahaan Gojek. Man Jadda Wa Jadda. Siapa yang bekerja keras pasti berhasil, dan hasil tidak akan mengkhianati proses. Tak bisa dipungkiri bahwa Gojek turut berkontribusi dalam membantu keseharian konsumen dan driver sebagai mitra sejak tahun 2010 silam.

Kini sudah 8 tahun menjelang, semuanya telah berubah drastis. Bervariasi produk di tawarkan oleh Gojek yang siap mengibarkan sayap hingga ke pasar asia. Kalau dulu Go-Pay merupakan entitas di bawah naungan Gojek, kini ia diharapkan akan tumbuh dewasa dan berdiri sebagai entitas sendiriGood job!

Jika saya memiliki kesempatan untuk duduk bersama dengan seluruh driver ojek online di Indonesia dan membagikan ilmu yang saya miliki, saya akan membagikan beberapa poin di bawah ini:

 

Hai abang driver ojek online, jangan terlalu berharap banyak pada Topup Gopay

Persaingan yang paling jelas antara manusia melawan teknologi ialah dengan melakukan topup Gopay. Berdasarkan halaman ini, ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk melakukan topup Gopay, diantaranya:

  • Bank transfer
  • Indomart / Alfamart
  • Pegadaian
  • atau melalui driver ojek online.

Uang elektronik ada dimana – mana. Saya pernah menulis tentang uang elektronik pada artikel berikut ini. Sebagai orang yang malas mengantongi uang fisik, tentu saja saya lebih memilih untuk menggunakan Bank Transfer via BCA meski harus dikenakan biaya admin sebesar Rp. 1,000 per transaksi.

Bila pembaca melakukan topup via Indomart / Alfamart, akan dikenakan biaya admin sebesar Rp. 2,500 per transaksi. Biaya admin takkan dikenakan bila pembaca melakukan topup via driver ojek online. Namun sayang sekali ketika saya hendak melakukan topup gopay, saldo yang dimiliki abang gojek pada waktu itu tidak cukup sehingga transaksi topup pun dibatalkan.

Topup melalui bank transfer, indomart / alfamart, dan pegadaian sangat mudah dan praktis. Konsumen tidak perlu khawatir terhadap beberapa hal teknis seperti:

  • “hape saya error mz”
  • “duh balance saya gak cukup mb”
  • duh jaringan simpati nih lelet bener padahal udah 4G”

Kegagalan teknis diatas akan membuat konsumen lebih memilih topup via elektronik dibandingkan driver. Hal ini didukung dengan adanya fitur Oneklik oleh bank BCA yang semakin memanjakan konsumen Gojek dalam melakukan topup gopay.

Barangsiapa berharap, ia akan kecewa. Maka jangan terlalu berharap konsumen melakukan topup gopay via driver dengan pertimbangan diatas.

 

Hai abang driver ojek online, jadilah double agent dan berpihak pada kelompok yang menguntungkan

Saya tidak tahu apakah hal ini melanggar term of service Gojek maupun Grab. Please use it on your own risk and don’t try this at home. Saya rasa driver perlu menjadi double agent. Ini bukan soal apakah kita nasionalis atau bukan, tapi lebih kepada urusan dapur dan ekonomi. Percaya atau tidak, teman – teman saya senantiasa membandingkan berapa harga yang ditawarkan oleh gojek dan berapa harga yang ditawarkan oleh GRAB secara bersamaan sebelum mereka memutuskan untuk menggunakan jasa yang dibutuhkan.

OVO yang baru saja menggandeng GRAB dan Tokopedia tentu berani membakar uang lebih banyak demi mengakuisisi konsumen dan memenangkan pasar. Gojek takkan tinggal diam melihat hal ini. Ia akan melakukan sesuatu untuk mempertahankan konsumen mereka. Bagi Unicorn sekelas Gojek, bakar duit untuk memenangkan konsumen bukanlah perkara yang sulit. Gitu – gitu aja terus sampai Cilegon bisa bikin piramid dari baja.

Saran saya kepada abang – abangqu driver ojek online, jadilah double agent dan bermitra dengan grup yang menguntungkan. Ketimbang melakukan demonstrasi dan tidak mendapat pemasukan, lebih baik “berkubu” dengan kelompok yang menguntungkan. Tapi sekali lagi, use it on your own risk and don’t try this at home!!!!!!!!

 

Hai abang driver ojek online, keselamatanmu jauh lebih penting dari apapun!

Ibukota yang semakin penuh sesak menjadi tantangan tersendiri bagi pengendara motor terutama driver ojek online. Tak jarang saya menemukan driver ojek online yang membawa penumpang melanggar peraturan lalu lintas.

Saya tidak tahu apakah driver ojek online dibekali fasilitas asuransi dan BPJS tenaga kerja. Tebakan saya sih mereka tidak dibekali dengan asuransi kesehatan serta BPJS sebab status driver ojek online bukanlah pegawai tetap yang memang telah diatur dalam UU Ketenagakerjaan. Sebagai Mitra dengan sistem revenue sharing saya rasa Gojek tidak memberikan jaminan atau fasilitas apapun. Oleh karena itu, jaga kesehatan dan keselamatan kalian sebaik – baiknya.

Saya terbuka untuk kritik dan klarifikasi yang membangun untuk pernyataan ini.

 

Hai abang driver ojek online, jangan simpan uang kalian di aplikasi Gojek

Aplikasi gojek itu bukan perbankan, sehingga ia takkan mengembangkan uang yang ada di dalamnya. Berapa banyak uang yang disimpan di dalamnya, takkan berkembang. Namun jangan ditaruh di Bank juga, karena uangnya akan susut oleh biaya admin yang dikenakan oleh tiap bank. Terus ditaruh mana dong??????????

Permasalahannya bukan itu. Saya tidak ingin uang yang didapat dengan bermandikan peluh, menerjang lalu lintas dan polusi udara tersebut tidak dapat ditarik tunai hanya karena beberapa kesalahan teknis seperti:

  • Gangguan sinyal dan jaringan
  • Kesalahan aplikasi
  • Akun yang tiba – tiba ditangguhkan (suspend)

Yap, kita sedang membahas tentang waktu dalam memperoleh / mencairkan uang. Kalau saya membutuhkan uang tunai untuk beli popok dan susu bayi, saya hanya perlu ke ATM dan menarik uang tersebut dari ATM. Bila driver ojek online membutuhkan uang tunai, mungkin mereka dapat melakukan penarikan tunai dari gopay ke ATM, kemudian menarik uang dari ATM menjadi uang tunai. Pertanyaan: Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan 2 proses tersebut?

Jangan. Saya tidak menyarankan driver untuk menabung uang mereka dalam bentuk Gopay. Menabunglah dalam rekening tabungan atau investasi emas yang mungkin berguna di masa mendatang.

 

Hai abang driver ojek online, jangan sungkan dan ragu untuk membeli asuransi

Sebelumnya saya ingin mengucapkan terima kasih atas cerita tentang perjalanan hidup dan nikmatnya berjuang menafkahi keluarga setiap kali saya menggunakan jasa ojek online. Banyak hikmah dan pelajaran hidup yang bisa saya petik dari kisah yang kalian ceritakan. Namun pekerjaan ojek online memiliki resiko yang cukup besar, terlebih mereka yang harus berbagi jalan dengan kendaraan besar seperti Truk, Trailer, Truk Kontainer, bahkan Tank Baja. Untungnya Tank Baja belum pernah lewat jalanan protokol yah. Hehehehe. . . .

Kalo jadi ojek online ya harus siap mengantar kemana – mana. Kalo gak mau kemana – mana ya jadi ojek pangkalan aja!

Kalimat diatas saya dapat dari salah seorang driver ojek online asal Depok yang menghabiskan kesehariannya di luar rumah. Ia berangkat dari Depok, kemudian bergegas ke Tanjung Priok, dari Tanjung Priok bergerak ke Ciledug, dari Ciledug ke Kebun Jeruk, dari Kebun Jeruk ke Ciputat. Perjalanan jauh tersebut memiliki resiko yang cukup besar. Kecelakaan tidak ada yang tahu kapan dan dimana akan terjadi. Bisa jadi karena kelalaian orang lain, malah kita yang jadi korban. Bisa juga karena kelalaian diri sendiri, malah kita sendiri pun ikut menjadi korban.

Saya menyarankan driver ojek online untuk membeli asuransi karena asuransi merupakan jalan singkat untuk mengembangkan uang. Penjelasan lebih detail tentang kalimat ini bisa dibaca di artikel dalam blog ini. Jika teman – teman ojek online tidak memahami apa itu asuransi, tentu saya akan dengan senang hati menjelaskan bagaimana asuransi bekerja dan melindungi keluarga secara cuma – cuma.

Berikut beberapa hal yang perlu diasuransikan oleh driver ojek online terutama bagi mereka yang mengandalkan pekerjaan ojek online sebagai pemasukan utama:

Alasannya simpel. Apabila terjadi resiko pada 4 poin diatas, maka driver tidak akan bisa bekerja. Bila sakit, maka driver tidak bisa bekerja. Bila mengalami resiko tutup usia, maka driver tidak bisa bekerja lagi selamanya. Bila kendaraan rusak atau hape dijambret orang, driver tidak bisa bekerja. Kemudian pemasukan mulai tersendat dan terjadi masalah finansial.

Demikian yang bisa saya bagikan. Semoga akan ada kesempatan dimana kita bisa berbagi dan bercerita lebih banyak tentang poin – poin diatas. Kiranya artikel ini dapat bermanfaat bagi kita semua dan sekali lagi saya terbuka pada kritik dan opini yang membangun. Tuliskan kritik dan opini tersebut pada kolom komentar di bawah ini.

Baca juga:

Pin It on Pinterest

Shares
Share This