Setelah sekian lama vakum untuk belajar dan membaca bagaimana mengelola keuangan, kini saya kembali dengan tulisan mengenai uang elektronik yang mulai marak digunakan sebagai alat bertransaksi. Bervariasi merchant seperti Transjakarta, Commuterline, SPBU Pertamina, parkiran kendaraan, hingga gerbang tol sudah mewajibkan konsumen untuk menggunakan uang elektronik. Dari sisi perbankan pun tak ingin ketinggalan dengan menyediakan bervariasi pilihan uang elektronik seperti BCA Flazz, Mandiri E-Money, BNI Tapcash, BRIzzi, dan lain sebagainya.

Sebagai individu yang senantiasa belajar menata keuangan demi masa depan indah cemerlang, saya pun telah terbiasa untuk menggunakan uang elektronik milik Flazz BCA yang sudah terbukti membantu saya dalam menata penghasilan yang saya terima setiap bulannya.

Saya ingin mengajak pembaca untuk mulai membiasakan diri menggunakan Uang Elektronik dengan beberapa pertimbangan berikut ini:

Tidak ada lagi uang kertas yang rusak, lusuh, dan uang receh yang tercecer.

Kemudahan yang sangat berdampak bagi saya ialah kini saya jarang menyimpan / mengantongi uang tunai baik di dompet dan di saku. Bagi saya, mengantongi uang tunai merupakan godaan berat ketika bepergian ke luar rumah. Saya bisa dengan mudah mampir ke Alfamart atau Indomart untuk membeli cemilan dan minuman ringan hanya untuk kesenangan mulut belaka.

Dampak lain yang saya rasakan ialah saya tidak perlu khawatir dengan maraknya penyebaran uang palsu yang ada di sekeliling saya. Dengan menggunakan uang elektronik, saya tidak perlu khawatir bahwa kembalian / uang yang saya terima merupakan uang palsu.

Rencanakan keuangan lebih baik dengan uang elektronik

Uang elektronik terbukti membantu saya dalam merencanakan keuangan setiap bulannya. Saya senantiasa menghitung berapa biaya hidup dan tagihan saya setiap bulan, kemudian memisahkan transaksi mana yang mungkin dibayarkan dengan menggunakan uang elektronik. Beberapa transaksi tersebut diantaranya:

  • Uang bensin
  • Uang parkir
  • Transportasi seperti Commuterline dan Transjakarta.

Dengan menghitung tagihan diatas secara seksama, maka saya tidak perlu khawatir kekurangan uang setiap akhir bulan.

Penggunaan uang elektronik pun memaksa saya untuk disiplin. Artinya uang elektronik yang sudah saya topup tidak akan bisa ditarik kembali. Hal ini akan memaksa saya untuk menggunakan uang elektronik sesuai peruntukannya yang telah direncanakan setiap bulan.

Uang elektronik tidak dikenakan potongan apapun

Sebuah pertanyaan menarik muncul ketika saya masih anti dengan uang elektronik:

Apa bedanya dengan menyimpan uang di rekening bank dan menggunakan uang tersebut menggunakan kartu debit?

Setelah menggunakan uang elektronik, saya akhirnya dapat menjawab pertanyaan tersebut. Ketika kita menyimpan uang di rekening Bank, uang tersebut akan susut dikarenakan pemilik rekening harus membayar biaya administrasi. Hal ini tidak berlaku bila saya menyimpannya dalam bentuk uang elektronik.

Adanya penawaran dan diskon menarik untuk transaksi melalui uang elektronik

Beberapa merchant seperti HopHop, dan Warunk UpNormal sering memberikan penawaran, promo, dan diskon menarik khusus bagi mereka yang bertransaksi melalui Uang Elektronik. Dengan kata lain, bertransaksi menggunakan uang elektronik jauh lebih mudah, murah, dan praktis.

Setiap transaksi yang dilunasi dengan uang elektronik akan mendapat struk bukti atau tanda pembayaran. Saya sering mengumpulkan struk pembayaran ini untuk melacak untuk apa saja saya menggunakan uang elektronik tersebut. Struk yang telah memiliki format baku dan terkomputerisasi ini membantu saya untuk meminimalisir nota / bukti pembayaran palsu dalam bentuk manual atau tulis tangan.

Adanya penawaran dan diskon menarik untuk transaksi melalui uang elektronik

Salah satu keuntungan tambahan dari uang elektronik ialah kita dapat menggunakannya sebagai pengganti amplop atau hadiah. Sebelum uang elektronik digunakan, kita cenderung menggunakan amplop untuk menutupi jumlah uang yang akan diberikan kepada orang lain.

Dengan menggunakan uang elektronik sebagai hadiah atau kado ulang tahun maupun pernikahan teman, kita tidak perlu minder apalagi malu untuk memberikan hadiah kepada orang lain. Toh yang lebih penting ketulusan dan keikhlasan ketika membeli, bukan begitu?

Gimana?
Masih enggan menggunakan uang elektronik?

Baca juga:

WP Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com

Pin It on Pinterest

Shares
Share This